Category Archives: politik

RUU Pornografi

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:

  1. Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.
  2. Jasa pornografi adalah segala jenis layanan pornografi yang disediakan oleh orang perseorangan atau korporasi melalui pertunjukan langsung, televisi kabel, televisi teresterial, radio, telepon, internet, dan komunikasi elektronik lainnya serta surat kabar, majalah, dan barang cetakan lainnya.
  3. Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.
  4. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.
  5. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  6. Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Pasal 2

Baca lebih lanjut

7 Komentar

Filed under politik

Debat tvOne

Acara debat biasanya dilengkapi dengan seorang moderator. Moderator dituntut bersikap netral atau tidak memihak salah satu peserta debat.

Acara DEBAT tvOne agak beda. Disamping dua kubu berbeda pendapat yang diwakili oleh seorang wakilnya terdapat dua orang “moderator”. Saya beri tanda petik karena tidak yakin apakah mereka itu moderator atau bukan.

Karena ada dua orang yang masing masing berpihak pada salah satu kubu. Acara jadi seru karena masing masing kubu membawa supporter mereka yang duduk dibangku penonton.

Pada episode kali ini dua kubu yang dihadirkan adalah antara PKB dan PKNU. Topik yang diperdebatkan adalah tentang parlementary threshold.

Sebelumnya seperti kita tahu pemilu tahun 2004 sistem yang dipakai adalah electoral threshold. Apa bedanya?

Tahun 2004 electoral threshold memiliki batasan 3%. Artinya partai partai yang pada pemilu periode sebelumnya perolehan suaranya tidak mencapai 3% maka tidak boleh ikut pemilu.

Bagi partai kecil yang jumlah pemilihnya kurang dari 3% bisa bergabung dengan partai besar atau partai keci yang lain sehingga gabungan jumlah pemilih mereka mencapai minimal 3% dari seluruh jumlah pemilih.

Tujuan dari diterapkannya electoral threshold ini adalah untuk membentuk parlement yang komposisinya tidak terlalu rumit.

Kalau tidak ada sistem electoral threshold maka akan banyak sekali partai kecil yang ikut pemilu, walhasil banyak partai yang diwakili hanya oleh satu kursi diparlemen sementara untuk membuat keputusan politik diperlukan koalisi, untuk membentuk koalisi diperlukan loby, loby yang melibatkan banyak partai akan menjadi tidak efisien.

Sebuah pemerintahan yang efektif membutuhkan parlemen yang efisien. Parlemen yang efisien hanya bisa didapat dengan jumlah partai yang tidak terlalu banyak. Dibanyak negara yang demokrasinya berjalan dengan baik, jumlah partainya di parlemen tidak banyak.

Kenyataannya sistem kepartaian electoral threshold yang menghasilkan 34 partai peserta pemilu dirasakan tidak dapat menciptakan parlemen yang efisien. Oleh karena itu sekarang digunakan parliamentary threshold: sistem kepartaian yang membatasi partai peserta pemilu yang memiliki jumlah pemilih diatas 2,5% yang boleh mendapat kursi di parlemen.

Dampaknya adalah akan lebih banyak lagi partai kecil yang tidak akan mendapat kursi di parlemen, konsekuensi adalah komposisi partai dalam parlemen menjadi lebih sederhana.

Diharapkan dengan komposisi yang sederhana itu parlemen menjadi lebih efisien yang akan berdampak pada pemerintahan yang lebih efektif.

Tujuan akhirnya adalah membentuk pemerintahan yang efektif. Saya rasa logika itu dapat diterima tapi tidak bagi kubu yang dirugikan, dalam hal ini adalah partai partai kecil yang kansnya kecil untuk mencapai batas 2,5% parliamentary threshold. Salah satu kubu yang tidak setuju dengan sistem parliamentary threshold adalah PKNU dan sebaliknya PKB adalah kubu yang setuju.

Tentu dapat diduga bahwa PKB menurut perhitungan pemilu yang lalu akan dapat melewati batas parliamentary threshold dan PKNU beresiko tidak dapat melewati batas parliamentary threshold karena partai baru yang mesin partainya masih harus diuji.

Diskusi jadi seru karena dua orang presenter yang mendampingi masing masing kubu ikut ambil bagian dalam debat tersebut. Masing masing adalah Toto Indarto mendampingi kubu PKNU dan Alfito Deanova mendampingi kubu PKB. Kubu PKNU diwakili oleh ketua PKNU Choirul Anam dan kubu PKB diwakili oleh Wasekjen PKB M Hanif Dhakiri.

Dalam debat tersebut kubu PKNU berpendapat bahwa aturan sistem kepartaian tidak boleh mengebiri hak hak partai untuk bisa ikut pemilu dan mendudukan wakilnya di DPR.

Indarto yang agak temperamental mengatakan dengan berapi api bahwa aturan tersebut dibuat oleh partai partai yang sudah memiliki wakil di DPR, ini mencerminkan kediktatoran ala senayan.

Hanif dari PKB beragumen bahwa tidak ada kebebasan yang dikekang. Sekarang ini semua orang bebas memilih dan bahkan membuat partai. Malam hari mimpi bikin partai, besok pagi sudah boleh bikin partai, begitu tandasnya.

Cuma saja untuk bisa ikut pemilu dan mendudukan wakilnya di parlemen harus ada aturan yang mengarah kepada pembentukan sistem kepartaian sederhana yang menghasilkan parlemen yang efisien.

Kalau kita mau bebas sebebas bebasnya juga akan runyam karena sistem pemilu akan menganut sistem district yang jelas tidak akan berkeadilan untuk rakyat diluar Jawa karena jumlah mereka sedikit. Karena itulah sistem pemilu yang dianut adalah proportional representation. Jadi aturan main itu penting.

Choirul Anam kemudian mengatakan bahwa dia bukannya menginginkan tak adanya peraturan sama sekali, boleh saja membentuk sistem kepartaian yang sederhana tapi tidak usah bereksperimen dengan berbagai macam sistem.

Kemudian Choirul Anam memberi contoh: dulu ada partai PK (Partai Keadilan) yang karena tidak memenuhi aturan electoral threshold maka partai tersebut ganti nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).
Ini adalah bukti gagalnya sistem kepartaian.

Kemudian sekarang akan dicoba sistem yang baru yaitu parliamentary threshold. Sudah seharusnya bangsa ini berhenti main coba coba. Tapi Alfito kemudian sedikit menanggapi bahwa bukankah membentuk partai baru juga merupakan tindakan coba coba.

Hanif dari PKB memiliki argumen bahwa pasangan yang ideal untuk sistem presidensil terbukti dibanyak negara yang demokrasinya lebih maju adalah sistem kepartaian parliamentary threshold.

Ada yang threshold 3%, 4%, 5% dan bahkan di Turki hingga 10%. Itu semua untuk penyederhanaan jumlah partai di parlemen guna menghasilkan pemerintahan yang efektif.

Kemudian sanggahan dari Choirul adalah bahwa demokrasi kita itu unik dan tidak usah meniru sistem dari luar negeri. Tapi Hanif tidak setuju dan menjawab bahwa negara lain yang sudah memiliki pengalaman lebih banyak dengan demokrasi bisa kita ambil pelajaran dari mereka.

Contoh yang dikemukakan Hanif adalah Amerika Serikat yang dalam sejarahnya berdemokrasi selama 200 tahun lebih dan harus mengalami perang sipil tapi kita disini tidak perlu mengalami perang sipil dahulu untuk mencapai kematangan demokrasinya, kita cukup belajar dari mereka yang telah mengalaminya.

Sekarang ini ada 34 partai lama + 4 partai baru yang telah diluluskan KPU untuk ikut pemilu 2009. Diharapkan dengan sistem kepartaian parliamentary threshold akan menghasilkan jumlah partai di parlemen yang lebih sederhana walaupun sistem ini mungkin akan meminta korban 18 partai kecil. Tapi mungkin itulah harga demokrasi yang harus dibayar.

Serunya diskusi karena supporter dibangku penonton sangat riuh dan susah dikendalikan. Mereka kalau mau bicara tanpa ditunjuk langsung saja bicara. Sehingga Indarto dan Alfito beberapa kali berusaha menenangkan supporternya, bahkan Indarto pernah mengancam akan mengeluarkan siapa yang tidak bisa diatur.

Diakhir acara Indarto dan Alfito menutup acara berdua. Acara DEBAT ini cukup seru dengan format baru yang menarik.

12 Komentar

Filed under politik

Anda Mendukung Obama?

Capres Amerika paling hot dalam sejarah mungkin adalah Obama. Menuai dukungan dibanyak negara karena diharapkan bisa membawa perubahan pada Amerika dan dunia. Ditanah airpun pendukunganya luar biasa. Perlukah itu semua? memang perubahan pasti terjadi bila Obama terpilih menjadi Presiden Amerika. Tapi apakah keuntungan buat Indonesia bisa diupayakan?

Menonton pidato Obama di AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) kita mesti melihat salah satunya statementnya tentang Iran yaitu:

“We will present a clear choice. If you abandon your dangerous nuclear program, your support for terror, and your threats to Israel, there will be meaningful incentives—including the lifting of sanctions and political and economic integration with the international community. If you refuse, we will ratchet up the pressure.”

Apakah Obama jika terpilih menjadi Presiden akan menyerang Iran, kita tidak tahu, tapi dapatlah diduga dari stetementnya berikut ini:

“Sometimes there are no alternatives to confrontation. But that only makes diplomacy more important. If we must use military force, we are more likely to succeed, and will have far greater support at home and abroad, if we have exhausted our diplomatic efforts. That is the change we need in our foreign policy.”

Apapun itu ancaman perang di Timur Tengah tetap mengkhawatirkan kita, bahkan dunia. Semoga anda tidak menyesal dikemudian hari bila ternyata Obama tidak memenuhi harapan. Saya bukan pendukung Obama ataupun pembencinya tapi Presiden Amerika tetap Presiden Amerika.

Berikut bisa dilihat video lengkap pidato Obama di AIPAC:

Dalam komentar di video tersebut selain dukungan terlihat juga skeptisisme warga Amerika sendiri:

Why is Obama pledging $30 billion to a foreign government when our government is $9.3 trillion in debt? Why should Americans have to pay Israel’s bills? What authority does America have to oppose elections in other countries? What right does America have to tell Iran not to have a nuclear weapon when we have them? How is Iran such a threat when confronted by the U.S. and Isreal, two nuclear powers? Why doesn’t the U.S. leave the Middle East completely?

Obama mungkin calon yang masih perlu diuji tapi membiarkan Amerika dipimpin oleh calon dari partai Republik juga punya resiko besar. Pilihan yang sulit memang tapi paling tidak kita tidak terjebak dalam dukung mendukung yang tidak perlu.

Update:  4 Januari 2009

Terpilih sebagai Presiden Amerika dan akan dilantik nanti tanggal 20 Januari 2009.

Berita terkait:

  1. Amien Rais Kecewa dengan Barack Obama
  2. Artis Inggris Desak Obama Bicara soal Gaza

8 Komentar

Filed under politik

Pendudukan Gedung DPR/MPR oleh Mahasiswa

Sumber: http://semanggipeduli.com/Sejarah/frame/pendudukan.html

Dalam keadaan yang mulai terkendali setelah mencekam selama beberapa hari sejak tertembaknya mahasiswa Trisakti dan terjadinya kerusuhan besar di Indonesia, tanggal 18 Mei 1998 hari Senin siang, ribuan mahasiswa berkumpul di depan gedung DPR/MPR dan dihadang oleh tentara yang bersenjata lengkap, bukan lagi aparat kepolisian.

Tuntutan mereka yang utama adalah pengusutan penembakan mahasiswa Trisakti, penolakan terhadap penunjukan Soeharto sebagai Presiden kembali, pembubaran DPR/MPR 1998, pembentukan pemerintahan baru, dan pemulihan ekonomi secepatnya.

Kedatangan ribuan mahasiwa ke gedung DPR/MPR saat itu begitu menegangkan dan nyaris terjadi insiden. Suatu saat tentara yang berada di depan gedung atas tangga sempat mengokang senjata mereka sehingga membuat panik para wartawan yang segera menyingkir dari arena demonstrasi.

Mahasiswa ternyata tidak panik dan tidak terpancing untuk melarikan diri sehingga tentara tidak dapat memukul mundur mahasiswa dari gedung DPR/MPR. Akhirnya mahasiswa melakukan pembicaraan dengan pihak keamanan selanjutnya membubarkan diri pada sore hari dan pulang dengan menumpang bus umum.

Keesokan harinya mahasiswa yang mendatangi gedung DPR/MPR semakin banyak dan lebih dari itu mereka berhasil menginap dan menduduki gedung itu selama beberapa hari. Keberhasilan meduduki gedung DPR/MPR mengundang semakin banyaknya mahasiswa dari luar Jakarta untuk datang dan turut menginap di gedung tersebut. Mereka mau menunjukkan kalau reformasi itu bukan hanya milik Jakarta tapi milik semua orang Indonesia.

Soeharto akhirnya menyerah pada tuntutan rakyat yang menghendaki dia tidak menjadi Presiden lagi, namun tampaknya tak semudah itu reformasi dimenangkan oleh rakyat Indonesia karena ia meninggalkan kursi kepresidenan dengan menyerahkan secara sepihak tampuk kedaulatan rakyat begitu saja kepada Habiebie. Ini mengundang perdebatan hukum dan penolakan dari masyarakat.

Bahkan dengan tegas sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa Habiebie bukan Presiden Indonesia. Mereka tetap bertahan di gedung DPR/MPR sampai akhirnya diserbu oleh tentara dan semua mahasiswa digusur dan diungsikan ke kampus-kampus terdekat. Paling banyak yang menampung mahasiswa pada saat evakuasi tersebut adalah kampus Atma Jaya Jakarta yang terletak di Semanggi.

3 Komentar

Filed under politik, sejarah

Kerusuhan Mei 1998

Sumber: http://semanggipeduli.com/Sejarah/frame/kerusuhan.html

Kemarahan masyarakat terhadap kebrutalan aparat keamanan dalam peristiwa Trisakti dialihkan kepada orang Indonesia sendiri yang keturunan, terutama keturunan Cina. Betapa amuk massa itu sangat menyeramkan dan terjadi sepanjang siang dan malam hari mulai pada malam hari tanggal 12 Mei dan semakin parah pada tanggal 13 Mei siang hari setelah disampaikan kepada masyarakat secara resmi melalui berita mengenai gugurnya mahasiswa tertembak aparat.

Sampai tanggal 15 Mei 1998 di Jakarta dan banyak kota besar lainnya di Indonesia terjadi kerusuhan besar tak terkendali mengakibatkan ribuan gedung, toko maupun rumah di kota-kota Indonesia hancur lebur dirusak dan dibakar massa. Sebagian mahasiswa mencoba menenangkan masyarakat namun tidak dapat mengendalikan banyaknya massa yang marah.

Setelah kerusuhan, yang merupakan terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia pada abad ke 20, yang tinggal hanyalah duka, penderitaan, dan penyesalan. Bangsa ini telah menjadi bodoh dengan seketika karena kerugian material sudah tak terhitung lagi padahal bangsa ini sedang mengalami kesulitan ekonomi. Belum lagi kerugian jiwa di mana korban yang meninggal saat kerusuhan mencapai ribuan jiwa.

Mereka meninggal karena terjebak dalam kebakaran di gedung-gedung dan juga rumah yang dibakar oleh massa. Ada pula yang psikologisnya menjadi terganggu karena peristiwa pembakaran, penganiayaan, pemerkosaan terhadap etnis Cina maupun yang terpaksa kehilangan anggota keluarganya saat kerusuhan terjadi. Sangat mahal biaya yang ditanggung oleh bangsa ini.

Akhirnya dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki masalah ini karena saat itu Indonesia benar-benar menjadi sasaran kemarahan dunia karena peristiwa memalukan dengan adanya kejadian pemerkosaan dan tindakan rasialisme yang mengikuti peristiwa gugurnya Pahlawan Reformasi. Demonstrasi terjadi di kota-kota besar dunia mengecam kebrutalan para perusuh.

Akhirnya untuk meredam kemarahan dunia luar negri TGPF mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa adalah benar terjadi peristiwa pemerkosaan terhadap wanita etnis minoritas yang mencapai hampir seratus orang dan juga penganiayaan maupun pembunuhan oleh sekelompok orang yang diduga telah dilatih dan digerakkan secara serentak oleh suatu kelompok terselubung. Sampai saat ini tidak ada tindak lanjut untuk membuktikan kelompok mana yang menggerakkan kerusuhan itu walau diindikasikan keterlibatan personel dengan postur mirip militer dalam peristiwa itu.

10 Komentar

Filed under politik, sejarah

Selamat Buat Dede Yusuf

Dede YusufWalaupun belum menang secara resmi tapi Dede Yusuf Efendi yang ikut pilkada Jabar sebagai cawagub sudah diatas angin dengan menang quick count. Berikut berita dari MetroTV Breaking News:

Hasil perhitungan cepat atau quick count Lembaga Survei Indonesia, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ahmad Heryawan-Dede Yusuf memenangkan Pilkada Jawa Barat. Pasangan ini memperoleh sekitar 39,46 persen suara. Sedangkan pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim mendapatkan 35,46 persen suara. Sementara pasangan Danny Setyawan-Iwan Ridwan Sulandjana memperoleh 25,08 persen.

Bukannya saya tidak suka pada Agum Gumelar tapi yang tua mohon beri kesempatan pada yang muda. Mas Dede masih muda dan banyak harapan yang digantungkan pada kaum muda sekarang ini. Kami sebagai generasi muda ingin tahu seperti apa sih kalau generasi muda yang belum pernah terkontaminasi birokrasi -korupsi  beri kesempatan memimpin.

Sekali lagi selamat dan semoga berhasil… :-)

14 Komentar

Filed under politik

Dibalik Sikap Pak Nuh Tentang YouTube

YouTubePada pertemuan dengan Menkominfo kemarin terungkap beberapa hal yang penting menyangkut pemblokiran situs YouTube.

Pak Nuh memberi tahu bahwa perintah blokir itu datang langsung dari Presiden dan ketika ditanya oleh Mas Wicaksono apakah ada kemungkinan dibuka kembali, Pak Nuh menjawab tidak, sampai YouTube menghapus video Fitna itu.

Kenapa pemerintah sampai sebegitunya?

Beberapa dari teman teman yang hadir seperti Priyadi dan Jim Geovedi sudah memberikan masukannya bahwa secara teknis pemblokiran ini tidak efektif.

Kemudian Pak Nuh menanggapi bahwa apakah karena tidak efektif lantas kita biarkan. Saya menangkap kesan dari jawaban itu bahwa Pak Nuh enggan membahas aspek teknis dari pemblokiran itu, berarti ada aspek lain yang lebih menjadi pertimbangan.

Kalau dikatakan pemerintah ingin melindungi rakyat dari rasa tersinggung karena menonton film itu saya rasa tidak tepat karena prosentase pengguna Internet di Indonesia masih kecil dibanding rakyat keseluruhan yang 220 juta lebih.

Jadi kami pengguna Internet dianggap minoritas sehingga layak dikorbankan?

Tunggu dulu, diblokirnya situs YouTube memiliki implikasi sosial. Orang jadi penasaran dan mengcopy film tersebut dalam media lain seperti CD atau file yang bisa ditransfer lewat HP.

Kalau sudah begini masalahnya jadi lain. Disebuah milis malah saya mendapati ada email yang bertanya, “Sudah nonton Fitna?”. Perilaku ini memang jadi kecenderungan. Apa apa yang dilarang maka akan diburu. Orang jadi penasaran.

Apakah pemerintah aware dengan ini? Melihat perintah pemblokiran datang langsung dari Presiden maka patut dapat diduga bahwa pemblokiran ini karena alasan alasan politis. Film Fitna menghina agama dan sudah mendapat kecaman dari pemerintah Belanda sendiri dan juga dari SekJen PBB.

Mayoritas rakyat Indonesia adalah umat Islam. Pemerintah tentu dituntut untuk merepresentasikan sikap sebagai pemerintah dari negara dengan pendudukan beragama Islam terbesar didunia. Apa kata dunia jika Indonesia tidak bersikap protes terhadap pemuatan Film tersebut oleh YouTube.

Kira kira demikianlah pertimbangan politik luar negeri Presiden SBY ketika membuat keputusan pemblokiran YouTube. Soal yang lain jadi nomor dua. Apakah itu tentang bahaya transfer film Fitna ke media lain yang justru akan menyebar dengan cara yang lebih luas, atau apakah itu tentang pengguna Internet yang butuh akses ke YouTube akan terganggu, atau apakah itu terjadi kesalahan implementasi perintah blokir sehingga yang terblokir bukan hanya YouTube tapi juga situs penting lain seperti Multiply dan Rapidshare. Semua jadi nomor dua.

Adalah aspek politik luar negeri yang menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan ini. Mengenai aspek lain jadi nomor dua. Dari diskusi kemarin terlihat bahwa Pak Nuh tidak dapat membuka diskusi lebih dalam tentang pemblokiran ini, seolah olah itu harga mati.

Bisa dipahami karena beliau hanya seorang menteri yang harus take order dari Bos besar, Presiden SBY. Pemerintahan SBY dengan ini lebih mementingkan citra pemerintahannya ketimbang memperhatikan kebutuhan dan rakyatnya dari segala golongan.

Saya yakin banyak dari pengguna Internet Indonesia yang hanya sedikit prosentasenya itu yang tidak berminat menonton film jelek yang tak berkualitas itu. Hanya sedikit yang menonton atas dasar penasaran saja.

Setidaknya itu yang diungkapkan oleh Riyogarta pada saat diberi kesempatan oleh Pak Nuh untuk berbicara. Jadi sekarang kunci bukan di Pak Nuh tapi di Presiden SBY. Rasanya kok mustahil Presiden SBY mau mengundang kami ke istana untuk dengar pendapat seperti yang dilakukan oleh Pak Nuh. Citra lebih penting, apalagi mau 2009, begitu mungkin pertimbangannya.

Kita disini tinggal bengong. Bagi saya yang tidak terlalu butuh akses ke YouTube dan Multiply mungkin tidak terlalu merasakannya, apalagi saya pakai Speedy yang berani tidak manut perintah Menkominfo. Tapi bagi teman teman lain yang butuh tentu akan sangat menderita.

Bersabarlah teman teman, badai pasti berlalu. Cuma kapan…? Melihat kenyataan ini saya merenung betapa lemahnya kedaulatan TIK negara kita ini. Tak ada alternatif lain yang bisa diberi oleh anak bangsa. Mohammad DAMT dimilis nyeletuk yang menurut saya berisi poin penting.

MDAMT bilang kini saatnya mengembangkan konten lokal lebih giat lagi, memang ada layartancap.com tapi apakah server cukup kuat? Mari kita coba. Kita tak bisa begini terus, didepan sana akan banyak sekali problem yang tak bisa dipecahkan kalau kita tidak berdaulat.

Pemerintah akan hampir pasti lebih mementingkan aspek politik ketimbang yang lainnya. Bosen mikirin pemerintah mari kita perkuat TIK Indonesia sehingga kita bisa menjadi tuan rumah dinegeri sendiri.

64 Komentar

Filed under curhat, islam, politik