Hari Raya Galungan

banyumalaSaya masih ingat dulu waktu masih kanak kanak kalau nuju hari raya Galungan maka semua jadi sumringah. Keriangan bertebaran dimana-mana. Selama tiga hari penuh kegembiraan.

bantenSecara umum tahap perayaan harinya adalah Penampahan-Galungan-Manis. Sehari sebelum Galungan disebut Penampahan Galungan. Pada hari itu dilakukan penyembelihan hewan.

Saya selalu suka mondar mandir dikegiatan itu. Biasanya ada candaan diantara temen temen.

I berag: Eh cai de pesu nah!
I mokoh: Kenape? (jejeh)
I berag: nyanan cai juke ajak mekejang kadene kucit lakar tampahe… hahaha
I mokoh: beh cai ade ade de’en.

Itu mungkin mecande yang kasar tapi hanya berlaku di temen temen dekat saja sehingga tidak menyinggung perasaan.

Kemudian hari kedua yaitu hari raya Galungan itu sendiri. Saya selalu senang mengiri saudara saudara yang sedang sembahyang ke Pura. Saya kerap menjadi biang kerok ketidak tertiban karena suak memprovokasi sepupu saya yang sebaya untuk bermain kring keb. Walau saya tidak ikut masuk ke Pura tapi saya bisa bermain disekitarnya.

Hari ketiga adalah Manis Galungan. Ini hari yang dinanti nanti. Hari Manis Galungan adalah hari dimana kita melancong, tamasya atau piknik atau apalah namanya. Biasanya sekeluarga penuh kami main ke obyek wisata, yang jadi langganan kami biasanya Air Sanih, Lovina, Tenganan, Bedugul atau Kintamani.

Bertmeu STA di hari raya manis KuninganBanyak dokumentasi foto foto keluarga diambil pada hari raya Manis Galungan atau Manis Kuningan. Waktu itu saya ingat berkunjung ke cottagesnya Sutan Takdir Alisyahbana di tepi danau Batur, itu kalau tidak salah Manis Kuningan.

Masa kecil bagi saya sangat indah di Bali. Saya menikmati semua liburan dan perayaan mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Galungan, Kuningan, Pagerwesi dan Nyepi. Kini tak mungkin lagi saya nikmati, saya tak begitu risau karena telah mengalaminya tapi yang bikin saya risau bagaimana dengan anak anak saya nanti, bisakah mereka menikmati apa yang saya nikmati dulu itu, sementara Bali sekarang sudah banyak berubah. Apakah Galungan masih seperti dulu?

Tak bisa saya jawab dan untuk saudara saudaraku di Bali selamat Hari Raya Galungan. Bersenang senanglah sebelum semuanya itu lenyap ditelan jaman.

Artikel tentang Galungan
http://www.babadbali.com/piodalan/galungan.htm

About these ads

5 Komentar

Filed under budaya

5 responses to “Hari Raya Galungan

  1. devari

    esensi perayaan Galungan di Bali rasanya masih sama dari zaman ke zaman, cuman yang jauh berbeda adalah aspek sosial yg mengiringi perayaan tsb. seiring perkembangan zaman.

    salam kenal

  2. @devari:

    yup, saya rasa juga begitu, semoga saja perubahan sosial yang terjadi tidak mengubah esensi. Ada kekhawatiran saya melihat Penjor sekarang ini lebih dimaknai sebagai hiasan semata ketimbang makna filosofinya.

    Di Jakarta, Penjor sudah menjadi hanya sekedar pernak pernik penghias pesta pernikahan, semoga di Bali tidak begitu.

  3. Hari raya adalah waktu untuk berkumpul bersama keluarga, melakukan perenungan dan doa. SEmoga Damai di Bali.
    —-Salam Kenal Sobat—–

  4. ke bali aja lagi, mas wibi. biar dapat banyak jotan dr tetangga2 kayak aku. :)

  5. yu.....

    mas wibi lulusan gunadarma tahun brapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s