Setelah gagal mengklaim lagu Rasa Sayange, Malaysia mencoba mengklaim kesenian yang lain. Adalah kesenian rakyat Jawa Timur: Reog Ponorogo yang diklaim Malaysia sebagai kesenian mereka.
Kalau kesenian Wayang Kulit yang mereka klaim tidak diubah namanya maka Reog mungkin karena ada embel embel nama daerah Ponorogo maka namanya diubah menjadi Tarian Barongan. Padahal wujud Reog itu bukan naga seperti Barongsai tapi wujud harimau dan burung merak.
Malaysia bingung mencari nama baru sehingga dapat yang mudah saja, Tarian Barongan. Bukan itu saja, kisah dibalik tarian itupun diubah. Mirip seperti mereka mengubah lirik lagu Rasa Sayange. Kalau saja mereka menyertakan informasi dari mana asal tarian tersebut maka tidak akan ada yang protes.
Padahal apa susahnya mencantumkan nama asli dan bangsa pemiliknya. Seperti yang mereka lakukan pada kesenian Kuda Kepang yang kalau di Indonesia lebih dikenal dengan nama Kuda Lumping. Malaysia mencantumkan nama asal kesenian Kuda Kepang dari Jawa. Kenapa tidak dilakukan pada kesenian yang lain seperti Reog Ponorogo, Wayang Kulit, Batik, Angklung, Rendang dll.
Kalau saja mereka lakukan itu maka konflik kedua negara bisa dihindari. Melihat kasus lagu Rasa Sayange yang akhirnya mereka akui sebagai lagu asal Indonesia maka sebaiknya Malaysia segera mengkonfirmasi semua kesenian asal Indonesia yang mereka kira asli milik mereka. Supaya rakyat kedua negara tidak bersitegang seperti sekarang.
Ayolah Malaysia, daripada harus seperti lagu Rasa Sayange dulu, capek kan…
Sembari menunggu reaksi Malaysia atas protes mari kita ambil kesempatan ini untuk memperdalam pengetahuan kita tentang Reog Ponorogo dalam tulisan terkait:


















& Komentar
November 22, 2007 pukul 7:14 am
jahhh….
ya gitu klo negara ga punya kesenian sendiri…
bisanya cuman klaim..klaim…dan klaim..
ganyang malaysia
November 22, 2007 pukul 11:47 am
duWh..
sebEnErNya maW’y tuWh apaaN?!
kLo eMang g’pNya kEsEnian,, bikiN dUnk!!
jNgaN maEn eMbaT aJa..
jNgaN” nTar nEgara qTa d’aKu juga aMa mErEka?!
duLu gW EmaNg dEmEn aMa nEgara niE..
tpi sKrg,, eNgga DewH..
November 22, 2007 pukul 1:31 pm
ya mungkin nanti banyak juga yang diklaim malay, mungkin lagu suwe ora jamu, jajanan getuk, barong bali, atawa malah candi borobudur, prambanan, apalagi monas diakui buatan mereka, trus orang indonesia tinggal gigit jari melihat mereka
SAY YESS TO WAR!!!
GANYANG MALAYSIA!!!
FOR THE FUTURE OF INDONESIA
November 22, 2007 pukul 1:39 pm
wah apaan lagi nih, kasihan bener negara yang satu ini ga punya kesenian apa ya, apa indonesia harus beri salah satu budayanya……….dasar ga kreatif tapi kereaktif mengklaim..
ganyang malaysia
September 4, 2009 pukul 2:23 pm
ojo trimo diganyang ketak ndase sisan
November 22, 2007 pukul 2:05 pm
Budaya dan kesenian asli Malaysia:
1. Kesenian “plesetan” judul tagu, tarian atau bentuk kesenian tetangganya sendiri
2. Budaya menjiplak
3. Budaya “mengakui” tanpa melihat sal muasal
4. Kesenian membuat keributan dangan tatangga sendiri.
November 22, 2007 pukul 9:21 pm
Setuju banget, kita harus marah pada Malaysia. Tapi jangan cuma rasan-rasan kaya’ gitu. Mungkin harus bikin website yang isinya tentang seluruh kesenian dan hasil seni daerah kita dari Sabang sampai Merauke. Juga tentang semua adat istiadat dari seluruh penjuru tanah air. Semua data dikompletin. Terus, go internasional. Supaya gak ada bangsa lain yang bisa main claim lagi. Kan, sudah kita claim duluan.
November 22, 2007 pukul 11:30 pm
Kita harus salut sama Bung Karno yang telah mengumandangkan “Ganyang Malaysia”.. Bung Karno tuh udah tahu kalau malaysia itu bakalan bikin masalah…dan akhirnya terbukti benar.. Dosa malaysia terhadap indonesia:
1.Pencuri Pulau, jelas2 Ind negara kepulauan, jelas pulaunya banyak jadi sangking kebanyakan pemerintah lupa,nah lupa itu dimanfaatkan malayasia
2.Pencuri Kebudayaan, jelas2 Ind negara multi etnik, jelas kebudayaannya pasti banyak jadi sangking kebanyakan pemerintah lupa ngurusin HAKI,nah lupa itu dimanfaatkan Malaysia
3.Pencuri Ilmu, udah di kasih ilmu bukannya terima kasih malahan menyerang balik Ind
4.Pencuri HAM, untuk yg satu ini kita sudah pada tahu..berapa orang TKI yang jadi korban kekejaman (Pemerintah&rakyat)
November 22, 2007 pukul 11:48 pm
@Idoy:
Saya sependapat dengan mas Idoy karena itu saya pernah menulis tentang visi Bung Karno itu.
@Johan Suryantoro:
Sebenarnya khusus untuk kesenian Reog ini kita sudah punya websitenya. Tapi biar bagimanapun website kita itu kalau memang Malaysia berniat memuat Reog dalam website mereka sebagai keseniannya maka mereka tidak akan perduli dengan website kita yang telah memuat Reog sebagai identitas daerah Ponorogo. Kalau orang maling itu kan gak perlu permisi
November 23, 2007 pukul 12:10 am
ganyang !!
November 23, 2007 pukul 11:26 am
Kalau Malaysia sudah bersikukuh, maka hancurkan saja salah satu websites-nya, seperti bagaimana para Hacker Indonesia membunuh situs Visit Malaysia kemarin.
November 23, 2007 pukul 6:03 pm
Segimananya, si orang2 sana tetep aja kalo dibilangin mesti gak ngerasa salah. Tipikal orang mana ya. Kayak cengo` aja dikasi tau. Kayak orang yang bego, mesti ditampar keras2 baru sadar.
November 23, 2007 pukul 6:52 pm
[...Perlu diketahui, website tersebut merupakan website resmi pemerintah malaysia mengenai kebudayaan. Bagaimana bisa mereka mengklaim Reog Ponorogo sebagai budaya mereka?...]
Agustus 29, 2009 pukul 9:25 am
Hallo!Bisa ya Malaysia mengakui kesenian Indonesia tercinta
Tak sadarkah kalau kalian(malaysia) telah membolak-balikan fakta yang ada
Indonesia tak apa bila kesenian ASLI Indonesia dipentaskan di negara lain,tetapi didalam pentas itu harus mengakui bahwa itu KESENIAN INDONESIA BUKAN MALAYSIA!
INGAT!
November 24, 2007 pukul 2:24 am
Tadi baru saja melihat berita, di bandung, beredar kaos dengan tulisan “Malingsia”
)
September 9, 2009 pukul 3:34 pm
MKA Y KTA SBGI WARGA NEGARA INDO HRUS BANGKIT AMBIL KEMBALI NEGARA KTA
November 24, 2007 pukul 2:29 am
@GRaK: ente galak bener yah…
@appolia: ya tipikal orang Malaysia.. hehehe
@Riyogarta: wah ada gak order form nya? saya mau tuh… serius.
November 24, 2007 pukul 11:34 am
waduh… klo dibiarin teruz bisa gawat, ayo donk… qta harus cepat bertindak, ayo donk… para jago2 IT, or pihak2 yg ngerti gimana untuk membalas kecurangan malaysia bertindak…bertindak cepat, bikin gemezz ajeh, sangking aje gw org awam g ngerti apa2 an,… or ada yg mo kasih tnaggapan g apa yg bisa dilakukan org2 awam ky gw ini untuk melindungi kebudayaan bangsa sndiri dari bangsa lalim ky malaysia itu ?
November 24, 2007 pukul 12:40 pm
belum reda masalah rasa sayange, sekarang berulah lagi… .
emang g kapok tuh. udah, hidupin lagi aja cita2 soekarno… .
GANYANG MALAYSIA…!!!!1
November 24, 2007 pukul 2:19 pm
sebenarnya orang malaysia sendiri sudah mengakui bahwa secara kultural & secara peradaban mereka itu jauh dibawah indonesia, secara geograpis tdk ada daerah di malaysia yg bisa menunjang perkembangan budaya, secara historis raja2 di malaysia adalah keturunan raja di Indonesia, mereka hanya mengambil advantage karena Indonesia terpuruk secara ekonomi,..n lagi apes karena banyak pemimpin n pilitikusnya bermental Inlander ( pelayan / budak ) n sebenarnya masih banyak peradaban Indonesia yg fenomenal perlu ditiru/dijiplak malaysia contohnya1.DPR/parlemen Indonesia adalah satu2nya parlemen di dunia yg bisa mengangkat presiden spt GUS DUR, 2.satu2nya parlemen didunia yg dipimpin oleh eks NAPI, 3.satu2nya negara didunia ygpunya UU membolehkan eks napi jadi bacapres,
November 24, 2007 pukul 3:10 pm
waduh semangat perang semua. coba koreksi diri dulu. apakah kita sudah benar2 menghargai kesenian2 ini sehingga tidak mudah dicuri?
apakah pemerintah sudah dgn giat mempromosikan kebudayaan indonesia sehingga orang tahu pasti batik ya jogja, angklung ya mang udjo, reog ya ponorogo..
kalo diplomat selalu pake batik di pertemuan internasional, siapa y berani claim batik punya negara lain?
yuk kita budayakan pake batik dan atribut2 yang indonesia banget. juga untuk menumbuhkan semangat nasionalisme.
November 24, 2007 pukul 5:19 pm
jangan-jangan bentar lagi cerita malin kundang diklaim juga..
November 24, 2007 pukul 6:24 pm
satu lagi yg di klaim malaisia http://tinyurl.com/32nb6o
duh..duh..duh…
November 24, 2007 pukul 9:28 pm
Ntar bisa-bisa Indonesia diaku sebagai bagian Malaysis. Duh!
Namun, justru kita hendaknya lebih giat promosi kebudayaan. jangan melempem hingga sampai kebudayaan sendiri diaku-aku negara jiran seenaknya.
suatu cambuk bagi dunia turisme Indonesia untuk bangkit dan lebih giat lagi.
November 25, 2007 pukul 12:10 pm
memang sebuah pelajaran berharga buat anak negeri untuk bisa menjaga kebudayaan kita sendiri.
Jangan menyalahkan orang lain, sebaiknya kita instropeksi dahulu apa yang ada pada diri kita sendiri, sudah sekian lama Malaysia meng-Import Reog dari Ponorogo, dimanakan anak negeri saat mereka melestarikan kebudayaan tersebut.
November 25, 2007 pukul 1:55 pm
malaysia oh kasian banget seh kamu masak kesenian aja nyuri dari negara lain terus apa ang bisa di banggain
November 25, 2007 pukul 6:56 pm
Saya sangat sedih melihat malaysia berlaku curang terhadap bangsa kita. Saya berharap pemerintah dapat segera menutaskan masalah ini agar tidak terjadi masalh berkepanjangan.
Jalan damailah yang terbaik pada jaman susah seperti ini.
November 26, 2007 pukul 10:32 am
sikat mereka!
saya siap mengisi barisan dapur umum!
November 26, 2007 pukul 5:57 pm
adouh …
ya ALLAH …
gmn sih ni bangsa …
gregetan banget dengernya ..
gimana ya caranya nyadarin mreka …???
November 26, 2007 pukul 7:58 pm
hai……..bagi para pembaca coba dipikirkan apakah ada sebuah kebudayaan yang muncul dengan cerita latar belakang jaman Nabi Sulaiman.Apakah Nabi Sulaiman itu pernah ada di Malaysia?????………untuk diketahui bahwa sebuah budaya itu muncul dari adanya sebuah kebiasaan dan adat istiadat dari daerah setempat, sekarang bagaimana bisa sebuah tari barongan yang diklaim budaya asli dari malaysia itu muncul berdasar dari kisah Nabi Sulaiman.Itu sama sekali tidak ada kaitannya selain usaha penjiplakan sebuah budaya negara lain….Kobarkan Semangat bung Karno GANYANG MALAYSIA…..
November 27, 2007 pukul 1:11 pm
mana nih pendekar-pendekar or para penyantet yang sering gembar-gembor masuk tipi.. ngomongnya doang.. coba tuh santet aja pemimpin-pemimpin malaysia..
GANYANG MALAYSIA
November 27, 2007 pukul 2:31 pm
Saya punya usul, gimana klo malaysia kita santet saja dari sini. ato cari aja siapa yang ngusulin pertama kali di sana kalo reog ponorogo itu punya malaysia, kalo dah ketemu kita gebukin rame – rame. he…he… gimana?
Malaysia = Maling Budaya Indonesia, garong, rampok, anjing, kutu kupret, kucing, sapi, domba, pokoke semua hewan lah.
November 27, 2007 pukul 3:27 pm
@rana:
Sebuah satire yang bagus.
@mulia:
Sebaik apapun kita menjaga khazanah budaya kalau memang orang mau klaim tetap saja mereka akan lakukan. Contohnya kesenian wayang kulit yang oleh dunia telah diakui melalui UNESCO tapi tetap saja di klaim oleh Malaysia.
Tapi saya setuju bahwa apresiasi kita dan pemerintah akan seni budaya kita harus ditingkatkan.
@Ray:
Menurut saya kedua duanya harus dilakukan bersamaan. Tekanan diplomasi terhadap pemerintah Malaysia harus dilakukan sekaligus kita memperbaiki diri.
@Shelling Ford:
Salut saya pada patriotisme anda
@ucup:
Cara terbaik menurut saya adalah perbaiki perekonomian rakyat kita. Sebab banyak budaya kita yang dibawa ke Malaysia oleh rakyat Indonesia yang mencari nafkah disana. Kalau ekonomi rakyat baik maka rakyat Indonesia tak perlu mencari nafkah ke Malaysia.
@Mr.X:
Hehehe… jangan main santet dan main gebuk ah… tidak efektif. Lebih baik tempuh jalan seperti jawaban saya pada ucup.
November 27, 2007 pukul 4:12 pm
waduh..malaysia itu gmn ya…ga da kapok2 nya..ya kita kui aja secara ekonomi okelah mereka menang..tapi bukan berarti nginjak gitu dong..ngomong2 orang malaysia tau ga filosopis reog itu??? waduh..tanya orang ponoroga deh..biar dijelaskan sejelas-jelasnya…dulu gue pengen bgt ke negara tuh..tapi sekarang…makasih deh..gratis juga gw ga akan mau..sumpah…
November 28, 2007 pukul 9:04 am
malaysia negara menjiplak…!!! gayang malaysia!!!
malaysia = maling sial..
jadi orang yang kreatif donk!
jangan tau nya menjiplak.
menciptakan lagu aja klen ga sanggup.
dasar tukang klaim..
bantai malaysia tampa ampun.
pulau kita dah di curi. dah siap pulau, kebudayaan kita pula yang di curi…
salam dari suporter PSMS Medan SMeCK MANIA
November 28, 2007 pukul 9:58 am
aduuh aduuh sebagai bangsa yang bebas dan beradab mbok iyao jangan galak-galak. malingsia itu kasihan. harus kita kasihani kenapa??? karena mereka masih goblog. orang goblog jangan diganyang. orang goblog wajib kita ajari tapi kalau gak pinter-pinter…..kita ganyang aja. hidup indonesia. ganyang malaysia. oop sy ikut-ikutan galak ya? oh sorry kebawa emosi pak ncik.
November 28, 2007 pukul 9:59 am
Sekali lagi, Ganyang Malingsia.
November 28, 2007 pukul 9:22 pm
@trisno tunggal: hahahahaha sampeyan lucu tenan yoh…
November 28, 2007 pukul 10:36 pm
gw sebagai putra ponorogo tulen nie,ga` setuju REOG d`klaim sbg mlik malingsia!!!!piye to PAK Cik………PAK Cik……..kok ngaku-ngaku!mo ngjak brantem ye tu orng malaysia!blom tahu dlondongane wong ponorogo ye!!!gw santet dari sni bru thu rasa………….hahaaaaaaaaaaa……………..
bukan begitu teman2……….
November 28, 2007 pukul 11:25 pm
saya see seneng aja cos ada juga negara lain yang suka dan ingin memiliki reog. bukankah itu bukti bahwa kebudayaan kita lebih maju dari mereka. kita cuma nunggu aja gimana tindakan pemerintah terkait masalah ini. kita kan masih punya negaraaaaa OOPOOO ikiiii sing dikarepne pak kepala
November 29, 2007 pukul 3:15 am
Hehe…
Sebenarnya saya tidak suka perang… saya suka cinta damai….
tapi kalau sampai hak-hak kita diambil WAN–BAI–WAN…
Wah, ini mah keterlaluan…..
Udah kebudayaan kita diambil, warga kita dikejar-kejar sampe dimasukin kurungan….
Malingsia bener-bener keterlaluan…….
*Gak usah nunggu keputusan negara….. *
kelamaan….sambil elus-elus dada… sabar… sabar…..
Kalau negara sudah tidak perduli sama hak-haknya sendiri, kayanya kita-kita perlu terjun sendiri nih…..
*bawa pentungan.. siap-siap kejar maling….*
November 29, 2007 pukul 10:47 am
Bagus saja kali … pelajaran buat kita … agar kiat lebih peduli budaya sendiri … Mencipta penting, lebig penting mengembangkan, merawat, dan mempertaankan cipaan. Habis kita tidur melulu sih … maksudnya yang bertugas untuk itu
November 29, 2007 pukul 2:59 pm
Bajingan kowe malaysia. Opo karepmu …….
November 29, 2007 pukul 3:21 pm
indonesia, selalu kreatif ya??????
malaysia tenggelamin aja, otaknya orang udah mati kok jadi ga masalah
November 29, 2007 pukul 7:15 pm
Gpp lah dab , tindakan malaysia sedikit banyak memperkuat nasionalisme kita , bangsa kita kan nasionalis bgt jd jgn harap deh pak ncik untuk maling 2 lagi….
Hidup INDONESIA…, Udah nasionalis ANARKIS LAGI…..!!!!
btw jadi inget pilm Warkop pas dono di Malaysia,rebutan anak…,
November 29, 2007 pukul 11:09 pm
Jadi penasaran, gimana sih asal muasalnya? Kok saya agak risih ya karena agak malu dengan teman-teman sebangsa yang sekarang jadi dikenal sebagai bangsa yang mudah naik darah. Saya sendiri ditawari kaos Malingsia, tapi tidak saya pakai karena agak malu.
Terus terang saya juga punya banyak teman Malaysia. Dan terus terang saja, Malaysia kini sudah lebih maju di hampir segala lini, dibandingkan kita. Mereka lebih mudah memasuki persaingan global dibandingkan kita. Padahal sampai sekitar 20 tahun lalu, mereka masih belajar dari kita. Teman Malaysia saya sambil bercanda bilang pada saya, ambil tu you punya reog… Saya hanya tersenyum dan bilang, “ah, awak pun pakai Bahasa Melayu…”
Nah, ada tak yang tahu asal muasal klaim reog ini? Sungguh mati saya penasaran…
November 30, 2007 pukul 12:11 am
sikat siti nurhaliza!!
November 30, 2007 pukul 1:40 am
lhawong semua ini juga salah kita
mereka kaya, kita miskin
mereka pinter, kita bodoh
mereka disiplin, kita mbeler
hayo siapa yg ngaku pinter, hancurin tu situs kementrian malingsia
November 30, 2007 pukul 8:55 am
Memang malaysia harus diganti nama jadi “Malingsia” bisanya hanya menindas hampir sama dengan induk semangnya di persmakmuran yang rasis dan kolonialis, satuju tidak, Mas?
November 30, 2007 pukul 4:51 pm
Sebenernya apa sih yang membuat mereka sebegitu bencinya sama kita?
http://ihateindon.blogspot.com/
Kalo orang darah tinggi sebaiknya jangan visit link diatas.
Desember 1, 2007 pukul 12:48 am
aku membuat tulisan lagi soal malaysia ini. moga kita bisa mulai berhenti untuk saling mengejek dan menjelekkan sesama.
Desember 1, 2007 pukul 9:25 am
welgedewelbeh
Marah sama Malaysia bole … tapi ingat juga agenda bangsa yang lain. …. baca artikel terkait aksi seniman reog di depan kedubes Malaysia di sini ya …
http://mulut.wordpress.com/2007/11/30/pembodohan-ala-pers-malaysia/
Desember 1, 2007 pukul 11:15 am
Malaysia emang rampok..
Gak punya budaya sendiri malah ngembat punya orang..
Tapi salah qta jg sih, gak care dengan budaya sendiri
makanya, sudah saatnya qta sadar dan berbangga menjadi bangsa Indonesia yang Kaya tidak hanya kekayaan alam saja, tapi jg Budayanya, sampe negara2 tetangga aja sebegitu niatnya ‘merampok’ Kekayaan qta..
Hidup Indonesia
Desember 1, 2007 pukul 6:54 pm
Meskipun Malaysia lebih maju and modern daripada kita di Indonesia, janganlah kita merasa rendah diri. Sebab banyak kejadian membuktikan ternyata bangsa kita lebih cerdas, beradab dan berbudaya daripada mereka. Kalau ada orang Indonesia yang merasa ‘goblog’ hanya karena melihat kemajuan fisik yang dicapai negara Malaysia, lebih baik dia mikir lebih jauh lagi, berapa perbandingan jumlah penduduk negara itu dengan Indonesia dan berapa perbandingan luas wilayah antara keduanya. Secara logika Malaysia lebih maju dunk, dia punya penduduk sedikit, jadi lebih mudah ngasi makan n mengaturnya. Punya wilayah yang lebih kecil sehingga gampang membangun fasilitas2 asyik punya. Gak usah kecil hati ya teman2 sebangsa dan setanah air! Peace for all !!!!
Desember 3, 2007 pukul 10:28 am
sebenarnya kita harus senang kalo malaysia mengklaim reog, karena disini reog sudah seperti sampah, jarang digunakan bahkan hampir dibuang. coba kita lihat disini kita lebih senang semua yg serba modern (barat) bahkan kita sampai menirunya seperti telenovela, musik rock dll. mungkin musik khas kita yg masih disenangi cuma musik dangdut itu aja masih dianggap kampungan, tidak modern. coba kita tanya orang ponorogo sendiri mana lebih senang nonton reog apa konsernya siti nurhaliza, paling jawabnya ‘nonton konser siti nurhaliza!!!’. Bahkan untuk upacara pernikahan sekalipun kita lebih senang dengar musik gambus daripada ngupah reog atau kesenian jawa lainnya. Jadi biarkan aja reog diklaim malaysia, mungkin disana reog bisa berkembang dan mendunia, jadi kita senang menonton kemudian kita menirunya seperti tv-tv yang senang menayangkan sinetron2 yg memuakkan yg merupakan hasil meniru film atau sinetron bangsa lain.
Desember 4, 2007 pukul 11:18 am
ganyang malay……..!!
malingsia truly asia……….>>>>!!!
Desember 5, 2007 pukul 7:08 am
During the time we are not really concern about our cultural assets. Ironically we start to concern on it just when someone has taken it and partly claim it is belong to them, such as Malaysia claims the Indonesian folk song “Rasa Sayange”, the traditional food “Rendang”, traditional art “Batik” until the traditional game of Indonesia “Congklak”.
But from those conditions I still thank God (part of East Culture) because it has awakened us for being unconcern to our great culture. Maybe we should send a gratitude card to Malaysia. In fact, have we ever thought whether Rendang, Congklak, and etc. are really come from Indonesia?
A friend sends me a National Journal Newspaper to my email which is asking what if China claims for its culinary culture like capcay (consist of mix vegetables and mushroom), soto (meatsoup), bakso, and satay? Oh my God! What will happen to us without those kinds of food?
More: http://blog.baliwww.com/arts-culture/1112/
Desember 5, 2007 pukul 4:22 pm
pemerintah indonesia,,,pleaseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee tegas donkkkkk,,,,ini kan udah sering terjadi,,masa didiemin aja sehh,,buruan donk semua kebudayaan kita di hak patenkan
Desember 5, 2007 pukul 5:05 pm
ganyang aja malaysia…..masak gak berani……malaysia pengecut……kalo berani sini lohhhhh hey malaysia musuh nih warok ponorogo….!!!!!!!!!!
Desember 11, 2007 pukul 10:25 pm
Giliran diklaim orang, baru ribut. Coba dari dulu dijaga, dilestarikan, dirawat, diberdayakan, dicintai… Dengan demikian kan dengan sendirinya negara lain kan jadi liat mana ‘milik’ kita karena seringnya kita pake or ekspos. Indonesia kan (terutama kawula mudanya) malah banyakan western oriented, ngerasa ngga gaul gitchuh kalaw bergelut dengan budaya nasional/tradisional.
Desember 20, 2007 pukul 7:06 pm
Malaysia ingin memiliki budaya tapi mereka gak punya kreatifitas, mereka hanya bisa mencuri dan mencuri… DASAR PENCURI…
Desember 20, 2007 pukul 8:21 pm
kalo kangen band di claim malaysia sih gw ga bakal protes deh
Desember 22, 2007 pukul 9:30 pm
lohhh..ributin lagi mau diganyangin malaysia.. tapi kok masih ngga diganyang aja? takut ya?
ok..kalau yang kuda kepang itu sememangnya bangsa jawa malaysian di malaysia yang membawanya ke malaysia dari tanah indon. ..mereka bawa ke malaysia sudah ratusan tahun dehh.. macamana dehh mau di bilang lagi ni?? sama aja dengan tarian barongan itu deh…cuma yang batik malaysia sama indok kok pune beda..bingung aku nih.. ganyang aja deh kalau berani..tapi kalau ngga punya telur..masakan ayam mau berkokok ajaa….
Desember 23, 2007 pukul 6:24 am
Sebagai bangsa yang konon berpegang andap ashor, anggah ungguh, sopan santun, tentu gak ingin ada orang lain yang ngambil miliknya dengan tanpa permisi. tapi apakah kita sudah menengok kebelakang bagaimana kita menjaga apa yang kita miliki?
“Gayang”….? tentu harus tengok ulang bukan arti kalimat tersebut bukan…. dengan menjadikan negeri kita lebih baik dari segala aspek kehidupan mungkin bisa diartikan dengan “gayang” juga, saya pribadi lebih prepare untuk itu.
Desember 28, 2007 pukul 1:05 pm
aku gak simpatik banget ma anak-anak malaysia
banyak nich sekolah kedokteran di FKG USU…bah…ancur banget….nilainya itu lho jauh kalah dengan orang-orang pribumi…pada goblok kali ye……pinternya ya itu cuma claim milik orang lain…ih capek dech….
Januari 5, 2008 pukul 1:19 pm
[...] aktivitas kebudayaan Indonesia mulai dari orang yang lagi maen angklung, sekumpulan penari reog ponorogo, pelukis-pelukis batik tulis yang lagi kerja, penari Pendet, tari Folaya, penari kuda lumping, dan [...]
Januari 25, 2008 pukul 11:04 pm
iyah…
qt jg mstinya instrospeksi dulu, uda bener belun qt ngejagain budaya qt??
tp malaysia jg g bisa gtu dong ya..
Januari 26, 2008 pukul 8:06 pm
aku lagi ketemu website iki.
dulu pasa ada kabar itu, aku coba nyari2 website seng koyo iki.
aku sebagai dlondonge asli wong ponorogo.
tak dukung, melu aku leeee
Januari 26, 2008 pukul 8:10 pm
buat kusuma,
kamu kalo gak tau jangan ngomong dulu leee,
setiap bulan suro, tau gak suro????
ponorogo selalu ngadakan festival reog tingkat nasional, bahkan sukses luar biasa,
perlu juga kamu tau kusuma festival reog tingkat internasional juga pernah diadakan dan responnya sangat bagus.
itu mununjukan bahwa reog sangat eksis dan semua orang tau itu dari ponorogo.
jadi cangkemmu kalo mo ngomong liaten dulu yo leeee
Februari 29, 2008 pukul 2:11 pm
aye… sangat setuju atas tindakan malaysia yang mengklem beberapa kebudayan indonesia, mengapa? dengan tindakan mereka yang kurang biadap itu kita lebih memperhatikan kebudayanaan kita yang telah kita lupakan, lagian kita jangan cepat terbawa emosi, lagu kebangsaan mereka,jika kamu telusuri bukan asli dari negaranya? mari kita lestarikan kebudayan kita supaya jangan di serobot negara lain oke bos….
Maret 22, 2008 pukul 9:37 am
wuuu..
Malaysia!!
bisanya cma ngambil kebudayaan negara laen..
dsar maling!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
gak kreatif bgt sih jd negara!
Indonesia jg hrus nyadar donk!!
pdahal kan udh bnyak kekayaan budaya negara tercinta ini yg maen di colong ama negara tetangga..
hrus secepatnya tuh kekayaan budaya-budaya indonesia tuk di patenin!!
Mei 15, 2008 pukul 12:20 pm
Kesalahan terbesar bangsa Indonesia (termasuk rakyat Ponorogo) adalah kenapa membiarkan diri rame-rame jadi kuli rodi (istilah asli untuk buruh TKI) ke Malaysia? Kenapa pula cita-cita orang-orang muda Ponorogo dekade belakangan ini kebanyakan ingin jadi TKI ke luar negeri (termasuk ke Malaysia) ? Slogan-slogan penyesatan dari para petinggi dan pejabat yang latah menyatakan : “TKI adalah pahlawan devisa” telah berhasil memerosotkan minat kaum muda Ponorogo untuk sekolah tinggi. Kurang percaya ? Silahkan interview sendiri orang-orang muda di Ponorogo. Banyak orang tua Ponorogo saat ini yang gigih mendorong anak-anak mereka untuk jadi TKI dan gak usah buang-buang duit sekolah. Banyak perempuan muda Ponorogo setelah nikah dan punya anak satu atau dua, “diusir” halus oleh suami dan sang mertua agar segera berangkat jadi TKW ke negeri orang. Soal di sana jadi PRT beneran atau merangkap jadi gundik atau PSK, gak ada yang ambil pusing. Pokoknya asal ringgit lancar masuk ke rekening suami. Soal kebutuhan biologis si suami, tidak jadi masalah. Di kampung sebelah banyak isteri yang ditinggal suami jadi TKI, bisa “dipinjam” sehari-hari. Saling tolong-menolong gitu katanya… Berbagai kesuksesan semu duniawi telah dibiarkan memabukkan rakyat kecil. Mereka dibiarkan jadi kuli atau PSK di negeri orang (termasuk di Malaysia). Maka jangan heran kalau Malaysia memandang rendah orang Indonesia, karena mereka sudah terlalu lama dibiarkan menginjak-injak martabat bangsa Indonesia yang di-ejawantah-kan sebagai buruh TKI & TKW di negeri mereka. Mereka terbiasa bertindak sewenang-wenang tanpa ada yang melawan, melecehkan bahkan memerkosa TKI/TKW. Jadilah mereka orang Malaysia menganggap semua orang Indonesia mudah diperlakukan semau mereka. Buktinya mereka bisa merebut pula Sipadan dan Ligitan yang sebetulnya adalah wilayah kedaulatan Indonesia. Mulai pula mereka mengklaim perairan Ambalat yang kaya minyak sebagai wilayah mereka. Belum lagi mereka bebas menggeser tapal batas di Kalimantan, untuk merampok kayu-kayu hutan kita. Semua itu akibat bangsa ini mudah dibeli, mudah diperdaya.
Sekarang jangan cuma bisa marah, menghujat dan mencak-mencak. Perbaiki diri sendiri, sekolah yang tinggi dan jangan lagi mau dijerumuskan untuk jadi buruh TKI ke luar negeri. Sebetulnya itu semua adalah praktek perbudakan terselubung dan praktek “trafficking” (perdangangan manusia) yang keji. Orang Ponorogo harus mau bangkit. Jangan cuma bisa banyak “bacot”. Buktikan kehebatanmu, hilangkan mental kuli, mental budak dan mental babu.
Juli 5, 2008 pukul 9:08 am
MALAYSIA
MA las
L et AY (LOYO)
SIAl
Negara orang-orang pemalas,bangsa yang loyo dan buat SIAL Indonesia.
Jangan cuma di ganyang..bumi hanguskan
Juli 8, 2008 pukul 1:52 pm
Saudara jiran muda, mau belajar dari saudara tuamu boleh tapi jangan nyuri gitu donk. Malu ah…!
November 8, 2008 pukul 2:11 pm
“Malaysia, truly Indonesia” eh.. Asia..
saya mo buat skripsi masalah ini nih.. temanya:
“mengapa malaysia harus mengklaim angklung?”
kalo ada yang bisa bantu saya dengan bahan atau comment2 yang faktual, saya mohon dengan sangat.. saya mahasiswa HI di Univ Negri di Bandung.. respon temen2 saya sangat hargai..
mungkin benar kata Bung karno dan saya rasa itu tidaklah ekstrem dengan kalimat “ganyang malaysia” namun akan lebih baik jika “ajari malaysia dengan senyuman, karena senyuman kadang lebih menyakitkan daripada perkataan..”
oh iya masalah bantuan comment dan bahan yang faktual tadi bisa temen2 kirim ke e mail saya di
reno.adrian_mail@yahoo.com
semoga perjuangan bangsa Indonesia terus berkobar!
November 17, 2008 pukul 10:18 pm
Indonesia Harga Mati…..!!!!!
kami gak rela di injak2…..!!!!!
sungguh rendah moral mu malaysia….!!!!
rendah kepribadian bangsamu….!!!!
Indonesia harga mati…..!!!!
November 19, 2008 pukul 8:37 am
maling?? huh!!
saya tiada masalah dengan warga indonesia
tetapi, bulan lalu saya baru kehilangan telefon bimbit kerana diragut/stolen oleh rakyat anda.
siapa maling sebenarnya? fikirkan
Desember 9, 2008 pukul 8:19 pm
hey,jawa kesurupan makan beling
baru makan tiwul dan bongkrek aja sombong
biasa jadi maling.jawa gila
Desember 9, 2008 pukul 8:26 pm
jawa itu kan babu dan kulinya malaysia
yang bikin reog itu khadam2 malaysia
yang punya negeri malaysia
babu dan kacung kenapa berani kurang ajar?
tau diri donk!!
Januari 2, 2009 pukul 6:34 pm
ganyang malaysia,lebih baik perang dari pada di jajah
Februari 13, 2009 pukul 2:50 pm
ganyang malasyia.
Katanya penduduknya pinter-pinter tapi kok masih ngeclaim budaya di Indonesia.Katanya penduduk maju,maju apanya?Kalau kayak gini sich namanya bukan maju tapi mundur.Emang nggak bisa ya bikin kesenian sendiri tanpa ngembat punya negara lain.Yang kreatif dikit dong jadi negara.
April 6, 2009 pukul 12:41 pm
Bahasanya saja masih primitif, lagu kita “Perjaka Tangguh” saja diartikannya oleh orang2 jiran sebagai “Perjaka impoten”?!. “Perkasa” tau, makanya banyak belajar dik!.
Mei 19, 2009 pukul 11:01 am
Huh..MaLaysia,,
bicara tentang negara yg satu ni.. Mau naik darah aQ..
aQ prnh sekeLas wktu SMU dLu ma anaQ MaLaysia yg kebetuLan scuLL di Indonesia…
Dari 35 siswa,, anaQ MaLaysia tu dpt ranking 34.
Huuuhh,,bodoh amat….
MaLaysia adaLah singkatan dari MaLing Budaya Indonesia…
Cocok banget !!!
Kapan ya MaLaysia kena TSUNAMI..??
Biar ANCUUURR tu negara…
Biar meLarat…
Dan biar ancur tu PETRONAS…
Huuii,,para Indonesian Jgn mau beLi produk2 MaLaysia…
KUALITASNYA HARAM !!!
Juni 14, 2009 pukul 6:34 pm
MALINGSIAL NEGARA MISKIN KEBUDAYAAN
KELUARKAN SAJA DARI ASEAN…….
PINDAHKAN AJA KE KANDANG AYAM….
Juli 9, 2009 pukul 2:00 pm
mas WIBI numpang komentar ,seminggu kemaren kakak saya liat iklan pariwisata negara malaysia( malaysia truly asia )di tv luar lewat parabola (tv > XINGKONG) ,ehh pas di lihat ada tarian reog dan kuda lumping tapi iklan buat indonesia enggak ada ,
bahaya tuh mas bisa – bisa warga negara laen yang liat iklan itu menganggap reog & kuda lumping milik malaysia, emang reog sudah jadi milik malaysia ya Mas ? matur suwun mas
Agustus 1, 2009 pukul 8:49 pm
Emang benar,Malaysia itu mana ada kuda lumping,yang ada cuma kuda lumba,maksudnya empat nombor ekor yang digilain tiap minggu dong..
Agustus 23, 2009 pukul 8:57 pm
malaysia selalu saja mngklaim budaya indonesia,nanti jangan-jangan candi borobudur &prambanan diklaim milik malaysia..atau kisah-kisah kepahlawanan Pangeran diponegoro,Tuanku Imam Bonjol,Patimura dan kisah2 kepahlawanan lainnya diklaim milik malaysia sampai2 Dasar Negara Kita PANCASILA diklaim dibuat malaysia & milik malaysia…yang lbih hebat lagi jangan2 koteka baju tradisional papua diklaim juga milik malaysia….apakah ini bisa terjadi?
Agustus 26, 2009 pukul 1:20 am
karena bangsa Malas_sia
kerjanya ya Malying_sia
Agustus 26, 2009 pukul 1:33 pm
malaysia pnya seni budaya sndiri g sih?????????
koq budaya indonesia d klaim????????
gak ad krjaan ya
cptain dunk bdaya anda sndiri!!!!!!!!!!!!!!!111111
Agustus 27, 2009 pukul 1:17 pm
mba’ siti Nurhaliza bilangin dong ma negara u secara sampeyan udah banyak dibuatin lagu ma seniman indonesia, ngomong dong……… pake budayanya sendiri biar negaranya lebih berbudaya ato mungkin idenya udah pada mampet semua t? kalo tetap ga’ keluar ide, kesini nanti tak kasih permen…….
Agustus 29, 2009 pukul 11:08 am
Sudah sampai masa masyarakat jawa diMalaysia berhenti dari terus mengamalkan dan menyanjung budaya keturunan mereka. Reog (barongan), kuda Lumping (kepang) mahupun wayang kulit itu hanya lebih menjurus kepada amalan syirik, khurafat dan membuang masa.
Sudah tiba masa juga rakyat Indonesia mem’patent’kan budayanya termasuk segala hantu pocong, tuyul dan sundel bolongnya.
Agustus 30, 2009 pukul 3:26 pm
kalausaya perhatiin,budaya yg diklaim malysia awalnya dibawa oleh org2 indonesia yg merantau kesana jauh sebelum ada nama negara indonesia or malaysia n juga pada akhir2 abad ini (baru2 ini) TKI/TKW dll, mereka mengembangkan budaya yg mereka bawa dari tanah leluhur,n akhirnya diakui keberadaannya oleh malaysia. Cuma dalam hal ini tempat asal budaya itu berasal merasa keberatan jika dikalim milik malaysia. Keberadaan budaya indonesia di malaysia adalah sebuah kenyataan, senyata org jawa dll dari nusantara yg sudah beranak pinak dan menjadi warga disana, termasuk budaya yg dibawa, untuk itu kepada pihak malaysia untuk tetap menamakan setiap budaya yg berasal dari indonesia disebut sesuai nama asli budayanya dan tempat asalnya pada setiap event apakah pristiwa budaya atau di media2 serta promosi2,saya pikir akan terasa sama apabila ada perantau dari malaysia yg sudah beranak pinak di indonesia dan menjadi warga negara indonesia tinggal di jawatimur,lalu indonesia mengklaim “zikir barat” adalah milik asli bangsa indonesia hanya karena dibawa dan dikembangkan oleh perantau malaysia di indonesia
September 2, 2009 pukul 9:33 pm
setuju…melihat pada komen2 emosi di sini,terfikir pada satu keadaan,patutla bangsa susah nak maju. bangsa indonesia bangsa yg kreatif, tetapi sayang,tidak kreatif dalam memajukan ekonomi sendiri.terbelengu dlm kesusahan kerana apa? kerana sibuk mahu berperang dan memikirkan hal yang remeh temeh. rakyat malaysia sendiri tidak peduli ttg segala macam tari-tarian ini kerana ksedaran ttg Islam sudah semakin subur. Ambil sajelah segala bentuk tarian ni,apa yg di lakukan oleh pemerintah malaysia, tdk semestinya dipersetujui oleh semua rakyatnya. berfikirlah secara rasional dan waras,bukan mengikut emosi.
*Allah melarang umatnya dari berpecah belah
September 24, 2009 pukul 1:32 pm
mas ED ,sebenarnya yang di permasalahkan adalah negara anda menggunakan kesenian negara lain untuk promosi pariwisata,coba pikir seandainya anda warga negara asing ingin melihat reog ponorogo dan melihat iklan tsb pasti anda akan berpikir kesenian itu milik negara pengiklan itu(malaisya), Malaisya sudah memikirkan potensi kesenian yang mereka klaim(batik,kuda kepang,reog,angklung dll) dan itu bisa menaikan kedatangan turis di negara malaisya,mengapa tidak mengklaim kesenian negara lain(filipina,vietnam…dll) mengapa harus kesenian negara kami INDONESIA.
September 1, 2009 pukul 5:13 pm
malaysia negara plagiat, bisanya menjiplak kebudyaan negara tetangga
APAAAA KATA DUNIAAAAA…..%&$(&&*&%$
September 3, 2009 pukul 12:47 pm
intinya aq setuju dengan pendapat anda,malaysia tidak boleh mengklaim dengan seenaknya budaya Indonesia.
September 3, 2009 pukul 12:57 pm
satu yang tepat bwat malaysia..!!!
emg g’ bsa nyari budaya cndr…kok nyuri milik indonesia….??? saadar buuuk!!!
September 3, 2009 pukul 1:06 pm
Emg g’bs ya nyari kesenian cndr???kok bsnya nyuri milik indonesia…
saaadaar buuuuk!!!!
September 6, 2009 pukul 10:48 am
bangsat lo malaysia….
sekali lagi loe klaim kebudayaan negara gwa..
gwa nuklir bangsa lo…
liat aja
September 9, 2009 pukul 3:38 pm
buktikan law u mang ank indo
n tuk malingsia kreatf dung msk ngopi pya negara org
September 14, 2009 pukul 1:39 pm
PUki me Indon..JAHANAM
September 22, 2009 pukul 10:42 pm
Ya Allah..
ampuni lah hamba2 mu ini..
Agamanya terpampang besar sebagai MUSLIM namun mulutnya becok meminta perang..
apa la yang dikecoh2kan sangat pasal Reog Ponorogo nie???
X PERNAH DENGAR LANGSUNG..
selama saya hidup di malaysia ni, x pernah dengar pasal tarian ni..
tiba2 jadi isu..
owhhhhh
sangat memenatkan..
September 24, 2009 pukul 1:54 pm
sebagian warga negara benci sama malaisya,sebagian lagi pada LIBURAN kesana,sebagian lagi jadi TKI (dan disiksa majikannya),sebagian lagi muter sinetron dengan judul lagu malaisya(tangisan ISABELLA dll), sebagian lagi pada ngeributin KPK,sebagian lagi HANYA DIAM& TAK AMBIL PERDULI ATAS KESENIANnya,sebagian lagi KORUPSI UANG NEGARA, dan lain sebagainya ,maaf saya orang yang enggak tahu apa” tapi saya perduli dengan INDONESIA ,karena saya hidup & mati di sini
Oktober 8, 2009 pukul 9:45 am
Malaysia, kayaknya sebaiknya sloganmu “Malaysia Truly Asia itu” dihapus saja karena kenyaataannya kamu itu bukan truly tapi curi……sebenarnya yang truly Asia itu ya Indonesia. tp biarlah toch malaysia ga tahu philosopy yg ada dlm batik kita, ga tahu rasa sayange itu ciptaan sapa dan artinya apa, and malaysia gak tahu jg cerita tari pendet……….namanya juga pencuri …….kebudayaan orang hahaha gak tahu maluuuuuuu
Oktober 30, 2009 pukul 11:28 am
kenapa mesti mencuru kebudayaan negara lain c…
negara yg gak punya pendirian…
kita wajib jaga budaya asli indonesia
I LOVE INDONESIA