Catatan Penjurian Speedy Blogging Competition 2008

Menjadi juri lomba blog untuk kesekian kalinya memaksa saya menyaksikan dinamika blogging di Indonesia dari waktu ke waktu. Speedy Blogging Competition 2008 (SBC) adalah lomba blog paling akhir yang saya ikuti sebagai juri.

Berdasarkan beberapa kegiatan lomba blog itu saya coba membuat penggambaran tentang bagaimana kondisi blogosphere saat ini dan apa peran lomba blog sampai sejauh ini.

Kondisi per-blog-an di Indonesia saya bagi menjadi dua, internal dan eksternal. Internal menggambarkan kondisi para blogger itu sendiri, kemudian eksternal adalah kondisi lingkungan yang mempengaruhi kondisi internal.

Pertama untuk kondisi internal. Sebelumnya bersama mas Budi Putra dalam event serupa oleh Telkom juga di Senayan tanggal 23 November 2008. Pada event tersebut sungguh saya mendapati kondisi yang sangat menyedihkan. Pertama, dari puluhan peserta hanya sekitar 20% yang menulis tulisannya sendiri, sisanya copy paste.

Dari sisanya blog yang valid tersebut hanya sebagian kecil yang tulisannya mirip blog, sisanya lebih mirip tugas menulis dari majalah sekolah. Maklum pesertanya anak sekolah. Mas Budi berkomentar lomba blog itu bukan lomba menulis artikel, gaya bahasa blog itu lebih informal, enak dibaca dan inspired, apalagi untuk anak sekolah.

Bisa dipahami karena event tersebut hanya sehari dan kriteria penilaian yang dinilai hanyalah tulisan pada saat lomba. Kesimpulannya kita tidak bisa “memotret” kondisi internal yang sebenarnya melalui sebuah event sehari.

Kita butuh event yang lebih panjang rentang waktunya. SBC adalah sebuah event punya rentang waktu penyelenggaraan yang saya pikir cukup untuk memotret kondisi internal dari sisi waktu. Selain dari sisi waktu ada lagi faktor lain yang perlu diperhatikan, yaitu tema lomba.

Sebelum saya membahas rentang waktu dan tema blogging saya akan perkenalkan dulu event SBC ini. Speedy Blogging Competition 2008 dilaksanakan dari tanggal 22 Nov 2008 sampai dengan 31 Jan 2009 dengan ketentuan para peserta harus memiliki account Speedy dan harus memuat postingannya di mesin blog yang disediakan oleh SBC yaitu di: http://lomba.blog.telkomspeedy.com

Dengan waktu yang cukup lama akan bisa kita lihat konsistensi menulis dari para peserta. SBC ini diikuti oleh 100 blogger. Kurang dari 50% dari 100 blogger tersebut yang menulis lebih dari 5 tulisan selama kurun waktu 3 bulan tersebut. Sedihnya banyak juga yang hanya satu postingan: Hello World.

Kemudian dari sisanya disaring lagi dengan melakukan pengujian orisinalitas konten. Hasilnya adalah hanya 35 blog yang berhasil memenuhi syarat. Hal yang membuat saya sedih adalah banyak diantara blogger itu yang sebenarnya punya kemampuan menulis yang baik tapi lantas harus didiskualifikasi hanya karena ada salah satu postingannya yang copy-paste tanpa menyebut sumbernya.

Hal seperti ini tidak dapat diterima dan harus didiskualifikasi. Sayang sekali. Sebenarnya copy-paste tidak masalah selama kita menyertakan alamat sumber dari tulisan aslinya. Tapi rupanya banyak diantara mereka tidak mengerti akan hal itu.

Dewan Juri SBC

Setelah menilai 35 blog bersama 3 juri yang lain: Riyogarta, Kuncoro Wastuwibowo dan Regina Lenggo, kami mendapat beberapa kesan. Tema yang diusung pada event ini tidak memberikan keleluasan bagi para blogger untuk mengembangkan tulisan.

Bagi para blogger yang jam terbangnya belum banyak akan terjebak pada pendefinisian tema. Sedangkan bagi para blogger yang sudah memiliki jam terbang menulis yang tinggi akan mengeksplorasi tema sehingga tulisannya menjadi terlalu fokus. Tapi memang ada yang tidak sesuai tema dan menurut opini saya pribadi justru blogger ini punya keberanian dalam mengekspresikan kebebasan menulis dalam blog.

Sebab menurut saya tujuan dari diadakan lomba blog adalah untuk merangsang pertumbuhan blogger baru yang handal, bukan untuk ajang promosi produk tertentu. Kalau blogger sudah tidak punya keberanian dalam mengekspresikan tulisannya dalam blog maka tujuannya sudah gagal.

Ditetapkannya tema tertentu yang mungkin kurang fleksibel telah membuat para blogger tidak menulis secara spontan dari keinginannya. Peran tema menurut saya menjadi faktor yang penting dalam memotret kondisi internal.

Kondisi Internal

Melihat event SBC ini dapat saya katakan kondisi para peserta SBC adalah hanya 35% yang benar benar tahu bagaimana menulis blog dan dari 35% itu tidak tersalurkan dengan baik hasrat menulisnya karena mereka harus menyesuaikan blog mereka dengan prasyarat lomba yang ketat.

Banyak diantara mereka yang telah memiliki blog utama dan kemudian memindahkan isi blog mereka ke blog resmi untuk lomba. Maka hasilnya adalah dua blog yang sama persis isinya. Ini bukan tujuan dari lomba. Jadi sebaiknya tidak perlu mensyaratkan lokasi blog tertentu untuk lomba, biarkan mereka menggunakan existing blog mereka masing masing.

Kondisi Eksternal

Ramainya Facebook dan Plurk memang sangat berpengaruh pada semangat menulis para blogger. Lomba diharapkan menggugah kembali semangat menulis itu. Cuma jika salah dalam menentukan tema maka tidak akan memberikan cukup motivasi.

Tema yang diusung sebaiknya yang current affair, jika peserta lombanya adalah peserta umum. Tema yang lebih spesifik bisa dipakai jika peserta lomba di ambil dari komunitas bidang tertentu.

Tema current affair sudah terbukti ampuh dalam meningkatkan gairah blogging. Salah satu contohnya adalah Politikana.com. Portal blog politik ini sangat meriah justru ditengah tengah perkiraan blog akan mati akibat munculnya Facebook. Politikana.com mengusung tema politik yang sekarang memang sedang menjadi current affair.

Peran Lomba Blog

Lomba blog dengan tujuan menjaring penulis penulis baru yang berbakat hendaknya memiliki prasyarat teknis yang tidak terlalu mengikat dan memiliki tema yang menarik, sesuai dengan komunitasnya. Hadiah lomba sesungguhnya tidak memberikan efek terbesar dalam hal mencapai tujuan diadakannya lomba blog.

Ide menempatkan mereka dalam satu domain sebenarnya bukan ide buruk selama servernya nyaman dan sekali lagi temanya jelas dan memotivasi kenapa mereka mau bergabung disitu. Contoh mengelompokkan domain berdasarkan tema adalah pada Asia Blogging Network.

Sangat disayangkan jika dari satu lomba ke lomba yang lain ternyata tidak memiliki sinergi. Lomba blog masih relevan, dengan strategi yang baik suatu saat akan tercipta komunitas yang solid. Baik dari para bloggernya itu sendiri maupun dari para pembaca tulisan tulisan mereka sehingga bisa tercipta jaringan seperti Asia Blogging Network atau Politikana.

About these ads

3 Komentar

Filed under curhat

3 responses to “Catatan Penjurian Speedy Blogging Competition 2008

  1. a!

    ~Ramainya Facebook dan Plurk memang sangat berpengaruh pada semangat menulis para blogger.~

    hmmm, absoultely, yes!! blog memang mati suri di mana2. termasuk punyaku. :(

  2. wah palai speedy enak ya…semua koneksi internet pasti ada traubel…apalagi kalu saya didesa, kadang ada gangguan aja…gak gangguan tehnis..tapi gangguan tagihan bulanan..he…5x, saya mencoba searching di google ternyata ada solusi bagi saya ya itu layanan prabayar hanya satu kali dapat akses internet 3 tahn,,,dan kini saya sudah tidak lagi repot-2 mikirin tagihan bulanan…he,,,,3x…bagi temen-temen yang mau coba sangat bagus….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s