Category Archives: curhat

blog.cybergl.co.id

Fasilkom MTI UI

Fasilkom MTI UI

Sudah satu tahun belakangan saya jarang update di blog ini. Itu karena saya disibukan dengan perkuliahan (selain sibuk facebookan juga). Apalagi sekarang memasuki masa tesis. Saya bakal jarang blogging disini dan lebih sering aktif posting di blog saya yang satu lagi: blog.cybergl.co.id, itupun blogging yang terkait dengan tesis.

Bagi yang berminat bidang TI mungkin bisa ikuti tulisan saya di sana. Semoga tamat kuliah bisa lebih aktif lagi disini. Hidup blogging…

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under curhat

Catatan Penjurian Speedy Blogging Competition 2008

Menjadi juri lomba blog untuk kesekian kalinya memaksa saya menyaksikan dinamika blogging di Indonesia dari waktu ke waktu. Speedy Blogging Competition 2008 (SBC) adalah lomba blog paling akhir yang saya ikuti sebagai juri.

Berdasarkan beberapa kegiatan lomba blog itu saya coba membuat penggambaran tentang bagaimana kondisi blogosphere saat ini dan apa peran lomba blog sampai sejauh ini.

Kondisi per-blog-an di Indonesia saya bagi menjadi dua, internal dan eksternal. Internal menggambarkan kondisi para blogger itu sendiri, kemudian eksternal adalah kondisi lingkungan yang mempengaruhi kondisi internal.

Pertama untuk kondisi internal. Sebelumnya bersama mas Budi Putra dalam event serupa oleh Telkom juga di Senayan tanggal 23 November 2008. Pada event tersebut sungguh saya mendapati kondisi yang sangat menyedihkan. Pertama, dari puluhan peserta hanya sekitar 20% yang menulis tulisannya sendiri, sisanya copy paste.

Dari sisanya blog yang valid tersebut hanya sebagian kecil yang tulisannya mirip blog, sisanya lebih mirip tugas menulis dari majalah sekolah. Maklum pesertanya anak sekolah. Mas Budi berkomentar lomba blog itu bukan lomba menulis artikel, gaya bahasa blog itu lebih informal, enak dibaca dan inspired, apalagi untuk anak sekolah.

Bisa dipahami karena event tersebut hanya sehari dan kriteria penilaian yang dinilai hanyalah tulisan pada saat lomba. Kesimpulannya kita tidak bisa “memotret” kondisi internal yang sebenarnya melalui sebuah event sehari.

Kita butuh event yang lebih panjang rentang waktunya. SBC adalah sebuah event punya rentang waktu penyelenggaraan yang saya pikir cukup untuk memotret kondisi internal dari sisi waktu. Selain dari sisi waktu ada lagi faktor lain yang perlu diperhatikan, yaitu tema lomba.

Sebelum saya membahas rentang waktu dan tema blogging saya akan perkenalkan dulu event SBC ini. Speedy Blogging Competition 2008 dilaksanakan dari tanggal 22 Nov 2008 sampai dengan 31 Jan 2009 dengan ketentuan para peserta harus memiliki account Speedy dan harus memuat postingannya di mesin blog yang disediakan oleh SBC yaitu di: http://lomba.blog.telkomspeedy.com

Dengan waktu yang cukup lama akan bisa kita lihat konsistensi menulis dari para peserta. SBC ini diikuti oleh 100 blogger. Kurang dari 50% dari 100 blogger tersebut yang menulis lebih dari 5 tulisan selama kurun waktu 3 bulan tersebut. Sedihnya banyak juga yang hanya satu postingan: Hello World.

Kemudian dari sisanya disaring lagi dengan melakukan pengujian orisinalitas konten. Hasilnya adalah hanya 35 blog yang berhasil memenuhi syarat. Hal yang membuat saya sedih adalah banyak diantara blogger itu yang sebenarnya punya kemampuan menulis yang baik tapi lantas harus didiskualifikasi hanya karena ada salah satu postingannya yang copy-paste tanpa menyebut sumbernya.

Hal seperti ini tidak dapat diterima dan harus didiskualifikasi. Sayang sekali. Sebenarnya copy-paste tidak masalah selama kita menyertakan alamat sumber dari tulisan aslinya. Tapi rupanya banyak diantara mereka tidak mengerti akan hal itu.

Dewan Juri SBC

Setelah menilai 35 blog bersama 3 juri yang lain: Riyogarta, Kuncoro Wastuwibowo dan Regina Lenggo, kami mendapat beberapa kesan. Tema yang diusung pada event ini tidak memberikan keleluasan bagi para blogger untuk mengembangkan tulisan.

Bagi para blogger yang jam terbangnya belum banyak akan terjebak pada pendefinisian tema. Sedangkan bagi para blogger yang sudah memiliki jam terbang menulis yang tinggi akan mengeksplorasi tema sehingga tulisannya menjadi terlalu fokus. Tapi memang ada yang tidak sesuai tema dan menurut opini saya pribadi justru blogger ini punya keberanian dalam mengekspresikan kebebasan menulis dalam blog.

Sebab menurut saya tujuan dari diadakan lomba blog adalah untuk merangsang pertumbuhan blogger baru yang handal, bukan untuk ajang promosi produk tertentu. Kalau blogger sudah tidak punya keberanian dalam mengekspresikan tulisannya dalam blog maka tujuannya sudah gagal.

Ditetapkannya tema tertentu yang mungkin kurang fleksibel telah membuat para blogger tidak menulis secara spontan dari keinginannya. Peran tema menurut saya menjadi faktor yang penting dalam memotret kondisi internal.

Kondisi Internal

Melihat event SBC ini dapat saya katakan kondisi para peserta SBC adalah hanya 35% yang benar benar tahu bagaimana menulis blog dan dari 35% itu tidak tersalurkan dengan baik hasrat menulisnya karena mereka harus menyesuaikan blog mereka dengan prasyarat lomba yang ketat.

Banyak diantara mereka yang telah memiliki blog utama dan kemudian memindahkan isi blog mereka ke blog resmi untuk lomba. Maka hasilnya adalah dua blog yang sama persis isinya. Ini bukan tujuan dari lomba. Jadi sebaiknya tidak perlu mensyaratkan lokasi blog tertentu untuk lomba, biarkan mereka menggunakan existing blog mereka masing masing.

Kondisi Eksternal

Ramainya Facebook dan Plurk memang sangat berpengaruh pada semangat menulis para blogger. Lomba diharapkan menggugah kembali semangat menulis itu. Cuma jika salah dalam menentukan tema maka tidak akan memberikan cukup motivasi.

Tema yang diusung sebaiknya yang current affair, jika peserta lombanya adalah peserta umum. Tema yang lebih spesifik bisa dipakai jika peserta lomba di ambil dari komunitas bidang tertentu.

Tema current affair sudah terbukti ampuh dalam meningkatkan gairah blogging. Salah satu contohnya adalah Politikana.com. Portal blog politik ini sangat meriah justru ditengah tengah perkiraan blog akan mati akibat munculnya Facebook. Politikana.com mengusung tema politik yang sekarang memang sedang menjadi current affair.

Peran Lomba Blog

Lomba blog dengan tujuan menjaring penulis penulis baru yang berbakat hendaknya memiliki prasyarat teknis yang tidak terlalu mengikat dan memiliki tema yang menarik, sesuai dengan komunitasnya. Hadiah lomba sesungguhnya tidak memberikan efek terbesar dalam hal mencapai tujuan diadakannya lomba blog.

Ide menempatkan mereka dalam satu domain sebenarnya bukan ide buruk selama servernya nyaman dan sekali lagi temanya jelas dan memotivasi kenapa mereka mau bergabung disitu. Contoh mengelompokkan domain berdasarkan tema adalah pada Asia Blogging Network.

Sangat disayangkan jika dari satu lomba ke lomba yang lain ternyata tidak memiliki sinergi. Lomba blog masih relevan, dengan strategi yang baik suatu saat akan tercipta komunitas yang solid. Baik dari para bloggernya itu sendiri maupun dari para pembaca tulisan tulisan mereka sehingga bisa tercipta jaringan seperti Asia Blogging Network atau Politikana.

3 Komentar

Filed under curhat

Kesengsem di Facebook

Facebook semakin ramai. AnakUI.com menulis:

Kenapa harus Facebook? Tentu saja, karena anak-anak UI yang pake Facebook itu jumlahnya udah nggak kehitung lagi.. Hari gini masihkah ada yang make Friendster? Rasanya mahasiswa kaya kita mah lebih prefer pake Facebook kan ya?

Banyak hal yang bisa terjadi, yang paling seru kalo lantas terjadi sesuatu yang membuat kita ketagihan untuk online terus dan betah nongkrongin facebook berjam jam.

Salah satunya seperti teman saya David.

Iseng browsing nemu sebuah lagu yang pas banget untuk orang orang seperti David yang sedang dilanda asmara facebook ini.

Simak liriknya:

Maybe by Jay Sean

Beep, beep on
Now there goes my phone
And once again
I’m just hoping it’s a text from you
It ain’t right
Read your messages twice, thrice, four times a night it’s true
Everyday I patiently wait
Feeling like a fool but I do anyway
Nothing can feel as sweet and as real
Coz no way I would’ve waited in vain

[Chorus]
And maybe it’s true I’m caught up on you
Maybe there’s a chance you’re stuck on me too
Maybe I’m wrong it’s all in my head
Maybe we’re afraid of words we both hadn’t said

I’m always connected online
Turn facebook all the time
Hoping you’ve checked my profile
Just can’t help wondering why you play it cool
But sometimes I’m hopelessly falling for you
Every night on the phone and I
In love with you and I know that you like it girl
All joking inside lets see you and I
Come out and say what you’re trying to hide

[Chorus]

[Bridge]
Like I really want you
I think I need you
Maybe I miss you
I’m thinking of you
Like I really want you
I think I need you
Maybe I miss you
I’m thinking of you

[Chorus]

Anda main facebook? hati hati… sindrom diatas lagi trend…. hehehe

16 Komentar

Filed under curhat

Bikin Blog Lagi

Baru bikin blog lagi…

wibi.blogdetik.com

tempat ngejunk ajah tiap hari..

belum punya yang buat ngejunk soalnya

dulu rencananya di multiply tapi rada berat

kebetulan detik lokal jadi ringan buat ngejunk

4 Komentar

Filed under curhat

Puisi Untuk Bapak

Seorang teman yang akan menikah dibulan Juli mendapati Bapaknya sedang sakit. Namanya  Dila. Ditengah kesedihannya dia menulis puisi untuk Bapaknya yang membuat saya ingin pulang dan memeluk Bapak saya, walaupun nanti dia akan tanya, ini ada apa sebenarnya…

Berikut puisinya:

Bapak…
Kenapa wajahmu pucat
Dan tanganmu begitu dingin
Tak sehangat dahulu

Bapak
Kenapa wajahmu penuh kerutan?
Lelahkah kau akan hidup ini?
Namun mengapa senyummu masih mengembang

Bapak
Aku tahu ajal milik Allah
Tak seorang pun berhak meramalkan atau memastikan
Tapi mengapa semangatmu luruh?
Sampai sinikah akhir berjuanganmu
Mengapa menyerah sekarang?

Tidak, aku tidak terima
Bapak
Bangunlah pak
Buka lagi matamu

Akan kupandu langkahmu seperti yang biasa kita lakukan
Ayo kita bersenda gurau lagi
Ceritakan lagi kisah lamamu
Yang selalu mengundang tawa itu

Bapak
Mengapa tubuhmu semakin mengeras
Bukankah kau sudah berjanji
Kau akan membacakan ijab kabul untukku
Bahwa kau akan menggendong cucu pertamamu

Bapak
Bangunlah, bangkitlah
Aku tahu aku hanya manusia
Tapi sekali ini kumohon
Bangunlah dari tidurmu
Kita lanjutkan mimpimu
Dalam sadar

Kumohon bapak
Genggamlah tanganku lagi
Seperti yang kau lakukan dulu
Kita akan berlari diantara padang rerumputan lagi seperti dulu

Ayo bapak
Jangan hentikan nafasmu
Kutau didalam rongga tubuh itu masih ada jiwamu
Semangatmu

Kumohon Ya Allah
Berikan kami sedikit waktu lagi
Berikan beliau waktu lebih panjang
Untuk memenuhi janjinya padaku

Bapak, bangun….
Bangun…
Katakan kalau kau akan menepati janjimu

Akan kuberikan apapun
Jika itu bisa membuka matamu kembali
Jika itu bisa menarik nafasmu
Dan menggerakkan jemarimu

Bapak…
Kumohon…
Genggamlah tanganku
Aku berjanji
Kita akan berlari diantara padang rerumputan lagi
Seperti dulu….

Ya Allah…
Kumohon…
Berikan kami sedikit waktu lagi
Walau seluruh waktu di dunia telah habis

Dia Bapakku…
Dia waliku di pernikahan nanti
Dia kakek dari cucu-cucunya nanti
Dia pelita hidupku….
Pengobar semangat kami

Aku tak ingin dia padam
Aku tak ingin dia pergi

Ya Allah,
Kumohon
Berikan kami sedikit waktu
Lagi….

Aku membuat ini didepan tempat tidur beliau, diiringi deru nafasnya yang halus.
Kali ini tidurlah yang nyenyak Bapak.
Tapi berjanjilah padaku.
Bahwa kau akan membuka matamu lagi
Untuk membuktikan padaku
Bahwa esok masih ada…

. DILA.

Dila mengungkapkan kecintaanya pada Bapak dengan puisi yang indah. Berpuisi bisa menyentuh dan mengobati hati yang sedih, paling tidak menjadi pelipur lara. Apalagi sekarang Bapaknya Dila telah sembuh dan siap menjadi wali nikah Dila. Sungguh membahagiakan, saya turut berbahagia buat Dila.
Saya jadi teringat ponakan saya si Alif yang walaupun masih bocah tapi memiliki naluri yang sama untuk mengungkapkan kecintaan pada Bapaknya. Walaupun belum bisa dikatakan puisi tapi dia menulis surat untuk Bapaknya yang telah pergi setahun yang lalu.

Baru baru ini menjelang ia terima raport disekolah. Pada malam harinya ketika Ibunya telah mengantuk dan ingin dia segera tidur saja, tiba tiba Alif bertanya pada Ibunya.

Alif: Bu bu…

Ibunya: Iyah…. bobo kak… udah malem. (dirumah Alif biasa dipanggil kakak, karena dia punya adik)

Alif: Bu bisa gak yah, Bapak dateng sebentar ajah, liat kita disini.

Ibunya: (terbelalak) Yah gak bisa lah kak… Bapak gak bisa kesini, kita yang kesana, Bapak tunggu kita disana.

Alif: Gak Bu, maksud kakak sebentaarrr ajah, trus abis itu Bapak boleh balik lagi kesana.

Ibunya tak menjawab dan berusaha menghalau air matanya agar tak terlihat si Alif.

Lama tak dijawab, Alif menguap lalu terlelap dalam malam yang menyisakan rindu yang tak selesai…

15 Komentar

Filed under curhat

Obrolan Ringan di Cinere

Malam itu terasa dingin karena hujan dibeberapa tempat. Saya belum tahu rumah Abah (Abimanyu P.K. Wachjoewidajat) dimana tapi Riyogarta menyarankan untuk ketemu dulu di Carefour Lebak Bulus. Ketemu di Carefour kami konvoi sampe ke rumah Abah.

Sempet nyasar dulu gara gara entry point yang mirip di kompleks yang lain. Begitu sampai kami langsung disambut makanan dan minuman yang memang sudah saya niatkan sejak dari sore gak makan supaya bisa makan yang banyak dirumah Abah.

Hmm… kenyang makan kami pindah ke halaman yang luas itu. Obrolan tentang IT sambung menyambung menjadi satu, itulah Bangkit ICT. Begitu lewat tengah malam bicara bicara soal IT jadi sampe ke Camera Digital yang memiliki kemampuan untuk menangkap fenomena Obs (bener gak sih nulisnya?).

Apa itu Obs? Semacam fenomena yang tidak tertangkap mata biasa tapi bisa ditangkap oleh kamera. Tapi tidak sembarang kamera bisa, hanya kamera tertentu. Fenomena Obs ini juga muncul tidak disembarang tempat. Jadi perlu kondisi yang sangat spesifik.

Menurut Riyogarta yang juga seorang fotografer, Obs sering muncul tertangkap kamera di tempat tempat yang angker. Istri Abah yang dari tadi hanya mondar mandir menyuguhkan makanan dan minuman kini mulai tertarik mendengar kata kata angker. Apalagi kebetulan Riyo membawa kamera yang memiliki kemampuan menangkap Obs.

Wah diskusi menjadi bergeser dan seru karena masing masing mulai cerita pengalaman masing masing soal melihat hantu. Secara malam itu hari jumat tanggal 13 pula. Istri Abah akhirnya ikut nimbrung ngobrol.

Kemudian Abah cerita tentang lingkungan sekitar tempat tinggalnya yang ternyata angker dan telah terbukti beberapa kali. Suasana jadi menegangkan karena diskusi jadi bisik bisik. Sesekali putra Abah yang lagi begadang nonton Bola nyeletuk dari lantai dua mengabari score Bola kepada yang diskusi dibawah.

Suasana jadi pecah tapi tidak lama nyambung lagi dan tegang lagi. Malam itu angin mulai kencang, dingin, langit gelap karena mendung dan beberapa kali terlihat kilatan cahaya petir dikejauhan. Tidak ada satupun orang lewat didepan rumah. Pokoknya suasananya horor banget dah. Saya yang semula mengantuk jadi gak ngantuk lagi. Istri Abah sampai sampai dan tidak mau masuk rumah lagi karena takut.

Kemudian sampailah pada permintaan Abah pada Riyo untuk memotret salah satu sudut jalan didekat rumah Abah yang terkenal angker itu. Dengan bangga Riyo melakukannya demi menghormati tuan rumah… hehe

Hasilnya dapat diduga Obs muncul di sudut sudut yang dicurigai “berpenghuni”. Istri Abah ketakutan sambil merangkul Abah, terlihat Abah sangat menikmati kejadian itu.. hahaha, kapan lagi dirangkul istri dengan tulus ngkali pikirnya… hahaha

Bagaimana bentuk Obs itu, apakah berbentuk seperti hantu? tanya sendiri sama Riyo.

Yang jelas suasana jadi tambah tegang sementara jam sudah menunjukkan jam 2 malam. Angin tambah kencang, tambah dingin, mulai ada rintik hujan satu dua. Salah satu Obs yang paling jelas adalah di sebuah pohon Palem yang didepan rumah Abah.

Ditengah suasana horor, suara angin kencang, bunyi seng tertiup angin seperti digebuk orang, bunyi kaleng dikejauhan terhalau angin seperti ditendang sekelompok orang, tiba tiba mobil Riyo yang diparkir disebelah kami alarmnya bunyi… tuit.. tuit..tuit… halah… kaget setengah mati, istri Abah yang duduk didepan mobil itu sampe loncat.

Ternyata remote controlnya kepencet, halah Riyoo… Riyoo….. bikin kaget ajah lo. Saya jadi pingin pipis, tapi sama istrinya Abah di tunjukkan kamar mandi didepan pohon palem itu, ogah ah.. saya pilih kamar mandi yang didalem ajah…

ruang makanMenjelang jam 3 kita bergegas pulang. Abah pake bilang kalo hantu suka numpang mobil Picanto Orange, secara itu mobil saya gitu loh… kenapa gak suka numpang mobil Avanza Hijau aja? Ini pertemuan orang IT atau pemburu hantu… hahaha

Sepanjang perjalanan pulang saya rajin ngelirik spion dalem, kali ajah ada siluet kepala “orang” numpang dimobil saya…. penasaran ingin tahu suasananya? yuk kita arrange lagi pertemuan di rumah Abah. Kalo bisa jumat tanggal 13 lagi… hehehe

Buat Abah terimakasih makan malamnya, satenya enak sekali dan ceritanya seru banget. Sorry cerita di Blog ini agak didramatisir, biar seru aja kali… 🙂

9 Komentar

Filed under curhat

Media Kutip Blog

Headline di DetikInetBeberapa bulan yang lalu saya terlibat diskusi dengan Mas Harry Sufehmi tentang dikutipnya tulisan pada Blog oleh Media mainstream di sebuah postingan saya tentang klarifikasi Pak Yusril Ihza Mahendra.

Saya belum pernah lihat media mainstream di Indonesia memuat berita dengan menggunakan Blog sebagai rujukan

Kemudian dibalas oleh Mas Harry:

Setahu saya, sudah lumayan sering mas. On top of my head – munirtaher.wordpress.com malah pernah satu postingnya diminta untuk di publish di koran Haluan, bukan cuma sekedar jadi rujukan.
.
Alhamdulillah. Mudah-mudahan trend ini terus berkembang dengan baik.

Kemudian diskusi berlanjut:

Koran Haluan itu Medan yah? apakah permintaan itu datang langsung dari redaksi koran Haluan?

Saya pernah dimintai keterangan oleh seorang wartawan tentang sebuah tulisan saya, katanya media tempat dia bekerja akan memuat artikel berkenaan dengan topik yang saya muat pada artikel saya tersebut.

Saya tentu tidak berharap nama saya akan dimuat sebagai narasumber, tapi saya cuma berangan angan kapan itu bisa terjadi.

Kapan media berani mengutip dengan mengatakan “…menurut si anu di Blognya… bla bla”, atau untuk lebih tepatnya kapan content Blog kita bisa sekredibel itu.

Kalau untuk diminta postinganya untuk dimuat utuh di media, mungkin agak beda yah. Bukan itu yang saya maksud.

Dijawab lagi oleh Mas Harry:

Mm.. kalau tidak dianggap kredibel, saya kira tidak akan sampai dimuat seperti ini.
Di halaman ini juga bisa dibaca komentar-komentar yang ada, penulis blog tersebut sudah dijadikan rujukan bahkan oleh warga negara asing.

Iseng coba search sebentar, dapat beberapa kutipan sbb :

Pak Kwarta, guru yang arsitek

“Dalam blog-nya, Mutoha menyatakan…”

Kualitas Bangunan Buruk Penyebab Banyak Korban Gempa

Banyak dari mereka yang telah mengenalnya secara virtual

Mungkin yang terbaru, kemarin ini blog saya baru dikutip + wawancara oleh koran Tempo.

Dengan konvergensi & kolaborasi antara kedua media, maka kita jadi bisa menikmati content yang makin beragam, berkualitas, dan bermanfaat.

Kemudian saya tanggapi:

Mas Sufehmi terimakasih atas informasinya tentang para blogger yang contentnya udah dijadikan rujukan oleh media.

Kelihatannya memang kredibilitas tidak harus dibangun secara offline. Saya gembira mendapati fenomena ini. Saya ingin lebih jauh lagi mengetahui bagaimana kredibilitas content blog dibangun dalam hubungannya dengan reputasi pribadi secara offline.

Republika merujuk Mas Rovicky dengan “Seorang anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia…”

Bagaimana Mas Rovicky dikenal oleh Republika?

Apakah Mas Rovicky sudah dikenal sebagai anggota Ikatan Ahli terlebih dahulu atau dikenal sebagai blogger terlebih dahulu?

Terus untuk Pak Munir Taher (salut saya pada beliau, lahir thn 31, mungkin beliau blogger tertua yah?), melihat usianya, jangan jangan Pak Munir ini sudah dikenal luas (tokoh masyarakat) oleh media sehingga sering dijadikan rujukan?

Untuk Enda Nasution saya rasa mungkin harus diberi pengecualian. Beliau itu kan bapak Blogger jadi orang media kalau menyangkut per Blog an mesti merujuk Enda.

Yang mungkin mendekati fenomena yang saya maksud adalah Mas Mutoha dan Pak Kwarta.

Beliau berdua kelihatannya dirujuk karena tulisan dalam Blog mereka.

Untuk mas Sufehmi sendiri punya reputasi di dunia opensource. Mungkin mirip Pak Budi Rahardjo. Jadi sudah punya reputasi dan blog menjadi media penyelancar saja.

Saya ingin lihat blogger yang membangun reputasinya didunia media dari ngeblog.

Mungkin tidak ada yang murni bisa begitu yah, sebab ketika tulisan dalam blog kita menarik perhatian maka mereka akan mencari tahu tentang reputasi dan mempertanyakan kredibilitas.

Katakanlah Mas Rovicky dikenal dari Blognya, tapi apakah dia bakal dijadikan narasumber kalau bukan ahli geologi?

Yang ingin saya lihat media jangan hapus identitas blogger ketika mengutip seorang blogger. Aneh gak sih keinginan saya?

Jawaban Mas Harry cukup menyemangati:

Yang Munir Taher itu setahu saya orang biasa. Baru “melejit” setelah beliau punya blog. “Success story” yang cukup menarik ) apalagi ketika kita menilik umur beliau.

Untuk mas Sufehmi sendiri punya reputasi di dunia opensource.

Mm.. kalau ini kok rasanya sih menurut saya belum. Bisa mas buktikan sendiri dengan melihat aktivitas saya di komunitas opensource Indonesia – saya kira saya baru mulai aktif sekitar tahun 2006, karena saya baru pindah dari Inggris tahun 2005.

Nah, kebetulan saya doyan menulis berbagai hal seputar opensource di blog saya. Jadilah yunior ini dikira pakar ) padahal sih, masih banyak sekali yang jauh lebih ahli di bidang teknis daripada saya. Honestly.

Saya ingin lihat blogger yang membangun reputasinya didunia media dari ngeblog.

Silahkan bisa baca posting saya yang satu ini :
Blogging to your success.

Moga bisa menjadi masukan yang bermanfaat.

Yang ingin saya lihat media jangan hapus identitas blogger ketika mengutip seorang blogger. Aneh gak sih keinginan saya?

Sama sekali tidak. Cuma, kalau saat ini masih belum, saya pikir tidak apa. Karena kadang masih ada yang menganggap bahwa blog (new media) & media konvensional adalah sesuatu yang saling bertolak belakang, tidak bisa berjalan beriringan.

Idealnya, blog & media konvensional bisa saling melengkapi. Mungkin masih perlu waktu beberapa lama lagi sebelum bisa terwujud di Indonesia.

Sementara itu, ya, mari kita nge blog saja dulu…. )

DetikInet HeadlineDiskusi itu membekas dihati hingga suatu saat saya bertemu beliau di sebuah acara dan reportase saya tentang acara itu ternyata dikutip oleh Media (DetikInet.com),  walaupun bukan media cetak tapi bagi saya cukup mewakili media mainstream.

Saya bersukur doa saya dijawab dengan cara yang sangat tidak saya duga. Mimpi saya diatas terjadi pada diri saya sendiri. Sebuah Blog dikutip dan diberi rujukan.

Senang tapi saya punya kebiasaan mencurigai sebuah kesenangan. Ternyata fenomena diatas sangat spesifik, sebuah acara Blog dan Blogger dikutip media, tentu mengambil referensi dari Blogger seperti saya adalah lumrah.

Kondisi sekarang adalah seseorang yang sudah punya nama secara non-blog bisa bikin headline hanya dengan sebuah sms, sedangkan Blogger seperti saya harus membuat satu tulisan artikel panjang lebar, itupun hanya jadi counter atau pelengkap berita headline tadi.

Rupanya memang kredilitas sebuah tulisan tidak hanya dari isi tapi juga dari identitas si penulis. Wartawan akan berani mengutip tulisan dari penulis yang identitasnya yang jelas.

Pada kutipan tersebut ditulis Blog Wibisono Sastrodiwiryo dan bukan Blog Budayawan Muda. Mereka lebih nyaman mengutip nama orang dari pada nama julukan atau nama Blog.

Mimpi saya kedepan semoga Blog lebih banyak lagi dikutip tidak hanya untuk seputar masalah Blog tapi juga masalah umum yang lain. Duh.. dasar manusia tak pernah puas diberi kenikmatan…

Kalau saya kenang kenang, hampir semua mimpi saya sebenarnya dijawab oleh NYA tapi dengan cara yang misterius. Saya lagi dag dig dug nih, soalnya ada sebuah mimpi yang kayanya gak mungkin terwujud tapi kok perkembangannya kearah sana terlihat pesat.. hehe semoga, Amien.

13 Komentar

Filed under curhat