Monthly Archives: Juli 2008

Presenter Berita Televisi

Bagi yang lahir tahun 70an pasti mengalami masa dimana TVRI masih satu satunya stasiun televisi. Remaja ditahun 80an tidak memiliki banyak pilihan.

Berita adalah konsumsi orang tua yang mau tidak mau ditonton juga. Sehingga saya masih ingat Anita Rachman, Ussy Karundeng, Max Sopacua, Idrus, Hasan Ashari Oramahe, Inke Maris, Sambas Mangundikarta dan favorit ayah saya, Sazli Rais. Mohon maaf bagi yang lupa disebut.

Dulu rasanya mereka biasa saja, baca berita ya memang harusnya seperti itu. Tapi setelah masuk ke era 90an, mulai ada stasiun televisi swasta. Acara berita mulai beragam dan presenternyapun mulai banyak.

Acara berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi menarik dan karena persaingan segala aspek benar benar dibenahi. Banyak muka baru dan segar, gaya membawakan berita juga banyak inovasi.

Tahukah anda di Rusia bahkan sampai sampai ada yang namanya Naked News, dimana presenter berita tampil membaca berita sambil perlahan lahan satu demi satu mencopot busananya sendiri hingga telanjang lonjong.

Huff… itu tak akan terjadi disini… lupakan impian kita anda itu.

Apa yang terjadi disini adalah para presenter berita itu tampil cantik, cerdas, berani dan tangkas. Kehadiran para presenter inipun memiliki dinamikanya sendiri. Jenjang karir, award, skorsing, pindah stasiun televisi dan bahkan skandal bak artis. Untuk yang terakhir saya tidak tertarik untuk membahasnya.

Bagi saya yang menarik adalah bagaimana para presenter itu tampil membawakan berita dengan sebaik mungkin dengan tetap mengindahkan kaidah kaidah jurnalistik. Disisi lain juga yang menarik adalah akibat dari era informasi memungkinkan munculnya forum forum diskusi dari penggemar para presenter itu.

Orang orang jaman dulu tak mungkin bisa melakukanya. Selain belum ada Internet juga karena stasiun TV hanya ada satu yang presenternya sudah tua tua. Sekarang para presenter itu memiliki penggemar yang tidak kalah militannya dengan para penggemar artis. Ternyata beda profesi beda karakteristik penggemarnya.

Dalam dunia artis kita lihat para penggemarnya berbagi rasa dengan cara membuat klub penggemar (fansclub). Demikian juga dengan para penggemar presenter berita. Bedanya klub untuk penggemar artis berdasarkan artisnya sedangkan klub penggemar presenter tidak berdasarkan presenternya tapi berdasarkan forumnya.

Para penggemar presenter lebih mudah berbagi kekaguman atas idola mereka dibanding para penggemar artis. Sering kita lihat diforum web fans dari artis tertentu menyerang artis lain dengan membuat perbandingan mana yang lebih baik, yang membuat fans dari artis yang diserang itu meradang dan menyerang balik.

Karakteristik seperti itu tidak tampak pada para penggemar presenter. Mereka sangat terbuka dengan kelebihan dari presenter lain selain yang mereka kagumi atau idolakan.

Mungkinkah karena karakteristik dari profesi presenter itu sendiri? Saya tidak tahu. Orang bilang, kalau anda cantik maka jadilah artis, kalau anda cerdas jadilah manajer tapi kalau anda cantik dan cerdas maka jadilah presenter.

Oleh karena penggemar presenter lebih lintas idola maka mereka lebih leluasa dalam memuja dan memuji. Saya akan angkat sebuah contoh aktifitas penggemar presenter yang rasanya tak mungkin diselenggarakan oleh para penggemar artis.

***

Situs situs web yang memiliki fasilitas forum digunakan oleh para penggemar untuk membuat thread khusus pujaan mereka. Forum forum itu antara lain: Forum WebGaul, KasKus, TransTV FORUM, Multiply, Lautan Indonesia, KafeGaul, CHIP-Forum, Friendster dan Facebook.

Nama thread yang umum dipakai biasanya seperti “Penyiar Berita Kesayangan” dan sejenisnya.

Kemudian ada kelompok yang bertanggung jawab menjaga thread tersebut, semacam admin kalau di milis. Salah satu kelompok penjaga thread tersebut menamakan dirinya The Brethren Courts.

Asalnya muasalnya adalah dari postingan seorang bernama Andrade Silva di Blognya yang berjudul “The Lady of The Ring“, yang memperhatikan presenter Meutya Hafidz ketika membaca berita mengganti ganti posisi cincin dijarinya pada saat televisi menayangkan visual beritanya.

Pergantian posisi cincin itu diberi analisys oleh Andrade sedemikian rupa yang membuat saya tertawa terpingkal pingkal. Postingan itu rupanya cikal bakal dari diskusi yang seru dan ramai diforum.

Apa saja yang mereka bicarakan tidak melulu pemujaan pada fisik belaka seperti, “Duh senyumnya manis sekali….”. Tapi juga ada beberapa tulisan yang menurut saya memiliki nilai uraian yang orisinil.

Berikut saya kutipkan dari yang penggemar menyayangkan kepindahan Chantal dari MetroTV ke RCTI, Juni 2007.

Terus terang saja, Chantal bukanlah salah satu dari top5 anchor favorite saya. Meskipun begitu saya menyukai Chantal karena beliau memiliki skill dan kemampuan yang unik dan tidak biasa.

Dari 30-an anchor yang dimiliki Metro, Chantal tergolong anchor yang paling lengkap. Memang mungkin dia tidak segarang Najwa Shihab atau Meutya Hafid ketika “membantai” orang, tidak juga memiliki kemampuan bahasa sehebat Kania Sutisnawinata maupun Zelda Savitri.

Kemampuan lengkap yang saya maksudkan di sini adalah bahwa Chantal ahli dalam memegang beberapa kategori ini: Membacakan Berita, Menterjemahkan Display, Skill Wawancara Narasumber, Manajemen Durasi, juga (ini yang paling penting) Skill Wawancara Commoner.

Terus terang untuk skill wawancara commoner (wawancara dengan warga biasa, jadi bukan narasumber ahli), jarang ada anchor yang bisa, biar itu yang basisnya dari Reporter sekalipun.

Pada Metro, ada beberapa acara yang bisa dijadikan tolok ukur diversifikasi skill, yaitu: Headline News, Metro Hari Ini, Sport Corner, Special Dialogue/Todays Dialogue/Public Corner, dan Suara Anda.

Dan yang membuat Chantal unik adalah bahwa Chantal pernah mengalami di semua program ini. Apabila hendak dirunut siapa lagi, maka satu-satunya anchor yang bisa menyamai hanyalah Frida Lidwina. Sayangnya skill Frida Lidwina masih agak lemah dalam hal Manajemen Durasi.

Saya ingat dahulu Chantal juga memiliki kelemahan seperti halnya yang dimiliki oleh Frida, tapi setelah Chantal biasa di Suara Anda, tiba-tiba saja dia seperti anak panah melesat dari busurnya, dan dalam sekejap “menguasai” program Suara Anda ini.

Kemudian ada juga ulasan tentang program Suara Anda di MetroTV selepas kepergian Chantal.

Dari semua program, mungkin hanya Suara Anda yang “betul-betul menderita” akibat kepergian Chantal. Sudah beberapa anchor mencoba mengisi kekosongan ini, tapi tetap tidak ada yang sesempurna Chantal.

Bahkan Virgie Baker dan Rahma Sarita yang notabene merupakan “mantan penguasa” program ini pun tidak bisa menjadikan Suara Anda seperti sebagaimana ketika masih ada Chantal. Apa sih sebenarnya kehebatan Chantal dibandingkan dengan semua anchor di atas?

Pertama kali, Chantal itu orangnya keibuan sekali, dan naluri itu terbawa bahkan hingga ke Suara Anda. Chantal selalu menganggap semua penelpon tidaklah seperti “orang biasa”, melainkan seperti “seorang anak yang hendak mengadu pada Ibunya”, dan Chantal lah “ibu si anak tersebut”.

Kedua, Chantal tidak pernah terikat pada teks, dia biarkan saja masing-masing berpendapat menurut bahasa mereka sendiri, dan Chantal juga selalu mendengarkannya dengan amat sabar.

Selain itu, Chantal juga tidak pernah memberikan penilaian atau men-judge apakah pendapat orang tersebut betul atau salah. Chantal juga selalu go with the flow, dia seolah-olah tahu kemana pembicaraan seseorang dan dia selalu bisa mengimbanginya.

Memang terkadang terlihat tidak tegas, akan tetapi berbicara dengan Chantal bisa menjadi sebuah kedamaian tersendiri, cita-cita yang tampaknya tidak bakal bisa terwujud untuk saya.

Lalu, apa kelemahan masing-masing pengganti Chantal? Ada beberapa anchor yang mencoba menggantikan Chantal di Suara Anda, yaitu Virgie Baker, Rahma Sarita, Fifi Aleyda Yahya, Meutya Hafid, Frida Lidwina, dan Prita Laura.

Rahma Sarita itu orang dialog, dia adalah (menurut saya) predator terbaik Metro setelah Najwa Shihab dan Meutya Hafid. Sayangnya orangnya agak “mbregudul”, keras kepala.

Apabila ada penelepon yang pendapatnya dianggap tidak sreg dengannya, maka pasti langsung di-cut, itu masih mending, jangan-jangan bisa diajak berantem dulu.

Virgie Baker orangnya sebenarnya baik, tidak terlalu menuntut seperti Rahma, sayangnya dia agak kaku, konservatif. Apabila digariskan seperti ini ya harus seperti ini.

Jeleknya lagi, Virgie memiliki kecenderungan untuk “mengarahkan” pendapat para penelepon, paling parah lagi dia sering juga menjawab pertanyaannya sendiri sehingga penelepon seolah-olah tidak bebas untuk berpendapat.

Fifi Aleyda Yahya malah paling parah di antara semuanya. Dari semua anchor yang berdebut di Suara Anda, Fifi lah yang mendapat debut terburuk.

Di sana Fifi betul-betul terlihat seperti amatiran, seolah-olah pengalaman bertahun-tahun selama ini lenyap begitu saja di pangkal telepon Suara Anda. Fifi gagal, bukan dari segi skill atau teknik, tapi dari mental.

Meutya Hafid dan Prita Laura sedikit lebih beruntung, sayangnya pada debut mereka, mereka lebih sering bermain aman. Tidak ada hal-hal khusus yang dilakukan, tidak ada. Prita Laura sendiri bahkan hampir terpancing untuk “menginterogasi” penelepon, seolah-olah mereka narasumber berita atau apa.

Yang paling mendekati adalah Frida Lidwina, dia cukup lancar menangani para penelepon, mungkin ini hasil “bertapa” di Sport Corner (nggak ada hubungannya, ya?).

Cuma Manajemen Durasi-nya masih lemah, tapi seharusnya jika dia dipasang lebih sering, skill ini pasti akan meningkat dengan sendirinya. Apalagi Frida tergolong ramah dan memiliki mimik wajah yang menyenangkan.

Foto diambil dari Friendster salah satu anchor MetroTV, saya lupa siapa, sehingga belum sempat minta ijin. Ini sekalian minta ijinya… 🙂

Memang mungkin ada beberapa yang subyektifitas tapi itulah opini. Dan mereka tidak melulu membahas hal hal yang serius tapi juga banyak yang remeh temeh dan lucu seperti:

  • CHANTAL DELLA CONCETTA adalah anchor dengan suara paling melankolis
  • Selepas CHANTAL DELLA CONCETTA, LUCIA SAHARUI memegang peringkat pertama sebagai The Best Voice of MetroTV, dengan suaranya yang “as a whispering wind”, sementara MEUTYA HAFID di peringkat kedua dengan suaranya yang “as a flowing water”

Istilah istilah yang dimengerti oleh mereka saja.

  • Anchor-anchor berbahasa Inggris terbaik di Metro adalah: ZELDA SAVITRI, KANIA SUTISNAWINATA, DIAN KRISHNA, GADIZA FAUZI, dan ELVITA KHAIRANI. Di luar itu, rata-rata masih terjebak dalam apa yang saya sebut sebagai “Indonesian-English” atau malah “Javanese-English”.
  • Untuk Bahasa Asing non-Inggris dan Mandarin, pronounciation terbaik dipegang oleh DIAN KRISHNA. DK mampu mengucapkan kata-kata, nama-nama, dan istilah-istilah dalam bahasa asing (non-Inggris & Mandarin) secara baik, benar, dan fasih.
  • FIONA YUAN adalah anchor berbahasa Mandarin terbaik. Selain itu, dia juga bisa menyanyi dengan amat baik.
  • Suara CHEN SHAO YING ketika berbahasa Mandarin mirip dengan JET LEE

Bagaimana mereka bisa tahu Fiona Yuan terbaik yah? Tentunya yang menilai itu bisa berbahas Mandarin.

  • Rata-rata orang bisa mengenali dan membedakan suara LUCIA SAHARUI, RAHMA SARITA, PRITA LAURA, FIFI ALEYDA YAHYA, FIONA YUAN, dan SUMI YANG seketika tanpa harus melihatnya.

Semua yang disebut dari MetroTV. (Rahma sudah tidak lagi)

  • SUMI YANG paling sering membuat spelling error dalam Metro Xin Wen

Nah ini bagaimana mereka bisa tahu?

  • DIAN KRISHNA paling sering membuat spelling error tanpa ketahuan, sebagian besar dibuat di Sport Corner.
  • Anchor MetroTV selalu menyebut “Cina” dengan “China” (baca: Tja-i-na), di mana pembatasan serupa tidak didapatkan di RCTI dan SCTV.
  • Orang bisa mengenali suara DIAN KRISHNA seketika pada saat Sport Corner tapi harus berpikir dalam siaran berita bahasa Indonesia.
  • AMELIA ARDAN memiliki penekanan, aksen, dan toning yang unik dan khas ketika dia menyebutkan nama “DIAN KRISHNA” (denger aja sendiri deh, baru percaya)
  • GADIZA FAUZI memiliki dua warna suara yang berbeda. Saat dia membaca berita, suaranya adalah Alto, sementara ketika berbicara biasa, suaranya menjadi Sopran.
  • Tone, warna suara, dan cara bicara PRITA LAURA (Archipelago) mirip dengan RORO RATIH DEWANTI (Jelajah). Secara kebetulan pula, mereka berdua menjadi host dalam acara travelling di dua station TV yang berbeda. Kemiripan tone lain adalah antara FIFI ALEYDA YAHYA dengan FAUZIAH ERWIN, juga antara CHANDRA SUGARDA NAZIR dengan YULIA SUPADMO
  • Dalam dialog, NAJWA SHIHAB dan MEUTYA HAFID termasuk anchor berkategori “Summer” sementara GADIZA FAUZI dan PRITA LAURA adalah anchor berkategori “Winter
  • PRITA LAURA dan MEUTYA HAFID memiliki cara yang unik dalam memenggal kalimat.

Saya rasa Fifi dan Khadijah Al Jufri juga unik dalam memenggal kalimat dan mirip pada saat bertanya ketika wawancara di studio.

  • Sementara, FRIDA LIDWINA memiliki tone yang unik dalam mengakhiri sebuah kalimat.
  • FRIDA LIDWINA juga memiliki tone yang unik ketika menyebutkan namanya sendiri.
  • PRITA LAURA, LUCIA SAHARUI, dan ELVITA KHAIRANI memiliki ciri khas yang unik ketika mengakhiri Headline News. Sementara GADIZA FAUZI hampir selalu menyebutkan acara selanjutnya plus topik dan host yang membawakan, ketika mengakhiri Headline News.
  • RALPH TAMPUBOLON dianggap sebagai anchor cowok yang memiliki suara paling sexy di Metro (Akoord, Mje??)
  • DAISY WEKU di TransTV selalu membawakan berita dalam tempo cepat, yang lain adalah AMANDA MANUPUTY di Metro Papua TV
  • LUCKY SAVITRI memiliki aksen yang sangat unik yang saya sebut sebagai “tonguebiter”.
  • Para anchor cewek di SCTV rata-rata bisa dikategorikan sebagai anchor dengan Most Sexiest Lips, sementara Best Voice dipegang oleh Metro TV.
  • FRIDA LIDWINA adalah anchor dengan the most beautiful smile.

Kalau versi saya ada beberapa yang lain yang juga masuk most beautiful smile.

  • GADIZA FAUZI, LUCKY SAVITRI, dan GITHA NAFEEZA memiliki Mouse Smile, sementara PRITA LAURA dan TENGKU FIOLA memiliki Duck Smile.

Kategori yang unik.

  • Senyuman VALERINA DANIEL, GRACE NATALIE, LOLO SIREGAR, dan AMELIA ARDAN sama dan setipe, yang saya sebut sebagai Vixen Smile. Sementara MEUTYA HAFID dan IRA SYARIF juga satu tipe yaitu Cat Smile.

Semua pendapat itu memang subyektif tapi mereka juga memiliki Anchor Liga untuk memilih presenter terbaik versi mereka tentunya. Pemilihannya mengikuti aturan yang dapat mengurangi subyektifitas seperti opini opini diatas.

Tahapannya dari Anchor of the Month yang dipilih tiap bulan berdasarkan kata kunci Google yang masuk ke dalam statistik Blog mereka. Para presenter yang mereka miliki dan bahas di forum berjumlah 307 newsperson dari semua stasiun TV swasta.

Dalam daftar kata kunci dari Google yang masuk statistik Blog mereka didapat data untuk bulan ini adalah sbb:

  1. Eva Julianti 355
  2. Tina Talisa 329
  3. Grace Natalie 307
  4. Shara Aryo 300
  5. Aditya Wardhani 293
  6. Frida Lidwina 248
  7. Ratna Dumila 231
  8. Githa Nafeeza 205
  9. Lucia Sharui 205
  10. Rahma Sarita 200

Sehingga untuk bulan Juli 2008, Anchor of the Month mereka adalah Eva Julianti dari MetroTV. Kemudian selanjutnya Anchor of the Year. Tahun lalu, Anchor of the Year 2007 dimenangkan oleh Gadiza Fauzi. Gadiza Fauzi telah dua kali tampil sebagai Anchor of the Month untuk tahun 2008. Gadiza berpeluang untuk menjadi Anchor of the Year 2008.

Tapi selain Anchor of the Year ada lagi award mereka yang konsepnya beda dengan Anchor of the Year. Mereka memberi nama Jewel of The Station Award. Konsepnya adalah pemilihan Anchor terfavorit yang dipilih anggoat forum. Proses pemilihannya harus mengikuti aturan yang cukup ketat. Mula mula tiap stasiun ditentukan kandidat wakil presenter yang akan dinominasikan. Berikut note dari aturan penentuan kandidat:

Sistem “one man three vote” dipakai untuk menghindari kefanatikan pada satu anchor, sekaligus mengurangi “voting bias” yang disebabkan oleh sistem Anchormate/Sidemate bagi tiap-tiap anggota BC.

Setiap voter memilih 3 kandidat per station tanpa perbedaan bobot rank, dan semua station harus dipilih. Pilihan secara random diperbolehkan, karena semua kandidat anchor yang ikut dalam primary sudah pernah ada di WebGaul.

Dengan kriteria favorit, maka tidak diharuskan memilih berdasarkan pertimbangan tertentu kecuali selera pribadi saja.

Kemudian setelah nominasi didapat diperoleh pemenang yang berhak mewakili stasiun televisinya. Berikkut adalah proses convention mulai dari perkaukus hingga penentuan pemenangnya:

  1. The Red Carpet: Penyaringan kandidat masing masing kaukus
  2. Secondary: Menghasilkan dua kelompok convention yaitu:
    • Eastern Convention
      1. Eva Julianti (MetroTV)
      2. Woro Windrati (TransTV)
      3. Rike Amru (SCTV)
      4. Virgianty Kusumah (Global-MNC News)
      5. Fitrianti Megantara (ASTRO Awani)
    • Western Convention
      1. Tengku Fiola (ANTV)
      2. Isyana Bagoes Oka (RCTI)
      3. Rahma Sarita (tvOne)
      4. Lolo Siregar (Trans|7)
      5. Nike Kusmarini (Indosiar)
      6. Sandra Dewi (TPI)
  3. The National Convention: Menghasilkan pemenang dari Eastern Convention (Isyana Bagoes Oka, mereka menyebutnya Democratic candidate) dan pemenang dari Western Convention (Eva Julianti, mereka menyebutnya Republican candidate)
  4. Electoral College: Hingga akhirnya the road to the one jewel sampai pada penentuan pemenang dimana pemenangnya berasal dari Democratic candidate yaitu: Isyana Bagoes Oka

Sekilas award Jewel of the Station yang diselengarakan oleh The Brethren Courts ini tidak serius dan main main, tapi kalau dilihat dari metode penyelanggaraannya maka panitia profesionalpun mungkin kesulitan bisa menyelenggarakannya.

Mengingat untuk publik di Internet mereka telah memiliki jaringan di berbagai situs besar, bahkan di situs pertemanan terbesar seperti Friendster dan Facebook.

Salut buat mereka yang tidak hanya sekedar memuja muji tapi juga bikin acara yang seru dan tentu saja selamat buat Isyana Bagoes Oka, The One Jewel of All Stations 2008.

Foto diambil dari hasil capture anggota BC yang bernama Reds and Black

***

Sampai sejauh ini adakah yang terlewatkan? Tentu saja. Kebanyakan dari para penggemar presenter itu adalah laki laki, kebalikan dari penggemar artis yang umumnya remaja putri.

Karena kebanyakan mereka adalah pria maka presenter yang diidolakanpun juga presenter wanita. Padahal menurut saya presenter laki laki juga layak dan bagus bagus. Ralph Tampubolon dan Gustav Aulia adalah beberapa nama yang pernah muncul di forum BC. Favorit saya untuk presenter pria bukan Ralph atau Aulia tapi Putra Nababan.

Matanya yang sayu memberi kesan dingin dan seolah olah tak terpengaruh isi berita yang dibacakannya. Tapi mungkin belum seperti Sazli Rais jaman TVRI waktu membawakan berita perang Malvinas antara Inggris dan Argentina. Sazli Rais itu gabungan antara ekspresi Putra Nababan dan warna suara Ralp Tampubolon. Belum ada yang seperti itu lagi sekarang.

Untuk presenter wanita para penggemar lebih suka mengomentari senyum, tone, vokal dan cara memenggal kalimat maka saya lebih suka memperhatikan cara presenter tersebut mengucapkan kalimat. Desi Anwar mungkin menjadi panutan banyak presenter muda. Desi punya cara yang khas dalam mengucapkan kata yang mengandung unsur huruf “c“, bibir agak dimonyongin ketika mengucapkannya.

Cara ini kemudian menular ke presenter lain seperti Sandrina Malakiano, menular lagi ke Wianda Pusponegoro. Akhirnya menjadi semacam trend. Terus terang saya kurang suka. Mungkin bisa pas pada Desi Anwar tapi ketika ditiru oleh yang lain maka itu menjadi tidak pas lagi.

Mirip Desi Anwar, Sandrina Malakiano memberikan tambahan intonasi pada berita yang dibawakannya. Bahkan untuk memperkuat kesan, Sandrina sering menggerakan kepalanya seperti mengangguk dan menggeleng.

Gaya Desi dan Sandrina inipun cepat berkembang menjadi trend di kalangan presenter. Mungkin ada yang menilai cara seperti itu adalah cara yang baik, memberi penekanan intonasi dan ekspresi pada isi berita. Tapi saya kok kurang suka, sering saya terganggu dengan penekanan intonasi dan gerakan kepala seperti itu.

Orang sering teralihkan perhatiannya oleh cara membaca yang dimonyongin itu, intonasi dan gerakan kepala presenter sehingga tidak memperhatikan isi berita tapi malah mengomentari presenternya. Menurut saya pembaca berita sebaiknya tidak usah memberi penekanan pada intonasi atau memberi gerakan kepala yang berlebihan.

Ketika banyak presenter menggandrungi trend trend tersebut adalah Fifi Aleyda Yahya, Rosiana Silalahi dan Kania Sutisnawinata yang tampil dengan image unity tersendiri yang lebih orisinil.

Menurut Andrade Silva, Fifi gagal ketika membawakan program Suara Anda. Mungkin Andrade benar tapi masalahnya Fifi tidak harus berada disitu. Meminjam istilah Mas Satrio Arismunandar, seorang presenter memiliki image personality masing masing yang harus dipahami oleh stasiun TV tempatnya bekerja.

Jika memang Fifi tidak cocok untuk program Suara Anda maka seharusnya MetroTV paham akan hal itu dan tidak menempatkan Fifi di acara tersebut. Mungkin Fifi lebih cocok di acara hardnews atau conference. Acara debat dan dialog juga cocok karena pembawaan Fifi yang serius dan tegas.

Ketidakpahaman seperti ini yang bila terjadi berulang ulang tanpa evaluasi mungkin akan bermuara pada pindahnya sang presenter ke stasiun TV lain.

Jika seorang presenter bagus mungkin tidak di semua lini. Kalau bagus di semua lini (generalist) mungkin kalah oleh presenter specialist di lini yang spesifik. Memang ada beberapa presenter generalist sekaligus specialist. Najwa Shihab dan Rosiana Silalahi mungkin bisa masuk kategori ini. Tapi untuk bisa begitu perlu jam terbang yang tinggi dengan semua fasilitas dan kesempatan terbaik yang bisa diberi oleh stasiun TV.

Sungguhpun demikian Najwa bukan tanpa kekurangan. Waktu itu Meutya Hafidz masih disandra oleh kaum Mujahidin di Irak. MetroTV secara marathon memberitakan perkembangan terakhir dan disampaikan bergiliran oleh beberapa presenter yang tentu saja juga teman teman Meutya.

Pada saat giliran Najwa Shihab yang menyampaikan berita, Najwa tidak kuasa menahan emosinya dan menangis didepan kamera sambil menyampaikan berita. Walhasil kalimatnya terbata bata. Apakah orang akan bilang Najwa tidak profesional sebagai presenter. Jurnalis juga manusia bukan, punya perasaan.

Satu lagi contoh yang menurut saya sebenarnya tidak perlu terjadi kalau stasiun TV memiliki pemahaman tentang presenternya. Presenter sebagus Najwapun bisa terlihat tidak pro kalau sudah begitu. Masalahnya kenapa MetroTV tidak menyadari kedekatan emosi antara Najwa dan Meutya. Mungkin bisa dipilih presenter lain yang lebih stabil emosinya pada saat itu.

Tapi kejadian itu tidak sampai membuat Najwa diskors. Tapi kalau ditegur saya tidak tahu. Saya bukan orang dalam. Kalau kesalahan ringan mungkin sering terjadi. Kania Sutisnawinata yang dianggap kemampuan berbahasa paling baik toh pernah keseleo lidah dengan mengatakan: “Studio mini MetroTV” menjadi “Studio Metromini”, untung tidak ditambah dengan jurusannya sekalian 🙂

Video captured Studio Metromini di Youtube

Profesi presenter sebenarnya adalah profesi yang menurut saya memiliki resiko yang tinggi. Profesi apapun selain presenter kalau salah bicara masih bisa minta maaf, ralat dan melanjutkan karirnya. Tapi kalau presenter salah bicara sedikit maka karir bisa berubah.

Tanggal 16 Mei 1998, saat saat genting sebelum reshufle kabinet terakhir Presiden Soeharto yang ternyata tidak direspon oleh para menteri yang dipilih masuk reshufle.

Salah satu menteri yang menolak reshufle kabinet adalah Sarwono Kusumaatmadja yang sebelum pembacaan reshufle sempat diwawancarai oleh Ira Kusno dari SCTV.

Pada wawancara itu yang sangat ingin didengar oleh masyarakat adalah dukungan pada reformasi dan anti pada status-quo.

Pak Sarwono waktu itu mengibaratkan reshufle kabinet kali ini hanya tambal gigi saja. Sedangkan yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah cabut gigi. Istilah cabut gigi tersebut mengarah kepada tuntutan agar Pak Harto mundur saja, tidak usah reshufle kabinet segala.

Walhasil bos SCTV waktu itu (Peter F Gontha) yang merupakan tangan kanan Bambang Trihatmojo itu marah besar dan memecat jurnalisnya: Don Bosco Salamun (produser), Sumitha Tobing (pemred) dan presenter Ira Kusno diskors.

Posisi Ira sangat sulit, dia harus menjaga alignment dengan kebijakan stasiun TV tempatnya bekerja sementara narasumbernya sulit dikendalikan. Ira telah berusaha tapi belum cukup untuk mengamankan plot interview. Padahal Ira dikenal sangat agresif untuk urusan interview.

Contoh lain adalah ketika reformasi telah bergulir dan ramai ramai orang membuat partai baru untuk ikut pemilu. RCTI waktu itu menampilkan narasumber Yusril Ihza Mahendra yang akan membentuk partai baru bernama Partai Bulan Bintang. Sedangkan wawancara dilakukan oleh jurnalis Nova Poerwadi.

Waktu itu partai baru sudah cukup banyak. Kemudian hal yang ingin ditanyakan oleh Nova kepada narasumbernya Yusril adalah apakah dengan sekian banyak partai itu masih perlu membentuk partai baru.

Yusril seperti biasa menjawab dengan argumentasi bahwa selama itu dibolehkan secara hukum kenapa tidak, tapi rupanya Nova belum puas dengan jawaban itu dan terus bertanya seputar perlunya partai baru.

Akhirnya Yusril bertanya balik dengan mengatakan jangan jangan RCTI masih menganut paradigma lama. Pertanyaan seperti itu tentu menohok RCTI tapi Nova tak memiliki jawaban apalagi membantahnya dan hanya merespon dengan senyum saja.

Sejak kejadian itu saya tak pernah melihat Nova lagi di RCTI. Saya tak tahu apa yang terjadi. Belakangan Nova terlihat muncul di program VOA.

Contoh lain lagi waktu itu pemerintahan Presiden Gusdur sedang goyah. Banyak pihak yang merespon pernyataan Gusdur sebagai Presiden yang sering kali keluar bingkai (nyeleneh).

Media kerap memuat respon dari Amien Rais atas pernyataan Gusdur. Pihak yang pro Gusdur balik menuduh Amien Rais memiliki agenda tersembunyi menggulingkan pemerintahan Gusdur. Suasana politik memanas dan pada saat itu SCTV menghadirkan wawancara eksklusif dengan narasumber Amien Rais dan pewawancara jurnalis Chandra Wibowo.

Setelah sekian panjang wawancara dan kelihatannya Pak Amien narasumber yang kalem dan mengikuti saja plot yang diatur oleh Chandra. Seandainya Chandra tampil netral maka ia tak akan terjerumus dalam situasi yang sulit. Disini Chandra tampil seolah olah mewakili orang yang curiga pada Amien Rais.

Beberapa kali Pak Amien diminta klarifikasi tentang tuduhan itu. Pak Amien akhirnya menjawab bahwa jika ia memang menginginkan Gusdur untuk mundur maka ia tak akan sembunyi-sembunyi seperti yang dituduhkan. Ia akan mengatakannya terang terangan (dikemudian hari memang terbukti demikian).

Diakhir wawancara Chandra kembali membuat kesalahan dengan menghimbau sebaiknya Pak Amien diam tidak usah berkomentar agar tak membuat suasana keruh. Pak Amien menjawab bahwa ia hanya merespon pernyataan Gusdur. Semenjak usai acara wawancara itu saya tak pernah lagi melihat Chandra Wibowo muncul di layar kaca.

***

Menjadi presenter memang tidak sekedar menjadi cantik di depan kamera tapi juga dituntut cantik berdiplomasi.

Banyak presenter muda yang berpeluang menjadi lebih baik dari penduhulunya. Tapi memang mereka perlu diberi kesempatan menambah jam terbang. Isyana misalnya yang terpilih menjadi presenter favorite The Jewel of All Stations belum pernah saya lihat dia menjadi interviewer atau moderator dialog.

Kalau Eva Julianti sudah pernah saya lihat memandu acara dialog ringan. Belum dialog berat seperti Today’s Dialogue. Tapi memang perlu semacam kapasitas tertentu untuk bisa di program interview atau dialog. Kembali lagi kalau tidak pernah dicoba atau diberi kesempatan maka tak akan pernah tahu.

Dunia presenter memang unik, penuh tantangan dan resiko. Setelah melihat sebagian dinamika yang bisa diungkap diatas, bagaimana? Tertarik dengan menjadi presenter?

Layangkan lamaran anda pada stasiun TV, jangan ke saya yah.. saya cuma blogger… hehe

Iklan

44 Komentar

Filed under televisi

What Do You Want From Me?

What do you want from me?

Do you want my script?

Just download it, I still have it on my server.

Do you want my pictures?

Copy to your flashdisk, I still have my copy.

Do you want my money?

Take it, I still can earn some more.

Do you want my help?

Be my guest, I still have plenty of time.

Do you want my attention?

You got it, other thing can wait.

Do you want my love?

I can’t let you just have it without life stance, because I only have one love, for one heart, no vain.

-Wibi

5 Komentar

Filed under sastra

Bikin Blog Lagi

Baru bikin blog lagi…

wibi.blogdetik.com

tempat ngejunk ajah tiap hari..

belum punya yang buat ngejunk soalnya

dulu rencananya di multiply tapi rada berat

kebetulan detik lokal jadi ringan buat ngejunk

4 Komentar

Filed under curhat

Putri Raemawasti

Berita di Detik:

Kamis (10/7/2008) ini tim dari YPI berangkat ke Vietnam. Tim tersebut akan mencari tahu mengapa Putri memutuskan mengenakan baju renang two pieces di babak penilaian awal. Final Miss Universe rencananya digelar 14 Juli 2008

Janjinya sih menolak berbikini, tapi sekarang…

Mending kans untuk menang meningkat, tapi nyatanya susah juga untuk menang. Soal strategi? boro-boro, kan strategi harus dirancang, Yayasan Putri Indonesia (YPI) yang mengirimnya saja tidak tahu menahu anak asuhnya mengambil tindakan sendiri tanpa koordinasi.

Atau sebenarnya YPI yang merancang ini semua, tapi karena kans Putri untuk menang tetap tipis maka mereka cuci tangan, coba kalo kans Putri menang besar, mereka pasti akan bela mati matian…

Kalo sudah begini siapa yang jadi korban? Kasihan deh Putri Rae… udah pulang ajah Put…

8 Komentar

Filed under iseng

Anda Mendukung Obama?

Capres Amerika paling hot dalam sejarah mungkin adalah Obama. Menuai dukungan dibanyak negara karena diharapkan bisa membawa perubahan pada Amerika dan dunia. Ditanah airpun pendukunganya luar biasa. Perlukah itu semua? memang perubahan pasti terjadi bila Obama terpilih menjadi Presiden Amerika. Tapi apakah keuntungan buat Indonesia bisa diupayakan?

Menonton pidato Obama di AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) kita mesti melihat salah satunya statementnya tentang Iran yaitu:

“We will present a clear choice. If you abandon your dangerous nuclear program, your support for terror, and your threats to Israel, there will be meaningful incentives—including the lifting of sanctions and political and economic integration with the international community. If you refuse, we will ratchet up the pressure.”

Apakah Obama jika terpilih menjadi Presiden akan menyerang Iran, kita tidak tahu, tapi dapatlah diduga dari stetementnya berikut ini:

“Sometimes there are no alternatives to confrontation. But that only makes diplomacy more important. If we must use military force, we are more likely to succeed, and will have far greater support at home and abroad, if we have exhausted our diplomatic efforts. That is the change we need in our foreign policy.”

Apapun itu ancaman perang di Timur Tengah tetap mengkhawatirkan kita, bahkan dunia. Semoga anda tidak menyesal dikemudian hari bila ternyata Obama tidak memenuhi harapan. Saya bukan pendukung Obama ataupun pembencinya tapi Presiden Amerika tetap Presiden Amerika.

Berikut bisa dilihat video lengkap pidato Obama di AIPAC:

Dalam komentar di video tersebut selain dukungan terlihat juga skeptisisme warga Amerika sendiri:

Why is Obama pledging $30 billion to a foreign government when our government is $9.3 trillion in debt? Why should Americans have to pay Israel’s bills? What authority does America have to oppose elections in other countries? What right does America have to tell Iran not to have a nuclear weapon when we have them? How is Iran such a threat when confronted by the U.S. and Isreal, two nuclear powers? Why doesn’t the U.S. leave the Middle East completely?

Obama mungkin calon yang masih perlu diuji tapi membiarkan Amerika dipimpin oleh calon dari partai Republik juga punya resiko besar. Pilihan yang sulit memang tapi paling tidak kita tidak terjebak dalam dukung mendukung yang tidak perlu.

Update:  4 Januari 2009

Terpilih sebagai Presiden Amerika dan akan dilantik nanti tanggal 20 Januari 2009.

Berita terkait:

  1. Amien Rais Kecewa dengan Barack Obama
  2. Artis Inggris Desak Obama Bicara soal Gaza

8 Komentar

Filed under politik

Puisi Untuk Bapak

Seorang teman yang akan menikah dibulan Juli mendapati Bapaknya sedang sakit. Namanya  Dila. Ditengah kesedihannya dia menulis puisi untuk Bapaknya yang membuat saya ingin pulang dan memeluk Bapak saya, walaupun nanti dia akan tanya, ini ada apa sebenarnya…

Berikut puisinya:

Bapak…
Kenapa wajahmu pucat
Dan tanganmu begitu dingin
Tak sehangat dahulu

Bapak
Kenapa wajahmu penuh kerutan?
Lelahkah kau akan hidup ini?
Namun mengapa senyummu masih mengembang

Bapak
Aku tahu ajal milik Allah
Tak seorang pun berhak meramalkan atau memastikan
Tapi mengapa semangatmu luruh?
Sampai sinikah akhir berjuanganmu
Mengapa menyerah sekarang?

Tidak, aku tidak terima
Bapak
Bangunlah pak
Buka lagi matamu

Akan kupandu langkahmu seperti yang biasa kita lakukan
Ayo kita bersenda gurau lagi
Ceritakan lagi kisah lamamu
Yang selalu mengundang tawa itu

Bapak
Mengapa tubuhmu semakin mengeras
Bukankah kau sudah berjanji
Kau akan membacakan ijab kabul untukku
Bahwa kau akan menggendong cucu pertamamu

Bapak
Bangunlah, bangkitlah
Aku tahu aku hanya manusia
Tapi sekali ini kumohon
Bangunlah dari tidurmu
Kita lanjutkan mimpimu
Dalam sadar

Kumohon bapak
Genggamlah tanganku lagi
Seperti yang kau lakukan dulu
Kita akan berlari diantara padang rerumputan lagi seperti dulu

Ayo bapak
Jangan hentikan nafasmu
Kutau didalam rongga tubuh itu masih ada jiwamu
Semangatmu

Kumohon Ya Allah
Berikan kami sedikit waktu lagi
Berikan beliau waktu lebih panjang
Untuk memenuhi janjinya padaku

Bapak, bangun….
Bangun…
Katakan kalau kau akan menepati janjimu

Akan kuberikan apapun
Jika itu bisa membuka matamu kembali
Jika itu bisa menarik nafasmu
Dan menggerakkan jemarimu

Bapak…
Kumohon…
Genggamlah tanganku
Aku berjanji
Kita akan berlari diantara padang rerumputan lagi
Seperti dulu….

Ya Allah…
Kumohon…
Berikan kami sedikit waktu lagi
Walau seluruh waktu di dunia telah habis

Dia Bapakku…
Dia waliku di pernikahan nanti
Dia kakek dari cucu-cucunya nanti
Dia pelita hidupku….
Pengobar semangat kami

Aku tak ingin dia padam
Aku tak ingin dia pergi

Ya Allah,
Kumohon
Berikan kami sedikit waktu
Lagi….

Aku membuat ini didepan tempat tidur beliau, diiringi deru nafasnya yang halus.
Kali ini tidurlah yang nyenyak Bapak.
Tapi berjanjilah padaku.
Bahwa kau akan membuka matamu lagi
Untuk membuktikan padaku
Bahwa esok masih ada…

. DILA.

Dila mengungkapkan kecintaanya pada Bapak dengan puisi yang indah. Berpuisi bisa menyentuh dan mengobati hati yang sedih, paling tidak menjadi pelipur lara. Apalagi sekarang Bapaknya Dila telah sembuh dan siap menjadi wali nikah Dila. Sungguh membahagiakan, saya turut berbahagia buat Dila.
Saya jadi teringat ponakan saya si Alif yang walaupun masih bocah tapi memiliki naluri yang sama untuk mengungkapkan kecintaan pada Bapaknya. Walaupun belum bisa dikatakan puisi tapi dia menulis surat untuk Bapaknya yang telah pergi setahun yang lalu.

Baru baru ini menjelang ia terima raport disekolah. Pada malam harinya ketika Ibunya telah mengantuk dan ingin dia segera tidur saja, tiba tiba Alif bertanya pada Ibunya.

Alif: Bu bu…

Ibunya: Iyah…. bobo kak… udah malem. (dirumah Alif biasa dipanggil kakak, karena dia punya adik)

Alif: Bu bisa gak yah, Bapak dateng sebentar ajah, liat kita disini.

Ibunya: (terbelalak) Yah gak bisa lah kak… Bapak gak bisa kesini, kita yang kesana, Bapak tunggu kita disana.

Alif: Gak Bu, maksud kakak sebentaarrr ajah, trus abis itu Bapak boleh balik lagi kesana.

Ibunya tak menjawab dan berusaha menghalau air matanya agar tak terlihat si Alif.

Lama tak dijawab, Alif menguap lalu terlelap dalam malam yang menyisakan rindu yang tak selesai…

15 Komentar

Filed under curhat