Dibalik Sikap Pak Nuh Tentang YouTube

YouTubePada pertemuan dengan Menkominfo kemarin terungkap beberapa hal yang penting menyangkut pemblokiran situs YouTube.

Pak Nuh memberi tahu bahwa perintah blokir itu datang langsung dari Presiden dan ketika ditanya oleh Mas Wicaksono apakah ada kemungkinan dibuka kembali, Pak Nuh menjawab tidak, sampai YouTube menghapus video Fitna itu.

Kenapa pemerintah sampai sebegitunya?

Beberapa dari teman teman yang hadir seperti Priyadi dan Jim Geovedi sudah memberikan masukannya bahwa secara teknis pemblokiran ini tidak efektif.

Kemudian Pak Nuh menanggapi bahwa apakah karena tidak efektif lantas kita biarkan. Saya menangkap kesan dari jawaban itu bahwa Pak Nuh enggan membahas aspek teknis dari pemblokiran itu, berarti ada aspek lain yang lebih menjadi pertimbangan.

Kalau dikatakan pemerintah ingin melindungi rakyat dari rasa tersinggung karena menonton film itu saya rasa tidak tepat karena prosentase pengguna Internet di Indonesia masih kecil dibanding rakyat keseluruhan yang 220 juta lebih.

Jadi kami pengguna Internet dianggap minoritas sehingga layak dikorbankan?

Tunggu dulu, diblokirnya situs YouTube memiliki implikasi sosial. Orang jadi penasaran dan mengcopy film tersebut dalam media lain seperti CD atau file yang bisa ditransfer lewat HP.

Kalau sudah begini masalahnya jadi lain. Disebuah milis malah saya mendapati ada email yang bertanya, “Sudah nonton Fitna?”. Perilaku ini memang jadi kecenderungan. Apa apa yang dilarang maka akan diburu. Orang jadi penasaran.

Apakah pemerintah aware dengan ini? Melihat perintah pemblokiran datang langsung dari Presiden maka patut dapat diduga bahwa pemblokiran ini karena alasan alasan politis. Film Fitna menghina agama dan sudah mendapat kecaman dari pemerintah Belanda sendiri dan juga dari SekJen PBB.

Mayoritas rakyat Indonesia adalah umat Islam. Pemerintah tentu dituntut untuk merepresentasikan sikap sebagai pemerintah dari negara dengan pendudukan beragama Islam terbesar didunia. Apa kata dunia jika Indonesia tidak bersikap protes terhadap pemuatan Film tersebut oleh YouTube.

Kira kira demikianlah pertimbangan politik luar negeri Presiden SBY ketika membuat keputusan pemblokiran YouTube. Soal yang lain jadi nomor dua. Apakah itu tentang bahaya transfer film Fitna ke media lain yang justru akan menyebar dengan cara yang lebih luas, atau apakah itu tentang pengguna Internet yang butuh akses ke YouTube akan terganggu, atau apakah itu terjadi kesalahan implementasi perintah blokir sehingga yang terblokir bukan hanya YouTube tapi juga situs penting lain seperti Multiply dan Rapidshare. Semua jadi nomor dua.

Adalah aspek politik luar negeri yang menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan ini. Mengenai aspek lain jadi nomor dua. Dari diskusi kemarin terlihat bahwa Pak Nuh tidak dapat membuka diskusi lebih dalam tentang pemblokiran ini, seolah olah itu harga mati.

Bisa dipahami karena beliau hanya seorang menteri yang harus take order dari Bos besar, Presiden SBY. Pemerintahan SBY dengan ini lebih mementingkan citra pemerintahannya ketimbang memperhatikan kebutuhan dan rakyatnya dari segala golongan.

Saya yakin banyak dari pengguna Internet Indonesia yang hanya sedikit prosentasenya itu yang tidak berminat menonton film jelek yang tak berkualitas itu. Hanya sedikit yang menonton atas dasar penasaran saja.

Setidaknya itu yang diungkapkan oleh Riyogarta pada saat diberi kesempatan oleh Pak Nuh untuk berbicara. Jadi sekarang kunci bukan di Pak Nuh tapi di Presiden SBY. Rasanya kok mustahil Presiden SBY mau mengundang kami ke istana untuk dengar pendapat seperti yang dilakukan oleh Pak Nuh. Citra lebih penting, apalagi mau 2009, begitu mungkin pertimbangannya.

Kita disini tinggal bengong. Bagi saya yang tidak terlalu butuh akses ke YouTube dan Multiply mungkin tidak terlalu merasakannya, apalagi saya pakai Speedy yang berani tidak manut perintah Menkominfo. Tapi bagi teman teman lain yang butuh tentu akan sangat menderita.

Bersabarlah teman teman, badai pasti berlalu. Cuma kapan…? Melihat kenyataan ini saya merenung betapa lemahnya kedaulatan TIK negara kita ini. Tak ada alternatif lain yang bisa diberi oleh anak bangsa. Mohammad DAMT dimilis nyeletuk yang menurut saya berisi poin penting.

MDAMT bilang kini saatnya mengembangkan konten lokal lebih giat lagi, memang ada layartancap.com tapi apakah server cukup kuat? Mari kita coba. Kita tak bisa begini terus, didepan sana akan banyak sekali problem yang tak bisa dipecahkan kalau kita tidak berdaulat.

Pemerintah akan hampir pasti lebih mementingkan aspek politik ketimbang yang lainnya. Bosen mikirin pemerintah mari kita perkuat TIK Indonesia sehingga kita bisa menjadi tuan rumah dinegeri sendiri.

64 Komentar

Filed under curhat, islam, politik

64 responses to “Dibalik Sikap Pak Nuh Tentang YouTube

  1. Tadi pagi saya di telp KBR68H, ditanya mengenai hal ini. Saya menambahkan bahwa (intinya) jika hal seperti ini tetap dilaksanakan, maka siap-siaplah kita mengalami masa seperti saat Departemen Penerangan masih ada. Dari dulu hingga beberapa hari kemarin, satu-satunya jalur yg ‘bebas hambatan’ hanyalah internet. Namun beberapa hari kedepan, rasanya tidak lagi😦

  2. berdoa…mereka yang di kominfo, adalah orang2 yang berkompeten di bidang dunia maya…hehehehe…

  3. jadi mau copy semua content youtube ke layartancap? he he he.

  4. Ah, saya makin yakin dengan pernyataan saya kemarin:

    “Minderan” rupanya pemerintah kita… Tidak percaya diri bahwa kita sederajat dengan ‘bangsa lain’. Tidak berani bersaing di level internasional, yang digebuk level lokal.

    Xenophobic, rasisme jadi alasan. Padahal bangsa Indonesia juga xenophobic dan rasis… eh, sukuis malah.

  5. @Riyogarta:

    Jadi pertemuan tanggal 11 jadi jam 9 ? Ok Om Roy.

    @Rio Octaviano:

    Amien

    @Budi Rahardjo:

    Tentu tidak, paling tidak ada startup pelipur lara. Kita lagi sedih Pak, mbok jangan begitu…

    @avianto:

    Mungkin gak, mental pemerintah kita support dengan menunjukan bahwa dari sisi aplikasi sudah ada layartancap.com tapi kapasitas dan kekuatan server yang masih kurang, jadi buat alasan ke pemerintah untuk mau mensupport infrastrukturnya.

    Kan gara gara mereka kita dilarang ke YouTube sekarang mereka harus mau ngasih kompensasi. Beri kami support infrastruktur.. ok

  6. ah, kalo gitu sih brarti alasannya politis aja. takut kehilangan fans pas 2009. eh, malah kita jd korban. dasar!

    yuk kita protes.

  7. Hiks ..Om Wibi saya nggak bisa akses multiply lagi .*nangis tersedu sedu* bantu buka mata, buka hati dan buka pikiran bapak menkoinfo dan pak presiden dong😦

  8. Hanya karena berisi konten yang sebagian kecil kurang mengenakan, You tube-nya yang diblok, apa ini relevan ya?
    Sesuatu yang ditekan berlebihan pasti akan jadi tambah besar dan eksis…semoga begitu juga dengan blog.

  9. Ping-balik: pertemuan blogger dengan menkominfo « Cokodidi

  10. Chery

    mau bunuh nyamuk kok pake meriam. bapak2 dan ibu2 yang di pemerintahan .. jangan matikan kreatifitas dan informasi kami.

  11. Apa gak seharusnya pak Nuh sebagai yg berkompeten di bidang IT dalam pemerintahan bisa memberikan argumentasi lain untuk melakukan hal lain yang lebih bijak selain menutup langsung akses ke youtube dkk-nya?. Atau mungkin secara pribadi pak Nuh setuju penutupan ini?…😦

  12. @Artana:

    Ya semoga Blog berkembang tidak dengan cara ditekan.

    @aprian:

    Saya kira kompetensinya tidak dibidang IT, tapi dibidang politik. Depkominfo cuma alat.

  13. Buat aku simpel saja : presiden dan pemerintah sudah mulai menerapkan SENSOR dan bahkan PEMBREIDELAN terhadap kebebasan berekspresi di internet.

    Apakah kita akan pasrah dan membiarkan pemerintah menjadikan blog sebagai batu loncatan untuk kembali mengontrol media massa seperti Orde Soeharto ?

    Aku jadi teringat pada sajak Wiji Tukul, “Cuma satu kata : LAWAN !”

  14. aseli kuper.. baru tahu kalo ada layartancap….. **gubrak**

  15. 🙄
    wah… kacau nih, jangan2 blog bakal dibreidel juga!

  16. wijayaferry

    sungguh aneh memang pemerintah kita, menganggap pengguna internet di indonesia masih minoritas sehingga layak dikorbankan !!!!!!! . Itu sama saja memasung orang yang mau berkembang !!!!.
    Ya ampun padahal di youtube banyak video yang bermanfaat, kenapa tidak meminta pihak youtube untuk menghapus filenya saja ???. dan walaupun di blok kita masih bisa mendownloadnya menggunakan external proxy. Bagaimana bangsa ini mau tumbuh menjadi bangsa yang berkembang kalau pencari info di internet aksesnya dibatasi ???.Begini analoginya anggap youtube itu pisau, pisau di tangan pembunuh digunakan untuk membunuh, tapi ditangan dokter untuk mengobati orang.
    Dan dengan memblok satu tempat tidak akan menyelesaikan masalah, sangat dengan mudahnya pihak lain mengupload di jutaan website lainnya berisi file yang sama. Apakah jutaan tempat itu akan diblok juga ???

  17. Chery

    Saatnya Community IT Bersatu melawan “Order Baru”

  18. wah bagus amat hp nya buat aku boleh engga. mita atu aja aku kan engga punya

  19. Ray

    Menyakitkan mas.. apapun alasan mereka itu tetep menyakitkan bagi kita semua.

    Mereka lebih memilih terkukung dengan pemikiran yg picik dan sempit daripada memberikan peluang bagi rakyatnya belajar dan mendapatkan informasi seluas luasnya.

    Menurut saya ada baiknya pemerintah malah menayangkan Film ini dan ditonton secara bersama sama oleh berbagai golongan dan agama di Indonesia, dan setelah itu mari kita perbincangkan dan diskusikan, kita berikan masukan bahwa apa yang ada di dalam filem tersebut adalah Fitnah.

    Tokoh masyarakat dan Pemerintah wajib memperjelas apa yang terkandung dalam filem tersebut, jangan di tutup tutupi seolah olah kejadian itu benar? kalo kita tonton bersama sama, kita kaji bersama dan diberi masukan dan pengertian yg mendalam oleh ahlinya (pemuka agama) tentu pengertian kita akan benar. Jadi mau pilih mana? Blokir mereka (youtube, google dll) atau kita ajarkan kepada masyarakat tentang segala sesuatu yang baik dan tunjukkan bahwa hal itu buruk tanpa perlu kita tutup tutupi?

    Ya sekali lagi pemerintah masih berfikiran soal rasa ewuh pakewuh dengan tetangga tetangganya, banyakan basa basi akhirnya mati sendiri.

  20. @ Chery
    @ kangtutur
    @ wijayafery
    @ Ray

    Pemerintah mendapat momentum dengan adanya kehebohan soal Film “Fitna”. Dengan dalih untuk mencegah masyarakat marah dan terjadi benturan antarumat beragama; lantas sensor dan breidel pun mereka jalankan. Kebebasan berekspresi dirampas begitu saja.

    Kita tidak punya pilihan lain, harus melawan; mumpung pemerintah masih taraf coba-coba. Aku himbau kepada teman-teman yang menguasai seluk-beluk IT, tolong kirimkan pesan yang jelas pada pemerintah : Jangan coba-coba mengontrol kebebasan di internet.

    Lebih bagus lagi kalau teman-teman kasih kesibukan buat pejabat-pejabat itu.

    M E R D E K A !

  21. Lula Leyla

    @Robert Manurung;

    Apa yang Bang Robert maksud dengan kebebasan berekspresi di Internet? Kalo nulis, bikin musik, bikin film mungkin berekspresi. Lha wong cuma browing saja kok berekspresi.

  22. wishnuzaki

    oalah, jadi itu instruksi yangmanadaripada juragan tho? pantesan.. *tiba-tiba ingat sama departemen kegelapan dulu*
    makasih buat infonya ya mas.. salam🙂

  23. AM Putra

    Kasian lah Pak SBY sudah di dunia nyata taringnya tumpul, minimal kan masih bisa ‘unjuk taring’ di dunia maya.

  24. @ Lula Leyla

    Yang namanya kebebasan berekspresi itu kan harus merupakan sistem yang utuh. Misalnya Anda dibolehkan bikin film apa saja; tapi dilarang mengedarkan atau mempertontonkan ke masyarakat luas; apakah masih ada kebebasan berekspresi di situ ? Atau bioskop diijinkan memutar, tapi masyarakat dihambat untuk menonton…

    Kuharap cukup jelas dan bisa dikembangkan sendiri berdasarkan acuan itu. trims.

  25. praboto

    Jadi semua itu hanya karena politik ? karena memberatkan politik maka pendidikan informasi menjadi nomer kesekian. Ok lah kalo memang begitu. Artinya kita HARUS lebih pandai, lebih kreatif, lebih cerdik, kita putar otak kita lebih trengginas lagi.

  26. @Wibi: “apalagi saya pakai Speedy yang berani tidak manut perintah Menkominfo. ”

    Walah, hari ini dah ga’ bisa koq…

  27. AGUS SUSANTO

    apa sih manfaatnya porno, diblokir kok komentar.mbokyauo yang baik saja dikomentari eh malah yang menyudutkan kita dan demi anak bangsa yang sudah rusak moralnya ini malah bagaimana cara memperbaikinya, gitu lho kang/mbayu sing dipikir, mau dikutuk tuhan menjadi tokek.

  28. Ratih

    @AGUS SUSANTO:

    Emang yang ngomongin situs porno siapa? Bukannya ini soal YouTube?

  29. AGUS SUSANTO

    kalian tau ngak/? siapa sih pak sby itu, beliau khan masih keturunan kyai ponorogo yang bernama kyai besary, dan beliau khan juga warga termas pesantren di pacitan, dan siapa pak nuh itu, adalah menantu cucu dari menteri agama jaman kabinet sahir, dan anak kyai dirungkut surabaya, jadi ya pantaslah ngak setuju adanya porno -pornoan itu. maju terus pak sby paknuh perangi itu yang mungkarot itu.

  30. wah…jadi rame nih… situs apalagi nih yg mau diblokir? ntar bisa2 internet malah dilarang nih hehe….

  31. @AGUS SUSANTO: ngomong opo. Ora enggone kang… mbahas YouTube koq nyambunge ng porno. Piye tho?

  32. chocolovemic

    mungkin orang mikir YouTube = Porno, karena memang itu yg dicari oleh orang yang bilang itu. kalau saya sendiri di youtube ngga pernah kepikiran buat nyari yg porno, males.
    youtube mati, rapidshare ladang ebook dan ilmu saya mati, wah wah wah.
    jadi youtube bukan ditutup sementara ya? kalau yang memerintahkan penutupan ini lengser gmana? apa boleh dibuka lagi?
    langkah penutupan ini bukti Indonesia memang tidak punya suara di kancah internasional, jadi ngga bisa meminta sang empunya youtube untuk menghilangkan content FITNA, begitu juga di Rapidshare.
    Indonesia Indonesia…..kasian niat nasib mu.

  33. oracle

    anton :
    April 8, 2008 at 3:06 pm

    ah, kalo gitu sih brarti alasannya politis aja. takut kehilangan fans pas 2009. eh, malah kita jd korban. dasar!

    yuk kita protes.

    @anton : bner, early campaign nih ceritanya 😛

  34. andiku

    kemarin YouTube, sekarang Rapidshare mungkin besok Web Blog yang ada posting filem Fitnanya atau mungkin yang ada pornonya kali.

  35. Ping-balik: Banyak jalan menuju Roma ehh.. Youtube « addiehf blog’s

  36. masa?
    jadi g bisa ngambil nasheed di youtube lagi nih..
    gara2 greet wilders inih.. pake bikin pelem pitnah segala..

  37. mahma mahendra

    iya jangang maen blokir donk. masa para pakar it kita g punya cara buat memfilter tu film?

  38. sepakat dengan pak nuh!
    tidak efektif bukan berarti tidak perlu dilakukan!
    lagian dari mana asalnya kok tahu tidak efektif, wong baru dijalankan. kalo toh tidak efektif, seberapa besar ketidakefektifannya???

  39. Alus Setya Pambudhie

    bunuh tikus di lumbung padi dengan membakar lumbungnya:-s

    kesian yang ga bisa liat” discovery dari youtube…

  40. ramdani1428

    sama sekali tidak efektif!!
    Ibarat buat mencegah anak tertular pengaruh buruk teman2nya. Si anak dilarang sekolah atau malah sekolah ditutup sekalian.

    Di youtube film yang negatif (porn atau fitna) ada berapa sih, paling cuma segelintir doang. M Nuh atau SBY itu belum pernah ke youtube kali ya?

    Jadinya begitu denger fitna diedarkan di youtube langsung aja maen blokir tanpa liat efek negatif/positifnya

  41. sampean dtg pertemuannya?

  42. youtube..
    rapidshare..

    padahal banyak bgt konten2 penting yang di upload di rapidshare..

    ngapain coba buka youtube buat nonton film “fitna” thu..
    masih banyak film2 yang lebih berguna yg bisa di tonton disana..

    paling juga film itu menyebar dari orang ke orang pake media penyimpanan (flashdisk). Jadi penyebaran film ini sebenernya ga akan bisa dihentikan.

    Pemblokiran rapidshare juga ga penting bgt.
    Kan masih banyak bgt yg sejenis itu, mega upload, dkk. Kenapa ga skalian aja di blokir semua??

    Trus kalo udah di blokir semuanya, ,
    interet bukan lagi media informasi yang tanpa batas, melainkan SANGAT TERBATAS.
    Turut berduka..

  43. Katanya menterinya pakar IT…
    * nggak ada hubungannya sih he he. Hanya satu hubungannya, ia paranoid

  44. thoma vyrist

    owh… jadi gitu ya…

    ternyata “atas petunjuk dari…”

    kalo emang bener gitu, SBY sama aja bunuh diri di 2009 nanti, gw pribadi sendiri ngikutin perkembangan kepemimpinan SBY di dunia nyata yang jelas ada yang gagal disana-sini, yang lebih mentingin ngelunasin utang IMF daripada mikirin yang busur lapar, lebih mentingin pasang landasan untuk presiden AS daripada untuk benerin sekolah, lebih mentingin nangis untuk ayat-ayat cinta daripada nangis untuk rakyat yang menderita

    sekarang masih pake bikin keputusan yang jelas-jelas pemikirannya sempit, berarti emang bener, selama ini SBY lebih mentingin predikatnya dia di mata luar negeri daripada di mata rakyatnya sendiri

    keputusan untuk memblokir situs ini itu, sama aja kayak mengebiri dan memiskinkan kebebasan kita dalam mencari dan mengakses informasi

    kalo emang bener pemerintah sekarang sesempit ini pemikirannya dan kebijakannya, mending “Jangan Pilih Pemimpin Kayak Gini Lagi”

  45. udah, youtube diblokir, saatnya pengguna internet indonesia berkarya di wordpress, daripada nonton video2 ga jelas. ambil hikmahna wae atuh

  46. kpd Yth om/tante yg punya blog ini, Mohammad DAMT, Budi Rahardjo, dll yg coba2 promosikan situs streaming lokal begituan: Apakah om2/tante2 sudah periksa situs tsb dg seksama?

    Coba cek, judul2 di Top Video aj udah amat “menyeramkan” gitu, ‘ntah kontennya.
    Apakah situs lokal kayak gini (tanpa filter) yg bakal disupport terus oleh om2/tante2??

    Saya ndak anti om2/tante2 mempromosikan situs lokal begituan (meskipun kontennya menyeramkan, pornografis, sensasialitas, dsb), tp om2/tante2 sbg budayawan, pakar, dsb rasa2nya kok gimana gettu looh…..

  47. @JiMik:

    yg coba2 promosikan situs streaming lokal begituan:

    Anda lihat situs begituan yang mana?
    Bagian yang mana yang anda maksud begituan? Kalau layartancap.com isinya kebanyakan video lucu dan video klip berita dari TV.

    Apakah situs lokal kayak gini (tanpa filter) yg bakal disupport terus oleh om2/tante2??

    Tanpa filter? Filter beda dengan Blocking. Filter hanya memblok bagian tertentu tapi Blocking itu keseluruhan.

    om2/tante2 sbg budayawan, pakar, dsb rasa2nya kok gimana gettu looh…..

    Anda perlu baca tulisan saya sebelumnya tentang pentingnya pengendalian pornorgrafi sebelum menuduh saya yang bukan bukan…🙂

  48. GUE NGGA AKAN MILH SBY LAGI TAHUN DEPAN!!!!

  49. pemerintah kita memang keblinger kayaknya. mau memblok sampe youtube menghapus film fitna ya sama saja dengan nunggu youtube bangkrut. kok sikap pemerintah kita ga dewasa sama sekali yak.

    salam kenal om wibi🙂

  50. sahabat88

    sedih juga dan lega juga…lho kok gitu??
    iya gue sedih kalo youtube diblok…tapi senang cz gue kesel sama tuh film…pantas kalo pemerintah harus bersikap tegas.
    bukannya sama pendukung orde baru/reformasi…orang ataupun organisasi yg memfitnah islam harus diingatkan…!tulkan bro?
    baca tulisannya saya agar tenang n damai ikutan ceramah ustd qurasy sihab

  51. ree

    Memberdayakan konten lokal; kalo konten lokalnya isinya kayak fitna semua juga tetep aja dibredel. Saya pikir bukan mencari solusi atas pemblokiran ini (layartancep, proxy,dll), melainkan bagaimana merubah pola pikir sporadis dan kekanak-anakan pemerintah menanggapi sebuah ‘fenomena global’ seperti film fitna.
    btw, saya punya puisi buat Pak Nuh:
    http://rizalrenaldi.blogsome.com/2008/04/08/puisi-buat-menkominfo/
    yang mau baca, monggo.🙂

    salam kenal bung wibi.🙂

  52. albertus

    lalu solusinya bagaimana? apakah kita cuma bisa diam menunggu? sementara semuanya diobrak abrik? Apa komunitas internet punya wadah persatuan? mungkin perlu dibuat satu. Kalau perlu parpol sekalian.

  53. INGAK INGAK !!! PEMILU SUDAH DEKAT !!!

    JADI KEBIJAKAN PEMERINTAH CUMA BERSIFAT MENCARI POPULARITAS

    Prosentase pengguna internet penikmat youtube aja tidak sampe 200.000 ribu orang. Jadi ngapain mikirin mereka! Kalaupun dapat suara sebesar 200.000 untuk dapet 1 kursi di DPRpun belum tentu dapat😆

    inilah nasib kalangan minoritas (penikmat youtube) harus di tindas … demi kursi di parlemen!

  54. ada cara lain

    Saya setuju saja kalau youtube diblokir, karena gak ada kepentingan di youtube. Bahkan di kantor saya bandwithnya lebih lapang, karena gak pada download film.

    Beda halnya dengan orang-orang yang mungkin perlu youtube untuk keperluan bisnis. Mereka akan mengalami kesulitan dan kerugian.

    Saya mempunyai cara sebagai jalan tengah. Sementara youtube tidak diblokir, film fitna pun tidak bisa diputar (bukan dengan cara flagging yah). Mau tahu caranya?

  55. @ada cara lain:

    halah mas, jangan main petak umpet dong, kalo emang mau sharing ya langsung saja.

    Lagi pula sekarang udah gak perlu lagi mas, karena YouTube sudah dibuka blokirnya. Silahkan dicoba.

  56. ada cara lain

    saya udah coba sih. dari pagi udah bisa.
    coba ketik fitna disearch nya, udah gak bisa lagi

  57. neo

    @ ada cara lain:
    saya sudah search kok masih ada… ya
    and youtube, rapid udah di buka apa cmn gwa doank? ato uda ditarik lagi kep MENKOMINFO RI itu anyone could answer?

  58. wibi dan kawan kawan lain, aku turut berduka cita yah..aku juga merasakan kesel dan geli sekaligus. pemerintah kita kaya anak kecil banget. malu2in..

    aku pengen kita yang minoritas tapi rasional ini berbuat sesuatu deh. kalo emang ini pesenan presiden, aku rasa kaena dah mau deket 2009 nih. jadinya cari muka di depan partain hijau. halah

    we should do something to rationalize this country!

  59. hendra

    saya kesal dengan sikap pemerintah ini memblokir, youtube, rapidshare, dlll. tapi sikap ini harus dibarengi dengan mensupport server lokal, jangan hanya cuma bisa blokir doang. jangan hanya gara2 film fitna kebebasan berekspresi kaum minoritas ini terpinggirkan. karena dengan memblok situs2 tersebut nggak akan menyelesaikan masalah. banyak jalan lain menuju roma. hanya karena FPI mengamuk lantas dijadikan alasan untuk memblokir situs2 tersebut agar tidak terjadi konflik beragama. selama pemuka agama dan umatnya berpikir positif (memakai akal sehat) tidak akan terjadi perbuatan anarkhis dan pengrusakan

  60. Mr. Salamasuk

    Kurang lebih sama deh dengan komentar temen-temen di atas😀

  61. Wah, Jadi kampanye nih ceritanya…
    Pemilu masih lama…!!!😀

    Kenapa sih selalu di lihat dari segi negatifnya?, padahal dari kejadian ini ada hal positifnya juga, terutama buat pemerintah.

    coba lihat : http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/11/time/160215/idnews/922082/idkanal/399

    Buat pemerintah : Yang tadinya pemerintah “mungkin” tidak tahu bagaimana memfilter film “Fitna” tersebut, sekarang “mungkin” jadi tahu.

    Buat kita : Diskusi2 di forum semakin aktif, dengan begitu silaturahmi semakin erat diantara anggota forum? bukankah itu suatu hal yang positif?

    Ya, mudah2an setelah kejadian tersebut, banyak hikmah yg bisa diambil. And kejadian kayak gini gak terulang lg di masa depan.

    btw gw blm bayar domain euy, ada yang mau donasi?😀

    Kabur…!!!

  62. TheCursed

    [quote] deteksi
    April 9, 2008 at 10:27 am

    sepakat dengan pak nuh!
    tidak efektif bukan berarti tidak perlu dilakukan!
    lagian dari mana asalnya kok tahu tidak efektif, wong baru dijalankan. kalo toh tidak efektif, seberapa besar ketidakefektifannya???
    [/quote]

    Oalaaaaaaa….h, dul.
    Sampean ini sering megang Internet ‘ndak seh ?

    Coba search di wikipedia.org(semoga belom di blokir menkominfo) atau Google buat kata: [u]Free Proxy[/u]. Terus baca sampe selese keterangannya.

    BTW, ummat ini buat jadi pinter hukumnya WAJIB. So, ane, say no buat blokir2an YouTube dan Rapidshare(perpustakaan yang lebih gede dari perpus nasional).

  63. halo om budayawan muda, thengs atas tanggapannya ttg situs layartancap . com

    barusan dah ku cek lagi, sudah berubah skr, yg kusebut bagian “Top Video” yg berisi judul2 begituan nan amat menyeramkan rupanya udah dihapus. Saat ini adanya bagian “Top Member” doang (sori, waktu itu aku ndak skrinsut halaman situs itu)

    Kalo sekilas liat mukanya saat ini sih, kliatannya isinya spt yg om terangin itu deh. Trims ya.

  64. tazlucu

    Duh, demi popularitas dan jabatan, semua ditempuh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s