Category Archives: musik

Java Jazz Festival 2010 Hari Pertama

JavaJazz

Pukul 17 saya masih di Mampang, padahal JJF sudah mulai dari jam 16. Macet membuat saya baru dapet parkir di JIExpo Kemayoran pukul 20. Calo bertebaran di mana mana menawarkan tiket dengan agresif kalo gak bisa dibilang maksa. Sadar saya sudah tak mungkin lagi nonton RAN maka saya langsung ke John Legend. Selepas itu baru deh ngelencer kemana mana… cuci mata…

Dari satu panggung ke panggung lain. Menarik diperhatikan bahwa event ini adalah festival dan bukan konser yang fokus pada panggung. Ada banyak panggung yang bisa dipilih, saking banyaknya bisa bingung.

Karena banyak pilihan tentukan dulu panggung mana dan jam berapa. Apalagi misalnya jika anda membawa pasangan, lebih baik sepakat dulu daripada karena gak enak ama pasangan akhirnya ngalah nonton di panggung yang tidak diinginkan.

Karakteristik panggung ternyata berbeda beda. Ada yang dengan kursi nonton di studio TV, ada yang lesehan dan bahkan ada yang berdiri. Ada yang membebaskan pengunjung keluar masuk, ada yang tidak. Saya lebih suka panggung yang lesehan ketimbang pake kursi. Lebih santai dan memang menurut saya sebaiknya demikian Jazz di nikmati.

Panggung yang membebaskan pengunjung keluar masuk lebih tepat dari pada yang diatur. Pada panggung Indra Lesmana, Donny Suhendra, Gilang Ramadhan, Matez, Dewa Budjana dkk pengunjung dibebaskan keluar masuk Hall. Memang penuh tapi tertib, penonton tahu sendiri bahwa penuh gak mungkin bisa dipaksakan.

Beda dengan panggung Ecoutez yang dibatasi. Karena kami mau nonton Sandy Sondoro yang sesinya setelah Ecoutez dipanggung yang sama maka kami antri. Tapi tidak diperbolehkan masuk. Hanya diperbolehkan masuk sedikit demi sedikit, sudah 45 menit antri dan antrian belum juga mendekat ke pintu padahal sesi Sandy sudah lewat setengah jam.

Apa yang terjadi? Selidik punya selidik ternyata penonton Ecoutez pada sesi sebelumnya tidak mau keluar Hall, mereka lanjut nonton Sandy. Sebenarnya tidak masalah, asal antrian diluar diberi tahu duduk persoalannya. Seandaianya kami dibiarkan saja masuk maka pastilah bisa dipahami bahwa Hall sudah penuh dan bisa memutuskan untuk ke panggung yang lain. Apa yang terjadi adalah kami mengira ada penundaan show dari Sandy Sondoro sehingga antrian sabar menanti. Dengan kecewa kehinglangn waktu 45 menit maka kami putuskan untuk makan dulu. Gak jadi nonton Sandy Sondoro.

Karakteristik pengunjung juga beragam, tidak hanya menengah ke atas. Tapi mereka semua antusias. Apakah mereka semua benar benar penikmat Jazz betulan? Saya tidak terlalu yakin sama seperti diri saya sendiri yang hanya menikmati Jazz setelah terjadi “sinkretisme” dengan genre lain terutama POP.

Tapi paling tidak tujuan saya datang ke festival jazz ini adalah justru untuk tahu lebih banyak tentang Jazz yang Jazz, bukan POP yang Jazzy. Rata rata pengunjung lebih memenuhi panggung yang Jazzy ketimbang yang Jazz. What the hell. Dari pada pusing dengan semua itu saya nikmati saja “pemandangan” yang ada.

Sheila Madjid jadi pilihan terakhir sebelum pulang. Hall penuh, dibuka dengan Warna Warna, penonton yang semula lesehan jadi berdiri semua. Sheila sempat tanya “who grew up with my music here…”, spontan saya angkat tangan loncat loncat diikuti banya penonton yang lain. Tapi kemudian Sheila lanjut sambil terkekeh: “you must be arround 34 or above.. yeah…”. Banyak yang lantas menurunkan tangannya termasuk saya… hehehe…

Sheila: “i will make you feel young with 80’s age song”. Menikmati lagu lagu Sheila dengan irama Jazz mengisi kekosongan, apparently she was right about it. Setelah single yang tunggu tunggu “Aku Cinta Padamu” selesai saya cabut…

Sekarang mau kesana lagi, kali ini bawa kamera… ciao…

Iklan

1 Komentar

Filed under musik

Saykoji Online

Baru sekali denger langsung suka sama nih lagu. Salut buat Syakoji, dulu gak terlalu hirau sama Saykoji sekarang coba simak sendiri lagunya, judulnya Online, lagunya IT banget 🙂

Liriknya:

siang malam ku selalu
menatap layar terpaku
untuk on line on line
on line on line
jari dan keyboard beradu
pasang earphone dengar lagu
aku on line online
on line on line

verse 1:
tidur telat bangun pagi pagi
nyalain komputer online lagi
bukan mau ngetik kerjaan
e-mail tugas diserahkan

tapi malah buka facebook
padahal face masih ngantuk
beler kayak orang mabuk
pala naik turun ngangguk-ngangguk

sambil ngedownload empitri
colok i pod usb kiri
ngecekin postingan forum
apa ada balesannye? belum

biar belum sikat gigi belum mandi
tapi kalo belum on line paling anti
liat friendster myspace, youtube
me and him, everybody you too

cerse 2:
nah udah mandi siap berangkat
langsung cabut takut terlambat
tak lupa flash disk gantung di leher
malah lupa sepatu jadi nyeker

flashdisk isinya bokep atau lagu
kalau ada kerjaanpun gue ragu
kalo emang berani coba pada ngaku
cek isi foldernya satu satu

di kantor online pakai proxy
walau diblok server bisa dilolosi
namanya udah ketagihan internet
produktifitaspun kepepet

jam kerja malah chatting ym
ngobrol online sama ehehem
atasan lewat langsung klik data
pura pura kerja di depan mata

bridge:
makan siangpun aku cari sinyal wifi
mengapa ku kecanduan oh why why
kadang terasa bagai tak berdaya
ingin ku berubah.. eh ada e-mail dah dulu ya

verse 3:
cek e-mail spam semua
email benerannya cuma dua
yang satu email lama
yang satu forwardan yang sama

ngarep komentar buka friendster
loading, gue tinggal beser
pas balik ngecek komputer kok lagi maintenance server

ya udah download lagu
bajakan gratis gak pake ragu
saykoji satu album
setengah jam bisa rampung

sore sore bosen hambar
ide nakal cari cari gambar
download video dengan sabar
ketahuan pacar digampa

5 Komentar

Filed under musik

Anugrah Planet Muzik 2008

Pada saat saya buat tulisan ini dibuat acara Anugrah Planet Muzik (APM) masih berlangsung dan disiarkan langsung oleh GlobalTV dengan Sarah Sechan sebagai Host.

Acara yang konon sudah berlangsung selama 8 tahun itu katanya untuk memberi penghargaan kepada para insan musik dari negara-negara berbahasa Melayu supaya musik Nusantara bisa lebih bermartabat di kancah Global. Negara yang berpartisipasi diantaranya Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Tapi kenyataan jauh panggang dari api. Hingga detik ini sementara baru ada 3 kategori yang diumumkan pemenangnya, antara lain:

Artis Wanita Baru Terbaik (Best New Female Artiste):

  1. Farah Asyikin – Malaysia (pemenang)
  2. Gita Gutawa – Indonesia
  3. Mila – Malaysia
  4. Rini Wulandari – Indonesia
  5. Ussy Sulistiawati – Indonesia

Artis Lelaki Baru Terbaik (Best New Male Artiste):

  1. Aliff Aziz – Singapura
  2. Diddy – Malaysia
  3. Faizal Tahir – Malaysia (pemenang)
  4. Ihsan – Indonesia
  5. Syed Azmir – Singapura

Duo / Kumpulan Baru Terbaik (Best New Duo / Group):

  1. D’Cinnamons – Indonesia
  2. Matta – Indonesia
  3. Meet Uncle Hussein (pemenang)
  4. Ran – Indonesia
  5. She – Indonesia
  6. The Titans – Indonesia

Dari ketiga kategori itu pemenangnya semua artis Malaysia. Saya mulai bertanya dalam hati tentang kredibilitas APM ini. Apa saja yang jadi poin penilaiannya?

Dari semua pemenang dalam tiga kategori awal ini tidak ada satupun yang saya kenal baik artisnya maupun lagunya. Mungkin mereka lebih dikenal di Malaysia ketimbang di Indonesia.

Padahal artis Indonesia yang ikut masuk nominasi sudah dikenal baik di Malaysia seperti RAN dan BCL.

Saya mulai berpikir APM ini hanya sebuah strategi untuk bisa mengangkat musik Malaysia atau Singapura agar dapat duduk setingkat dengan artis kita diajang penghargaan.

Sungguhpun demikian ternyata tidak cukup efektif karena dari tahun ke tahun pemenang APM tidak serta merta menjadi sukses menembus pasar Indonesia. Sebaliknya artis Indonesia lebih banyak memiliki daya tembus ke pasar Malaysia.

Berikut saya kutipkan dari sebuah media online Malaysia Utusan.com.my yang mencerminkan dugaan saya:

Sejak kali pertama APM dianjurkan pada tahun 2001 di Singapura, saban tahun acara muzik itu tidak terlepas diheret ke kancah kontroversi.

Bukan saja dengan perjalanan anugerah yang dikatakan semakin lama semakin membosankan serta tiada perubahan, malah pemilihan pemenang dan senarai pencalonan juga ada kalanya dipertikaikan sehingga ada yang mengatakan penganjuran APM sekadar melahirkan jaguh kampung sahaja.

Tahun demi tahun, ramai yang sudah mula meragui kredibiliti APM sehingga timbul pertikaian ke mana arah tuju APM dalam memberi ruang kepada artis dari Malaysia, Singapura dan Indonesia untuk menembusi pasaran muzik negara masing-masing.

Sebagai contoh, isu artis Indonesia yang mudah menerobos pasaran Malaysia sudah lama dipertikaikan dan menjadi bahan perbualan hangat sehingga ada artis tempatan yang berasakan sudah tiba masanya pihak-pihak tertentu membuat sesuatu dalam mengurangkan kebanjiran artis Indonesia ini.

Lalu, menerusi penganjuran APM itu sendiri, ramai yang berpendapat, ia platform yang cukup berpengaruh untuk membawa karya artis Malaysia menembusi pasaran muzik Indonesia.

Namun, entah di mana silapnya, tidak ramai artis kita yang berjaya menembusi negara bekas jajahan Belanda itu terutama sekali mereka yang pernah menggenggam trofi APM yang dikatakan sungguh berprestij itu.

Tidak baguskah muzik kita sehingga tidak mampu untuk diterima masuk ke sana?

Adakah dengan kemenangan mereka di APM tidak membawa sebarang erti kepada pemerhati muzik negara serumpun?

Atau APM lebih kepada pengagihan anugerah kepada artis tiga negara serumpun ini dalam menyedapkan hati mereka yang bertanding?

Nama-nama seperti Vince, Dia Fadila, Nikki, Noryn Aziz, Jaclyn Victor dan Sarah Raisuddin (sekadar menyebut beberapa nama), semuanya pernah merangkul gelaran terbaik di APM tetapi dilihat tiada langsung usaha untuk membawa mereka ini ke peringkat lebih jauh.

Kalau dilihat tulisan Shazryn Mohd. Faizal diatas dugaan saya semakin kuat. Selamat deh buat Malaysia yang sudah berhasil memenangkan artisnya di ajang penghargaannya sendiri. Saya kasihan banyak artis Indonesia senior yang diundang dan duduk di bangku penonton, mereka harus menyaksikan semua acara itu sampai selesai… halah, what a torture.

Sekali selamat buat Malaysia, lumayanlah kalah direalitas tapi menang di ajang penghargaan yang dia buat sendiri, selamat selamat selamat.. 🙂 lanjutkan mimpimu… APM ajang bergengsi? ah sorry to say, bagi saya artis Indonesia gengsi dong ikut APM, ajang yang tidak kredible…

95 Komentar

Filed under musik

This is Love DMust Akira

Dmust AkiraSuka dengar Radio GEN 98,7 FM? Ada program “Salah Sambung” yang bikin heboh itu. Tapi selain itu salah satu lagu yang sering diputar adalah “This is Love” dari Dmust feat Akira.

Bukan, bukan nama Band tapi penyanyi Solo dengan nama asli Dimas Putra Prasetyo yang dalam album Beat Boxx menampilkan penanyi Jepang Akira Yoshitani.

Musik Band memang lebih luas digemari tapi kalau musik penyanyi Solo? Kalau Solo wanita masih lumayan banyak tapi ini Solo pria? Gak banyak kan (yang muda khususnya), sebut saja Marcel, Glen, Tompi, Bibus, Abdul, Delon, Mike, Elo, siapa lagi… yang bagus sedikit tapi kalo yang abal abal mah banyak kali yah.

Terlepas dari itu semua Dimas dengan single “This is Love” kelihatannya menjelang masuk dalam jajaran atas. Berikut liriknya:

Bila hariku kulewati dengan kamu
Selalu bisa membuatku
Tersenyum kasihku diriku bahagia
Buatku bisa lupakan semua beban yang ada di diriku
Sejenak kumerasa berada di surga

Melihat senyummu
Menyentuh dirimu
Mencium bibirmu
Memeluk dirimu

Semuanya karena ku sayang pada dirimu
Sepertinya ku ingin terbang bersamamu sekarang

Maafkanlah diriku
Bila nanti diriku berbuat salah padamu maafkanlah aku
Jangan kau lepaskan genggaman tangan kita
Ku tak ingin kau jauh sepertinya ku ingin mengejarmu
Bila kau pergi
Mengejarmu mencarimu mencintaimu sampai akhir hidupku
Ku sayang dirimu
Wanna stay here with you ’till the day and nite
’till the morning comes

Cinta ku padamu sangat tulus dariku di bumi
(Ku takut kehilangan dirimu sungguh tak ingin sungguh tak ingin)

Yari narudo ooku no hito dori no naka de
Itsumo kimi wo sagasu hayaku mitsukenai to
Okashikuna asa kara betto ni iu kotowaru dake de
Jyowake miru wo sugoku azayakari utsushisa
Tsukuri ni hayagawari

Kimi wa boku no naka ni aru awake mono ni
Hana wo sagaseta sekai jyu de
Tada hitori no unmei no hito dayo
Jibun demo wakannai kurai
Doushite kimi wo konna ni suki nan darou

Cinta ku padamu sangat tulus dariku di bumi
(Ku takut kehilangan dirimu sungguh tak ingin sungguh tak ingin)
Cinta ku padamu sangat tulus dariku di bumi
(Kimi o uchi nai ta kara sungguh tak ingin hagarenai)
Cinta ku padamu sangat tulus dariku di bumi
(Kimi o uchi nai agata sungguh tak ingin hagarenai)
Cinta ku padamu sangat tulus dariku di bumi

Memang ada lirik dalam bahasa Jepang dan Inggris, diferensiasi yang berani, terutama bahasa Jepang yang masih jarang dimusik kita. Bahasa Jepangnya bikin lagu ini unik.

Tapi bagian yang paling saya suka adalah pas dibagian, “ciiiintaku padaaamu…. sangat tulus…“, nada dibagian ini sangat gampang nyangkut, lalu karena sudah nyangkut seterusnya jadi enak didengar.

Maju terus musik Indonesia…

13 Komentar

Filed under musik

Pandangan Pertama RAN

Agak kecewa dengan band band baru yang kurang punya greget (menurut saya) dan sejak Maliq & d’essential hadir rasanya belum ada lagi Band baru yang bagus (menurut ukuran saya).

RAN

Pertama dengar single Pandangan Pertama dari RAN saya langsung suka dan girang karena Band baru yang bagus selalu menggairahkan. Berikut lirik Pandangan Pertama:

Lamaku memendam rasa di dada
Mengagumi indahmu wahai jelita
Tak dapat lagi kuucap kata
Bisuku diam terpesonaDan andai suatu hari kau jadi miliki
Tak akan kulepas dirimu kasih
Dan bila waktu mengizinkanku untuk menunggu dirimu

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Seiring dengan berjalannya waktu
Akhirnya kita berdua bertemu
oh diriku tersipu malu
melihat sikapmu yang lucu

Dan andai suatu hari kau jadi miliki
Tak akan kulepas dirimu kasih
Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Oh tuhan tolonglah diriku
‘tuk membuatnya menjadi milikku
Sayangku
Kasihku
Oh cintaku
She’s all that I need

Dan bila kita bersama
Kan kujaga dirimu untuk selamanya
Oh terima cintaku
ye ye ye

(Rap)

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Oh tuhan tolonglah diriku
‘tuk membuatnya menjadi milikku
Sayangku
Kasihku
Oh cintaku
She’s all that I need

Cover CD RANSingle Pandangan Pertama ini grovenya dapet banget. Pasti deh kalo dengerin maunya ikut menghentakan kaki. Walaupun beda dengan Maliq tapi efek grove yang ditimbulkan boleh dikatakan sama.

Tak heran Band baru yang personilnya masih muda muda ini sudah diikutkan pada JavaJazz Festival.

Lama lama saya denger semakin suka, tapi ada sedikit yang bikin saya mengernyitkan dahi. Perhatikan liriknya, biasanya lirik menceritakan sesuatu tentang orang ketiga (dalam bahasa Indonesia orang ketiga ditulis dengan kata “dia” atau “nya”).

Atau biasanya lagu itu berdialog dengan orang kedua (dalam bahasa Indonesia orang kedua ditulis dengan kata “kamu/mu” atau “kau”)

Pada lirik Pandangan Pertama RAN diatas saya agak bingung karena kadang merujuk pada orang ketiga tapi kadang merujuk pada orang kedua. Bagian yang merujuk orang kedua:

Tak akan kulepas dirimu kasih

Dan bila waktu mengizinkanku untuk menunggu dirimu

Tapi dibagian lain yang dirujuk adalah orang ketiga.

Berhenti mengagumi dirinya

‘tuk membuatnya menjadi milikku

Apakah yang dimaksud RAN itu dua orang yang berbeda. Hanya Tuhan dan RAN yang tahu 🙂 Bisa saja dipahami sebagai lagu yang berdialog sekaligus bercerita, atau ada yang tahu kisah dibalik lirik lagu ini?

Tapi tak pentinglah itu semua tuk dimengerti, yang penting lagunya enak didengar, maju terus RAN…and viva musik Indonesia.

17 Komentar

Filed under musik

Pengaruh Dalam Bermusik

Ari LassoAri Lasso feat Bunga Citra Lestari dengan single Aku dan Dirimu sedang naik daun. Radio radio gencar memutarnya. Sejak pertama kali dengar saya sudah merasa ini nada gak asing buat saya. Kebiasaan saya kalo dengar nada yang tak asing selalu mencari asal nada tersebut. Setelah dengar untuk yang kedua kalinya saya baru sadar ternyata reff lagu itu mirip reff singlenya Aerosmith yang berjudul Crazy.

Berikut lirik Aku dan Dirimu:

Tiba saat nya kita saling bicara
Tentang perasaan yang kian menyiksa
Tentang rindu yg menggebu
Tentang cinta yang tak terungkap

Sudah terlalu lama kita berdua
Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam
Memenuhi mimpi mimpi malam kita

Reff:

Duhai cintaku sayangku lepaskanlah
Perasaanmu rindumu sluruh cintamu
Dan kini hanya ada aku dan dirimu

Sesaat di keabadian

Jika sang waktu bisa kita hentikan
Dan sgala mimpi mimpi jadi kenyataan
Meleburkan semua batas
Antara kau dan aku…. kita

back to Reff

Bunga Citra LestariSaya gak tahu siapa pencipta lagu Aku dan Dirimu tapi kemungkinan besar dia sangat terpengaruh lagu Aerosmith yang judulnya Crazy itu. Kemiripan terutama dibagian reff Aku dan Dirimu: “Duhai cintaku sayangku… ” dengan reffnya Crazy: “I go crazy, crazy, baby…”

Berikut lirik Crazy oleh Aerosmith:

Come ‘ere baby

You know you drive me up the wall
The way you make good for all the nasty tricks you pull
Seems like we’re makin’ up more than we’re makin’ love
And it always seems you’ve got something on your mind
Other than me
Girl, you gotta change your crazy ways – you hear me

Say you’re leavin’ on the seven thirty train
And that you’re heading out to Hollywood
Girl, you’ve been givin’ me that line so many times
It kinda gets that feelin’ bad looks good

That kinda lovin’ turns a man to a slave
That kinda lovin’ sends a man right to his grave

I go crazy, crazy, baby, I go crazy
You turn it on – then you’re gone
Yeah you drive me crazy, crazy, crazy for you baby
What can I do, honey
I feel like the color blue

You’re packin’ up your stuff and tryin’ to tell me
That it’s time to go
But I know you ain’t wearin’ nothin’ underneath that
overcoat and that it’s all a show

That kinda lovin’ makes me wanna pull down the shade, yeah
That kinda lovin’ yeah, now I’m never gonna be the same

I go crazy, crazy, baby, I go crazy
You turn it on – then you’re gone
Yeah you drive me crazy, crazy, crazy for you baby
What can I do, honey
I feel like the color blue

I’m losing my mind
Girl, ’cause I’m goin’ crazy

I need your love, honey, yeah
I need your love

I go crazy, crazy, baby, I go crazy
You turn it on – then you’re gone
Yeah you drive me crazy, crazy, crazy for you baby
What can I do, honey
I feel like the color blue

Waktu mendendangkan lagu Aku dan Dirimu ini saya selalu terpeleset ke lagu Crazy, kenapa yah..?? Mungkin karena sudah  mengenal lagu Crazy lebih dulu. Ini sama waktu saya dengar single Andra and the Backbone yang judulnya Sempurna, intro gitarnya mirip lagunya Kansas yang judulnya Dust In The Wind yang dirilis tahun 1977.

Kalo kemiripan intro bisa lebih banyak lagi ditemukan seperti singlenya Dewa19 yang judulnya Larut, intronya mirip Hysterianya Def Leppard. Ngomong soal Dewa19 kita tahu Dhani banyak terpengaruh oleh musiknya Toto, Queen, Led Zeppelin, The Beatles dll.

Sehingga banyak musiknya yang jadi agak bernuansa dan mirip dibeberapa bagian seperti intro single Kosong mirip dengan Jealousy nya Queen. Pangeran Cinta, beat drumnya mirip dengan beat drum Imigrant Song nya Led Zeppelin.

Terpengaruh dan menjadi mirip sih sah sah saja tapi terlalu banyak mirip juga akan mengurangi orisinalitas. Lebih baik mirip diintro seperti lagu lagunya Dewa19 daripada mirip di reff, sebab sebagian besar lagu meletakkan jiwanya pada bagian reff.

Coba deh click satu satu link diatas dan bandingkan kemiripannya…

7 Komentar

Filed under musik

Fariz Rustam Munaf

farizTahunnya sekitar pertengahan 80an. Waktu itu musik Indonesia didominasi oleh lagu lagunya Rinto Harahap, Obbie Mesakh dkk. Anehnya saya kurang tertarik dengan lagu lagu mereka.

Fariz Rustam Munaf hadir menjadi sosok idola saya. Fariz sering gonta ganti band. Bersama teman temanya dia pernah membentuk Jakarta Rythm Section, 7 Bintang, dan masih banyak lagi. Tapi yang menjual tetap sosok Fariz ketimbang nama Bandnya.

Berawal dari kesukaan saya pada Fariz saya mulai mengenal Dian Pramana Putra, Deddy Dhukun, Younky Suwarno, Dorie Kalmas dst. Duet Fariz dan Dian di single Iman dan Godaan sungguh tak terlupakan. Bahkan saya lebih dulu suka Fariz dibanding yang lain seperti Chrisye atau Vina Panduwinata.

Jika kebanyakan orang mengenal lagunya Fariz yang fenomenal adalah Sakura atau Barcelona maka untuk saya single yang paling berkesan adalah Jumpa Kedua. Single ini bertanggung jawab menggiring minat saya akan musik ke arah yang lebih baik.

Dalam single itu saya temukan kolaborasi musik etnik kolintang dengan harmonisasi yang sampai sekarang rasanya belum ada yang bisa mencipta kolaborasi yang lebih harmonis dari itu. Skillnya dalam bermusik memberi pengaruh kuat pada musisi yang lain, bahkan pada musisi yang dianggap Dewa Gitar seperti Eet Sjahranie.

Memasuki era 90an nama Fariz mulai tenggelam. Saya kangen sekali dengan karya karya barunya. Diakhir 90an dia tampil dengan keadaan fisik yang kurang sehat membuat saya sedih.

Tadi pagi saya baca dia tertangkap polisi karena kepemilikan 1,5 linting ganja. Duh hancur rasa hatiku melihat idola masa remajaku terperosok kedalam lembah narkoba jahanam.

Doaku, semua ini telah terjadi semoga mas Fariz kuat dan menjadikan ini sebagai langkah awal untuk berubah dan suatu hari nanti bisa Jumpa Kedua dengan Kurnia dan Pesona yang pernah mampir dimasa yang lalu.

31 Komentar

Filed under curhat, musik, tokoh