Category Archives: Uncategorized

#merdeka

Iklan

25 Komentar

Filed under Uncategorized

Kandidat Cawapres SBY

Kemenangan Demokrat pada pemilu 2009 “melambungkan” SBY pada tingkat percaya diri yang luar biasa. Hingga mengeluarkan 5 kriteria bagi siapa yang ingin menjadi cawapresnya. Banyak yang mau tentu saja melihat kemungkinan menang SBY sangat besar. Terutama bila tidak ada perubahan konstelasi politik yang radikal.

Dari kriteria tersebut tersirat bahwa SBY tak menginginkan JK karena ada kriteria tidak boleh ketua umum partai. Banyak tokoh lain yang ramai dipergunjingkan sebagai kandidat cawapres mendampingi SBY. Masing masing oleh pers dan bloggers diulas dengan pandangannya, berikut adalah versi saya.

Akbar Tanjung

AT menjadi sering disebut media pasca “perceraian” Golkar dan PD. Dikatakan AT berpeluang besar sebagai pembawa suara para pemilih Golkar. Berikut dari tulisan Asep Mulyana:

Saya yakin Demokrat tidak menolak Golkar. Mereka hanya menolak aspirasi elit-elit Golkar pro-JK yang ngotot menyandingkan kembali JK dengan SBY. Tentu Demokrat tak akan mengabaikan Golkar. Suara yang besar (14 persen) dan mesin partai yang masih terjaga adalah modal sosial Golkar yang menggiurkan bagi SBY dan Demokrat. Bagaimana mendapatkan semua itu? Tak ada cara lain bagi SBY dan Demokrat kecuali merekrut kader Golkar yang punya akar kuat di Golkar. Siapa lagi kalau bukan Akbar Tanjung!

Memang benar suara Golkar tidak bisa diabaikan tapi AT sekarang ini tidak memiliki pengaruh yang legitimate di dalam tubuh Golkar. Adapun suara suara dalam Golkar yang menjagokan AT hanya karena ingin menawarkan tokoh alternatif kepada SBY setelah JK ditolak. Mereka berpikir SBY sangat berpeluang terpilih dan Golkar sudah terbiasa menjadi bagian dari pemerintah dan enggan menjadi opisisi.

Bagaimana peluang AT sebenarnya. Perlu diingatkan bahwa posisi AT sekarang tidak sama dengan posisi JK dulu. Dulu suara Golkar terpecah dan banyak memilih SBY-JK karena mereka bersimpati pada JK yang memainkan peran “teraniaya” setelah keluar dari konvensi Golkar. AT sekarang tidak memiliki itu. Hal yang teringat ketika orang menyebut nama AT adalah kasus Bulogate.

Berdasarkan 5 kriteria yang diberikan oleh SBY, ada beberapa poin yang membuat saya yakin SBY tak akan memilih AT. Pertama soal kesetiaan. Masih teringat bagaimana AT membuat konvensi yang berujung pada mundurnya JK dan Sultan dalam konvensi tersebut. SBY tak mau mengambil resiko dengan reputasi seperti itu.

Kedua soal chemistry. SBY dan AT tak pernah bekerja dalam satu tim yang solid. Walaupun masih harus dibuktikan apakah mereka bisa cocok atau tidak tapi trauma ketidak cocokan chemistry bersama JK membuat SBY tak mau bertaruh soal chemistry ini.

Satu hal yang mesti diingat, siapa cawapres SBY bukan ditentukan oleh rampimnas Golkar tapi oleh SBY tentunya. Rampimnas Golkar boleh mengusung siapa saja tapi kalau SBY menolak maka itu tidak akan terjadi.

Hidayat Nur Wahid

Setelah PKS memutuskan untuk tidak mengajukan cawapresnya maka selesailah sudah harapan orang orang untuk melihat HNW sebagai cawapres SBY.

Mengenai cawapres, PKS menyerahkan sepenuhnya ke SBY. Mereka tak akan ikut campur. Power sharing antara keduanya akan diwujudkan dalam kabinet, bukan di pucuk pimpinan RI 2.

“PKS menyerahkan sepenuhnya dan tidak ingin mengusik hak Pak SBY sebagai capres untuk memilih siapa cawapresnya. Apalagi Pak SBY sudah punya 5 kriteria,” kata Mahfudz.

Soetrisno Bachir

SB sebagai ketua umum parpol tentu sudah tidak memenuhi kriteria SBY. Adapun disebutnya nama SB sebagai cawapres dari PAN selain Hatta Rajasa menurut hemat saya hanya untuk kesantunan politik melihat SB sebagai ketua umum dan untuk menjaga agar PAN tidak pecah.

Hal lain yang saya lihat SB tidak akan dipilih oleh SBY sebagai cawapres adalah dua kriteria lain yakni loyalitas dan chemistry. Setelah SB didukung oleh Amien Rais sebagai ketua umum PAN kemudian SB mempromosikan dirinya sebagai capres yang menimbulkan friksi di tubuh PAN. Dari sisi chemistry SB belum pernah satu tim kerja bersama SBY. Kelihatannya sulit sekali memenuhi kriteria yang satu ini.

Sri Sultan HB X

Menurut kriteria SBY mungkin Sultan dapat memenuhi hampir semuanya walaupun tidak dengan sangat meyakinkan. Tapi satu hal yang jelas Sultan adalah kader Golkar. Ketegangan antara Demokrat dan Golkar sudah sampai ke akar rumput.

Namun jika SBY tetap memilih cawapres dari Partai Golkar, kemungkinan besar akan menimbulkan gejolak di tingkat daerah. Hal ini disebabkan, beberapa DPD masih terpecah dukungannya untuk berpisah dengan Demokrat atau tidak.

Namun yang paling penting disini adalah apakah Sultan bersedia menjadi cawapres SBY melihat deklarasi Sultan sejak awal adalah capres. Diperparah lagi ada wacana Sultan akan dicapreskan oleh PDIP.

Sri Mulyani

SM memenuhi banyak kriteria SBY. Bukan ketua partai dan memiliki kapabilitas yang kuat dalam bidang ekonomi. Tapi selain kelebihan itu SM juga memiliki kelemahan. SBY prefer cawapres yang memiliki dukungan partai. SM dari PDIP tapi dapat dipastikan tidak akan mendapat endorse dari Megawati jika SM menjadi cawapres SBY.

Satu hal yang kelihatannya juga menjadi ganjalan adalah masalah chemistry. Kita tahu SM seorang yang kuat dalam berprinsip dan keras dalam sikap. Sikap ini pernah menjadi “sandungan” ketika SM pasang badan untuk menentang kebijakan SBY dalam kasus “Membela Bakrie“.

Setelah tahu dirinya dimarahi Presiden SBY, Sri Mulyani berinisiatif untuk menemui Kepala Negara dan sekaligus untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).

Namun, Presiden SBY rupanya tak mau memenuhi permintaan Sri Mulyani, dan bahkan Kepala Negara tunduk dengan keinginan Sri untuk membuka suspensi BUMI ketimbang ia ditinggal salah satu menteri andalannya itu. (Inilah.com)

Suatu sikap tegas dan berani SM, namun secara chemistry ini tidak terlalu bagus sehingga banyak pihak yang menilai SM akan lebih efektif bila berada dalam kabinet saja.

Hatta Rajasa

Dulu ketika terjadi guncangan di dalam tubuh PAN, HR mendapat tuduhan sebagai orang yang berusaha menggembosi PAN dari dalam, tapi Amien Rais mengatakan bahwa membayangkan HR menggembosi PAN dari dalam sama dengan membayangkan matahari terbit dari barat. Suatu citra akan loyalitas yang terus dibawa hingga masuk ke kabinet SBY.

SBY sendiri juga sudah merasakan dan melihat sendiri kepiawaian HR dalam menjaga keutuhan koalisi di tengah dinamika politik. Masih teringat konflik antara SBY dan Amien Rais hingga SBY mengadakan konferensi pers yang geram, disana HR tampil menjadi mediator kedua belah pihak. SBY tentu terkesan dengan peran HR tersebut.

HR menunjukan tingkat chemistry yang terbaik diantara semua kandidat diatas. Berbagai macam posisi menteri telah ditempati oleh HR bersama SBY dan kelihatannya SBY terkesan dengan loyalitas HR. Seolah olah kriteria itu dibuat hanya untuk HR.

Menurut saya SBY akan memilih HR sebagai cawapresnya kalau dilihat dari kecocokan kriteria. Sedangkan dilihat dari perhitungan politik HR memiliki kelebihan dibanding SM. HR didukung PAN dan Amien Rais.

Dukungan PAN memang tidak terlalu besar tapi dukungan ini bisa memberi pengaruh pada partai lain seperti PKS dan PPP dan bahkan PKB untuk ikut memberikan berkoalisi mendukung pasangan SBY-Hatta. Kita masih belum melihat siapa lawan SBY-Hatta yang paling potensial. Golkar telah mengusung JK tapi ini belum harga mati karena serentetan loby dari PDIP masih terus dilakukan.

Siapa lawan ideal SBY-Hatta? Tunggu postingan saya selanjutnya…

http://www.facebook.com/pages/Say-Yes-For-SBY-HATTA/69163018278

9 Komentar

Filed under Uncategorized

Selamat Hari Raya

Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Natal bagi umat yang merayakannya. Mohon Maaf Lahir dan Batin, Merry Christmas Everyone.

1 Komentar

Filed under Uncategorized