Tewasnya Benazir Bhutto

Benazir BhuttoBenazir Bhutto tewas akibat serangan bom bunuh diri ditembak ditengah tengah kerumunan pendukung kampanye partai politiknya. Benazir merupakan lawan politik utama Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Setelah penembakan terjadi ledakan bom. Begitu dahsyatnya bom tersebut hingga menewaskan 20 orang lainnya dilokasi kejadian.

Ini sebuah tragedi yang menciderai kehidupan politik untuk yang kesekian kalinya di Pakistan bagaimanapun alibinya. Dunia politik memang penuh dengan intrik tapi Pakistan adalah suatu fenomena dengan indikasi kehidupan politik yang primitif. Berkali kali pemimpin Pakistan tewas dengan nuansa konspirasi.

Ayah Benazir adalah mantan Presiden dan mantan Perdana Menteri Pakistan Ali Bhutto yang oleh suksesornya Jenderal Zia Ul Haq di vonis mati dengan cara digantung. Kemudian Zia Ul Haq sendiri tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat militer Hercules setelah melakukan inspeksi pasukan tank.

Banyak teori konsiprasi yang muncul berteori bahwa kecelakaan tersebut adalah rekayasa lawan lawan politiknya. Kini Benazir Bhutto juga tewas dalam ketegangan politik yang sangat tendensius.

Pervez MusarrafSebelum saya membuat perbandingan dengan Indonesia saya ingin melihat dulu geopolitik Pakistan. Pakistan adalah negeri dengan mayoritas penduduk muslim. Sekilas terkesan seperti karakteristik negeri Islam yang akrab dengan kekerasan seperti halnya di Timur Tengah.

Tapi ternyata karakteristik yang serupa dan lebih khas dimiliki oleh India yang mayoritas rakyatnya non-muslim. Keserupaan tersebut meliputi nuansa konspirasi dalam pembunuhan pemimpin politik bahkan untuk seorang Mahatma Gandhi yang dikenal dengan gerakan Ahimsa. Kemudian Indira Gandhi yang tewas ditangan pengawalnya sendiri yang berasal dari suku yang berbeda. Kemudian lagi Rajiv Gandhi yang tewas akibat serangan bom.

Seperti tidak ada jalan lain untuk mengamankan kekuasaan selain membunuh. Kemiripan ini membuat saya lebih cenderung melihat bahwa unsur yang lebih berperan dalam menentukan karakter kehidupan politik Pakistan dan India adalah unsur etnik budaya.

Kita tahu bahwa Indonesia juga penuh dengan intrik kekerasan dalam kehidupan politiknya dan tidak lebih baik dari Pakistan. Belum pernah terjadi di Pakistan korban politik pembantaian rakyat jelata hingga jutaan orang. Sebuah kekerasan tak perlu dicari yang mana yang lebih beradab. Semuanya biadab.

Masing masing memiliki karakter yang kita tidak inginkan untuk tertular oleh yang lainnya. Tapi sebagai orang Indonesia saya berpandangan bahwa apa yang terjadi di Pakistan itu lebih akut dan kronis. Akut karena pembunuhan pemimpin politik sangat mengganggu stabilitas nasional. Kronis karena itu sudah menjadi pola yang memiliki kecenderungan berulang dimasa yang akan datang.

Di Indonesia pembunuhan pemimpin/lawan politik juga banyak terjadi tapi tidak terjadi pada level tertinggi secara vulgar. Jika sekiranya tokoh yang diincar memiliki pengaruh yang luas maka upaya yang dilakukan menjadi lebih tersamar.

Berakhirnya era Orde Baru menjadi pijakan penting atas usaha untuk menetralisir kekerasan politik di Indonesia. Kita patut bersukur apa yang terjadi di Pakistan tidak terjadi di Indonesia.

Nawaz SyarifSaya tidak sedang menilai baik atau buruk. Tapi hanya ingin mereview apa yang telah dilakukan oleh Pak Harto yang telah mewarnai kehidupan politik Indonesia. Sebagai mahasiswa tahun 1998 saya ikut dalam hiruk pikuk reformasi dan melihat sendiri bagaimana kekuatan militer masih sangat solid tapi tidak melakukan kudeta terhadap Presiden seperti yang dilakukan oleh Pervez Musharraf terhadap pendahulunya Nawaz Syarif.

Sebuah bangsa akan membangun strukturnya (sosial, politik dan ekonomi) dari landasan budaya yang mereka miliki. Kekerasan di India dan Pakistan hingga kini sifatnya lebih struktural ketimbang di Indonesia. Ini pernah saya singgung di tulisan saya tentang Ahimsa untuk Indonesia.

Kecelakaan sejarah tahun 65 selalu kita usahakan untuk dihindari agar jangan terulang. Tiap tiap kecelakaan tidak terjadi begitu saja, karena itu usaha untuk menghindar dari kecelakaan berikutnya adalah suatu perbuatan yang realistis dan logis.

Bayangkan bila pada mei 98 Pak Harto tidak mau lengser dan memerintahkan ABRI untuk membantai rakyat maka kecelakaan tahun 65 bisa berulang. Bagaimanapun getirnya tahun 98 kita telah melewatinya dengan cara yang lebih smooth ketimbang sebelumnya.

Lihat suksesi negara negara di benua Afrika hampir selalu melalui kudeta berdarah. Apakah karena mayoritas penduduknya menganut agama tertentu? Saya kembali pada pandangan saya diawal bahwa unsur kebudayaan lebih berperan. (Tapi bukan berarti saya setuju sepenuhnya dengan pemikiran Samuel Huntington)

Untuk Asia Tenggara punya karakter tersendiri. Malaysia mirip dengan Indonesia. Filipina juga begitu, tapi Presiden Habibie tetap dilantik di Gedung Parlemen sedangkan Presiden Filipina Macapagal Aroyo dilantik dipinggir jalan.

Tiap kebudayaan punya karakteristik yang bila dieksplorasi dapat ditemukan celah kelemahan. Celah itu sering dimanfaatkan oleh asing untuk kepentingan mereka. Pakistan memiliki kelemahan pada sistem perpolitikanya hingga berdekade mereka seperti tak bisa keluar dari tragedi pembunuhan pemimpin politik.

Ali Bhutto ayahanda Benazir BhuttoAli Bhutto adalah pemimpin nasional Pakistan yang memprakarsai senjata nuklir hingga membuat Amerika Serikat (AS) gusar. Henry Kissinger pernah melontarkan ancaman kepada Ali Bhutto dengan mengatakan jika Ali Bhutto tidak menghentikan program nuklirnya maka ia akan membayar mahal.

Zia Ul HaqTerbukti kemudian rezim militer pimpinan Jenderal Zia Ul Haq menangkap dan mengadili Ali Bhutto dalam sebuah peradilan yang kontroversial. Keputusan pengadilan tersebut akhirnya menjatuhkan vonis hukuman mati dengan cara digantung pada Ali Bhutto. Zia kemudian menjadi pemimpin Pakistan atas sponsor AS hingga tewas dalam kecelakaan pesawat.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Syarif melanjutkan program nuklir Pakistan hingga berhasil melakukan test senjata nuklir pertamanya yang membuat India bergidik dan AS kembali gusar.

Pemimpin rezim militer Jendral Pervez Musarraf melakukan kudeta atas Nawaz Syarif. Bantuan militer oleh AS kepada militer Pakistan mengindikasikan keterlibatan CIA dalam operasi kudeta Musarraf terhadap Nawaz.

Sekarang ketika Benazir yang putri dari Ali Bhutto pemrakarsa nuklir Pakistan mengancam kedudukan Musarraf (baca: pemimpin yang bisa dikendalikan AS) sebuah kecelakaan terjadi lagi dengan pola yang sama. Sulit bagi kita untuk menafikan peran CIA dalam operasi pembunuhan kali ini.

Di Indonesia Bung Karno digulingkan oleh Pak Harto dengan bantuan CIA. Bahkan ada beberapa pihak yang meyakini bahwa Bung Karno dibunuh secara perlahan lahan. Suatu hal yang niscaya dalam dunia politik. (cukup sekali saja terjadi suksesi dengan konspirasi seperti ini)

Bisa diamati bahwa aktor dalam sebuah kecelakaan politik kebanyakan datang dari golongan militer. (karena itu sampai sekarang saya masih kurang sreg dengan pemimpin dari kalangan militer). Sementara pihak asing (baca: Barat terutama AS) tahu betul dan terus mempelajari kelemahan yang ada pada kita.

Sekarang apakah kita harus mengulang semua kecelakaan itu seperti halnya Pakistan? Bagaimana unsur dalam kebudayaan kita bekerja sebagai sistem yang dapat mencegah pengulangan sejarah? Butuh telaah lebih jauh untuk menjawabnya.

Sebuah observasi saja bahwa tahun 98 Pak Harto tidak memerintahkan pembantaian kembali seperti tahun 65. Kemudian CIA tidak bisa menggunakan cara klasik (baca: insiden politik seperti pembunuhan para pemimpin Pakistan) untuk menggulingkan Pak Harto tapi dengan cara krisis moneter. Indikasi bahwa Indonesia tidak dapat diperlakukan sama tiap masa. Memang butuh waktu yang sangat lama tapi pasti, itulah karakteristiknya.

Asing akan selalu mengintai kelemahan kita. Iran sedang dalam ujian berat menghadapi situasi yang mirip Pakistan ketika dipimpin Ali Bhutto. Namun kelihatannya bangsa Iran memiliki karakterisktik yang berbeda dengan Pakistan. Kita bukan Pakistan bukan juga Iran tapi apakah karakteristik kita mudah ditembus? Peran pemimpin menjadi sangat penting, mari kita pilih yang terbaik 2009 dan tentu saja tegakkan supremasi sipil.

9 Komentar

Filed under budaya, politik

9 responses to “Tewasnya Benazir Bhutto

  1. emy

    ????????BINGUNG????!!!!!!!

  2. hhhhhhhmmmmmmm banyak jugax blogger yang membahas berita ini, kelihatannya politik lebih kejam daripada ibu tiri

  3. Kalau mo bilang Politik itu penuh dengan intrik mungkin biasa yah, tapi satu yang mestinya kita juga tahu, kalau politik sama sekali gak bersahabat dengan sopan-santun, jadi gak bisa kita menilai mana yang beradab dan tidak.

    Di India dan Pakistan, ada kalangan yang berpendapat mereka sudah terdidik toleransi serta kedewasaan dalam beragama, tapi demikian kita dapat melihat track record perpolitikan keduanya bila dibanding dengan negeri kita, meski juga gak lebih jelek. Sosial budaya begitu sangat mempengaruhi perkembangan struktur sebuah negeri, budaya Timur Tengah tentunya tidak bisa disamakan dengan Asia Tenggara.

    Ketidak sopanan politik terlihat dari campur tangannya pihak asing yang begitu dominan. Betapa Patriotik seorang pemimpin yang berani berteriak “TIDAK” untuk campur tangan itu.

    Dalam memoarnya “Jalan Panjang Menuju Demokrasi” BJ Habibie menceritakan perubahan iklim reformasi kita sehingga dapat menghindari balkanisasi, dan semoga tak ada ulangan tragedi 98 itu.

  4. Ray

    menyedihkan……. dan tragis (gaks anggup berkomentar panjang)

  5. turut berduka cita, untuk pejuang pro-demokrasi!!

  6. turut berduka

    *pasang pita hitam di kepala*

  7. dedi hamdani

    POLITIK UNTUK NEGARA SEPERTI AMERIKA MEMANG MENJADI ALAT MENCAPAI TUJUAN, POLITIK UNTUK AMERIKA BISA MENJADI ALAT PENJAJAHAN, INVASI.
    AMERIKA SUDAH BERKALI-KALI MENCAMPURI POLITIK INDONESIA, NAMUN SELALU GAGAL. CAMPUR TANGAN POLITIK AMERIKA DI INDONESIA MELALUI MILITER SELALU GAGAL MUNGKIN KARENA INDONESIA KENYANG DENGAN PENJAJAHAN BELANDA DAN JEPANG, DENGAN PENGALAMAN INI MILITER DAN TOKOH NASIONAL TAHU ITIKAD AMERIKA YANG INGIN MENJAJAH.
    KARENA GAGAL MELALUI POLITIK EMERIKA MASUK MELALUI EKONOMI, DENGAN MELEMAHKAN SISTEM EKONOMI PUN INDONESIA MASIH TETAP KUAT DAN BERTAHAN. KENAPA? EKONOMI RAKYAT YANG DIBANGUN SELAMA 32 TAHUN OLEH REZIM SOEHARTO BEGITU KUAT. ATAU KARENA KORUPTORNYA JUGA MASIH BANYAK BELANJA DI DALAM NEGERI?

  8. Erwin Juanda

    Sikap yang patut di sikapi dan di cermati dengan baik oleh mas Wibi
    Negara asing terutama AS memang punya kepentingan tersendiri untuk mengintimidasi bahkan meluluhlantakan negara yang menjadi antagonisnya, tidak terkecuali indonesia yang mempunyai dasar pancasila dan mayoritas muslim yang tidak sepaham dan sedasar dengan mereka (AS)
    waktu Yusril Ihza Mahendra masih menjadi menteri hukum dan ham dan turut serta membebaskan Vonis tidak bersalah terhadap Abu Bakar Baasyir, Amerika dan sekutunya begitu kuat mengitimidasi Pak Yusril karna telah membebaskan sesorang teror, tapi mayoritas rakyat kita tidak begitu gundah dengan keputusan itu, karna seseorang tidak bisa dikatakan bersalah kalau belum ada bukti yang jelas dia bersalah….
    Begitu seharsnya sikap seorang pemimpin dan kita sebagai Rakyat harus dewasa dan kompak terhadap tekanan dan politik negara lain yang ingin memporakporandakan negara tercinta ini….

    salam hangat buat mas wibi…..

  9. Politic is full of Conspiration, Dirty Tric, and full of Interest. That’s Fucking Politic Man…You Know That

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s