Media Kutip Blog

Headline di DetikInetBeberapa bulan yang lalu saya terlibat diskusi dengan Mas Harry Sufehmi tentang dikutipnya tulisan pada Blog oleh Media mainstream di sebuah postingan saya tentang klarifikasi Pak Yusril Ihza Mahendra.

Saya belum pernah lihat media mainstream di Indonesia memuat berita dengan menggunakan Blog sebagai rujukan

Kemudian dibalas oleh Mas Harry:

Setahu saya, sudah lumayan sering mas. On top of my head – munirtaher.wordpress.com malah pernah satu postingnya diminta untuk di publish di koran Haluan, bukan cuma sekedar jadi rujukan.
.
Alhamdulillah. Mudah-mudahan trend ini terus berkembang dengan baik.

Kemudian diskusi berlanjut:

Koran Haluan itu Medan yah? apakah permintaan itu datang langsung dari redaksi koran Haluan?

Saya pernah dimintai keterangan oleh seorang wartawan tentang sebuah tulisan saya, katanya media tempat dia bekerja akan memuat artikel berkenaan dengan topik yang saya muat pada artikel saya tersebut.

Saya tentu tidak berharap nama saya akan dimuat sebagai narasumber, tapi saya cuma berangan angan kapan itu bisa terjadi.

Kapan media berani mengutip dengan mengatakan “…menurut si anu di Blognya… bla bla”, atau untuk lebih tepatnya kapan content Blog kita bisa sekredibel itu.

Kalau untuk diminta postinganya untuk dimuat utuh di media, mungkin agak beda yah. Bukan itu yang saya maksud.

Dijawab lagi oleh Mas Harry:

Mm.. kalau tidak dianggap kredibel, saya kira tidak akan sampai dimuat seperti ini.
Di halaman ini juga bisa dibaca komentar-komentar yang ada, penulis blog tersebut sudah dijadikan rujukan bahkan oleh warga negara asing.

Iseng coba search sebentar, dapat beberapa kutipan sbb :

Pak Kwarta, guru yang arsitek

“Dalam blog-nya, Mutoha menyatakan…”

Kualitas Bangunan Buruk Penyebab Banyak Korban Gempa

Banyak dari mereka yang telah mengenalnya secara virtual

Mungkin yang terbaru, kemarin ini blog saya baru dikutip + wawancara oleh koran Tempo.

Dengan konvergensi & kolaborasi antara kedua media, maka kita jadi bisa menikmati content yang makin beragam, berkualitas, dan bermanfaat.

Kemudian saya tanggapi:

Mas Sufehmi terimakasih atas informasinya tentang para blogger yang contentnya udah dijadikan rujukan oleh media.

Kelihatannya memang kredibilitas tidak harus dibangun secara offline. Saya gembira mendapati fenomena ini. Saya ingin lebih jauh lagi mengetahui bagaimana kredibilitas content blog dibangun dalam hubungannya dengan reputasi pribadi secara offline.

Republika merujuk Mas Rovicky dengan “Seorang anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia…”

Bagaimana Mas Rovicky dikenal oleh Republika?

Apakah Mas Rovicky sudah dikenal sebagai anggota Ikatan Ahli terlebih dahulu atau dikenal sebagai blogger terlebih dahulu?

Terus untuk Pak Munir Taher (salut saya pada beliau, lahir thn 31, mungkin beliau blogger tertua yah?), melihat usianya, jangan jangan Pak Munir ini sudah dikenal luas (tokoh masyarakat) oleh media sehingga sering dijadikan rujukan?

Untuk Enda Nasution saya rasa mungkin harus diberi pengecualian. Beliau itu kan bapak Blogger jadi orang media kalau menyangkut per Blog an mesti merujuk Enda.

Yang mungkin mendekati fenomena yang saya maksud adalah Mas Mutoha dan Pak Kwarta.

Beliau berdua kelihatannya dirujuk karena tulisan dalam Blog mereka.

Untuk mas Sufehmi sendiri punya reputasi di dunia opensource. Mungkin mirip Pak Budi Rahardjo. Jadi sudah punya reputasi dan blog menjadi media penyelancar saja.

Saya ingin lihat blogger yang membangun reputasinya didunia media dari ngeblog.

Mungkin tidak ada yang murni bisa begitu yah, sebab ketika tulisan dalam blog kita menarik perhatian maka mereka akan mencari tahu tentang reputasi dan mempertanyakan kredibilitas.

Katakanlah Mas Rovicky dikenal dari Blognya, tapi apakah dia bakal dijadikan narasumber kalau bukan ahli geologi?

Yang ingin saya lihat media jangan hapus identitas blogger ketika mengutip seorang blogger. Aneh gak sih keinginan saya?

Jawaban Mas Harry cukup menyemangati:

Yang Munir Taher itu setahu saya orang biasa. Baru “melejit” setelah beliau punya blog. “Success story” yang cukup menarik ) apalagi ketika kita menilik umur beliau.

Untuk mas Sufehmi sendiri punya reputasi di dunia opensource.

Mm.. kalau ini kok rasanya sih menurut saya belum. Bisa mas buktikan sendiri dengan melihat aktivitas saya di komunitas opensource Indonesia – saya kira saya baru mulai aktif sekitar tahun 2006, karena saya baru pindah dari Inggris tahun 2005.

Nah, kebetulan saya doyan menulis berbagai hal seputar opensource di blog saya. Jadilah yunior ini dikira pakar ) padahal sih, masih banyak sekali yang jauh lebih ahli di bidang teknis daripada saya. Honestly.

Saya ingin lihat blogger yang membangun reputasinya didunia media dari ngeblog.

Silahkan bisa baca posting saya yang satu ini :
Blogging to your success.

Moga bisa menjadi masukan yang bermanfaat.

Yang ingin saya lihat media jangan hapus identitas blogger ketika mengutip seorang blogger. Aneh gak sih keinginan saya?

Sama sekali tidak. Cuma, kalau saat ini masih belum, saya pikir tidak apa. Karena kadang masih ada yang menganggap bahwa blog (new media) & media konvensional adalah sesuatu yang saling bertolak belakang, tidak bisa berjalan beriringan.

Idealnya, blog & media konvensional bisa saling melengkapi. Mungkin masih perlu waktu beberapa lama lagi sebelum bisa terwujud di Indonesia.

Sementara itu, ya, mari kita nge blog saja dulu…. )

DetikInet HeadlineDiskusi itu membekas dihati hingga suatu saat saya bertemu beliau di sebuah acara dan reportase saya tentang acara itu ternyata dikutip oleh Media (DetikInet.com),  walaupun bukan media cetak tapi bagi saya cukup mewakili media mainstream.

Saya bersukur doa saya dijawab dengan cara yang sangat tidak saya duga. Mimpi saya diatas terjadi pada diri saya sendiri. Sebuah Blog dikutip dan diberi rujukan.

Senang tapi saya punya kebiasaan mencurigai sebuah kesenangan. Ternyata fenomena diatas sangat spesifik, sebuah acara Blog dan Blogger dikutip media, tentu mengambil referensi dari Blogger seperti saya adalah lumrah.

Kondisi sekarang adalah seseorang yang sudah punya nama secara non-blog bisa bikin headline hanya dengan sebuah sms, sedangkan Blogger seperti saya harus membuat satu tulisan artikel panjang lebar, itupun hanya jadi counter atau pelengkap berita headline tadi.

Rupanya memang kredilitas sebuah tulisan tidak hanya dari isi tapi juga dari identitas si penulis. Wartawan akan berani mengutip tulisan dari penulis yang identitasnya yang jelas.

Pada kutipan tersebut ditulis Blog Wibisono Sastrodiwiryo dan bukan Blog Budayawan Muda. Mereka lebih nyaman mengutip nama orang dari pada nama julukan atau nama Blog.

Mimpi saya kedepan semoga Blog lebih banyak lagi dikutip tidak hanya untuk seputar masalah Blog tapi juga masalah umum yang lain. Duh.. dasar manusia tak pernah puas diberi kenikmatan…

Kalau saya kenang kenang, hampir semua mimpi saya sebenarnya dijawab oleh NYA tapi dengan cara yang misterius. Saya lagi dag dig dug nih, soalnya ada sebuah mimpi yang kayanya gak mungkin terwujud tapi kok perkembangannya kearah sana terlihat pesat.. hehe semoga, Amien.

13 Komentar

Filed under curhat

13 responses to “Media Kutip Blog

  1. persepsi membungkus ‘ siapa dan capability ‘ seseorang dari blognya. Padahal bisa saja salah.
    Saya selalu dikutip sebagai fotografer, padahal salah besar. Saya cuma sutradara yang gemar jalan jalan .
    he he

  2. @iman brotoseno:

    nah perlu diselikidi.. eh selidiki, kenapa kok mas Iman lebih dikenal sebagai photographer ketimbang sutradara?

  3. ah.. saya jadi deg-degan nih baca ni artikel.. 😯

    tampaknya, media memang sudah dan sedang ‘melirik’ blog sebagai salah satu referensinya. mudah-mudahan momentum macam ini bisa terus berkembang. juga, saya pikir, jadi suatu tantangan buat para blogger untuk terus mengembangkan konten blognya.

    soal :

    “Rupanya memang kredilitas sebuah tulisan tidak hanya dari isi tapi juga dari identitas si penulis. Wartawan akan berani mengutip tulisan dari penulis yang identitasnya yang jelas.”

    barangkali berkaitan dengan tanggung jawab media (dapat mempertanggungjawabkan berita yang dimuatnya) kali ya?

    btw, terima kasih dan salam hormat saya buat Mas Wibi yang telah dan mau berlelah-lelah memajukan dunia blog indonesia ini.

    salam!

  4. Bagaimana kalau kasusnya seperti ini: Si narasumber malahan menjadikan blog saya sebagai rujukan dalam wawancara dengan media online, yang lantas disadur dan dipublikasikan oleh sebuah suratkabar. Kacau deh.

  5. M

    wah pak harry kaya artis, diwawancara.
    btw wib, emang sering kalo u berita seputar gosip artis. aku beberapa kali baca. fs aja dipake rujukan😀

  6. Ping-balik: media indonesia copy paste blog gw « maafkan & lupakan

  7. yg jadi masalah kok keseringannya media mainstream dengan malu-malu kucing, bahkan tanpa malu lagi copy paste media blog untuk media nya, apakah ini tandanya mereka-mereka masih menganggap remeh media blog?

    baru-baru ini saya nemu tulisan saya di copy paste di salah satu media mainstream di indonesia

    silahkan ceck di blog saya informasinya.

    thanks

    abahoryza

  8. Ping-balik: » media indonesia versi online copy paste artikel blog bikin blog jadi dagdigdug

  9. alva.hendi

    salam kenal mas.. kebetulan saya baru 3 bln nge-blog.. saya melihat potensi tulisan para blogger Indonesia ternyata luar biasa.. tidak kalah dibandingkan info2 dari media massa..

    ke depan sepertinya blog akan menjadi salah satu rujukan positif bagi siapa saja (termasuk pers).. asal si penulis menampilkan identitasnya dengan jelas.. jadi pers tidak hanya mengutip pendapat orang–yang katanya pakar–tetapi juga mengutip pendapat dari para blogger yang lebih jelas kepakarannya..😀

  10. Sebenarnya kehadiran blog sebagai media baru justru untuk memberi ruang lebih besar bagi beragam peristiwa yang tidak mungkin dimuat oleh media konvensional karena keterbatasan ruang.

    Jadi, menurut saya rada aneh jika blogger berharap tulisannya dikutip oleh “media lama”.

  11. Hm. Baru-baru ini kasus serupa dialami juga oleh seorang blogger lain dan Koran Tempo, mas Wib. Kebeneran lagi nulis artikel soal ini (buat blog). Aku trackback ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s