Keluarga Muslim Bali

Silaturahmi Muslim BaliHari minggu kemarin saya menghadiri silaturahmi keluarga muslim Bali se Jabodetabek. Acara ini terakhir kali diadakan tahun 2003 di TMII. Silaturahmi ini punya riwayat panjang sejak tahun 80an.

Pertengahan 80an pengurusnya vakum karena anggota yang menggiatkan acara ini meninggal dunia. Kemudian kepengurusan diketuai oleh Abdullah Baharmus dan beberapa kali acara sempat diadakan walaupun tidak secara rutin.

Berbagai macam kendala membuat silaturahmi ini seperti antara hidup dan mati. Mulai dari kendala komunikasi, database anggota, pendanaan hingga kepergian pengurus ke-Rahmatullah yang begitu tiba tiba mewarnai riwayat silaturahmi warga muslim Bali di perantauan ini.

Saya masih ingat silaturahmi terakhir tahun 2003 di TMII begitu berkesan dan masih lengkap dihadiri anggota yang belum meninggal. Kini 2007 tercatat beberapa anggota telah pergi meninggalkan kita diantaranya tokoh nasional mantan ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) KH Hussein Umar.

Kemudian seksi sibuk Mas Idris yang menjadi motor penggerak kegiatan di waktu waktu sebelumnya, kemudian terakhir masih dalam hitungan hari dan masih dalam rangka kegiatan persiapan acara silaturahmi kemarin, Mas Cuk Sarudin salah seorang panitia, telah wafat secara tiba tiba akibat serangan stroke, sungguh suatu kehilangan yang mendalam.

Ketua paguyuban silatutrahmi muslim bali bpk Abdullah Baharmus memberi sambutan pembukaan dilanjutkan oleh ceramah agama oleh bpk Prof KH Ali Yafie. Acara yang mengambil tempat di Warung Bali Lebak Bulus ini mengagendakan pergantian kepengurusan karena penguruh yang lama telah bertugas hampir 20 tahun. Secara aklamasi dipilih ketua yang baru Mas Sunaryo Sarudin SH (kakak Mas Cuk Sarudin alm).

Banyak hal menarik sebenarnya yang bisa digali dari komunitas muslim Bali ini. Bagaimana kami berinterkasi dengan saudara kami yang Hindu dimasa lalu. Salah satu contohnya adalah ditemukannya Al-Quran tertua di Indonesia oleh Soegianto Sastrodiwiryo yang meyakini bahwa penulisnya adalah seorang muslim Bali. Soegianto sekarang sedang menyusun buku tentang jejak jejak Islam di Bali.

Abdullah Baharmus juga menceritakan bagaimana kelompok muslim Bali pada saat peristiwa Bom Bali turut serta di garda depan membantu evakuasi korban Bom Bali. Kemudian juga bagaimana negara negara Timur Tengah yang sangat terbantukan oleh peran muslim Bali dalam menyalurkan bantuan kepada korban Bom Bali.

Warga muslim Bali sangat mengutuk peristiwa Bom Bali sebagai suatu peristiwa yang merusak sendi sendi kehidupan beragama di Bali yang sudah berlangsung selama ratusan tahun. Dan tentu saja juga merusak industri pariwisata Bali dan Indonesia secara umum.

Muslim Bali memiliki makna penting bagi kehidupan beragama di Bali dan di Indonesia pada umumnya. Muslim di Bali adalah minoritas tapi kami bisa hidup rukun dan damai bersama saudara kami yang mayoritas Hindu di Bali. Mereka menyebut kami sebagai nyame selam (saudaraku yang islam).

Dalam berbagai sendi kehidupan sosial kami berbagi suka dan duka. Tapi dalam kehidupan beragama kami saling menghargai dan tak pernah mencampur adukan akidah. Kami tak pernah menyebut Tuhan kami sebagai Sang Hyang Allah. Kami tak pernah beribadah menggunakan aksesoris peribadatan umat Hindu.

Warga muslim Bali tidak melakukan dakwah agresif kepada warga Hindu untuk mengislamkan mereka. Kalaupun ada perpindahan agama maka biasanya karena perkawinan.

Dalam jaman perang kemerdekaan kami ikut berperang bersama mereka mengusir penjajah. Dalam makanan umat Hindu menghargai bahwa kami tidak memakan daging babi. Masih banyak kisah mesra yang belum kami ceritakan yang sesungguhnya amat berharga untuk memupuk kerukunan hidup beragama.

Apa sebenarnya muslim Bali itu? Muslim Bali adalah orang Bali yang muslim. Bagaimana bisa mengklaim sebagai orang Bali? Orang Bali pada umumnya juga bukanlah orang Bali asli. Orang Bali asli hanya sedikit dan mendiami daerah tertentu. Orang Bali pada umumnya merasa berasal dari Jawa yang datang ke Bali ratusan tahun yang lampau bersamaan dengan invasi Majapahit ke pulau Bali.

Kemudian gelombang pendatang berkelanjutan. Salah satunya adalah ketika pasukan Mataram jaman Amangkurat ke I menyerbu Jawa Timur (Blambangan). Sebagian pasukan Mataram tersebut ikut ke Bali sebagai tentara bayaran dan menetap di Bali dengan tetap memeluk agama Islam. Oleh Raja Bali mereka diperlakukan istimewa dan diberi tanah lungguh buat desa mereka di Pegayaman.

Gelombang selanjutnya datang sebagai pedagang dan berbagai macam profesi. Jaman penjajahan kolonial banyak pendatang yang berprofesi sebagai guru, termasuk ayahnya Bung Karno(termasuk juga leluhur saya dan leluhur sebagian besar para anggota muslim Bali yang lain).

Pendatang dari Jawa Timur dan Madura banyak berprofesi sebagai penjual dan pembuat masakan khas Jawa Timur seperti sate, rawon dan soto yang sangat mudah ditemui di Singaraja hingga kini. Banyak juga pendatang dari suku Bugis sebagai nelayan dan guru agama (guru ngaji masa kecil saya orang Bugis bernama Pak Samsudin).

Kenapa banyak pendatang? Karena Singaraja adalah kota dagang dan pelabuhan, jaman dulu ada jembatan untuk kapal berlabuh. Saya waktu SMP sering mancing di jembatan itu bersama Paklik saya Sutrisno.

Kampung kampung di Singaraja banyak diberi nama sesuai dengan asal pendatang. Karena itu ada Kampung Bugis, Banjar Jawa, Kampung Sasak, Kampung Arab, Kampung Tinggi (pecinan). Kampung orang tua saya bernama Kampung Mumbul karena ada tempat mata air.

Bahkan saking banyaknya kampung kampung non Bali di tengah kota Singaraja itu hingga ada satu kampung ditengah kampung kampung non Bali yang bernama Banjar Bali. Aneh yah, di Bali ada kampung bernama Banjar Bali. Itulah Singaraja.

Di daerah lain juga kurang lebih sama. Pada waktu silaturahmi kemarin terasa belum diberi porsi cukup untuk saling mengenal antar warga muslim dari daerah lain (Klungkung, Badung, Gianyar, Tabanan, Negara dan Karangasem). Ada 300 orang dan mereka berkelompok sesuai dengan daerah mereka sendiri.

Rapat pemilihan ketua baruSebagian dari mereka dari generasi tua. Yang muda hanya bengong tak kenal siapa siapa lagi. Apalagi jika orang tua mereka telah meninggal. Kemungkinan mereka tidak akan datang lagi pada acara silaturahmi berikutnya.

Karena itu saya berharap dengan kepengurusan yang baru ini akan dapat membuat program acara silaturahmi yang bisa membuat kita saling mengenal lebih dekat lagi. Terutama untuk keluarga muslim Bali yang telah meninggalkan Bali secara fisik tapi dihati mereka masih merasa sebagai muslim Bali.

Pipin dan kedua anaknya Alif dan Rani. Putra Om Hussein Umar: Emil dan keluarganya Echa dan Fouz.Sebagai contoh keluarga KH Hussein Umar beserta istri yang beliau berdua telah wafat namun putra putri beliau masih hadir di acara silaturhami tersebut.

Banyak juga saya lihat generasi muda yang lain yang masih semangat mau hadir. Mungkin karena merasa senasib diperantauan.

Apapun itu kita perlu menjalin silaturahmi lebih erat lagi. Kita ingin seperti eratnya keluarga Minang di perantauan yang sungguh luar biasa.

Saling membantu jika ada kesusahan (biasanya bila ada yang meninggal) dan saling berbagi kebahagian (biasanya bila ada yang menikah). Dalam acara tersebut oleh Sekjen terpilih Ida Bagus Mayure diusulkan untuk memiliki sebuah website untuk forum komunikasi maya.

Saya sangat setuju dan mendukung 100%. Mungkin sebagai langkah awal saya akan buat sebuah Blog untuk melaporkan segala sesuatu tentang kegiatan silaturahmi.

Bagi warga muslim Bali yang belum bergabung silahkan bergabung denga komen di Blog ini.

36 Komentar

Filed under islam, sosial

36 responses to “Keluarga Muslim Bali

  1. oh, ada juga organisasi gini. kalo aku udh lama ninggalin gini2, bli. udah tobat! hehehe.

    salam buat semeton selam di jakarta.

  2. @antonemus:

    Selamat atas pertobatannya😉 hehe

    Untuk muslim yang masih tinggal di Bali memang tidak terlalu penting organisasi semacam ini, tapi bagi yang dirantau terasa menjadi penting untuk silaturahmi.

    Anton, terima kasih atas dimuatnya artikel ini di Balebengong.net

    @abeeayang: wah keduluan Anton tuh…🙂

  3. magda

    salam wibi,

    kalau ga datang kemarin ga tau kapan ketemu wibi. lucu ya. malah ketemu disitu. kemarin aku cerita sama sepupu yang lagi kumpul di bali, kalau aku hadir di acara silaturahmi muslim bali. katanya ngapain silaturahmi sama orang bali di jakarta. orang jarang ke bali. kalau mau silaturahmi ke bali aja. gitu katanya. bolenya gitu ya….

  4. @magda:

    hihihi… justru karena gak bisa pulang ke Bali maka kita bikin acara di Jakarta, tapi mungkin karena mereka kangen ama kita, siapa yang kangen dia dateng dong… hehehe

    Magda, tahun depan insyallah ada acara lagi dateng yah?

    Bakal lebih rame dan ditempat yang lebih baik. Sorry kemarin ituh gak sempet ngobrol banyak karena situasinya gak memungkinkan. Si Fouz ajah sampe keringetan, untung dia gak nangis.

    Oh ya ada salam dari Om Ikranagara untuk putra putrinya Om Hussein katanya. Beliau juga temennya Om Hussein.

  5. Oh ya kebetulan saya adalah warga muslim bali dari kota negara kemarin saya datang bersama keluarga rsanya kangen dengan bali sedikit terobati maklumlah saya sangat jarang pulang kampung mudah-mudahan pertemuan seperti ini bisa berjalan terus tidak hanya halal bi halal tapi di event yang lainnya salam kepada nyame braye bali yang ada di jabodetabek sukses selalu di perantauan dan bisa buktikan bahwa warga muslim bali sebenarnya ada.

  6. Tiang nyame selam pingin gabung bagaimana caranya

  7. magda

    waalaikum salam tuk om ikranegara.. (wah keren amat ya dapat salam dari beliau.. he he)
    insyaallah datang dong tahun depan.. kemarin itu ok aja sih.. cuma aja harus pulang cepet, so, sorry banget kita pulang duluan. tapi kalo ada info2 boleh kita dikabarin ya..

  8. PB

    Di mana AlQuran tertua yg ditemukan oleh Soegianto Sastrodiwiryo??
    Yg saya tahu ada Al Quran berumur ratusan tahun yg dikeramatkan umat muslim di Kampung Bugis, Desa Serangan, Denpasar, Bali. Mereka keturunan prajurit kerajaan Badung (Pemecutan), yg sampai sekarang masih loyal ke Puri Agung.

    PB

  9. Yah saya juga tahu yang berumur ratusan tahun itu. Dulu sudah pernah diteliti oleh Den Sepuh, Al-Quran tersebut tidak bertitimangsa. Jadi tidak bisa divalidasi usianya.

    Sebelum tahun 1993 Al-Quran tertua di Indonesia masih yang di Aceh, tahunnya 1641, sedangkan yang ditemukan di Singaraja tahunnya 1626, jadi lebih tua dan belum ditemukan yang lebih tua lagi dari itu untuk sementara ini.

    Validasi tahun 1626 dari titimangsa itu dilakukan oleh Prof Dr Hasan Muarif Ambari (Guru besar Antropologi UI).

    BTW anda menyebut pemecutan, saya jadi ingat sebuah lagu yang sering saya dengar didendangkan nenek saya (Gusti Ayu Legi Rahayu, 81 tahun) dulu ketika saya masih kecil.

    Berikut kutipan lagunya:


    enyen ento mesuling di jaba tengah
    dong pirengang munyin sulinge di jaba

    enyen ento metangi meilen ilen
    Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan

    Dulu saya sempat berpikir siapa ya kira kira Gusti Ngurah yang metangi meilen ilen dari pemecutan itu.

    Takdir mempertemukan kita sekarang😉

  10. PB

    Wah, hebat sekali anda bisa ingat teks lagu Bali.

    Tapi masih ada salahnya juga😉.
    Yg pernah di Bali pasti tahu kalau nama di lagu tsb bukan dari Puri Pemecutan, tapi dari Puri Satria-Denpasar.

    Nama Pemecutan juga ada di mana2x, misalnya di Tabanan.

    Bisa disebutkan publikasi formal dari uji titimangsa itu?

    PB

  11. Oh ternyata memang benar benar ada tokoh itu? Saya pikir cuma nama dalam lirik lagu. Saya tidak tahu beliau dari Puri mana, yang jelas lagu itu sudah didendangkan nenek saya sejak tahun 40an.

    Bisa disebutkan publikasi formal dari uji titimangsa itu?

    Sebenarnya saya tidak terlalu paham pertanyaanya tapi berikut yang saya ketahui.

    Dulu pernah dimuat di Bulletin ICMI tahun 1993, juga pernah diliput TVRI tahun itu.

    Sebenarnya banyak dokumentasi media cetak akan hal ini di majalah maupun koran tapi tidak sempat saya kliping, salah satunya di majalah Kartini (saya lupa tahun dan tanggalnya).

    Dari data yang saya punya ada disebut disebuah buku terbitan Gema Insani Press tahun 1999 berjudul “Masjid-Masjid Bersejarah Di Indonesia”, karya: Abdul Baqir Zein halaman 298.

    Saya tidak tahu apakah masih tersedia di toko buku atau tidak, tapi bisa dicoba ke penerbit Gema Insani Press.

    Kelihatannya anda tertarik sekali dengan Al-Quran tertua ini, kalau demikian jika anda sempat ke Singaraja bisa hubungi sdr Amung Abdurachman ketua Islamic Centre untuk lebih detailnya.

  12. @Kasiyanto:

    Mau gabung mudah saja, nanti akan saya hubungi lewat email kalau ada event lagi. Sekarang pengurus sedang melakukan konsolidasi database.

    @magda:

    Ok Magda, nanti pasti aku kabari lagi kalo ada event.

  13. yahhh mudah2an terlaksana dengan baik dan bisa menjalin hubungan yang lebih sering lagi tidak hanya di event halal bihalal aja dengan adanya blok ini minimal kita bisa saling bercerita tentang nasib kita di perantauan kalau da berita2 terbaru warga muslim bali tolong kasi informasinya thanks

  14. oh ya saya juga aktif di salahsatu media internet http://www.mediasionline.com kemarin saya muat beritanya sebagian diambil dari blog wibi juga potonya karena saya kurang bahan ternyata sejarah muslim bali sangat panjang kalau bisa ceritakan satu -satu tentang peranan penting waraga muslim bali orang jakarta sangat minim pengetahuannya taunya hanya bali itu hindu thanks ya

  15. blogkeimanan

    makasih atas postingannya..🙂
    jadi inget waktu ‘kesasar’ di bali…
    tidur di emperan deket kampus udayana….
    trus, mau nyari mesjid tapi susah banget…
    terpaksa sholat di trotoar…..
    hehe…🙂

    i love bali……

  16. Kasiyanto

    Polri Kirim Tim ke Malaysia soal Penemuan 490 Ribu Ekstasi
    29-November-07 | 08:52:56

    ——————————————————————————–
    Jakarta-Mediasi Online. Mabes Polri mengirimkan satu tim ke Malaysia untuk memberikan paparan kepada otoritas pemberantasan narkoba di negeri itu, menyusul penemuan 490 butir ekstasi di apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat, pekan lalu, yang melibatkan lima warga negara Malaysia.
    Direktur Tindak Pidana Narkoba dan Kejahatan Terorganisir, Mabes Polri, Brigjen Pol Indradi Thanos di Jakarta, Rabu mengatakan, tim ini akan memberikan penjelasan secara lengkap kepada Malaysia soal kasus narkoba di Taman Anggrek.

    “Kita harapkan akan ada langkah-langkah dari Malaysia untuk mengungkap sindikat ini,” katanya menegaskan.

    Selain itu, Polri juga telah mengirimkan contoh ekstasi ke Amerika Serikat untuk dianalisa kandungannya. “Analisa ini penting dilakukan untuk mengetahui asal ekstasi melalui komposisi bahan baku,” katanya.

    Kepolisian Federal Australia (AFP) juga telah datang ke Jakarta untuk mempelajari kasus ini sebab enam bulan lalu, AFP juga menemukan satu juta butir ekstasi.

    Pekan lalu, polisi menemukan 490 ribu ekstasi dan menangkap lima tersangka termasuk dua WN Malaysia sedangkan tiga WN Malaysia lainnya melarikan diri.

    Kasus ini juga menyeret dua karyawan Bea dan Cukai Tanjung Priok sebab diduga ikut membantu masukkan ratusan ribu ekstasi dari Malaysia yang dicampur dengan jagung.

    Penyanyi rock, Ahmad Albar pun turut terseret kasus ini sebab salah satu buronan, Jenny, menginap di rumah Albar.

    Polisi yang menggeledah rumah Albar menemukan satu butir ekstasi di kamar mandi Albar dan 1,2 gram kokain di kamar anaknya, Fachry Albar. Fachry pun kini menjadi buronan Polri atas kasus ini.

    __________________________________
    _________________________________________________________________________________________

    Berita Terkait
    Kayu Hasil Illegal Logging tak Ada yang Masuk ke Wilayah Polair Polda Metro Jaya, 20-November-07 07:25:42
    Kapolri: Pencopotan Wadir Reskrimun Polda Sumut Mutasi Biasa, 18-November-07 19:46:41
    Menhan: Kasus “Balibo Five” Harusnya Sudah Selesai, 18-November-07 19:38:56
    Agum Gumelar Terpilih sebagai Ketua Umum DPP Pepabri 2007-2012, 15-November-07 09:00:53
    Prof Dimyati H

  17. Kasiyanto

    Rissa Susmex Berorasi Kampanyekan Anti Kekerasan Terhadap Anak

    Mediasionline-Semakin meningkat kekerasan terhadap anak dan antar teman-teman akhir ini kini menjadi persoalan bangsa Indonesia. Melalui sebuah perusahaan susu untuk anak-anak Sari Husada bekerjasama dengan konferensi Anak Bobo menggelar aksi anti kekerasan terhadap anak atau Stop Bullying dengan membagi –bagikan pin dan poster kepada pengguna jalan di sepanjang bunderan Hotel Indonesia ada beberapa artis ibukota yang turut hadir karena kepeduliaanya terhadap anak, Rabu (28/11) siang.

    Hadir dalam kampanye tersebut Rissa Susmex, Gusti Randa, Rheina, Juwita Bahar dan Gugun Gondrong.

    Kami mendukung program-program konfensi anak melalui ajang seperti ini anak-anak akan mendapatkan pengetahuan tambahan yang tidak didapat disekolah dengan program ini mereka dapat berinteraksi dengan teman-temannya dan para pembicara selama berkonferensi karena mereka juga diasah untuk menjadi manusia yang kreatif dan sigap terhadap situasi social yang ada dilingkunganya ,kata Yeni Fatmawati ,Corporate Secretary PT Sari Husada.

    Rissa memberikan orasi bahwa saya sangat sedih dengan kasus kekerasan yang sering menimpa anak Indonesia, termasuk anak-anak dari kalangan artis Indonesia. kekerasan terhadap anak tidak bisa dibiarkan kita harus memulainya dari sekarang untuk melawan kekerasan atau Stop Bullying Ini persoalan bangsa yang harus diselesaikan mestinya pemerintah bertindak tegas lewat undang-ungdang yang sudah ada,’’ ujar Rissa.

    Persoalan kekerasan terhadap anak merupakan bentuk perlakuan,tindakan yang tak terpuji penganiayaan secara psikis dan fisik. Bahkan, segala bentuk penganiaan baik secara psikis ini akan menyebabkan masa depan anak-anak menjadi suram dan tidak bahagia karena sang anak anak jadi trauma dengan apa yang pernah menimpanya diharapkan keluarga dan masyarakat dilingkungan sekitarnya
    peduli terhadap kekerasan terhadap anak,tegas Rissa.

    “Itulah sebabnya saya mau turun ke jalan karena ikut merasa prihatin terhadap anak-anak yang mendapat perlakuan tindakan kekerasan oleh sebab itu mari bantu anak-anak Indonesia agar bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang berguna bagi bangsa ,lanjutnya.

    Rissa menegaskan, kalau di luar negri seperti di Amerika kekerasan terhadap anak sudah menjadi kasus negara. Siapapun yang melakukan penganiayaan terhadap anak, akan dihukum dipenjara cukup berat. Bahkan, undang-undang penganiayaan sudah dijalankan dengan tegas,Namun sayangnya, di Indonesia undang-undang kekerasan terhadap anak belum dilaksanakan secara maksimal. “karena di negara kita untuk penegakkan hukum masih sangat lemah tidak berjalan maksimal, lanjut Rissa menghakhiri pembicaraan.
    —————————————————————————————————————–

    ————————-

  18. @Kasiyanto:

    Terimakasih atas kiriman beritanya mas🙂
    Saya coba cek situsnya mediasionline.com kok agak lambat yah?

    BTW mungkin sebelum kirim berita perlu di sesuaikan topiknya supaya tidak OOT kali yah😉

    Seperti yang berita “Polri Kirim Tim ke Malaysia soal Penemuan 490 Ribu Ekstasi” mungkin lebih cocok di postingan tentang Malaysia. Supaya pembaca gak bingung ajah.

    thx anyway…

  19. Kasiyanto

    Sandrina Malakiano, Tak Mau Tinggalkan Adat Bali

    Sandrina Malakiano
    PERSENTER yang juga mantan istri Rico Ceper, Sandrina Malakiano, mengaku merasa tidak lagi bisa berinteraksi dengan alam. Hal itu dilontarkan disela-sela acara lokakarya bertajuk Peluang dan Tantangan Hak Pengusahaan Perairan Pesisir di Jakarta, Selasa (4/12).

    Alasannya, karena dulu Ia adalah anak pantai. Apalagi sejak kecil Ia sudah tinggal di dekat Pantai Sanur, Bali. “Dulu, bapak saya punya kapal kecil dengan dua dek. Saya bersama kakak dan bapak, sering jalan-jalan [dengan kapal] ke arah Nusa Dua, Penida dan diving di Pulau Menjangan,” kenang Sandrina yang kini sebagai istri pengamat politik, Eep Syaifulloh Fatah.

    Kini, Sandrina merasa kehilangan semua kenangan indah itu akibat rusaknya lingkungan pesisir di Bali. “Saya melihat perusakan yang terjadi merupakan dampak pembangunan dan pengelolaan yang tidak tepat. Terasa sekali di Bali,” kata Sandrina yang baru-baru ini berkunjung ke Pulau Dewata itu.

    Selain itu, Sandrina juga menilai pembangunan hotel dan bangunan di pesisir pantai yang mengancam hilangnya beberapa adat Bali, seperti doa dan labuh jenazah. Untuk itu, dia tergerak memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang kelestarian lingkungan.

    Bersama suaminya, Sandrina mendirikan Sekolah Demokrasi Indonesia (SDI) di Lebak Bulus Jakarta Selatan, yang kini memasuki usia kedua. SDI dan Kementerian Lingkungan Hidup, kini mengadakan diklat tentang Politik Lingkungan di tujuh kota. Antara lain, Kupang, Surabaya, Pontianak, Makasar, dan Jambi.

  20. Kasiyanto

    Sandriana Malakiano adalah salahsatu nyame muslim bali untuk kedepannya masih banyak warga muslim bali yang nyasar atau kampih di jakarta dan sukses ini perlu dirangkul dan kedepanya kita bisa bertemu diacara halal bihalal lebih ramai lagi selain sandriana ada Dwi Huges masih banyak selebritis bali yang sukses

  21. Allhamdulillah…
    andai saja mereka tau bahwa perbedaan tidak selalu menjadi suatu pembatasan dalam pernikahan…

  22. romeoballi

    Saya baru tau kalo di kota jakarta ini ada paguyuban keluarga muslim bali, selama ini yang saya tau hanya kumpulan pemuda-pemuda muslim singaraja yang biasa nya mereka ketemuan di daerah condet. Saya juga nyame selam yang berasal dari singaraja bali, setelah mengetahui paguyuban ini saya pengen bergabung. Tolong info dan bagaimana cara nya ? Harapan saya mudah2an bisa mempererat tali persodaraan dan silaturahmi para nyame selam di perantauan.

  23. Wah, baru tahu kalo di Jakarta ada komunitasnya…

    Saya sendiri orang jawa yang hidup di Bali. dan istrinya saya dari lahir di Bali.

    Bagi semeton Bali yang ada di luar Bali yang ingin mengetahui perkembangan Bali dan kiprah Islam dalam pembangunan di Bali bisa kunjungi blog http://alimmahdi.blogspot.com

  24. Naqsyahby Arfian

    Sebagai Graphic Designer Saya pernah punya pengalaman kerja di Denpasar, tapi setelah ada panggilan kerja ke Jakarta ada rasa kehilangan harus meninggalkan Bali, apa lagi waktu belum begitu lama untuk survival. sebagai natural painting emosiku begitu kuat untuk berexplorasi di pulau Dewata. Kultur Majapahit yang membekas merupakan pencarian tanpa henti mengenai keindahan legenda trah orang tua kita masa lalu dan saya masih penasaran untuk menjumpai beberapa komunitas muslim yang tinggal di Denpasar untuk menjalin silaturahim, karena itu saya ingin bergabung di blog ini, bagaimana caranya? Harapan saya semoga bisa mempertemukan saya dan karier saya kembali dengan komunitas di sana. Salam untuk bloggers yang lain

  25. yudivedder

    2 tahun sudah saya tinggal di bali, tgl 7 Maret yll saya sempat bingung mencari tempat untuk sholat jumat gara2 nyepi, astaghfirullah… akhirnya saya tidak sholat jumat ;(

    I hate living in Bali…

  26. Kasiyanto

    halooo nyame bali di Jakarta dan sekitarnya kenken kabare becik-becik mau sedikit komentar nich bagaimana kabaranya perkumpulan warga muslim bali se Jabodetabek kok belum ada reaksinya bikin dong sesuatu biar warga muslim bali lebih dikenal karena saya lihat masih banyak warga muslim bali yan ada di jakarta belum tau keberadaan perkumpulan warga muslim bali

  27. FR

    Assalamualaikum Wr. Wb,
    Maaf mohon diinformasikan kepada sodara-sodara muslimah di Bali untuk berkunjung ke website kami (majalah muslimah Female Readers).

    Terima Kasih,
    Syukron

  28. @yudivedder:

    2 tahun sudah saya tinggal di bali, tgl 7 Maret yll saya sempat bingung mencari tempat untuk sholat jumat gara2 nyepi, astaghfirullah… akhirnya saya tidak sholat jumat ;(

    Kalau tinggal di Bali tanpa mebanjar memang agak sulit. Sejak lahir saya di Bali telah mengalami banyak hari besar dua keagamaan (Hindu dan Islam) secara bersamaan dan biasanya MUI setempat telah berunding dengan Parisadha untuk memecahkan persoalan yang mungkin timbul.

    Seperti kasus anda biasanya MUI akan menunjuk masjid masjid tertentu untuk melakukan Sholat Jum’at, yang perlu anda lakukan adalah update informasi tentang masjid mana yang ditunjuk, kemudian hari H pergi jalan kaki ke masjid, tapi perlu strategi sedikit.

    Dulu malah saya pernah ngalami Lebaran dan Nyepi berbarengan, alhamdulilah tidak ada masalah. Kuncinya update informasi dan untuk itu harus menyame braya (gaul dengan komunitas setempat) lebih intens lagi.

    @FR:

    Terima kasih atas infornya
    Ayo teman teman silahkan kunjungi :
    http://www.female-readers.com/🙂

  29. marzuki alawi

    kenlkan saya marzuki alawi dr denpasar..wah seru ya ada pekumpulan silaturrahmi islam bali di jkt,,cuma knp cerita penduduk bali hanya di singaraja??kok di denpasar gak di sebut??padahal di denpasar ada dusun yang islamnya sangat kuat dan tidak kalah dgn yang laen spt kepaon dan kampung jawa…dan dari segi sejarahnya pun sama dengan yang laen
    kami ada acara doa keselamatan bali yang akan di laksanakn pd tgl 29 juni 2008..bertempat di jl.A.yani denpasar ..datang ya

  30. ira

    halo. mas wib…aku baru aja jadi warga bali..tepatnya di singaraja…aku kebingungan nih cari temen2 yang muslim…. could u help me? thx…

  31. @marzuki alawi:

    cuma knp cerita penduduk bali hanya di singaraja??

    Kebetulan saya dari Singaraja dan tidak tahu banyak tentang cerita masyarakat Islam di Denpasar. Kalau Bli Marzuki punya cerita raris…

    @ira:
    Di Singaaja ada Islamic Center yang kebetulan didirikan oleh salah satunya ayah saya. (bpk Soegianto Sastrodiwiryo).

    Mbak Ira silahkan berkunjung ke rumah Bpk Abdul Gafar Makaramah (Pak AGAM) salah seorang pengurusnya di jalan anggrek, kaliuntu.

    Dari beliau insyallah Mbak Ria akan dipertemukan dengan komunitas Islam di Singaraja.

  32. komunitas muslim bali perlu dikembangkan, sehingga adanya suatu wadah yang dapat digunakan sebagai penyambung tali silaturahmi antara sesama kaum muslimin bali

  33. sangat bagus, ini sebagai ajang silaturahmi bagi warga muslim bali, kalau bisa tidak hanya antar warga islam bali, tapi yang non islam bali, hindu dll, perlu diadakan komunikasi antar warga bali agar hubungan warga bali semakin erat apapun keyakinannya. seperti pepatah, ‘jika cari sahabat dan saudara, carilah persamaannya, jika mencari musuh carilah perbedaannya’
    salam….

  34. Kasiyanto

    kapan ya ada agenda halal bi halal lagi rasanya pingin ketemu nyame selam yang lagi mengadu nasib di jakarta tolong ya dikabarin

  35. Ping-balik: Tweets that mention Keluarga Muslim Bali « Budayawan Muda -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s