Ketahanan Negosiasi

Dalam negosiasi kerap kali pelaku mendapat tekanan dari berbagai pihak. Umumnya dari pihak luar tapi tidak jarang juga dari pihak internal sendiri. Berbagai macam kepentingan dapat dimobilisasi dalam bentuk tekanan.

Seorang negosiator yang ulung dapat mengatasi berbagai macam tekanan untuk terwujudnya kemenangan dalam negosiasi. Kadang tak perlu mengalahkan lawan tapi kemenangan bersama (win-win solution) adalah hal yang sulit diraih.

Seorang manajer perusahaan dituntut mampu bernegosiasi dengan menggunakan berbagai macam teknik. Salah satu tekniknya adalah Higher Authority untuk mengunci penawaran. Itulah yang dilakukan oleh Menkominfo ketika bertemu dengan para Blogger tempo hari.

Foto Pak Nuh dari DetikPak Nuh mengatakan bahwa ini instruksi Presiden, dengan demikian menutup ruang diskusi negosiasi. Tekanan dari dalam berupa kecaman atas pemblokiran YouTube dan teori teori yang dikemukakan beberapa Blogger bahwa YouTube tidak akan menyerah.

Pak Nuh tetap pada keputusannya, sebuah ketahanan dalam bernegosiasi. Bukti pada Wikipedia yang tak mau menutup halamannya tak membuatnya bergeming. Ketika ada pertanyaan sampai kapan, Pak Nuh menjawab sampai YouTube  menghapus film itu. Semua pihak pesimis YouTube akan memenuhi permintaan Menkominfo.

Hingga akhirnya Google dalam hal ini pemilik YouTube merespon dengan sebuah tawaran. Depkominfo menerima tawaran itu yang walau tidak memenuhi tuntutan teknis semula namun telah memenuhi tuntunan politis dan psikologis.

Inilah negosiasi, bahkan seorang Presiden sebenarnya bisa menggunakan gambit Higher Authority asalkan tahu caranya. Sebentar lagi saya harus menghadap ke Manajer sebuah divisi perusahaan client tempat saya bekerja sebagai konsultan. Desas desus mengatakan mereka ingin menawar harga, pilihannya tak usah buka ruang diskusi negosiasi atau temui tapi harus menghadapi tekanan. Wish me luck.

4 Komentar

Filed under curhat

4 responses to “Ketahanan Negosiasi

  1. edy

    gutlak, bro!
    ditawarin jadi mentrikah?:mrgreen:

  2. I beg to differ.
    IMO,
    I was right from beginning.

    Lalu apa kata Google? Pemilik situs YouTube tersebut menyatakan tidak akan mencabut Fitna dari situsnya.

    Menurutku juga,
    sebelum aku memaparkan kasus wikipedia, depkominfo tadinya masih gengsi menerima usulan pemblokiran sementara. Waktu ditanyakan berkali-kali oleh ndorokakung (persis sebelum saya), sangat jelas bahwa tadinya tidak ada tanda-tanda Youtube akan dibuka sama sekali sebelum semua video Fitna dihilangkan.

    Jangan lupakan juga,
    tanggal 7 April sebelum pertemuan (cek di indeks-nya Detikinet), APJII masih nurut. Setelah pertemuan (tanggal 8 April), APJII mulai membangkang, meminta kejelasan situs mana yang diblokir, bahkan memberi waktu 10 hari untuk jawaban pemerintah atau APJII membuka semua blokir kecuali 10 url teratas dalam pencarian Fitna.

    Depkominfo sebenarnya sudah goyah saat itu. Di akhir pertemuan, sudah tampak bahwa pemerintah mempertimbangkan alternatif seandainya respon Youtube masih seperti minggu sebelumnya.

    Saya sendiri sudah menduga hasilnya memang seperti itu mengingat kompromi yang dilakukan Google di Cina.

    (saya sempat heran, di masa pemblokiran, kok banyak blogger yang amnesia bahwa Google adalah pemilik Youtube yah?)

    Waktu tidak ada hasil dari pertemuan yang diutarakan secara terbuka oleh Menteri pada hari setelah pertemuan, jujur aja, saya tidak kesal. Karena saya bisa memahami, selain masalah kesibukan, pasti masih ada yang ditunggu oleh beliau. Saya mengirim e-mail ke Pak Edmon saat itu dan beliau menyatakan juga tidak bisa memaksa Menteri membuat pernyataan terbuka.

    Sambil menunggu, saya menyebarkan berita dari detikinet mengenai ancaman APJII mengenai batas waktu 10 hari supaya kawan-kawan saya bisa sabar menunggu karena saya tahu, walau mungkin video Fitna tetap terblokir selamanya tetapi cepat atau lambat, blokir youtube akan dibuka.

    Jadi, sebenarnya, kita menang ( sehari setelah pertemuan, APJII mulai berani mempertanyakan kejelasan instruksi bahkan mengancam membuka blokir bila tidak dijawab dalam 10 hari). Seandainya Google tidak menjawab pun, APJII pasti akan membangkang. Seandainya APJII masih menurut pun, tuntutan (lengkap dengan pengacara) sudah mulai disiapkan.

    Yah.. Menteri juga menang karena masih bertahan bahwa ‘Fitna’ tetap diblokir (gak perduli apa kata Boy Avianto).

    Saya pribadi masih tidak setuju pemblokiran. Seperti kata Eko Juniarto, “siapa yang bisa menentukan sebuah konten itu positif atau negatif”. Setidaknya, bila kelak ada masalah serupa di masa mendatang,

    1. ada sistem check and balance. Saya gak rela bila hanya sebuah surat dari menteri kemudian bisa menyebabkannya terblokir seluruh situs. Bagaimana bila ternyata kontennya dianggap negatif karena sebenarnya menguak aib pejabat? Misalnya, ditutup karena ‘porno’ tetapi ternyata, pelaku video porno tersebut adalah anggota DPR ternama. Setidaknya, berikan kebebasan buat beberapa pihak seperti pers, atau KPK, atau anggota DPR, kepolisian, dsb.

    2. ada sebuah prosedur yang jelas mengenai pemblokiran. Jangan sampai karena bahasa yang ambigu maka semua situs terkena termasuk domain-domain lain yang tidak berurusan. Apakah pemblokiran itu hanya sebagian ataukah keseluruhan domain?

  3. M

    ini Google pinter amat yak. dasar pembisnis. malah diajak kerjasama pemerintah Indo. ‘kerjasama’ dalam bisnis gak ada yang gak berduit kan?

    ck ck ck..Google google. Wib, kalo negosiasi gaya Google aja: pandai memanfaatkan kesempatan. butuh fasilitas lebih, ya bisnis kita musti extra.

    LOL

    Good luck and tell us what is the result!

  4. @kunderemp:

    Terimakasih atas uraiannya yang lengkap dan detail🙂

    Memang tidak ada yang menang telak, masing masing sudah mendapat bagiannya. Google tak akan menawarkan kerjasama jika tak ada Depkominfo tak bersikap seperti itu.

    Untuk mekanisme pemblokiran saya pernah utarakan dengan konsep yang sama yaitu tranparansi dan akuntabilitas wakti diskusi dengan Mas Harry.

    Nanti saya ingin buat satu ulasan tersendiri tentang usulan saya ini.

    @M:

    hahaha… kalo dilihat dari yang mereka tawarkan sih masih belum mengarah ke bisnis, gak tau entar yah… Thx anyway.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s