Agustus 31, 2007...4:47 am

Nasionalisme Ganyang Malaysia

Lompat ke Komentar

Negara serumpun yang tidak ramah itu kembali berulah. Setelah sukses merampok pulau Sipadan dan Ligitan kemudian mencoba menyerobot blok Ambalat kemudian memperlakukan TKI secara kurang manusiawi kemudian membiarkan kayu hasil illegal logging masuk ke wilayah mereka dan kini seorang wasit karate kita yang diundang secara resmi oleh pemerintahnya digebuki 4 orang polisi pemerintah Malaysia.

Akumulasi dari semua itu mengundang reaksi kecaman yang keras dari berbagai lapisan masyarakat Indonesia. DPR mendesak pemerintah RI untuk memutuskan hubungan diplomatik. Aktivis karateka menggelar demo. Mahasiswa menggelar orasi didepan kedutaan Malaysia. Bahkan di Surabaya masyarakat melakukan sweeping terhadap warga Malaysia.

Den Sepuh pernah cerita tentang pidato Bung Karno tahun 1963 yang isinya Ganyang Malaysia. Saya masih ingat sekilas kata katanya:

Ini dadaku, mana dadamu?
Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi
Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi
Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
Kita hadapi dengan konfrontasi politik
Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
Kita hadapi dengan konfrontasi militer

Bunga Karno

Rasa nasionalisme bergelora. Mungkin rasa ini yang mendorong teman teman berdemo dijalanan. Walaupun sebagian pengamat politik sekarang bisa melihat bahwa apa yang dilakukan Bung Karno kala itu adalah politik pengalihan perhatian.

Tapi saya menganggap bahwa pandangan itu terlalu praktis. Bung Karno adalah orang besar yang punya visi tentang nasionalisme dan ingin mengajarkan kepada bangsanya bahwa Malaysia layak untuk diganyang.

Seperti Sultan Agung yang menyerang Batavia untuk meletakkan dasar patriotisme pada bangsa ini. Hampir semua perlawanan kepada Belanda setelah itu menggunakan serangan Sultan Agung tersebut sebagai sumber kekuatan moral.

Kita harus bersukur punya pemimpin seperti Bung Karno yang tegas dalam mengekspresikan sikap. Tidak klemar klemer yang bisa mengakibatkan jatuhnya wibawa. Lihat sekarang betapa tidak hormatnya negara tetangga itu kepada kita. Rasanya ingin segera saja kita ganyang dia.

Tapi semudah itukah mengganyang Malaysia? Bukankah kenyataannya sekarang kita yang diganyang oleh Malaysia? Lho kenapa begitu?

Ya bagaimana tidak seperti itu kalau ekonomi kita lebih lemah dibanding ekonomi mereka, rakyat mereka lebih makmur dibanding rakyat kita, perdagangan mereka lebih menguntungkan dibanding perdagangan kita, gaji profesional mereka lebih tinggi dibanding gaji profesional kita, aparat mereka lebih disiplin dibanding aparat kita, perkebunan mereka lebih menghasilkan dibanding perkebunan kita, peralatan militer mereka lebih mematikan dibanding peralatan militer kita, hukum mereka lebih tegas dibanding hukum kita, politik luar negeri mereka lebih canggih dibanding politik luar negeri kita… pfff terlalu panjang daftarnya.

Lantas bagaimana? Masih mau mengganyang Malaysia? Kalau kita lihat para demonstran dipinggir jalan memang itulah yang mereka inginkan. Konfrontasi militer? Seperti pidato Bung Karno yang membakar rasa nasionalisme itu? Sesederhana itukah mereka menghayati nasionalisme?

Tapi memang itu yang dikatakan Bung Karno pada pidatonya. Hmmm.. mari kita simak. Memang ada kata konfrontasi. Tapi diawali dengan pertanyaan. Artinya kalau mereka macam macam baru kita sikat. Itupun bertahap mulai dari konfrontasi ekonomi, politik baru kemudian militer. Ini yang masih belum dihayati secara mendalam oleh bangsa ini.

Penghayatan tentang rasa nasionalisme yang lebih kepada wujud manifestasi emosi semata. Pak Amien Rais pernah memberi contoh tentang nasionalisme ketika rakyat berduyun duyun datang ke Senayan untuk membela kesebelasan Indonesia berlaga di piala Asia. Ini fenomena yang mencengangkan banyak pihak. Rasa nasionalisme itu memang masih ada dan kental cuma belum mampu diconvert ke dalam manifestasi rasio.

Kalau ada TKW kita yang dianiaya majikannya kita marah marah tapi kalau para TKW itu pulang ke tanah air mereka dijadikan obyek pemerasan. Kalau atlet kita kalah bertanding kita kecewa berat tapi kalau diminta menyumbang untuk olahraga tidak mau. Lebih suka pakai barang import daripada pakai buatan dalam negeri walaupun kualitasnya sama. Bayar gaji profesional asing (expatriat) lebih tinggi dibanding bayar gaji profesional kita walaupun keahlian sama. Masih mau daftar yang lebih panjang? Bisa habis bandwidth untuk menuliskannya.

Kenapa bisa begitu? Sebab apa manusia Indonesia begitu? Den Sepuh sedang leyeh leyeh di depan TV menonton berita tentang penganiayaan wasit karate kita itu ketika saya memberi pertanyaan diatas. Karena tidak ingin terganggu dengan suara saya Den Sepuh menjawab dengan cepat. Jawabanya hanya satu kata: Leadership. Kemudian dengan remote TV Den Sepuh membesarkan volume TV.

Seandainya kita punya pemimpin yang memiliki leadership yang baik maka semua ini bisa diperbaiki. Tidak seperti sekarang yang pemimpinnya (baca: presiden) lebih banyak tebar pesona dan terlalu sibuk menjaga citra untuk melangsungkan kekuasannya.

Nasionalisme sederhana akan mengatakan urusin TKW tapi kalau Nasionalisme yang lebih dalam akan mengatakan ciptakan lapangan pekerjaan yang cukup sehingga rakyat tidak perlu menjadi TKW. Untuk semua itu perlu pemimpin yang punya leadership.

Malaysia memang layak diganyang karena kurang ajar tapi kalau dengan pemimpin seperti sekarang ini bagaimana cara mengganyangnya? Merancang kerja sama militer dengan Singapura saja tidak becus. Bikin harga diri negara terlecehkan. Apalagi mau mengganyang Malaysia. Wah jauh panggang dari api. Ganti dulu pemimpinnya baru kita ganyang Malaysia.

Update: 4 Okt 07
Malaysia kembali berulah dengan mengklaim lagu daerah Maluku Rasa Sayang Sayange sebagai lagu mereka. Mereka akan terus begitu sampai kita beri pelajaran.

52 Tanggapan

  • nah kalo saya yang sok tau ini malah mikir yang sekarang terjadi sekarang inilah yang merupakan politik pengalihan perhatian.. saya masih yakin nasionalisme kita tetap (bukan masih!) tinggi, tapi yang sekarang terjadi ini berapa banyak yang berpikir jauh kedepan dari sekedar ayo ganyang malaysia, yakin emang dampaknya bukannya akan tambah merugikan kita jauh lebih parah?

    pandangan praktis bahwa ini politik pengalihan perhatian justru tepat untuk yang sekarang terjadi.

    salam kenal dan maaf saya sok tau hehehe :D

  • ya, ya, ya … sampean benar-benar budayawan muda yang berjiwa tua … :D

  • syukurlah sudah minta maaf. kalo tidak, kita GANYANG mereka rame-rame. pasti kita menang….

  • pertama euy!
    blom baca. baca dulu ah, baru ntar kasi comment…..

  • Banyak sekali yang demo memprotes Malaysia. Topiknya sama : Ganyang Malaysia !!!! Yang demo pakai mobil Proton, olinya pakai Petronas, kalau liburan pergi ke KL, ke menara Petronas, ke Genting, ke Johor dll.

  • karena bangsa kita ini trendy? suka trend sesaat? ;)

  • Mungkin begini nasib bangsa pengutang, miskin, korup, terbelakang. Ujung2nya diremehin sama bangsa lain:SIngapur, Malaysia. Aneh betul ko bangsa yang segede ini bisa didikte sama negara2 kecil seperti mereka..

  • @nananias, you know better ;-) politik pengalihan perhatian dari masalah yang lebih serius yang sedang kita hadapi, setuju. Panjenengan meniko tiyang jawi nopo manado?

    @ndoro kakung, maturnuwun ndoro… :-p

    @jalansutra, merdeka bung

    @caknun, mosok sih? saya belum pernah ke KL dan gak pengin, takut ntar kejadian kaya Pak Budiman

    @Heri Heryadi, mari kita bangun bangsa ini supaya gak terus begini.

  • Sebenarnya untuk mengganyang Malaysia itu kan mudah saja. Kirimkan saja 40 juta pengaguran Indonesia. Ijinkan mereka lepas berkeliaran di Malaysia, gerogoti Malaysia dengan mereka. NAh, pas mereka repot tuh ngurusin 40 juta-an orang, baru kita hantam. Bagaimana? Hehehehe.. becanda tapi serius!!!

  • “ya kalau minta maaf itu kan masalah karakter, gak bisa dipaksakan.. dulu saya pernah minta maaf ketik asap hutan Indonesia masuk ke kawasan mereka….”

    Leadership is not being nice, Leadership is being right and strong!

    Semar mesem, semar mesem… bisanya cuma senyam-senyum tebar pesona… militer yang paling SIPIL bgt.

    Ini bukan masalah karakter Tuanku, ini masalah harkat dan martabat seorang WNI diinjak-injak oleh negara tetangga.. setidaknya anda bisa menunjukkan sikap protes dan marah.. Tuanku,

    Sekali lagi ya Tuanku.. Leadership is not being nice, Leadership is being right and strong!

    Tuanku.. harus banyak membaca teori kekuasaan Niccolo Machiavelli.

  • Maaf saya dari Malaysia..saya tak faham kenapa anda semua nak ganyang kami? Kita kan seagama Islam..dan ramai warga indonesia di sini bekerja dengan aman. Kalau anda nak ganyang sangat pergilah ganyang Amerika,Israel dan sekutunya. Kalau nak kira belasah jurulatih karate tu hari adalah silap faham polis tidak melibatkan negara pun. Jiran saya sudah kena ganyang oleh warga Indonesia semasa rumah dia kena rompak tetapi kami tetap layan warga Indon yang lain dengan hormat. Kami faham yang jahat tu individu bukannya negara. Maaf yer.. Peace

  • Halo Pak Blalang,

    Salam sejahtera untuk anda.
    Saya pahami kegundahan hati anda membaca tulisan tulisan di Blog tentang ganyang Malaysia, adalah suatu reaksi emosional yang sangat manusiawi tatkala pemerintah Malaysia belum meminta maaf.

    Sekarang sudah lumayan cooling down mari kita sama sama introspeksi diri.

    Bangsa kami memang perlu banyak bebenah diri supaya lapangan pekerjaan cukup tersedia di Tanah Air sehingga tidak perlu lagi rakyatnya pergi ke Malaysia untuk mencari sesuap nasi.

    Sedangkan Malaysia juga perlu menjaga sikap. Faham bahwa individu yang berulah dan bukan negara saya mengerti karena itu tolong sampaikan kepada pemerintah anda bahwa pulau Sipadan dan Ligitan sudah kami ikhlaskan, oleh karena itu sekarang tolong hormati kedaulatan wilayah kami dengan menjauhi Ambalat. Kalau ini tidak bisa dilakukan saya meragukan faham anda tentang individu yang berulah dan bukan negara.

    Soal masyarakat Malaysia yang selalu bersikap ramah pada warga Indonesia. Mungkin anda menutup mata dan telinga tentang hal ini. Sudah baca salah satu kisahnya tentang wisatawan Indonesia yang diperlakukan tidak baik? baca deh.. judulnya “If those indon run, just shoot them“.

    Memang itu tidak sepenuhnya salah kalian, karena memang rakyat kami terlalu banyak disana dan menyusahkan tapi jangan menutup mata dan mengatakan tidak ada apa apa dan semuanya baik baik saja.

    Wasalamualaikum

  • kita butuh musuh… jika ada musuh dari luar maka negara kita bisa bersatu. lenyap sudah semua perbedaan yang ada….
    Kenapa Malaysia? Negara ini jelas jelas tidak menghargai kita… perbatasan2 dilewati karena kita tidak bisa mengawasi.. hutan2 kita ditebangi… hasilnya untuk mereka.. TKI aman disana? BULLSHIT!!! liat tuh berapa yang pulang tinggal mayat…
    Teruskan Niat Soekarno.. GANYANG MALAYSIA!!!

  • ya udah, kalo gitu biarkan aja malaysia merebut semua properti kita…

  • [...] Sekarang setelah tahu bahwa kekayaan budaya dan alam kita jadi incaran mantan murid yang durhaka itu maka benahi diri dan jagalah baik baik warisan bangsa ini. Mereka tidak akan berhenti sampai mendapat yang mereka inginkan dengan cara apapun. Dititik ini saya benar benar bisa mengerti ajaran Bung Karno tentang Ganyang Malaysia. [...]

  • MINIMAL KALO KITA PUNYA MUSUH YANG LEBIH BIADAB DIBANDING ISRAEL YAITU MALAYSIA MINIMAL KAUM PANCASILAIS, ISLAMIS, KRISTIANIS,NASIONALIS DAN LIBERALIS DI INDONESIA UNTUK BERSATU!

    STOP SALING SERANG ! KITA SESAMA INDONESIA HARUS SALING DUKUNG UNTUK … GANYANG MALAYSIA !!!!

    DONT FORGET MASIH PUNYA KOPASSUS DAN TONTAIPUR KAN ? MERDEKA !!!

  • Woi orang2 malaysia!!!!
    NOORDIN M TOP ITU DARI MANA ?????!!!
    DR. AZHARI itu DARI MANA?????!!!!!!
    APA MEREKA ITU DARI INDONESIA????
    MEREKA ITU DARI MALAYSIA TAU!!!! KENAPA NGEBOM DI INDONESIA??????!!! MALINGSIA

  • scaning….. ip.mala-ya-sial
    found….
    bomb… ip…………

    GANYANG MAYASIAL……….
    HACK SITUS SITUS MALAYSIA……………..
    AYO PARA HACKER DEFACE RAME RAME SITUS MALAYSIA ….. SCANNING *.my

  • he……Malaysia!!!
    Lho….jual, Gua Beli.
    Dasar gak punya malu!!!!!!!!!!

  • Buuuzzz…………………….zzziiiidddd…..!!!!
    MalingSIA…………!!!
    BAJINGAN…………………………………………
    BAJINGAN…………………………………………
    BAJINGAN…………………………………………
    BAJINGAN…………………………………………
    TeTEp………..BAJINGAN………..Forever

  • MALAYSIA TETAP MAKMUR DARI INDONESIA

  • @perjuangan: kami disini tidak sedang mempermasalahkan kemakmuran Malaysia. Malaysia boleh lebih makmur dari Indonesia tapi harus jaga sikap, jangan sudah makmur tapi masih mau punya tetangga dengan cara nista.

  • …Bagaimanapun kita harus belajar utk memperbaiki harga diri kita sebagai bangsa…

  • MASALAH ADALAH CIPTAAN MEDIA ANDA,RASANYA ISU2 YG DIBAWA SUNGGUH REMEH SEKALI,LAGU RASA SAYANG JUGA ISU,KAMI HANYA GUNAKAN ITU SEBAGAI TARIKAN PELANCONG,MALAH KAMI NGAK NGOMONG IA MILIK KAMI..MENGENAI SIPADAN,LIGITAN ATAU PEAIRAN AMBALAT,KAMI PUNYAI HAK UNTUK CLAIM,MALAH 80% KEMENANGAN DIPIHAK KAMI..KAMI PEMIMPIN YANG BISA BICARA LEBIH BAIK DIPERINGKAT INTERNASIONAL.ANDA TIDAK BOLEH MENAFIKAN HAK SESIAPA..JIKA IA HAK KAMI,IA TETAP KEMBALI KEPADA KAMI,JIKA IA MILIK INDON,IA AKAN KEMBALI KEPADA INDON SENDIRI..YANG PASTI,KAMI TETAP TUNTUT SEGALA HAK KAMI

  • @Perjuangan: You might wanna stop using the term ‘indon.’ To us it is degrading and offensive. If you wont comply, then you’re just a waste of time.

  • @perjuangan:
    hei “malon” kalian boleh lebih hebat dari kami di dunia internasional. kalian boleh lebih pintar dari kami. tapi paling tidak kami lebih punya nurani dan moral dari kalian. masalah lagu rasa sayange klo memang hanya untuk sarana menarik perhatian ok, TAPI IJIN G TUH?????

    ini bukan masalah islam ato non islam
    ini bukan masalah rumpun melayu
    ini masalah etika dan moral bertetangga dalam negara

    mungkin yang lebih baik pada diri kami dari pada anda “malon” adalah nasionalisme. sebagai contoh kecil dan konkret, di piala asia kemarin dari 4 negara. negara kami yang paling banyak memenuhi stadion untuk mendukung negara kami. sedangkan di maling-sia sangat sedikit “malon-malon” yang nonton bahkan paling sedikit diantara 4 negara penyelenggara.

    rasa ini yang kami punya… .
    jadi hati2 bangsa MALING-SIA.
    anda jual kami beli
    anda beraksi kami bereaksi
    anda minta kami memberi

    GANYANG MALAYSIA… .

  • @perjuangan:

    RASANYA ISU2 YG DIBAWA SUNGGUH REMEH SEKALI

    maksud anda wasit karate yang digebuki itu gak bener dan cuma isu?

    MASALAH ADALAH CIPTAAN MEDIA ANDA

    wah wah ternyata emang bener orang Malaysia tidak mau melihat kenyataan dan menganggap bahwa semua kekerasan terhadap TKI itu cuma isu dan tidak benar.

    Kalau berita yang sudah jelas seperti pemukulan wasit itu saja sudah dianggap ciptaan media belaka, maka tidak ada lagi yang bisa dipercayai dari anda.

    LAGU RASA SAYANG JUGA ISU,KAMI HANYA GUNAKAN ITU SEBAGAI TARIKAN PELANCONG,MALAH KAMI NGAK NGOMONG IA MILIK KAMI

    Mungkin ngomong enggak tapi kelakuan pemerintah Malaysia mencerminkan hal itu. Mana ada maling permisi.

    MENGENAI SIPADAN,LIGITAN ATAU PEAIRAN AMBALAT,KAMI PUNYAI HAK UNTUK CLAIM,MALAH 80% KEMENANGAN DIPIHAK KAMI

    Seperti jawaban saya terhadap sejawat anda Pak Belalang, bahwa kami sudah iklaskan Sipadan dan Ligitan sekarang jauhi Ambalat itu milik kami.

    …KAMI TETAP TUNTUT SEGALA HAK KAMI

    Wuih hebat… maling teriak maling, harusnya kami yang ngomong begitu karena berbagai macam aset budaya kami yang anda curi… *geleng geleng kepala*

    Lain kali kalo masih mau komen gak usah pake all capital… norak… kami bukan TKI yang bisa seenaknya kau bentak.

  • rasasayang eh itu milik maluku? yaaaaa… betulll…. bukan miliknya indonesia. siapa kata maluku itu indonesia? indonesia memang tamak. sudahlah maluku dijajah oleh indon, lagu maluku juga dikatakan lagu indon. indon memang sial!!!!!!!!!!!!!!
    mau ganyang malaysia? sila la kemari. kamu memang tidak puas hati sejak tahun 60an bukan? sila la datang kemari. indon sial.

  • rasasayang eh itu milik maluku? yaaaaa… betulll…. bukan miliknya indonesia. siapa kata maluku itu indonesia? indonesia memang tamak. sudahlah maluku dijajah oleh indon, lagu maluku juga dikatakan lagu indon. indon memang sial!!!!!!!!!!!!!!
    mau ganyang malaysia? sila la kemari. kamu memang tidak puas hati sejak tahun 60an bukan? sila la datang kemari. indon sial.

    Haha… Desperate words of a LOSER!!!

  • @Captain:

    rasasayang eh itu milik maluku? yaaaaa… betulll….

    Pernyataan anda ini adalah sebuah pengakuan yang malu malu.

    siapa kata maluku itu indonesia? indonesia memang tamak. sudahlah maluku dijajah oleh indon, lagu maluku juga dikatakan lagu indon. indon memang sial!!!!!!!!!!!!!!

    ini persepsi anda sendiri.
    boleh boleh saja, cuma tidak ada yang bakal percaya. tak perlulah saya jelaskan maluku itu bagian dari Indonesia, semua orang sudah tahu ;-)
    apa anda mau klaim maluku juga?

  • Jakarta (ANTARA News) - Pihak pejabat resmi Malaysia akhirnya mengakui lagu “Rasa Sayange” merupakan milik warisan bersama bangsa Melayu, Indonesia dan Malaysia.

    “Saya mengutip pendapat dari Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Budaya mereka (Malaysia), juga pandangan dari seorang pejabat dari Indonesia,” kata Koordinator Media `Ship South East ASEAN Youth Program` (SSEAP) dari Indonesia, Devianti, di Jakarta, Minggu.

    Kutipan atas pernyataan-pernyataan dua pejabat itu, menurutnya, ditayangkan dalam program “Indonesia Now” di sebuah media televisi berita, Minggu petang.

    Lagu “Rasa Sayange` yang sebelumnya telah jadi paket promosi pariwisata Malaysia, menjadi semakin heboh ketika dinyanyikan oleh para pemuda Malaysia peserta SSEAP di Jepang beberapa waktu lalu.

    Akibatnya, muncul banyak komplain dari Indonesia yang sebelumnya juga merasa kecewa dengan sikap Malaysia, karena telah mengklaim lagu “Rasa Sayang Hei” sebagai lagu rakyat warisan budaya mereka, sebagaimana juga berlaku atas lagu “Burung Kakatua”.

    “Mudah-mudahan hal yang sama (dinyanyikannya lagu “Rasa Sayang Hei” oleh pemuda Malaysia di Tokyo), tak terjadi di sini (Jakarta). Kan mereka sudah akui, itu milik bersama dua bangsa yang ada suku Melayu-nya,” ujar Devianti.

    Ia mengatakan itu kepada ANTARA, sehubungan dengan program besar SSEAP Indonesia, yakni kedatangan serentak 315 pemuda-pemudi se-ASEAN, 13 hingga 16 November 2007 di Jakarta.

    “Bisa dibilang kedatangan serentak karena memang ke-315 orang muda itu datang serentak dengan kapal `Nippon Maru` dan akan berada di Jakarta selama empat hari,” ungkapnya.

    Selama di Jakarta, menurut Devianti, ada beberapa program kenegaraan (resmi), seperti pertemuan dengan Walikota Jakarta Utara, Ketua DPR Agung Laksono, Anggota Komisi I dan Komisi IX DPR, Gubernur DKI Jakarta dan bersama pihak Departemen Luar Negeri RI.

    “Di luar acara kenegaraan itu, ada kegiatan `home stay` selama dua malam dua hari bersama keluarga Indonesia yang tersebar di seluruh Jabodetabek,” tambahnya.

    Kepada warga Jakarta dan sekitarnya, demikian Devianti, bisa menikmati program `open ship` (acara terbuka untuk umum) selama satu hingga dua jam di KM `Nippon Maru`, pada hari Jumat (16/11) depan.

    Sekarang kok jadi milik bersama???

  • penulis hantu (kacukan Arab+ bugis) (bugis + india muslim) habis anak aku keturunan apa?
    Nopember 27, 2007 pukul 1:43 am

    dah berjuta kali aku dengari perkataan ini.. Ganyang! Ganyang! Ganyang Malaysia….! Tapi apa hasilnya, lihat apa yang terjadi? Adakah rakyat mati dan terus menderita? Atau semua rakyat malaysia dihingapi kudis buta? Tidak! Tidak sesekali tidak… Cuma kamu adalah telah dibodohi bangsa kamu sendiri…. Lihat bangsa kamu terus menerus hidup sebegini. Lihat tahap pendidikan warga abg (anak baru gede) kamu… Berapa % yang berjaya meneruskan pendidikan. Berapa % wong bumiputra berjaya masuk Universiti dan berapa %kah orang bumiputera dapat berkerja dan membantu anak bangsanya selepas berjaya mendapat perkerjaan….?

    aku ga pasti adakah kamu bereligi apa muslim atou non-muslim. apa aku bincang adalah pandangan dari sudut Islam. kalau beberapa pulau kesayangan kamu jatuh ke dalam tangan malaysia, bukan main kamu berjuang, seolah-olah kamu akan mengembom malaysia sehingga menjadi debu. Wow….! Hebatnya kamu….. Tapi lihat apa jadi dengan kepulauan Irian Jaya? Apa sudah jadi? Negara kamu adalah negara penganut Islam teramai di dunia. Sanggupkah umat islam melihat tanah kepunyaaan orang islam diberikan kepada bukan islam? Atau penduduk negara kamu mengamalkan konsep toleran, sehingga dikabarkan isteri gus dur telah bersembahyang magrib di belakang gereja semasa bulan ramadhan? bagus sekali…

    Dan permasalah TKI, bukan main lagi marahkan malaysia, kamu katakan rakyat malaysia kejam, zalim, suka bangga diri seperti kaum yahudi( seperti kaum yahudi?) dana sebaginya. disini aku cukup hairan, kalau masalah tki berlaku di malaysia bukan main lagi mahu di ganyang. tapi apa terjadi tki yang berkerja di arab saudi? Dan baru-baru ini seorang tki telah didera oleh orang arab saudi sehingga menjadi buta. Apa tindakan kamu terhadap arab saudi? Ganyang juga ke? Yang pasti satu perkerjaan yang bodoh dan tidak boleh ditinggalkan adalah melakukan demotrasi. Sampai bila mau berdemotrasi? Adakah kamu sendiri tidak percaya kepada kerajaan kamu untuk meyelesaikan secara aman?

    Sejujurnya, aku cukup meluat apabila bercakap tentang perkara bodoh seperti seperti

    1. lagu rasa sayang eh!

    sebenar aku tidak kisah dari mana lagu tu berasal, aku tidak kisah siapa yang menciptanya, aku tidak kisah siapa penyanyinya. Tapi aku kisah, masih ada lagi manusia yang bodoh. sanggup memperjuang la konon. Buat demotrasi (buat demotrasi lagi!!!!), bakar bendera, caci maki sampai berbuih mulut….. Orang belakang kamu yang menjadi adu domba bukan main dapat untung, habis kamu? Hanya dapat sehelai t’shirt malingsia. Itu dikasi baju kalau serta demotrasi. maka ramailah si tukang beca, tukang sapu dan sebagainya. kalau tiada kasi apa-apa, jawabnya hanya sibodoh sahaja menunggu di depan pintu pagar kedutaan malaysia. Dan pasal lagu tu, ambil lah. Nyanyilah. simpanlah. Pantelah lah supaya orang tidak lagi mengaku hak orang lain. Simpan lah sampai bila-bila. jagalah sampai bila-bila. kalau orang tidak mencukupi untuk menjaganya, bergilir-gilirlah menjaganya. kan kamu mepunyai ramai rakyat yang setia. Tapi ingat…. kalau semakin ketingalan ke belakang. jangan salahkan jiran-jiran. kalau kemiskinan masih menguasai diri, jangan salahkan RELA menghalau dan menangkap PATI.

    2. Soal makan (rendang, sate dan tempe)

    “Waduh! Waduh! Waduh! Orang malingsia telah mencuri hak kami….. orang malingsia jahat seperti babi…! bla bla bla…”
    begitu lah apabila orang terlampau bodoh berfikir. Apa nak kisah sangat pasal makanan atau nama makanan… makan aja yang ada di depan kamu asalkan halal. secara peribadi aku tidak pernah memarahi atau memandang rendah terhadap pengentahuan orang-orang indonesia tentang sejarah amat kurang. Kerana kemiskinan, berapa puluh peratus penduduknya terpaksa berhenti sekolah. dan bila tidak bersekolah maka pengentahuannya amatlah cetek. umtuk pengentahuan saudara, soal makanan ning sebenarnya telah wujud beribu tahun kat malaysia. Tak da nak paten sebagai makan malaysia. asal ada kat malaysia. maka orang indonesia anggap malaysia nak paten. Apa la fikiran ni? satu lagi aku tak heran, kalau orang tidak pelajaran maka ia akan maki secara sebarangan. tanpa mengkaji tanpa menyelidik dan sebagainya……

    3. tarian barongan….

    hanya sibodoh mengaku tarian ini asal dari negara dia. eh!!! sedapnya cakap tarian hak kau. kau tau tak? tarian ini adalah tarian bercorak agama hindu. Agma hindu ada dimana-mana. aku rasa tarian ini telah disebarkan melalui penyebaran agama oleh pedagang hindu zaman dahulu di nusantara. cuba kau tengok sejarah awal kerajaan melayu. di kedah, terdapatnya candi lembah bujang tempat manusia beragama hindu beramal. kau ingat agama hindu ni asal negara kau? kau ingat penganut agama hindu kat bali create tarian ini untuk indonesia? Please…… tolong skit. tepuk dahi fikir sendiri.

    3. wayang kulit

    woi mangkuk! wayang kulit banyak tempat lah ada….. habis wayang kulit di selatan Thailand tu ciplak kau punya ke? habis wayang kulit di negara china tu, kau ingat cina betawi eksport ke sana ke? habis wayang kulit ada kat burma tu, dia orang ciplak dekat dvd ke? habis wayang kulit ada kat rusia tu, copy and paste dari laman web ke? apa lah…. akal ada, ada hanya kat kepala. wayang kulit kat malaysia tak da nak curi dari indonesia.

    soal batik? kau fikir lah sendiri. pasai pulau-pulau tu…. pun fikir la sendiri.. la….. kau marah aku? aku cuma suruh kamu belajar berfikir jer. jangan asyik nak bernyanyi lagu-lagu jer. lepas rasa sayang sambung nyanyi si jali-jaili lepas tu nyanyi lagi, burung kakak tua…sambung nyanyi lagi…. habis sampai bila nak berubah ni?

    kesimpulannya

    1 pasal lagu. kau ambik, kau telan, jangan buang kat belakang.
    2. pasai tarian. kau pakailah custum tarian tu, kau menaril lah jangan berhenti. sampai mati.
    3. pasai makanan, kau ambik balik balik wong kau kat sini, wong jowo, orang banjar (termasuk aku? Alamak!) wong bugis (bini aku pun kena balik kampung?) suruh dia orang bawak balik periuk belanga. pastu patenkan makanan kau tu… simpan dalam mazium.
    4. pasai tki, suruh lah kerajaan kau ajar orang tki ni jadi orang skit. jangan sampai di indonesia, pakai seluar pendek untuk wanita, tak bertudung, yang lelaki pakai seluar koyak rabak, rambut panjang macam hantu. sorry la… sekarang orang malaysia tak suka tengok pakai macam tu. kampung sangat la…… dan satu lagi, tolong lah belajar hormat sama tuan rumah. jangan main redah.
    5. pasal ganyang tu. tunjukkan bukti. jangan setakat cakap jer.

    “”Ibu segala kerosakan kehidupan manusia adalah cinta akan dunia, ibu segala keamanan kehidupan manusia adalah cinta pada akhirat”

  • @penulis hantu:

    Terima kasih atas uneg unegnya. Semua kekurangan dan keburukan Indonesia yang anda ceritakan itu tidak serta merta membuat Malaysia atau negara manapun boleh mengklaim milik Indonesia.

    Soal khazanah budaya yang anda ceritakan “lagu, tarian, makanan” dan tki segala. Terkesan anda tak butuh dan ingin mengembalikannya pada Indonesia, mungkin itu benar perasaan anda.

    Anda sebagai warga Malaysia yang bangga tentu akan sangat risih melihat perkembangan belakangan ini. Sama, saya juga.

    Tapi dilain pihak pemerintah anda melakukan aksi yang tidak simpatik dengan semua manuvernya itu. Jadi tolong sampaikan pada pemerintah anda untuk berhenti melakukannya, supaya kita warga yang sama sama bangga akan negaranya maing masing tidak terusik dan bisa hidup tenang berdampingan.

  • wah setuju berat bung!! memang benar negara kita masih belum bisa mengganyang seperti yang orang lain harapkan.. terus terang saya sendiri juga ada rasa emosi ingin mengganyang.. tapi kalau dilihat lebih dalam dan simpel.. batik diambil malaysia kita marah2 padahal batik itu sendiri di indonesia tidak banyak dihargai oleh rakyat2.. mereka lebih memilih berpenampilan barat atau apalah daripada mereka menggunakan batik.. lumayan lucu kalau dipikir2 ternyata konflik ini ada beberapa sisi yg saling berkelut.. saya tahu persis masalah batik yg kurang dihargai karena orang tua saya sendiri adalah seniman batik.. tidak ada atau mungkin jarang orang indonesia membeli dan menggunakan batik tapi justru orang luar/bule yg sering membeli batik2 ini.. saya sering tersenyum kalau melihat keadaan kita sekarang.. seakan2 semua menjadi satu entah itu Agama atau ras dll. yg penting mereka warga RI mereka kompak menyebut GANYANG MALAYSIA!! seakan mereka semua sehati dan rasa nasionalisme mereka bangkit kembali.. betapa majunya bangsa kita kalau setiap warga RI mempunyai perasaan seperti ini dalam setiap menyelesaikan masalah2 dalam negeri,, bukanya malah dibawa ke persoalan Agama atau ras.. semoga saja peristiwa ini menjadi pelajaran untuk bangsa kita.. terimakasih… MERDEKA!!

  • salam kenal saudara wibisono, saya sedikit berkomentar mengenai keprihatinan yang sedang melanda bangsa kita. Perihal beberapa aset bangsa yang sudah di klaim oleh negara tetangga Malaysia, sekedar mencoba menenangkan suasana yang memanas. Dari kaca mata saya, ada kelucuaan yang dibuat oleh bangsa kita, khusus nya orang-orang Indonesia (termasuk saya), mengapa tidak? Bila dibandingkan dengan negara tetangga, bangsa kita terkesan kekanak-kanakkan, budaya yang ada sekarang sudah sangat jarang mendapat perhatiian dari kaum muda (seperti saya), yang kurang bisa dimaklumi adalah mengapa sebelum ada klaim dari negara tetangga terhadap hasil budaya kita, eh malah kita nyante-nyate aza, tidak perduli acuh tak acuh terhadap budaya kita, kemudian barulah ketika ada klaim terhadap aset budaya kita (batik, lagu daerah,tarian daerah) adalah milik malaysia, kita seakan-akan kebakaran jenggot dan membabi buta meluapkan emosi kita. Aneh! Bukan kah seharusnya dari dulu kita harus memperhatikan budaya yang menjadi warisan moyang yang ditinggalkan kepada kita. Bila memang apa yang kita punya diklaim adalah kita bukannya milik malaysia, cobalah selesaikan dengan kekeluargaan, dan yang paling berkompeten untuk ini adalah pemerintah dalam hal ini, untuk segera mendialogkan dengan negara tetangga. Ini komentar yang saya tujukan untuk bangsa saya sendiri INDONESIA. Kemudian komentar saya terhadap saudara PENULIS HANTU

    @penulis hantu
    sebenar aku tidak kisah dari mana lagu tu berasal, aku tidak kisah siapa yang menciptanya, aku tidak kisah siapa penyanyinya. Tapi aku kisah, masih ada lagi manusia yang bodoh. sanggup memperjuang la konon
    : KALAU MEMANG BANGSA ANDA BUKAN BANGSA PENCURI, MENGAPA ANDA MENGAMBIL BUDAYA YANG DIMILIKI OLEH BANGSA BODOH SEPERTI BANGSA INDONESIA?? SEDANGKAN ANDA SENDIRI TIDAK TAHU MENAHU MENGENAI SIAPA YANG MEMBUAT LAGU TERSEBUT. TIDAK KAH ITU PENCURI NAMANYA?? ATAU JADI KLEPTO YAH?
    SAYA RASA INI SUDAH MEMBUKTIKAN SEMUANYA!! DAN TIDAK PERLU RASA NYA SAYA MENGOMENTARI TULISAN ANDA SETERUSNYA.

    oke mungkin demikian dulu komentar saya, terima kasih.

  • Sekarang tinggal:
    Pemerintah berteriak “Ganyang Malaysia !!!!”
    dan aku akan maju membela HARGA DIRI bangsa Indonesia yang lama HILANG !
    Buat rekan-rekan bangsa Indonesia, Ayo Maju GANYANG MALAYSIA pantang MUNDUR !!!

  • Hallo warga Indonesia sekelian,

    Kamu harus peka sejarah. Penduduk kepulauan melayu berpindah-randah lebih ratusan tahun lalu. Ratusan ribu orang keturunan jawa di Malaysia, juga orang banjar yang datangnya dari Kalimantan, Orang Aceh, orang Minang yang ramai di Negeri Sembilan yang asalnya dari Minang kabau. Dato Najib, TPM Malaysia juga adalah dari keturunan dari kepulaun Maluku. Jadi sudah tentu budaya itu dibawa keseluruh pelusuk Nusantara. Budaya tidak ada negara dan yang ada budaya adalah bangsa. Ia adalah milik bangsa rumpun melayu yang menghuni kepulauan melayu. Ia bukan milik Malaysia atau indonesia. Saya sendiri yang umurnya sudah masuk 40 an sudah menyanyikan lagu rasa sayang he semasa umur enam tahun lagi. Saya pun tidak pernah ambil tahu lagu asalnya dari mana tetapi dinyayikan oleh kanak-kanak zaman itu. Jadi, berhentilah membawa isu ini yang boleh membantutkan proses kemajuan negara. Pikir perkara yang lebih berfaedah lagi.

  • @zulkif:

    Kamu harus peka sejarah. Penduduk kepulauan melayu berpindah-randah lebih ratusan tahun lalu. Ratusan ribu orang keturunan jawa di Malaysia, juga orang banjar yang datangnya dari Kalimantan, Orang Aceh, orang Minang yang ramai di Negeri Sembilan yang asalnya dari Minang kabau. Dato Najib, TPM Malaysia juga adalah dari keturunan dari kepulaun Maluku. Jadi sudah tentu budaya itu dibawa keseluruh pelusuk Nusantara.

    Landasan anda benar bahwa banyak orang Malaysia berasal dari Indonesia. Seperti yang anda jelaskan diatas, asal muasal dari Minang, Maluku, Banjar, Jawa, Aceh dst…

    Jadi sudah tentu budaya itu dibawa keseluruh pelusuk Nusantara.

    Jadi anda mengakui bahwa merekalah pembawa kesenian dan budaya dari Indonesia (Minang, Maluku, Banjar, Jawa, Aceh dst…) yang sekarang ada di Malaysia.

    Budaya tidak ada negara dan yang ada budaya adalah bangsa. Ia adalah milik bangsa rumpun melayu yang menghuni kepulauan melayu. Ia bukan milik Malaysia atau indonesia.

    Nah disinilah anda keliru dalam membuat kesimpulan. Daerah daerah asal yang Anda bilang tadi itu sekarang secara hukum berada diwilayah Indonesia. Dari sanalah asal muasal kesenian tradisi tersebut. Itu harus diakui dan jangan dikelabui.

    Jadi, berhentilah membawa isu ini yang boleh membantutkan proses kemajuan negara.

    Pemerintah Anda sudah mengakui bahwa lagu rasa sayange adlah milki Indonesia, itu sudah cukup.

    terima kasih atas komentarnya.

    @sige:

    Autokritik yang baik sekali. Sebenarnya perasaan yang memicu perbedaan sikap tersebut bersumber pada semangat yang berbeda. Antara nasionalisme dan patriotisme. Mungkin terlalu panjang kalau saya jelaskan disini. Lain kali akan saya posting tersendiri mengenai hal itu.

    salam kenal juga dan terimakasih atas komentarnya ;-)

  • Dimana Kesatria Majapahit
    Gunakan Keberanian Untuk Kebenaran
    Ambil Tanah Milik nenek Moyang

  • saya warga negara indonesia yang bekerja dimalaysia.Disini sangat menyenangkan,tapi tidak bagi kami,menyenang kan hanya untuk rakyat malaysia saja.Disini kami tidak ada hak untuk hidup.segala apa yang kami lakukan tidak pernah benar dimata mereka.apalagi rakyat nya selalu memandang sinis pada kami,mungkin kalau kami sayur sudah lama meraka makan kami mentah-mentah.

  • Tapi semudah itukah mengganyang Malaysia? Bukankah kenyataannya sekarang kita yang diganyang oleh Malaysia? Lho kenapa begitu?

    Ya bagaimana tidak seperti itu kalau ekonomi kita lebih lemah dibanding ekonomi mereka, rakyat mereka lebih makmur dibanding rakyat kita, perdagangan mereka lebih menguntungkan -dibanding perdagangan kita, gaji profesional mereka lebih tinggi dibanding gaji profesional kita, aparat mereka lebih disiplin dibanding aparat kita, perkebunan mereka lebih menghasilkan dibanding perkebunan kita, peralatan militer mereka lebih mematikan dibanding peralatan militer kita, hukum mereka lebih tegas dibanding hukum kita, politik luar negeri mereka lebih canggih dibanding politik luar negeri kita… pfff terlalu panjang daftarnya.

    Lantas bagaimana? Masih mau mengganyang Malaysia? Kalau kita lihat para demonstran dipinggir jalan memang itulah yang mereka inginkan. Konfrontasi militer?

    -iyaa kami di malaysia tidak pernah takut dengan berita2 ganyang malaysia ini..malah kami hanya mampu ketawa kelucuan hahaha

    aku juga puas hati baru2 ini dapat bakar pondok kongsi indon kat tempat aku..semua tki dah cabut lari takut di ganyang hahaha

  • ganyang tki!!!!!!! udah ramai tki yang udeh gue sendiri ganyang

  • @karno no cock:

    Anda merupakan contoh nyata bukti sikap permusuhan orang Malaysia, merasakan kesenangan luar biasa dari menganiaya TKI yang lemah di negaranya.

  • kamu mau tau ngga kenapa tki di ganyangin? udeh tentu tki ini yang membuat ribut dulu. tki2 kamu ini sudah kurang ajar dan biadap, udeh masuk ke negara berdaulat ini tanpa ijin, kemudian melakukan criminal seperti maling. di tempat gur ini kalo dulu boleh diakatakan sebulan sekali di maling rumah2 penghuni localnya. siapa tahan?? lantarin…kami strike back aja!! di ganyangin, rumahnya dibakar terus!!

  • @karno no cock:

    kamu mau tau ngga kenapa tki di ganyangin? udeh tentu tki ini yang membuat ribut dulu. tki2 kamu ini sudah kurang ajar dan biadap, udeh masuk ke negara berdaulat ini tanpa ijin, kemudian melakukan criminal seperti maling.

    Satu contoh lagi warga Malaysia yang tidak mau meihat kenytaaan dan hanya mengedepan egonya sebagai yang paling benar, tak perduli dengan kenyataan bahwa sebgaian besar tindak kriminaldi Malasyai itu pelakunya adlaah warga Malsysia sendiri dan bukan warga asing.

    Statement itu dikeluarkan sendiri oleh pejabat Malaysia. Ketua Komite Khusus Parlemen Malaysia, Dr Wan Hashim Wan Teh.

    …kami strike back aja!! di ganyangin, rumahnya dibakar terus!!

    Sebuah pembenaran yang keji, kalau sudah begini siapa yang biadab?

  • @karno no cock mungkin kalau kami maling kamu guru nya maling.kalian juga sering maling dipemukiman kami.kami maling sesuap nasi,tapi kalian bakar rumah tki,tu….kaliaan yang maling kebudayaan dan pulau kami itu nama nya apa?hukuman apa yang cocok untuk kalian?????

  • daripada u all pergi buang masa kat internet ni…

    baik pergi cari rezeki

    tapi kalau nak datang Malaysia

    pastikan ada permit kerja yang sah

    letih dah aku tangkap PATI ni……. dalam sebulan saja ah 500 orang aku dah sumbatkan ke dalam pusat tahanan

    ramai PATI offer duit rasuah…. aku tolak… hukumnya haram
    ramai juga PATI wanita yang offer nak bagi rasuah layanan sex…. tapi aku tak layan suma tu…….. aku dah ada bini dan anak

    so aku bagi pihak jabatan aku dengan ini merayu semua rakyat Indonesia………. plz…………. masuklah malaysia secara halal

  • bila indon nak ganyang ni? cepatlaaa, dah 2 - 3 tahun sibuk demo, takde pun.. korang indon memang suka demo2 ni kan? kan? hahaha!

  • spatut nya org indonesia pikir baik2 sbelum mau menghina malaysia..kamu semua bilang GANYANG MALAYSIA…tp kamu tidak pikir ttg saudara2mu yg ada di malaysia skrg….klu org malaysia mau emosi mcm org indonesia…sdh tentu org indonesia yg tingal di malaysia skrg akan dhancurkan semua…tp org malaysia ngak begitu..sbb org malaysia punya pikiran yg rasional dan ngak sekadar beremosi buta mcm org indonesia….org indonesia pintar2 semua…tp kok aneh banget..pikiran mereka kok ngak luas…mereka ngak bisa pikir yg mana baik n yg mna buruk…sadar lah…

  • herihidayatmakmun
    April 29, 2008 pukul 12:55 am

    Perlu ada pemikiran baru bagi para pemimpin Indonesia dalam format hubungan Indonesia - Malaysia yang menguntungkan bagi bangsa Indonesia.

    http://indonesianvoices.wordpress.com/

  • Mudahnya kamu cakap mau ganyang Malaysia ! Apa kekuatan kamu ! Setakat bilangan kamu yang ramai belum tentu kamu dapat mengalahkan Malaysia. Orang Malaysia ada otak, tidak sama seperti orang indonesia. Ganyanglah ! mana di orang indonesia yang gagah perkasa itu. Mari tunjukkan muka kamu saya pijak-pijak sampai hancur. Cakap besar saja.

  • ttp gw gk suka ama malingsia,,
    GANYANG MALAYSIA PART II

Tinggalkan Balasan