Shutter Island

Ted and Chuck

Sinopsis:

Seorang pasien gila bernama Rachel Solano yang sangat berbahaya telah menghilang dari sebuah rumah sakit jiwa khusus. Rumah sakit jiwa tersebut khusus merawat pasien sakit jiwa yang paling berbahaya hingga ditempatkan di sebuah pulau terpencil bernama Shutter Island. Pemerintah Amerika mengirimkan seorang agen federal kawakan bernama Teddy Daniels untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

Ted ditemani seorang agen muda bernama Chuck Aule. Ted sebenarnya memiliki misi pribadi ke pulau tersebut untuk mencari seorang penjahat yang telah membunuh istrinya. Penjahat tersebut bernama Andrew Laeddis yang diyakini oleh Ted dikirim ke Shutter Island karena profil kejahatan Laeddis yang karakteristiknya seperti kejahatan penjahat dengan gangguan jiwa.

Ketika Ted tiba di pulau Shutter Island, Ted mencium aktifitas illegal yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Jiwa terhadap para pasiennya. Begitu tertutupnya pihak Rumah Sakit Jiwa akan akses pada catatan para pasien dan pegawai membuat Ted memutuskan menghentikan penyelidikan Rachel Solano dan memberikan laporan kepada pemerintah federal untuk melakukan penyelidikan lebih dalam tentang Rumah Sakit Jiwa tersebut.

Satu satunya akses ke dan dari pulau Shutter Island adalah kapal fery yang tak bisa segera datang karena cuaca buruk. Ted tak bisa kembali dan memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan. Indikasi praktek ilegal semakin kuat ketika Ted bertemu dengan Rachel Solano pasien yang dilaporkan hilang tersebut.

Ted peluk istri dalam halusinasi

Terjebak di pulau yang sedang dilanda badai dan angin topan, Ted yang veteran Perang Dunia II itu harus berjuang tidak hanya untuk keluar dari pulau tapi juga harus berjuang menyelamatkan kewarasannya karena pihak Rumah Sakit Jiwa telah memberinya obat obatan yang membuatnya berhalusinasi akan masa lalunya ketika perang. Wujud almarhum istri yang sangat dicintainya selalu muncul dan berdialog dengannya membuat pergulatan emosi yang sangat kuat. Semua teka-teki, kejanggalan, keanehan dan kerancuan antara kenyataan dan halusinasi membuat Ted mulai tidak yakin dengan kewarasannya…

Leonardo DiCaprio

Leonardo memerankan Teddy Daniels dengan karakter yang kuat antara Ted sebagai agen federal dan Ted sebagai orang yang bimbang. Bahkan untuk film film sebelumnya Leonardo tak tampil seperti di film ini. Leonardo pada Titanic terlalu pop, terlalu jagoan pada The Gangs of New York. Pada film Catch Me If You Can menurut saya justru Tom Hanks rekan main Leonardo yang lebih berhasil membangun karakter.

Pada film ini akting Leonardo membuat kita terbawa pada cara pandang seorang agen federal yang cerdas tapi kemudian sama sekali tak terduga ada karakter kerapuhan jiwa sang agen handal itu. Tidak berlebih kalau saya katakan akting Leonardo kali ini adalah yang paling berbeda kalau dikatakan akting yang terbaik mungkin akan dianggap spoiler.

Martin Scorsese

Leonardo dan sutradara Martin Scorsese telah bekerja sama untuk yang keempat kalinya dalam film. Tentu semakin sering mereka bekerjasama semakin terjalin chemistry yang menghasilkan karya yang lebih baik. Kerja bareng mereka di film The Aviator menghasilkan beberapa nominasi Oscar. Jangan kaget bila kerjasama mereka kali ini akan masuk nominasi lagi pada Academy Award 2010. Menurut saya Martin berhasil membawa naskah berdasarkan novel karya Dennis Lehane yang sudah penuh dengan dialog dalam plot yang berliku kedalam visual yang artistik menegangkan.

Poster

Adegan Ted berdialog dengan Rachel dalam goa dekat mercusuar sangat artistik menurut saya. Kemudian adegan Ted masuk ke lorong di bangsal yang gelap untuk mencari Laeddis membuat penonton fX Platinum XXI tempat saya menonton beberapa kali menjerit -terutama wanita- ketika Ted menyalakan korek api. Mungkin itu sebab poster filmnya dipilih adegan Leonardo sedang memegang korek api.

Review

Menonton film ini saya teringat sebuah pertunjukan teater Koma dari naskah karya Evalds Flisar dengan tema exploitasi pasien gangguan jiwa. Tema ini sangat menarik untuk dibuatkan permainan plot yang tak terduga untuk menghasilkan kisah thriller. Dalam cerita yang berjudul “Kenapa Leonardo” tersebut dikisahkan sebuah klinik syaraf dan kejiwaan yang melakukan eksperimen terhadap pasiennya untuk menciptakan manusia super. Persis seperti apa yang dilakukan di Shutter Island.

Film ini bukan untuk yang mencari sekedar hiburan pelepas penat diakhir pekan. Film ini butuh konsentrasi untuk dipahami plotnya. Mengira ngira siapa berperan sebagai siapa. Menduga duga siapa pelaku kejahatan dalam teka teki yang tersamar. Juga butuh jantung yang sehat dan tentu saja akal yang waras sebab bisa jadi anda akan berdebat sengit dengan partner anda menonton tentang siapa sebenarnya yang nyata… “kewarasan” anda akan diuji dalam perdebatan itu nanti :-)

About these ads

20 Komentar

Filed under sinema

20 responses to “Shutter Island

  1. saia

    saiya masih bingung sebenarny dalam film ini siapa yg benar,, benarkah si ted ini adalah laeddis..??
    atau bukan..?
    sbenarny si ted ini yg bener atau dia dibuat jadi gila?
    kisah hidupnya yg mana yg bener..

  2. Hepdy

    Ulasannya bikin saya jadi lebih paham, trims sebelumnya, Iya, soalnya tadi pas nonton aku sempat bingung dan masih berkecamuk dalam pertanyaan-pertanyaan mengenai “siapa sebagai siapa” film ini memang membangun suatu memory yang dalam buat para penontonnya. kadang sampai bertanya apa aku juga ini masih “waras”, hehehehe…pokoknya film ini keren banget, memang harus butuh konsentrasi tinggi dan kalo perlu gak usah pake ngemil makanan segala. karena setiap kata berpengaruh sampai alur cerita di endingnya. Ngeriiiii…..

  3. wah tertantang saya untuk nonton

  4. crot...ah makasih sayang

    Nih pelem bagus banget. Plotnya cukup “menggugah” gak kaya pelem endonesa yang baru baca judulnya aja dah tau akhirnya spt apa. Kekuatan dialognya juga sangat tinggi terlihat dari pentingnya setiap kata dalam semua adegan pelem ini.

    Dari aspek sinematografi juga mendukung dialog yang kuat. Cara dan sudut “take” perlu dipelajari para sineas endonesa klu mau bikin pelem lebih baik.

  5. bun

    kalo menurut saya ted ini dijebak. karena masalahny ted tau banyak ttg sisi buruk shutter island yg berhubungan ketika dy menjadi veteran Perang Dunia II (bisa dilihat pd adegan ted bersama partnerny chuck terjebak di kuburan ketika badai dan dia menceritakan semua yg dia tahu).

    yg kdua knapa saya yakin kalo dijebak, ketika adegan terakhir saat ted dan chuck duduk di tangga, mereka berbincang-bincang dan chuck tersentak kaget krn ternyata ted pura2 gila dengan mengikuti cerita karangan dr kepala rumah sakit jiwa ini.

    itu menurut saya.hehe.
    saya malah berfikir mungkin kmatian istrinya memang sudah dirancang sebelumnya oleh para pimpinan shutter island.

  6. liulaja

    bingung ……………….
    kasi tahu dunk mas sutra …sutradara nya ajah maksud ku getuuh …
    yg ku tahu cuma satu ..kalo pas adegan terahkirnya itu emang ppura pura gila … tapi aku tep gak tahu ..dia bener atau emang gila

  7. Martin Scorsese, sangat pintar sekali…
    Saya tidak kaget bila akhirnya akan sedih…karena LD(Leonardo) sering memerankan film dgn ending yg tdk kita harapkan…sering…
    dan untuk film ini, saya setuju dengan bun, karena teddy msh mempunyai keyakinan bahwa ia benar, sepanjang film dia memang bimbang…tp pada ending diperjelas bahwa : dia adalah TED, konspirasi sangat kental disini.
    Pilih jadi monster??
    atau orang baik??

  8. Frezia

    harus extra perhatian pada film ini lewat sedetikpun gak bakal paham akhir cerita ini.Kayak ilmu filsafat harus dipahami berulang-ulang.Thanks banget buat sutradara n’ krunya.Saluuuuuuuuuuuu————–t dehhhhhhhhhh

  9. lia

    filmnya keren, leonardonya juga keren. tapi, masih gak yakin kalo ted itu bneran gak waras

  10. Netty

    Yang ku tahu sih, dia emang beneran gila (depresi) gara-gara ga terima kenyataan yg sebenarnya. Jadi sepanjang film psikiater n dokternya ngikutin imajinasinya biar dia sembuh perlahan-lahan.
    trus pas diEndingnya dia udah sembuh beneran eh pura-pura gila lagi (krn dia sebenarnya emang smart). Pas dia nanya ke Dr. Sheehan/Chuck “Mending mana, idup sebagai monster ato mati sbg good man” artinya Dia lebih milih sebagai “Teddy Daniels” daripada hidup dengan perasaan bersalah sebagai “Endrew Laeddis”

  11. norman

    aku juga pusing….yg mana yg benar….ted atau andrew….tapi rasanya sih yg benar andrew….coba pikir mana mungkin ada rachel solando sembunyi di gua….ndak masuk akal perempuan itu masih idup setelah lari….gak pakai sepatu lagi….tapi masih gak yakin juga….ada yg baca bukunya ? kasih tau dong

  12. ceritanya menarik sekali ……

  13. Ping-balik: Inception « Budayawan Muda

  14. Kleos

    In the 2010 Martin Scorsese psychological mystery-thriller film Shutter Island based on the novel of the same name set in the 1950s when lobotomy was considered an appropriate procedure by many in the psychiatric community, the main character, found to be criminally insane, is given the choice of facing up to the reality that he murdered his wife or be lobotomized. In the novel, it is clear he receives a lobotomy involuntarily after relapsing into insanity whereas the movie is ambiguous as to whether he faked his relapse in order to “die as a good man” by being lobotomized rather than “live as a monster” without the treatment

    Dr. James Gilligan, a past director of Massachusetts’ prison mental hospital and serving as a technical advisor stated:
    “ We worked together to make sure the story reflected a true war that was going on in the mid-20th century within the psychiatric community: a war between those clinicians who wanted to treat these patients with new forms of psychotherapy, education and medicine, and those who regarded the violent mentally ill as incurable and advocated controlling their behavior by inflicting irreversible brain damage, including indiscriminate use of shock treatment and crude forms of brain surgery, such as lobotomies ”

  15. menonton filmnya saja sudah membuat pola pikir saya jadi gila apa lagi membaca bukunya !
    (shutter island : psikopat, konspirasi, cuci otak,)

  16. Kalau menurut gue gini seorang pasien gila bernama Rachel Solano yang sangat berbahaya telah menghilang dari sebuah rumah sakit jiwa khusus. Rumah sakit jiwa tersebut khusus merawat pasien sakit jiwa yang paling berbahaya hingga ditempatkan di sebuah pulau terpencil bernama Shutter Island. Pemerintah Amerika mengirimkan seorang agen federal kawakan bernama Teddy Daniels untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

    Ted ditemani seorang agen muda bernama Chuck Aule. Ted sebenarnya memiliki misi pribadi ke pulau tersebut untuk mencari seorang penjahat yang telah membunuh istrinya. Penjahat tersebut bernama Andrew Laeddis yang diyakini oleh Ted dikirim ke Shutter Island karena profil kejahatan Laeddis yang karakteristiknya seperti kejahatan penjahat dengan gangguan jiwa.

    Ketika Ted tiba di pulau Shutter Island, Ted mencium aktifitas illegal yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Jiwa terhadap para pasiennya. Begitu tertutupnya pihak Rumah Sakit Jiwa akan akses pada catatan para pasien dan pegawai membuat Ted memutuskan menghentikan penyelidikan Rachel Solano dan memberikan laporan kepada pemerintah federal untuk melakukan penyelidikan lebih dalam tentang Rumah Sakit Jiwa tersebut.

    Satu satunya akses ke dan dari pulau Shutter Island adalah kapal fery yang tak bisa segera datang karena cuaca buruk. Ted tak bisa kembali dan memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan. Indikasi praktek ilegal semakin kuat ketika Ted bertemu dengan Rachel Solano pasien yang dilaporkan hilang tersebut.

    Ted peluk istri dalam halusinasi
    Terjebak di pulau yang sedang dilanda badai dan angin topan, Ted yang veteran Perang Dunia II itu harus berjuang tidak hanya untuk keluar dari pulau tapi juga harus berjuang menyelamatkan kewarasannya karena pihak Rumah Sakit Jiwa telah memberinya obat obatan yang membuatnya berhalusinasi akan masa lalunya ketika perang. Wujud almarhum istri yang sangat dicintainya selalu muncul dan berdialog dengannya membuat pergulatan emosi yang sangat kuat. Semua teka-teki, kejanggalan, keanehan dan kerancuan antara kenyataan dan halusinasi membuat Ted mulai tidak yakin dengan kewarasannya…

    pesan dalam kalimat di ending film itu adalah “Life like a monster or die like a goodman”

    maksutnya menyindir si teman yang berkhianat ikut membantu kepala rumah sakit mencuci otak si teddy dengan senjata kenangan masa lalu karena tidak ingin operasi mereka terbongkar oleh si teddy

    makanya si teddy bilang sama dia lebih baik mati menjadi orang baik dari pada hidup menjadi mosnter yang maksutnya ikut melakukan ujicoba tidak manusiawi karena tidak ada jalan keluar dari pulau tersebut

    intinya si teddy tersebut benar memiliki kenangan yang kelam dan sering muncul halusinasi karena sejak dia berada di pulau itu diberi obat oleh mereka atau ingin mencuci otaknya.

    dan dokter yang ditemui di goa itu memang nyata bukan halusinasi teddy dan pintarnya mereka dapat memutar balikkan fakta itu

    karena mereka tidak mampu menyakinkan atau mengajak gabung si teddy yang cerdas terpaksa membunuhnya di mercusuar daripada kedok mereka terbongkar

  17. Ow .. I see .. sya baru paham stelah baca komentar anda .. entah sya yg kurang pintar untuk mngerti film itu .. atau film itu yg trlalu pintar untuk mengecoh ke”waras”an sya .. sya sngat suka dgn teka teki dlam film ini .. sbelum sya mmbaca komentar anda sya msih kesal dgn endingnya.. tpi stlah mmbacanya sya yakin tidak ada ending yg lbih bagus dri ini .. yg sya khawatirkan Ted akan dibedah otaknya .. coz u know .. pada ending ada prawat pria yg mmegang pisau medis yg dbungkus kain putih dan berjalan mengikuti Ted dibelakangnya .. smoga sya slah tebak .. hahaha sya terlalu larut dalam film itu

  18. ghied

    Saya malah baru nonton ni di trans tv .. ktinggalan zaman bgt ya hhaahha .. tpi sumpah itu film amazing bgt .. sya dbuat gila juga karnanya .. sampe saya cari sinopsisnya supaya sya kmbali waras lg ..
    Semuanya menegangkan .. bukan film horror tapi spanjang crita sya hampir selalu mletakkan ke2 tangan sya diwajah sya
    Diending cerita Ted akhirnya melangkah mnuruni tangga dan berjalan entah kmna tjuannya tapi yg mngkhwatirkan adlah bberapa org prawat pria memegang pisau bedah yg dbungkus kain putih ??? OMG !! Apa Ted akan dibawa ke mercusuar dan dibedah otaknya ??? Apa dy memilih mati mnjadi org baik ?? Atau bgaimnapun caranya dy akan kluar dri pulau itu ??
    Entah .. spertinya sang sutradara mmbiarkan penonton menerka2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s