Oktober 29, 2007...6:08 am

Liputan Pesta Blogger 2007

Jump to Comments

Jakarta hari sabtu macet lebih parah diberbagai tempat. Khawatir datang telat ke Pesta Blogger membuat saya terpaksa mengumpat mantan gubernur Sutiyoso untuk yang kesekian kalinya. Maaf Pak Sutiyoso, tapi sulit sekali mengubah kebiasaan buruk yang sudah berlangsung selama 10 tahun. Makanya jadi gubernur jangan lama lama.

Sejak memasuki bunderan HI saya sudah melihat berbagai gerombolan orang yang gerak geriknya mencurigakan. Mereka tidak terlihat seperti orang orang yang biasa keluyuran di bunderan HI. Sinar matanya beda, sumringah dan terlihat berjalan terburu buru seperti pasangan pengantin baru yang akan menyerbu kamar pengantin.

(unknown), Abah Oryza,(unknown), Anggun, KaiTou, Tika, Lutfi

Masuk ke parkiran gedung Grand Indonesia yang lengang. Kecurigaan saya terbukti waktu sampai di depan lift terlihat kembali gerombolan orang orang sumringah sedang menunggu lift. Begitu pintu lift terbuka mereka langsung meloncat masuk sambil tertawa tawa girang.

Bersama Luthfi dan TikaSebelum pintu lift menutup ada seorang yang rasanya pernah saya lihat di TV ingin ikut masuk ke lift. Seorang wanita berkerudung yang belakangan baru saya ingat dia adalah Isyana, contributor Asia Blogging Network untuk segmen cerpen dan teenlit. Salah seorang di dalam lift memanggilnya dan kelihatannya mereka saling kenal. Orang yang memanggil itu ternyata Tika Banget, komandan blogger Jogja. Perkenalan kami berlangsung sambil jalan hingga ke meja registrasi. Kami berfoto bersama Luthfi.

Enda NasutionSaya ngobrol sebentar dengan Isyana sebelum ketemu dengan Mas Enda yang tampangnya mengingatkan saya pada Dhani Ahmad pentolan Dewa19 itu. Tidak sempat ngobrol banyak dengan Mas Enda karena kelihatan dia sibuk sekali manggut manggut, menyambut dan menyalami setiap orang yang masuk termasuk saya.

Saya berjalan ketengah sambil memperhatikan suasana dan para blogger yang saling berkenalan satu sama lain dengan ekspresi yang kurang lebih sama; “ohhh blog anuu, oohh blog yang ituuu, ohh aalaahhhh, loh kok beda sama fotonya di gravatar, dsb…”.

Mbak Shinta (Bubu), Om Wimar, Pak Cahyana (dirjen telematika)Dibagian tengah saya lihat Om Wimar Witoelar lagi duduk dan banyak orang bergantian minta foto. Saya ikut ambil bagian. Kalau lihat Om Wimar ini saya ingat seorang temen lama, Surya Witoelar, sama gendutnya :-)

Sebelum masuk ke auditorium saya bertemu dengan seorang teman dari milis PHPUG yang juga blogger, Indra Coto. Sebenarnya saya juga berharap bertemu dengan Riyogarta tapi rupanya dia tidak sempat datang. Banyak lagi blogger blogger lain yang ingin saya temui seperti Fatih Syuhud, Herman Saksono, Andreas Harsono, Radityo Djajoeri, tapi kalaupun mereka hadir maka saya akan kesulitan mengenalinya karena memang belum pernah bertemu.

Makhluk manis lagi sms, mas Budi lagi berdiri pake baju panitiaKetika sedang duduk didekat Digital Beat Storenya Pak Budi Rahardjo sambil cuci mata scanning makhluk manis yang berseliweran saya nemu salah satunya sedang duduk gelisah. Kelihatanya dia sedang menunggu seseorang. Saya putar otak cari pickup line yang jitu.

Hmm.. terpikirkan “ikut pesta blogger mbak?” tapi kelihatannya dia bukan blogger karena tidak pakai tag id pestablogger. mas Budi lagi duduk termenung memikirkan pickup lineDuh.. apa dong? terpikir lagi “jadi mau nonton film apa??” .. hah sok akrab banget… Sebelum saya berhasil menemukan pickup line dia udah keburu kabur. Bukan takdirku.

Kepergian si makhluk manis itu menyisakan ruang kosong di depan saya. Sebuah sosok yang kelihatannya pernah saya lihat di TV dan Blog mengisi ruang kosong itu. Bareng mas Budi PutraOh tidak salah lagi dia itu Mas Budi Putra, CEO Asia Blogging Network sedang duduk termenung entah menunggu seseorang atau juga sedang mencari inspirasi pickup line untuk cewek yang duduk disebelahnya. Sebelum dia berhasil menemukan pickup line itu saya langsung “todong” minta foto.

Belum sempat kami ngobrol terlihat dibelakang para blogger sudah berhamburan masuk auditorium yang dingin dan gelap itu. Didalam berbagai sambutan dilakukan oleh host, Enda dan menkominfo M.Nuh. Terasa antusiasme para blogger membahana kepenjuru auditorium ketika Enda berteriak Hidup Blogger Indonesia, Hidup Blogger Indonesia, Hidup Blogger Indonesia.

Ada beberapa poin yang disampaikan dari berbagai sambutan itu. Bahwa tanggal 27 oktober oleh menkominfo telah ditetapkan menjadi hari Blogger nasional. Bahwa ini kali pertama pertemuan blogger berskala nasional yang mengusung tema Suara Baru Indonesia.

Saya tidak terlalu hirau dengan segala macam sambutan dan ucapan terimakasih itu karena sibuk berkenalan dan ngobrol dengan para blogger disekitar tempat saya duduk. Tidak disangka bertemu seorang blogger duduk disebelah yang pernah kasih komen ke Blog saya, ini kejutan buat saya, namanya Anggun. Rasanya seperti ketemu teman lama tapi sebenarnya belum pernah bertemu. Aneh ya? itulah dunia Blog.

Setelah sambutan selesai ada acara dialog, Wimar Witoelar sebagai moderator dan beberapa tokoh Blogger sebagai narasumber. Topiknya adalah: apa sih Suara Baru Indonesia itu. Tidak ada jawaban yang benar benar baru. Semua sudah pernah saya dengar. Bahwa suara Blogger itu bisa menjadi sumber informasi yang mencerdaskan bangsa tapi bisa juga membodohkan bangsa. Pada sisi inilah Budi Putra menekankan pentinganya konten atau isi dari Blog.

Pada sesi tanya jawab ada blogger dari Poso yang diberi kesempatan untuk memberi salam kepada semua blogger. Terlihat betapa gumbiranya blogger Poso itu bisa datang ke pesta blogger ini. Sambutannya terasa sangat heroik dan meledak ledak hingga tiap kali dia selesai bicara disambut oleh tepuk tangan riuh para Blogger yang lain. Ia menceritakan perjuangannya untuk bisa datang ke Jakarta dengan biaya urunan dari kawan kawan sesama blogger di Poso.

Karena sudah cukup lama ia berbicara Om Wimar memberi tanda untuk selesai. Tahu bahwa waktunya sudah habis blogger Poso ini buru buru menambahkan kalimat penutup yang cukup mengharukan; “uang yang kami kumpulkan untuk datang kesini sangat pas-pasan hingga sekarang kami sudah tidak punya uang lagi untuk pulang”, konon katanya sponsor XL berbaik hati menanggung biaya kepulangan blogger pejuang itu kembali ke Poso.

Oleh Pak Menteri yang sudah meninggalkan ruangan, Om Wimar ditasbihkan sebagai blogger yang paling senior alis paling tua. Tapi belakangan ada blogger yang berusia 76 tahun. Om Wimar spontan; “Tolong sampaikan ke Pak Menteri”… para blogger gerr…

Makan bareng AnggunSaya sudah lapar dan berharap acara dialog cepat selesai. Begitu acara dialog ditutup saya dan Anggun segera menyerbu tempat makan. Kami mengambil tempat persis didepan panggung. Sambil membantai sepiring nasi saya berusaha mencari blogger yang saya kenal. Karena belum pernah bertemu sebelumnya maka saya hanya mengandalkan tag name yang dikalungkan di leher tiap tiap blogger.

Lebih nyaman memperhatikan tag name blogger berjenis kelamin pria. Soalnya kalau blogger wanita takut nanti mereka salah persepsi. Akhirnya nemu satu yang namanya Abah Oryza, hasil dari memperhatikan tag name. PriyadiAbah Oryza ini tidak percaya sambil kucek kucek mata waktu saya tunjukan yang mana yang namanya Priyadi. Kok masih muda yah katanya. Mungkin Abah belum pernah lihat fotonya.

Kalau blogger top seperti Priyadi tentu saya pernah lihat fotonya di Flickr jadi tidak kesulitan mengenalinya. Tapi ada blogger yang bisa dikenali dari gravatarnya di MyBlogLog. Salah satunya adalah Yan Arief Purwanto, contributor Asia Blogging Network untuk segmen pemrograman web.

Yan Arief PurwantoSaya nemu dia lagi celingak celinguk mencari blogger yang dia kenal tapi kelihatannya tidak ada satupun disekitarnya. Melihat dari jauh rasanya kok saya kenal nih, langsung saja saya panggil dan memang bener dia. Kami ngobrol sebentar dan berfoto. Mas Yan ini blogger yang programmer dan SysAdmin. Dari perkenalan singkat terkesan agak canggung tapi wajarlah untuk seorang yang belum pernah bertemu.

Didepan panggung saya nemu mas Andry S Huzain. Andry S HuzainSebenarnya saya pengin ngobrol banyak sama mas Andry soal Ruby dan Web 2.0 (kok bukan mbahas blog?) tapi didepan panggung sangat bising. Waktu memperkenalkan diri saja mas Andry harus konsentrasi dengernya, akhirnya saya putuskan untuk berfoto saja. Rupanya mas Andry ini giginya berwarna coklat, sama dengan saya.

Didepan meja prasmanan saya nemu Ndoro Kakung lagi memilih dan memilah cemilan. Ndoro KakungWaktu memperkenalkan diri Ndoro tidak mengenali nama saya tapi waktu lihat URL Blog saya dia baru ngeh. Rupanya blogger lebih familiar dengan URL ketimbang nama. Sama seperti SysAdmin yang lebih familiar dengan IP number ketimbang domain name, ciri ciri geek nih.

Mungkin karena Ndoro seorang jurnalis dia tampil lebih komunikatif. Kami ngobrol ngalor ngidul soal blogging. Dari situ saya memutuskan untuk ikut breakout session yang dipandu oleh Ndoro kakung dan mBilung nDobos dengan tema current issue.

RovickyPada perjalan ke breakout session di lounge atas saya bertemu dengan pakde Rovicky. Sempat berfoto dan ngobrol sebentar. Pakde Rovicky ini khusus datang dari tempatnya bekerja di Malaysia untuk meramaikan pesta blogger. Pada sesi tanya jawab beliau juga sempet memberi pertanyaan kepada Enda yang kurang lebih sbb:

Pada kesempatan ini saya ingin melihat Enda sebagai tokoh pemimpin Blogger. Saya ingin tahu mas Enda sebagai pemimpin kami, strategi apa yang akan dipakai untuk memajukan Blogger Indonesia kedepan?

Saya rasa ini suatu pertanyaan yang serius khususnya buat Enda. Jawaban Enda panjang lebar hingga susah saya ingat. Nanti kalau ingat saya posting komen.

Blogger BocahPada breakout session Ndoro Kakung dan Mbilung tampil lucu sesuai dengan tulisan mereka di Blog yang kocak tapi nyentil itu. Ditampilkan juga blogger bocah, Iyo dan ada lagi putranya Mbilung yang cerdas (saya lupa namanya). Tapi saya kurang puas dengan breakout sessionnya karena waktunya yang sangat singkat. Ada Kang Tutur dan Ibu Evy (Senyum Itu Sehat), kemudian ada Mbok Venus, Anggun, Tika Banget dan Nana Nias.

Ndoro Kakung dan Mbilung NdobosTidak ada yang benar benar dikupas pada kesempatan itu karena memang waktunya terbatas. Tapi yang jelas semua bahagia bisa ketemu. Bahkan Kang Tutur terlihat agak over acting pake cubit dagunya Iyo segala, tapi itulah kegembiraan pesta kami. Semua bergembira, tawa tiada henti. Sedih rasanya harus segera dihentikan untuk masuk kembali ke auditorium yang gelap dan dingin itu lagi. Kapan lagi yah bisa begini?

Begitu kembali ke auditorium acaranya adalah bagi bagi hadiah yang kurang menarik buat saya. Saya lebih menikmati sosialisasi bersama blogger yang belum pernah bertemu. Tapi ada yang menarik dari bagi bagi hadiah ini. Pada saat Enda dinobatkan sebagai pemenang dan berhak meraih hadiah sebuah notebook maka Enda dengan bijak memforward notebook tersebut kepada pemenang kedua yang nama Blognya Media-Bajingan apaaa gituuu (lupa). Enda Nasution, kau memang bapak blogger yang baik.

Maylaffaiza dan Nila TanzilSatu-satunya hiburan pada sesi ini hanyalah ketika Maylaffaiza ditampilkan dilayar dengan pakaiannya yang seksi itu mengundang blogger untuk cuit-cuiiiit. Para sponsor disebut satu persatu. Ketika giliran sponsor Microsoft disebut para blogger teriak huuuuuu, ditambah lagi ada yang teriak Linuuxx… para blogger jadi geerrr. Kameramanpun iseng shoot blogger yang lagi blogging di tengah tengah acara pake notebook Apple. Sadar dia sedang dishoot dan tampil dilayar, si blogger ini mulai bertingkah aneh aneh. Semakin sore keadaan semakin tak terkendali.

Rupanya jadwal acara hanya sampai jam 3 sore, jadi karena sudah lewat jam 3 AC auditorium dimatikan. Saya justru seneng supaya tidak terlalu dingin. Begitu acara selesai banyak blogger mengambil kesempatan untuk kopdar dengan komunitasnya yang sudah saling kenal sebelumnya seperti id-gmail, angkringan, cahandong, angin-mamiri dll. Mereka sudah tampak akrab karena memang sudah sering kopdar sebelumnya. Banyak juga yang langsung pulang karena ada acara lain.

Terima kasih saya ucapkan kepada panitia yang telah susah payah mewujudkan acara ini. Pesta kali ini begitu berarti dan bersejarah. Bahkan ada yang menilai momen ini sebagai sebuah moment penting kebangkitan Suara Baru Indonesia mirip seperti momen sumpah pemuda 28 oktober yang peringatannya jatuh keesokan harinya.

Saya dengan bangga berada pada moment ini bersama 482 blogger yang lain. Sekarang tinggal bagaimana memberi makna pertemuan ini hingga berperan penting dikemudian hari seperti halnya moment bersejarah Soempah Pemoeda. Ini adalah tugas kita bersama Blogger Indonesia.

Sekian liputan saya tentang pesta blogger 2007, pasti ada yang lupa saya sebut disini, untuk itu lebih kurangnya saya minta maaf.

57 Comments

Leave a Reply