Busway Harus Tetap Jalan

jalur busway sepi sementara jalur kendaraan pribadi macetBelakangan banyak berita tentang jalanan Jakarta yang lebih macet gara gara pembangunan jalur busway. Bahkan ada yang mau menempuh jalur hukum untuk mempertimbangkan pemberlakuan busway. Pembangunan infrastruktur memang selalu bikin belepotan.

Busway sendiri sebenarnya idenya adalah memberi alternatif transportasi massal bagi warga Jakarta. Dari sisi konsep baik baik saja. Namun implementasinya dilapangan membuat sebagian masyarakat kecewa. Terutama masyarakat pengguna kendaraan pribadi.

Pengguna kendaraan pribadi inilah yang diharapkan mau berpindah ke busway karena kemacetan lalu lintas di Jakarta disebabkan oleh tidak seimbangnya pertumbuhan kendaraan pribadi dibanding fasilitas jalan.

Proporsi kendaraan pribadi dan kendaraan umumpun tidak seimbang yakni 98% untuk pengguna kendaraan pribadi. Padahal jumlah penumpang yang diangkut kendaraan pribadi cuma 49,7%, sisanya diangkut kendaraan umum.

Melihat kondisi ini maka harus ada langkah terobosan yang berani untuk solusinya. Dari sekian ide angkutan massal mulai dari subway, monorail hingga busway, saya rasa busway adalah ide yang paling mungkin diterapkan untuk sekarang.

Dengan diambilnya sebagian jalur kendaraan pribadi untuk jalur busway maka pasti jalur kendaraan pribadi akan lebih sempit dan ini menimbulkan komplain seperti sekarang ini. Makin macetnya Jakarta adalah konsekuensi logis akan hal itu.

Sekarang pengguna busway dari kendaraan pribadi hanya 13,3% (mobil 5,8% dan motor 7,5%). Sisanya adalah dari pengguna kendaraan umumnya lainnya sepeti mikrolet, metromini, patas AC dll. Kenapa angkanya masih kecil? idealnya semakin banyak pengguna kendaraan pribadi pindah ke busway maka kemacetan akan semakin berkurang.

Banyak kekurangan busway yang menjadikannya tidak menarik bagi pengguna kendaraan pribadi, diantaranya: jumlah bus yang kurang yang berakibat keterlambatan jadwal, banyak persimpangan, dan penggunaan badan jalan secara bersamaan.

Jika busway tepat waktu saja maka itu sudah lebih dari cukup buat pengguna kendaraan pribadi untuk pindah. Mereka tidak terlalu neko neko saya rasa. Karena itu pemda DKI harus segera membenahi penyelenggaraan busway sesegera mungkin. Langkah paling konkret adalah segera menambah jumlah armada.

Bagi pengguna kendaraan pribadi yang marah marah dan meminta busway ditiadakan saya rasa mereka hanya melihat dari sisi kepentingan mereka saja alias egois. Tambah macet itu pasti, ada busway atau tidak. Tapi kalau tidak ada busway maka tidak ada alternatif dimasa yang akan datang.

Banyak pengguna kendaraan pribadi yang mengatakan bersedia pindah ke busway asal layanannya sudah benar benar baik. Untuk sekarang memang masih belum baik, pembangunan infrastrukturnya saja masih belum selesai dan sudah menimbulkan efeknya yaitu bertambah macetnya Jakarta.

Saya teringat kisah Bung Karno yang memberi nasihat kepada seorang dokter untuk segera mendirikan sebuah Universitas karena kebutuhan tenaga dokter yang mendesak tanpa harus menunggu segalanya siap terlebih dahulu.

Keadaan yang benar benar siap tidak akan pernah tercapai. Sambil jalan sambil dibenahi, tapi Pemda DKI juga harus menunjukkan kesungguhannya sementara rakyat Jakarta sudah dipaksa untuk bersabar sambil menanggung semua kerugian.

13 Komentar

Filed under sosial

13 responses to “Busway Harus Tetap Jalan

  1. ***

    Mungkin bukan ditiadakan / dihapus , karena kalau di hapuspun merupakan sesuatu yang mubazir secara proyek ini sudah berjalan setengah,

    mungkin kita bisa belajar dari kasus ini , bahwa segala sesuatu bila dilakukan tidak dengan perencanaan yang maksimal / pemikiran yang matang maka akan mengakibatkan danpak yang tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga orang banyak.

    Untuk yang punya blog , makasih atas ulasannya , bagus dan memberikan data-data yang mendukung , terus menulis ya pak.

  2. hoek

    ingin menambahkan setau saia :
    kalo semisal bis ndak dikasi jalur khusus kek geto malah tambah farah, soale biasanya (generalisasi ;p ) bis-bis itu fada suka seenagna sendiri dan yang faling ndak tertib. brenti asal brenti…
    cuma segitu sih menurud saia, overall, saia setuju sangadh sama mas Wibi, walofun saia tinggal jauh dari Jakarta

  3. Siap siang yang baca, ini komen isinya ngomel2 panjang lebar:

    WIBBIII!!! Gue sebel banget sama yang ngomel2 kaya gitu. dari dulu, dari jaman busway masih baru di bikin. radio2 station di jakarta juga muterin komplain2 orang yang punya mobil dan pada kena macet. SIAL. salah arah emang nih Indonesia.

    berapa persen orang di jakarta yang punya mobil? cuman emang yang gak punya mobil dan empet2an di bus itu gak punya pulsa untuk telpon2 radio komplain tentang susahnya naik bus, bedidiri gak ber ac dan masih macet pula. mereka kena macet lantaran orang jakarta pada belagu belagu. daripada naik bus mendingan kredit mobil, walau bertahun2 baru lunas, ngabisin duit untuk beli bensin-termasuk subsidi negara yang mestinya bisa lari ke masyarakat yang lebih membutuhkan.

    di norway aja yang orang2 nya mampu beli mobil dan gak banyak macet, jalan kaki dan naik bus masih terus dikampanyekan. di halte bus kampus gue ada poster gede gambar mobil ditumpuk keatas, sama bus satu biji. tulisannya “40 cars or 1 bus a day?”
    save the environment dunk!
    emang cadangan minyak dunia berapa? sadar nggak kita udah jadi produsen green house gases ketiga terbesarr dunia?

    orang orang yang lo bilang egois itu… naik mobil ac dan disupirin aja masih komplain coba!
    kenapa nggak parkir aja mobilnya, dipake sesekali kalo emang perlu, trus rame2 naik busway. pemerintah nambah armada buswaynya.

    satu busway bisa menyapu bersih kemacetan sekian meter di jalan sudirman kaleee….

    gue merasa orang jakarta banyak yang keterlaluan banged banged. dan gak ada yang bisa nyayi siapa suruh datang ke jakarta ya ke gue, karena gue orang betawi, bukan orang jakarta.

    hah..astagfirullah..ngomel salah, nggak ngomel salah. yo wes, makasih wib udah dibolehin numpang ngomel. approve ya komennya.

    ciao. kaburrr@@??***###

  4. btw ada yang bilang, maraknya komplain busway ini adalah kampanye terselubuh SBY untuk menjegal Sutiyoso sebagai calon presiden saingannya nanti. percaya gak?

  5. @mulia: bener loh Lia, waktu itu saya nonton di TV ada orang orang yang lagi terjebak macet trus diwawancara, mereka bilang gak setuju pembangunan busway.. ih egois bener yah mereka.

  6. Saya setuju busway…cepat dan nyaman. Kalau masih ada kekurangan di sana sini ya wajar, dan harus diperbaiki.

  7. jika semua org baru beralih ke busway setelah sistemnya benar2 baik… kayaknya cuman omong kosong belaka… krn yg namanya pembangunan (baca:perubahan) haruslah continue dan perlahan namun pasti demi mencapai tujuan yang maksimal tanpa mengorbankan banyak pihak….

  8. @hendra

    Perdebatan dan pemberitaan soal kemacetan Jakarta, kayaknya diarahkan agar yg jd tertuduh atau penyebabnya adalah (pembangunan) busway. Coba aja simak, semua berita di media massa (TV, Koran dsb). Untuk menyempurnakan tuduhan ini, maka diwawancaralah para pemilik mobil pribadi. Mereka semua nyumpah-nyumpah bahwa akibat busway Jakarta macet. Ujung-ujungnya minta busway dibatalkan.

    Bahkan orang kaya di Pondok Indah yg tidak setuju busway digambarkan sebagai orang yang diperlakukan tidak adil oleh Pemda persis seperti warga kolong tol yang dipaksa pindah.

    Anehnya, media jarang atau bahkan tidak pernah menampilkan pengguna atau calon pengguna busway. Padahal, kalau mereka ditampilkan pastilah banyak yang mendukung pembangunan busway.

  9. @edratna: idem

    @mirws: bener mas, sambil jalan sambil dibenahi

    @hendra: dan bahkan untuk lebih sempurna banyak juga diberitakan kekecewaan penumpang busway, yang senang dengan busway kurang diberitakan. Inilah permainan media.

    Tapi kalau kita mau berbaik sangka pada para media itu maka patutlah kita duga bawha itu semua diberitakan agar pemda lebih giat lagi menyelesaikan pembangunan busway. Tapi kalau arahnya adalah untuk menghentikan program busway maka kita harus lawan itu.

  10. rhanie

    kita orang indonesia ga pernah mencegah, cuman bisa memperbaiki ketika suatu masalah terlanjur muncul ke permukaan.

    emang sebelum ada busway, jakarta ga macet ya? emang klo kita ga bikin perubahan sistem transportasi, beberapa tahun lagi kita tetep bisa menikmati jalan raya seperti sekarang? dan mengharapkan bebas macet? mimpi kali yeeee..

    Busway udah manteb, tinggal dibenahin aja.. emang ngebuat suatu terobosan baru yang besar cuman bisa setahun dua tahun? pemerintah kan bukan malaikat, hehehe.

  11. Setuju sama adanya busway. Di Jakarta, yang bertambah terus adalah penduduknya, bukan lebar jalannya.

    Wajarlah kalau Busway diadakan. Salahnya, pengadaannya sudah TELAT. Sudah terlalu banyak pengguna jalan sehingga sewaktu dibangun Busway ya… Tau ndiri macetnya…

    Padahal negara2 lain sudah lama memiliki busway atau yang mirip dengan itu (misalnya trem/bus listrik). Ya, saat membangunnya pasti mengorbankan kenyamanan pengguna jalan, tapi mobil disana kan ngga serame di sini.

    Bukannya sudah tidak tertolong sama sekali, tapi memang pengguna mobil&motor (yang terlalu banyak jumlahnya) harus bersabar karena toh masyarakat juga perlu waktu untuk menyesuaikan diri.

    Oleh karena itu… Setuju sama Busway! (tapi jangan dimonopoli sama TransJakarta saja ya nantinya…)

  12. kalo ternyata banyak yang setuju, kenapa gak bikin petisi aja sih..
    i wish i can do something real, yuk teman teman blogger, khususnya yang jakarta based!

  13. npherryanto

    Ooo ternyata di sini berkumpul para pendukung busway. Kalo gitu kita setubuh.
    Proyek busway memang masih banyak kekurangan, mulai perencanaan sampai teknis pelaksanaan. Tapi yg salah itu orangnya, bukan proyeknya. Gagasan mass transport punya banyak keuntungan. Selain mengurangi macet, efisiensi juga hemat BBM.

    Lalu kenapa banyak dipermasalahkan?

    Saya pikir ada berbagai alasan, dari soal politik sampai budaya kita yg ga mau diatur (termasuk gw nehhh…)

    Mungkin kalo kita bisa tertib di jalan. kemacetan ga bakal separah ini. Angkutan umum menaikkan dan menurunkan penumpang seenaknya. Parkir mobil di pinggir jalan hingga menyumbat lalu lintas. Trotoar habis dikuasai kaki lima.

    Mungkin juga banyak diantara kita yg ngomel jika kena macet gara-gara hal tersebut. Tapi di lain waktu kita juga ikut menyuburkan praktek itu. Mustinya kita bisa ikut mencegah dengan tidak pernah membeli barang di kaki lima atau dengan menolak naik angkutan yang tidak mau berhenti di pinggir jalan di depan halte.

    Saking kompleksnya masalah, saya kadang berpikir proyek busway seperti mission impossible. Karena ini melibatkan semua pihak yg semuanya puya andil terhadap kemacetan. Maukah kita semua berkorban???

    Tapi kalau tidak berani mencoba dan berbuat maka kita akan makin terjebak makin dalam.

    So, mari kita dukung proyek ini. Berikan kritik yang konstruktif. Lepaskan dulu kepentingan pribadi dan berpikirlah dalam jangka panjang.

    http://opiniherry.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s