Monthly Archives: Februari 2007

Terowongan Casablanca

Malam ini saya nonton Showbiz news yang dipandu oleh Prita Laura, bintang tamunya kali ini pembuat Film Terowongan Casablanca diantaranya produser INIDIKA, Shanker, 2 pemain diantaranya Ardina Rasti dan Jupiter Fortisimo.

Sebelum saya komentari baca dulu sinopsisnya sbb:

Setelah menghamili Astari, Refa malah pergi kuliah keluar negeri. Ketika suatu hari bertemu Astari, Refa malah merencanakan menggugurkan kandungan Astari. Namun saat prosesi pengguguran, Astari bangun dan melawan. Astari pun berhasil melarikan diri dari situ, meski anaknya sudah keluar separuh dari rahimnya dan bergelantungan di selangkangannya. Refa kalap, ia membunuh dan mengubur Astari di tanah kosong samping apartemennya yang memang banyak kuburan. Dia sama sekali tak mengetahui kalau jasad Astari sudah diambil Kuntilanak dan Astari pun menjadi setan Kuntilanak.

Sangaji, seorang dukun, berhasil memaku kepala Astari hingga dia menjelma menjadi manusia dan diserahkan pada Refa yang senang saja ditemani gadis mantan pacarnya itu. Namun saat mereka bermesraan Refa justru menarik paku yang menancap di kepala Astari yang selama ini menjadikan dia “manusia”, sehingga Astari kembali jadi Kuntilanak dan membunuhnya.

Dari hasil wawancara Showbiz tadi, sinopsis dan judul, saya ingin berkomentar bahwa Film ini tidak memiliki sinergi antara judul dan jalan ceritanya, di Showbiz News Shanker menceritakan betapa ankernya terowongan Casablanca tersebut karena dulunya terowongan itu adalah sebuah kuburan yang dibelah, tapi cerita Filmnya sama sekali tidak menceritakan hal itu, yang diceritakan justru kuntilanak yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan terowongan itu.

Tapi saya tidak tahu bagaimana nanti hubungannya karena saya belum nonton, tapi kalo dilihat dari sinopsisnya sih gak menarik lagi untuk ditonton, kan film bagus pasti sinopsisnya menarik, kalo ini mah biasa aja dan malah aneh…

Lagian yang ditonjolkan Shanker pada saat wawancara tentang keunggulan film ini adalah teknik dan sepcial efeknya yang katanya mirip film Matrix.. uuughhh tambah gak menarik lagi deh menurut gw… mending nonton TV dirumah ajah…

2 Komentar

Filed under sinema

Audy di Work Hard Play Hard

Kemarin hari minggu di O’Channel ada program Work Hard Play Hard yang membahas professional muda Jakarta tentang karya mereka dan setelah itu liputan mereka lagi main atau nongkrong.

Sayang stasiun TV O’Channel hanya tayang di Jakarta jadi orang di luar Jakarta gak bisa ikut nonton. Kebetulan saya berdomisili di Jakarta jadi suka nonton program itu karena materinya yang memotivasi.

Program Work Hard Play Hard ini jadi rival untuk program serupa “Profesi Jakarta” milik Jak TV. Berbagai macam profesi udah pernah di tayangin mulai dari arranger, musisi, aktivis, pengacara sampai koreographer. Pernah bintang tamunya Andi Rianto, Wanda Hamidah dan yang terbaru kemarin Audy Item.

Bagi temen temen Audience yang tidak tinggal di Jakarta pasti deh nyesel gak bisa nonton tuh acara. Mungkin tulisan saya ini bisa sedikit menghibur, berikut laporan pandangan mata yang masih bisa saya ingat.

Untuk sesi Work Hard, Audy diwawancara dan dia mulai cerita soal karirnya dari awal, seperti yang sudah para Audience tahu perjalanan Audy dimulai dari single Satu Jam Saja yang dipopulerkan pertama kali oleh Asti Asmodiwati terus sampai dikontrak 4 album oleh Sony BMG, tahun 2007 ini rencananya Audy mau selesaikan album ke 4 atau yang terakhir untuk kontrak pertamanya.

Sesi ini terlihat santai, Audy pake TShirt warna pink dan Denim kalo gak salah, disela sela wawancara ada potongan video klip single Pergi Cinta, juga ada adegan Audy lagi dirias oleh penata riasnya yang kemayu itu, namanya Ember kalo gak salah (hihi nama kok Ember sih..? tapi asik jadi dia bisa belai belai wajah dan rambut Audy).

Sebelum sesi ini berakhir Audy sempat bilang bahwa keluarga adalah pihak yang paling banyak memberi dukungan sejak awal karir sampai sekarang, walaupun sekarang dia sudah tinggal sendiri tapi tetep gak betah lama lama pisah dengan keluarga terutama kalo lagi tur.

Sesi berikutnya yang paling seru, yaitu sesi Play Hard, biasanya sesi ini diisi dengen sesi testimonial dari teman teman dekatnya, kalo Andi Rianto di sesi ini diisi dengan makan bareng di resto favoritnya, trus waktu bintang tamunya Djenar Maesa Ayu diisi dengan clubing di sebuah niteclub.

Saya pikir Audy juga bakal isi sesi ini dengan temen temen nongkrongnya, tapi ternyata tidak, sesi ini diisi oleh orang orang dekatnya yang kebanyakan keluarga. Ada Tante Evie (Mamanya), Andra & The Backbone (ada kakaknya, Tepi sebagai gitaris Backbone), Fajar (manajernya) dan Ovie (sohibnya).

Kalo bintang tamu yang lain biasanya sesi ini tidak terlalu serius, hanya untuk main main, namanya juga sesi Play Hard, tapi untuk Audy justru jadi lebih serius daripada sesi Work Hard. Pertama komentar dari sohibnya namanya Ovie kalo gak salah, sohib selalu mendukung tapi tetep ada harapan di akhir kata dia bilang Audy supaya lebih giat lagi nyiptain lagu sebab sekarang udah agak berkurang, banyakan nongkrongnya katanya. Audy yang ada disebelahnya cuma cengar cengir aja.

Trus giliran Backboners yang terdiri dari 3 personil, Andra, Tepi dan Dedy. Andra komentarnya introductional aja bahwa Audy adalah artis muda yang potensial dan dia udah sering ikut bantuin nggarap album albumnya, sang kakak Tepi juga sama, Tepi juga sebut bahwa di album terakhir dia nyiptain satu lagu (lagunya yang berjudul Untuk Sahabat jadi hit utama album itu).

Yang menarik komentar Dedy, vokalis Backboners, Dedy sampaikan harapan supaya Audy tetep fokus dimusik dan tidak nyambi ke bidang lain seperti main sinetron atau film, tapi buru buru Dedy tambahin bahwa itu cuma saran supaya bakat nyanyi yang dimiliki tidak tersia sia (saya setuju dengan Dedy). Dalam adegan itu tidak terlihat Audy, yang dishoot kamera hanya mereka bertiga.

Kemudian ada Ember, si penata rias yang tampangnya macho tapi gerak geriknya gemulai, dia bilang Audy tuh orangnya asik tapi suka jail sama dia, terlihat Audy bikin ekspresi jail di muka Ember. Kemudian ada Fajar yang jadi manajernya sejak 6 tahun karir Audy di musik. Terlihat Fajar dan Audy duduk bersebelahan dan Fajar mulai cerita dengan mimik wajah serius.

“Gw tuh kenal Audy udah 7 tahun” katanya.
Yang ngenalin waktu itu pacarnya Audy yang drummer itu (Tyo maksudnya).
Tapi buru buru Audy nambahin “Mantan…”,
trus Fajar sambil nyengir ngeralat ucapannya “oh iya mantan…”

Yang menarik komenter dari Fajar yang bilang Audy tuh punya hobby belanja yang gila gilaan, kalo lagi show terutama kalo di luar negeri pasti deh dia minta jadwal sehari atau dua hari untuk belanja, jadi dia mesti pinter atur jadwal. Dan juga Audy tuh kadang lebih suka dengerin pendapat orang lain dari antah berantah daripada dengerin orang dari manajemennya sendiri… trus… Fajar nambahin “itu yang kadang bikin jengkel”, (Audy cuma cengar cengir aja denger Fajar ngomong gitu).. ck ck ck.. Audy.. Audy.. 🙂

Tapi Fajar juga punya cerita lucu, pernah waktu show di Bandung, karena lagi sakit Audy jatuh pingsan, tapi kebetulan acara shownya juga batal karena satu dan lain hal. Trus waktu Audy sadar, Fajar kasih tahu Audy bahwa shownya batal, reaksi Audy langsung tanya “gimana honornya udah diurusin belum?”, abis nanya gitu doang trus pingsan lagi.. (Audy yang ada disebelahnya ketawa ngakak.. hahahahaha) hehehehe… Audy.. Audy…

Yang terakhir adalah Tante Evie sang bunda, terlihat Audy lagi pegang mic warna orange untuk wawancara Tante Evie, beda sama sebelumnya Audy selalu cengar cengir tapi kali ini didepan Mamanya wajah Audy keliatan serius bahkan agak tegang (keliatannya Audy kaya takut dimarahin… cuma nebak aja sih ;-))

Dengan pelan dan mantap Tante Evie mulai bicara kalo Audy tuh bagaimanapun juga tetep anak Mama dan jangan lupa sembahyang… trus berhenti sejenak (tapi bagi Audy mungkin rasanya lamaaa banget dah).. kemudian dilanjutkan lagi, “dan jangan lupa nasihat Mama semua”.

Audy langsung nyamber dengan ucapan mohon doa restu dan semoga karir lancar dan juga dapet jodoh kata Audy, Tante Evie mengamini dan acarapun selesai.

Sebenernya saya ingin denger testimonial dari Echa kakaknya, Yai adiknya, dan Om Jopie ayahnya, tapi mungkin karena mereka kebetulan tidak ada dilokasi maka tidak ada sesi mereka.

Begitulah untuk temen teman Audience yang kebetulan gak nonton Work Hard Play Hard kali ini.(terutama Silvia di Surabaya.. kesihan deh lo gak nangkep O’Channel)

Well guys, thats all for now…
Sukses buat Audy and kapan yah Work Hard Play Hard meliput Astrid…?

3 Komentar

Filed under televisi