Presenter Berita Televisi

Bagi yang lahir tahun 70an pasti mengalami masa dimana TVRI masih satu satunya stasiun televisi. Remaja ditahun 80an tidak memiliki banyak pilihan.

Berita adalah konsumsi orang tua yang mau tidak mau ditonton juga. Sehingga saya masih ingat Anita Rachman, Ussy Karundeng, Max Sopacua, Idrus, Hasan Ashari Oramahe, Inke Maris, Sambas Mangundikarta dan favorit ayah saya, Sazli Rais. Mohon maaf bagi yang lupa disebut.

Dulu rasanya mereka biasa saja, baca berita ya memang harusnya seperti itu. Tapi setelah masuk ke era 90an, mulai ada stasiun televisi swasta. Acara berita mulai beragam dan presenternyapun mulai banyak.

Acara berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi menarik dan karena persaingan segala aspek benar benar dibenahi. Banyak muka baru dan segar, gaya membawakan berita juga banyak inovasi.

Tahukah anda di Rusia bahkan sampai sampai ada yang namanya Naked News, dimana presenter berita tampil membaca berita sambil perlahan lahan satu demi satu mencopot busananya sendiri hingga telanjang lonjong.

Huff… itu tak akan terjadi disini… lupakan impian kita anda itu.

Apa yang terjadi disini adalah para presenter berita itu tampil cantik, cerdas, berani dan tangkas. Kehadiran para presenter inipun memiliki dinamikanya sendiri. Jenjang karir, award, skorsing, pindah stasiun televisi dan bahkan skandal bak artis. Untuk yang terakhir saya tidak tertarik untuk membahasnya.

Bagi saya yang menarik adalah bagaimana para presenter itu tampil membawakan berita dengan sebaik mungkin dengan tetap mengindahkan kaidah kaidah jurnalistik. Disisi lain juga yang menarik adalah akibat dari era informasi memungkinkan munculnya forum forum diskusi dari penggemar para presenter itu.

Orang orang jaman dulu tak mungkin bisa melakukanya. Selain belum ada Internet juga karena stasiun TV hanya ada satu yang presenternya sudah tua tua. Sekarang para presenter itu memiliki penggemar yang tidak kalah militannya dengan para penggemar artis. Ternyata beda profesi beda karakteristik penggemarnya.

Dalam dunia artis kita lihat para penggemarnya berbagi rasa dengan cara membuat klub penggemar (fansclub). Demikian juga dengan para penggemar presenter berita. Bedanya klub untuk penggemar artis berdasarkan artisnya sedangkan klub penggemar presenter tidak berdasarkan presenternya tapi berdasarkan forumnya.

Para penggemar presenter lebih mudah berbagi kekaguman atas idola mereka dibanding para penggemar artis. Sering kita lihat diforum web fans dari artis tertentu menyerang artis lain dengan membuat perbandingan mana yang lebih baik, yang membuat fans dari artis yang diserang itu meradang dan menyerang balik.

Karakteristik seperti itu tidak tampak pada para penggemar presenter. Mereka sangat terbuka dengan kelebihan dari presenter lain selain yang mereka kagumi atau idolakan.

Mungkinkah karena karakteristik dari profesi presenter itu sendiri? Saya tidak tahu. Orang bilang, kalau anda cantik maka jadilah artis, kalau anda cerdas jadilah manajer tapi kalau anda cantik dan cerdas maka jadilah presenter.

Oleh karena penggemar presenter lebih lintas idola maka mereka lebih leluasa dalam memuja dan memuji. Saya akan angkat sebuah contoh aktifitas penggemar presenter yang rasanya tak mungkin diselenggarakan oleh para penggemar artis.

***

Situs situs web yang memiliki fasilitas forum digunakan oleh para penggemar untuk membuat thread khusus pujaan mereka. Forum forum itu antara lain: Forum WebGaul, KasKus, TransTV FORUM, Multiply, Lautan Indonesia, KafeGaul, CHIP-Forum, Friendster dan Facebook.

Nama thread yang umum dipakai biasanya seperti “Penyiar Berita Kesayangan” dan sejenisnya.

Kemudian ada kelompok yang bertanggung jawab menjaga thread tersebut, semacam admin kalau di milis. Salah satu kelompok penjaga thread tersebut menamakan dirinya The Brethren Courts.

Asalnya muasalnya adalah dari postingan seorang bernama Andrade Silva di Blognya yang berjudul “The Lady of The Ring“, yang memperhatikan presenter Meutya Hafidz ketika membaca berita mengganti ganti posisi cincin dijarinya pada saat televisi menayangkan visual beritanya.

Pergantian posisi cincin itu diberi analisys oleh Andrade sedemikian rupa yang membuat saya tertawa terpingkal pingkal. Postingan itu rupanya cikal bakal dari diskusi yang seru dan ramai diforum.

Apa saja yang mereka bicarakan tidak melulu pemujaan pada fisik belaka seperti, “Duh senyumnya manis sekali….”. Tapi juga ada beberapa tulisan yang menurut saya memiliki nilai uraian yang orisinil.

Berikut saya kutipkan dari yang penggemar menyayangkan kepindahan Chantal dari MetroTV ke RCTI, Juni 2007.

Terus terang saja, Chantal bukanlah salah satu dari top5 anchor favorite saya. Meskipun begitu saya menyukai Chantal karena beliau memiliki skill dan kemampuan yang unik dan tidak biasa.

Dari 30-an anchor yang dimiliki Metro, Chantal tergolong anchor yang paling lengkap. Memang mungkin dia tidak segarang Najwa Shihab atau Meutya Hafid ketika “membantai” orang, tidak juga memiliki kemampuan bahasa sehebat Kania Sutisnawinata maupun Zelda Savitri.

Kemampuan lengkap yang saya maksudkan di sini adalah bahwa Chantal ahli dalam memegang beberapa kategori ini: Membacakan Berita, Menterjemahkan Display, Skill Wawancara Narasumber, Manajemen Durasi, juga (ini yang paling penting) Skill Wawancara Commoner.

Terus terang untuk skill wawancara commoner (wawancara dengan warga biasa, jadi bukan narasumber ahli), jarang ada anchor yang bisa, biar itu yang basisnya dari Reporter sekalipun.

Pada Metro, ada beberapa acara yang bisa dijadikan tolok ukur diversifikasi skill, yaitu: Headline News, Metro Hari Ini, Sport Corner, Special Dialogue/Todays Dialogue/Public Corner, dan Suara Anda.

Dan yang membuat Chantal unik adalah bahwa Chantal pernah mengalami di semua program ini. Apabila hendak dirunut siapa lagi, maka satu-satunya anchor yang bisa menyamai hanyalah Frida Lidwina. Sayangnya skill Frida Lidwina masih agak lemah dalam hal Manajemen Durasi.

Saya ingat dahulu Chantal juga memiliki kelemahan seperti halnya yang dimiliki oleh Frida, tapi setelah Chantal biasa di Suara Anda, tiba-tiba saja dia seperti anak panah melesat dari busurnya, dan dalam sekejap “menguasai” program Suara Anda ini.

Kemudian ada juga ulasan tentang program Suara Anda di MetroTV selepas kepergian Chantal.

Dari semua program, mungkin hanya Suara Anda yang “betul-betul menderita” akibat kepergian Chantal. Sudah beberapa anchor mencoba mengisi kekosongan ini, tapi tetap tidak ada yang sesempurna Chantal.

Bahkan Virgie Baker dan Rahma Sarita yang notabene merupakan “mantan penguasa” program ini pun tidak bisa menjadikan Suara Anda seperti sebagaimana ketika masih ada Chantal. Apa sih sebenarnya kehebatan Chantal dibandingkan dengan semua anchor di atas?

Pertama kali, Chantal itu orangnya keibuan sekali, dan naluri itu terbawa bahkan hingga ke Suara Anda. Chantal selalu menganggap semua penelpon tidaklah seperti “orang biasa”, melainkan seperti “seorang anak yang hendak mengadu pada Ibunya”, dan Chantal lah “ibu si anak tersebut”.

Kedua, Chantal tidak pernah terikat pada teks, dia biarkan saja masing-masing berpendapat menurut bahasa mereka sendiri, dan Chantal juga selalu mendengarkannya dengan amat sabar.

Selain itu, Chantal juga tidak pernah memberikan penilaian atau men-judge apakah pendapat orang tersebut betul atau salah. Chantal juga selalu go with the flow, dia seolah-olah tahu kemana pembicaraan seseorang dan dia selalu bisa mengimbanginya.

Memang terkadang terlihat tidak tegas, akan tetapi berbicara dengan Chantal bisa menjadi sebuah kedamaian tersendiri, cita-cita yang tampaknya tidak bakal bisa terwujud untuk saya.

Lalu, apa kelemahan masing-masing pengganti Chantal? Ada beberapa anchor yang mencoba menggantikan Chantal di Suara Anda, yaitu Virgie Baker, Rahma Sarita, Fifi Aleyda Yahya, Meutya Hafid, Frida Lidwina, dan Prita Laura.

Rahma Sarita itu orang dialog, dia adalah (menurut saya) predator terbaik Metro setelah Najwa Shihab dan Meutya Hafid. Sayangnya orangnya agak “mbregudul”, keras kepala.

Apabila ada penelepon yang pendapatnya dianggap tidak sreg dengannya, maka pasti langsung di-cut, itu masih mending, jangan-jangan bisa diajak berantem dulu.

Virgie Baker orangnya sebenarnya baik, tidak terlalu menuntut seperti Rahma, sayangnya dia agak kaku, konservatif. Apabila digariskan seperti ini ya harus seperti ini.

Jeleknya lagi, Virgie memiliki kecenderungan untuk “mengarahkan” pendapat para penelepon, paling parah lagi dia sering juga menjawab pertanyaannya sendiri sehingga penelepon seolah-olah tidak bebas untuk berpendapat.

Fifi Aleyda Yahya malah paling parah di antara semuanya. Dari semua anchor yang berdebut di Suara Anda, Fifi lah yang mendapat debut terburuk.

Di sana Fifi betul-betul terlihat seperti amatiran, seolah-olah pengalaman bertahun-tahun selama ini lenyap begitu saja di pangkal telepon Suara Anda. Fifi gagal, bukan dari segi skill atau teknik, tapi dari mental.

Meutya Hafid dan Prita Laura sedikit lebih beruntung, sayangnya pada debut mereka, mereka lebih sering bermain aman. Tidak ada hal-hal khusus yang dilakukan, tidak ada. Prita Laura sendiri bahkan hampir terpancing untuk “menginterogasi” penelepon, seolah-olah mereka narasumber berita atau apa.

Yang paling mendekati adalah Frida Lidwina, dia cukup lancar menangani para penelepon, mungkin ini hasil “bertapa” di Sport Corner (nggak ada hubungannya, ya?).

Cuma Manajemen Durasi-nya masih lemah, tapi seharusnya jika dia dipasang lebih sering, skill ini pasti akan meningkat dengan sendirinya. Apalagi Frida tergolong ramah dan memiliki mimik wajah yang menyenangkan.

Foto diambil dari Friendster salah satu anchor MetroTV, saya lupa siapa, sehingga belum sempat minta ijin. Ini sekalian minta ijinya… :-)

Memang mungkin ada beberapa yang subyektifitas tapi itulah opini. Dan mereka tidak melulu membahas hal hal yang serius tapi juga banyak yang remeh temeh dan lucu seperti:

  • CHANTAL DELLA CONCETTA adalah anchor dengan suara paling melankolis
  • Selepas CHANTAL DELLA CONCETTA, LUCIA SAHARUI memegang peringkat pertama sebagai The Best Voice of MetroTV, dengan suaranya yang “as a whispering wind”, sementara MEUTYA HAFID di peringkat kedua dengan suaranya yang “as a flowing water”

Istilah istilah yang dimengerti oleh mereka saja.

  • Anchor-anchor berbahasa Inggris terbaik di Metro adalah: ZELDA SAVITRI, KANIA SUTISNAWINATA, DIAN KRISHNA, GADIZA FAUZI, dan ELVITA KHAIRANI. Di luar itu, rata-rata masih terjebak dalam apa yang saya sebut sebagai “Indonesian-English” atau malah “Javanese-English”.
  • Untuk Bahasa Asing non-Inggris dan Mandarin, pronounciation terbaik dipegang oleh DIAN KRISHNA. DK mampu mengucapkan kata-kata, nama-nama, dan istilah-istilah dalam bahasa asing (non-Inggris & Mandarin) secara baik, benar, dan fasih.
  • FIONA YUAN adalah anchor berbahasa Mandarin terbaik. Selain itu, dia juga bisa menyanyi dengan amat baik.
  • Suara CHEN SHAO YING ketika berbahasa Mandarin mirip dengan JET LEE

Bagaimana mereka bisa tahu Fiona Yuan terbaik yah? Tentunya yang menilai itu bisa berbahas Mandarin.

  • Rata-rata orang bisa mengenali dan membedakan suara LUCIA SAHARUI, RAHMA SARITA, PRITA LAURA, FIFI ALEYDA YAHYA, FIONA YUAN, dan SUMI YANG seketika tanpa harus melihatnya.

Semua yang disebut dari MetroTV. (Rahma sudah tidak lagi)

  • SUMI YANG paling sering membuat spelling error dalam Metro Xin Wen

Nah ini bagaimana mereka bisa tahu?

  • DIAN KRISHNA paling sering membuat spelling error tanpa ketahuan, sebagian besar dibuat di Sport Corner.
  • Anchor MetroTV selalu menyebut “Cina” dengan “China” (baca: Tja-i-na), di mana pembatasan serupa tidak didapatkan di RCTI dan SCTV.
  • Orang bisa mengenali suara DIAN KRISHNA seketika pada saat Sport Corner tapi harus berpikir dalam siaran berita bahasa Indonesia.
  • AMELIA ARDAN memiliki penekanan, aksen, dan toning yang unik dan khas ketika dia menyebutkan nama “DIAN KRISHNA” (denger aja sendiri deh, baru percaya)
  • GADIZA FAUZI memiliki dua warna suara yang berbeda. Saat dia membaca berita, suaranya adalah Alto, sementara ketika berbicara biasa, suaranya menjadi Sopran.
  • Tone, warna suara, dan cara bicara PRITA LAURA (Archipelago) mirip dengan RORO RATIH DEWANTI (Jelajah). Secara kebetulan pula, mereka berdua menjadi host dalam acara travelling di dua station TV yang berbeda. Kemiripan tone lain adalah antara FIFI ALEYDA YAHYA dengan FAUZIAH ERWIN, juga antara CHANDRA SUGARDA NAZIR dengan YULIA SUPADMO
  • Dalam dialog, NAJWA SHIHAB dan MEUTYA HAFID termasuk anchor berkategori “Summer” sementara GADIZA FAUZI dan PRITA LAURA adalah anchor berkategori “Winter
  • PRITA LAURA dan MEUTYA HAFID memiliki cara yang unik dalam memenggal kalimat.

Saya rasa Fifi dan Khadijah Al Jufri juga unik dalam memenggal kalimat dan mirip pada saat bertanya ketika wawancara di studio.

  • Sementara, FRIDA LIDWINA memiliki tone yang unik dalam mengakhiri sebuah kalimat.
  • FRIDA LIDWINA juga memiliki tone yang unik ketika menyebutkan namanya sendiri.
  • PRITA LAURA, LUCIA SAHARUI, dan ELVITA KHAIRANI memiliki ciri khas yang unik ketika mengakhiri Headline News. Sementara GADIZA FAUZI hampir selalu menyebutkan acara selanjutnya plus topik dan host yang membawakan, ketika mengakhiri Headline News.
  • RALPH TAMPUBOLON dianggap sebagai anchor cowok yang memiliki suara paling sexy di Metro (Akoord, Mje??)
  • DAISY WEKU di TransTV selalu membawakan berita dalam tempo cepat, yang lain adalah AMANDA MANUPUTY di Metro Papua TV
  • LUCKY SAVITRI memiliki aksen yang sangat unik yang saya sebut sebagai “tonguebiter”.
  • Para anchor cewek di SCTV rata-rata bisa dikategorikan sebagai anchor dengan Most Sexiest Lips, sementara Best Voice dipegang oleh Metro TV.
  • FRIDA LIDWINA adalah anchor dengan the most beautiful smile.

Kalau versi saya ada beberapa yang lain yang juga masuk most beautiful smile.

  • GADIZA FAUZI, LUCKY SAVITRI, dan GITHA NAFEEZA memiliki Mouse Smile, sementara PRITA LAURA dan TENGKU FIOLA memiliki Duck Smile.

Kategori yang unik.

  • Senyuman VALERINA DANIEL, GRACE NATALIE, LOLO SIREGAR, dan AMELIA ARDAN sama dan setipe, yang saya sebut sebagai Vixen Smile. Sementara MEUTYA HAFID dan IRA SYARIF juga satu tipe yaitu Cat Smile.

Semua pendapat itu memang subyektif tapi mereka juga memiliki Anchor Liga untuk memilih presenter terbaik versi mereka tentunya. Pemilihannya mengikuti aturan yang dapat mengurangi subyektifitas seperti opini opini diatas.

Tahapannya dari Anchor of the Month yang dipilih tiap bulan berdasarkan kata kunci Google yang masuk ke dalam statistik Blog mereka. Para presenter yang mereka miliki dan bahas di forum berjumlah 307 newsperson dari semua stasiun TV swasta.

Dalam daftar kata kunci dari Google yang masuk statistik Blog mereka didapat data untuk bulan ini adalah sbb:

  1. Eva Julianti 355
  2. Tina Talisa 329
  3. Grace Natalie 307
  4. Shara Aryo 300
  5. Aditya Wardhani 293
  6. Frida Lidwina 248
  7. Ratna Dumila 231
  8. Githa Nafeeza 205
  9. Lucia Sharui 205
  10. Rahma Sarita 200

Sehingga untuk bulan Juli 2008, Anchor of the Month mereka adalah Eva Julianti dari MetroTV. Kemudian selanjutnya Anchor of the Year. Tahun lalu, Anchor of the Year 2007 dimenangkan oleh Gadiza Fauzi. Gadiza Fauzi telah dua kali tampil sebagai Anchor of the Month untuk tahun 2008. Gadiza berpeluang untuk menjadi Anchor of the Year 2008.

Tapi selain Anchor of the Year ada lagi award mereka yang konsepnya beda dengan Anchor of the Year. Mereka memberi nama Jewel of The Station Award. Konsepnya adalah pemilihan Anchor terfavorit yang dipilih anggoat forum. Proses pemilihannya harus mengikuti aturan yang cukup ketat. Mula mula tiap stasiun ditentukan kandidat wakil presenter yang akan dinominasikan. Berikut note dari aturan penentuan kandidat:

Sistem “one man three vote” dipakai untuk menghindari kefanatikan pada satu anchor, sekaligus mengurangi “voting bias” yang disebabkan oleh sistem Anchormate/Sidemate bagi tiap-tiap anggota BC.

Setiap voter memilih 3 kandidat per station tanpa perbedaan bobot rank, dan semua station harus dipilih. Pilihan secara random diperbolehkan, karena semua kandidat anchor yang ikut dalam primary sudah pernah ada di WebGaul.

Dengan kriteria favorit, maka tidak diharuskan memilih berdasarkan pertimbangan tertentu kecuali selera pribadi saja.

Kemudian setelah nominasi didapat diperoleh pemenang yang berhak mewakili stasiun televisinya. Berikkut adalah proses convention mulai dari perkaukus hingga penentuan pemenangnya:

  1. The Red Carpet: Penyaringan kandidat masing masing kaukus
  2. Secondary: Menghasilkan dua kelompok convention yaitu:
    • Eastern Convention
      1. Eva Julianti (MetroTV)
      2. Woro Windrati (TransTV)
      3. Rike Amru (SCTV)
      4. Virgianty Kusumah (Global-MNC News)
      5. Fitrianti Megantara (ASTRO Awani)
    • Western Convention
      1. Tengku Fiola (ANTV)
      2. Isyana Bagoes Oka (RCTI)
      3. Rahma Sarita (tvOne)
      4. Lolo Siregar (Trans|7)
      5. Nike Kusmarini (Indosiar)
      6. Sandra Dewi (TPI)
  3. The National Convention: Menghasilkan pemenang dari Eastern Convention (Isyana Bagoes Oka, mereka menyebutnya Democratic candidate) dan pemenang dari Western Convention (Eva Julianti, mereka menyebutnya Republican candidate)
  4. Electoral College: Hingga akhirnya the road to the one jewel sampai pada penentuan pemenang dimana pemenangnya berasal dari Democratic candidate yaitu: Isyana Bagoes Oka

Sekilas award Jewel of the Station yang diselengarakan oleh The Brethren Courts ini tidak serius dan main main, tapi kalau dilihat dari metode penyelanggaraannya maka panitia profesionalpun mungkin kesulitan bisa menyelenggarakannya.

Mengingat untuk publik di Internet mereka telah memiliki jaringan di berbagai situs besar, bahkan di situs pertemanan terbesar seperti Friendster dan Facebook.

Salut buat mereka yang tidak hanya sekedar memuja muji tapi juga bikin acara yang seru dan tentu saja selamat buat Isyana Bagoes Oka, The One Jewel of All Stations 2008.

Foto diambil dari hasil capture anggota BC yang bernama Reds and Black

***

Sampai sejauh ini adakah yang terlewatkan? Tentu saja. Kebanyakan dari para penggemar presenter itu adalah laki laki, kebalikan dari penggemar artis yang umumnya remaja putri.

Karena kebanyakan mereka adalah pria maka presenter yang diidolakanpun juga presenter wanita. Padahal menurut saya presenter laki laki juga layak dan bagus bagus. Ralph Tampubolon dan Gustav Aulia adalah beberapa nama yang pernah muncul di forum BC. Favorit saya untuk presenter pria bukan Ralph atau Aulia tapi Putra Nababan.

Matanya yang sayu memberi kesan dingin dan seolah olah tak terpengaruh isi berita yang dibacakannya. Tapi mungkin belum seperti Sazli Rais jaman TVRI waktu membawakan berita perang Malvinas antara Inggris dan Argentina. Sazli Rais itu gabungan antara ekspresi Putra Nababan dan warna suara Ralp Tampubolon. Belum ada yang seperti itu lagi sekarang.

Untuk presenter wanita para penggemar lebih suka mengomentari senyum, tone, vokal dan cara memenggal kalimat maka saya lebih suka memperhatikan cara presenter tersebut mengucapkan kalimat. Desi Anwar mungkin menjadi panutan banyak presenter muda. Desi punya cara yang khas dalam mengucapkan kata yang mengandung unsur huruf “c“, bibir agak dimonyongin ketika mengucapkannya.

Cara ini kemudian menular ke presenter lain seperti Sandrina Malakiano, menular lagi ke Wianda Pusponegoro. Akhirnya menjadi semacam trend. Terus terang saya kurang suka. Mungkin bisa pas pada Desi Anwar tapi ketika ditiru oleh yang lain maka itu menjadi tidak pas lagi.

Mirip Desi Anwar, Sandrina Malakiano memberikan tambahan intonasi pada berita yang dibawakannya. Bahkan untuk memperkuat kesan, Sandrina sering menggerakan kepalanya seperti mengangguk dan menggeleng.

Gaya Desi dan Sandrina inipun cepat berkembang menjadi trend di kalangan presenter. Mungkin ada yang menilai cara seperti itu adalah cara yang baik, memberi penekanan intonasi dan ekspresi pada isi berita. Tapi saya kok kurang suka, sering saya terganggu dengan penekanan intonasi dan gerakan kepala seperti itu.

Orang sering teralihkan perhatiannya oleh cara membaca yang dimonyongin itu, intonasi dan gerakan kepala presenter sehingga tidak memperhatikan isi berita tapi malah mengomentari presenternya. Menurut saya pembaca berita sebaiknya tidak usah memberi penekanan pada intonasi atau memberi gerakan kepala yang berlebihan.

Ketika banyak presenter menggandrungi trend trend tersebut adalah Fifi Aleyda Yahya, Rosiana Silalahi dan Kania Sutisnawinata yang tampil dengan image unity tersendiri yang lebih orisinil.

Menurut Andrade Silva, Fifi gagal ketika membawakan program Suara Anda. Mungkin Andrade benar tapi masalahnya Fifi tidak harus berada disitu. Meminjam istilah Mas Satrio Arismunandar, seorang presenter memiliki image personality masing masing yang harus dipahami oleh stasiun TV tempatnya bekerja.

Jika memang Fifi tidak cocok untuk program Suara Anda maka seharusnya MetroTV paham akan hal itu dan tidak menempatkan Fifi di acara tersebut. Mungkin Fifi lebih cocok di acara hardnews atau conference. Acara debat dan dialog juga cocok karena pembawaan Fifi yang serius dan tegas.

Ketidakpahaman seperti ini yang bila terjadi berulang ulang tanpa evaluasi mungkin akan bermuara pada pindahnya sang presenter ke stasiun TV lain.

Jika seorang presenter bagus mungkin tidak di semua lini. Kalau bagus di semua lini (generalist) mungkin kalah oleh presenter specialist di lini yang spesifik. Memang ada beberapa presenter generalist sekaligus specialist. Najwa Shihab dan Rosiana Silalahi mungkin bisa masuk kategori ini. Tapi untuk bisa begitu perlu jam terbang yang tinggi dengan semua fasilitas dan kesempatan terbaik yang bisa diberi oleh stasiun TV.

Sungguhpun demikian Najwa bukan tanpa kekurangan. Waktu itu Meutya Hafidz masih disandra oleh kaum Mujahidin di Irak. MetroTV secara marathon memberitakan perkembangan terakhir dan disampaikan bergiliran oleh beberapa presenter yang tentu saja juga teman teman Meutya.

Pada saat giliran Najwa Shihab yang menyampaikan berita, Najwa tidak kuasa menahan emosinya dan menangis didepan kamera sambil menyampaikan berita. Walhasil kalimatnya terbata bata. Apakah orang akan bilang Najwa tidak profesional sebagai presenter. Jurnalis juga manusia bukan, punya perasaan.

Satu lagi contoh yang menurut saya sebenarnya tidak perlu terjadi kalau stasiun TV memiliki pemahaman tentang presenternya. Presenter sebagus Najwapun bisa terlihat tidak pro kalau sudah begitu. Masalahnya kenapa MetroTV tidak menyadari kedekatan emosi antara Najwa dan Meutya. Mungkin bisa dipilih presenter lain yang lebih stabil emosinya pada saat itu.

Tapi kejadian itu tidak sampai membuat Najwa diskors. Tapi kalau ditegur saya tidak tahu. Saya bukan orang dalam. Kalau kesalahan ringan mungkin sering terjadi. Kania Sutisnawinata yang dianggap kemampuan berbahasa paling baik toh pernah keseleo lidah dengan mengatakan: “Studio mini MetroTV” menjadi “Studio Metromini”, untung tidak ditambah dengan jurusannya sekalian :-)

Video captured Studio Metromini di Youtube

Profesi presenter sebenarnya adalah profesi yang menurut saya memiliki resiko yang tinggi. Profesi apapun selain presenter kalau salah bicara masih bisa minta maaf, ralat dan melanjutkan karirnya. Tapi kalau presenter salah bicara sedikit maka karir bisa berubah.

Tanggal 16 Mei 1998, saat saat genting sebelum reshufle kabinet terakhir Presiden Soeharto yang ternyata tidak direspon oleh para menteri yang dipilih masuk reshufle.

Salah satu menteri yang menolak reshufle kabinet adalah Sarwono Kusumaatmadja yang sebelum pembacaan reshufle sempat diwawancarai oleh Ira Kusno dari SCTV.

Pada wawancara itu yang sangat ingin didengar oleh masyarakat adalah dukungan pada reformasi dan anti pada status-quo.

Pak Sarwono waktu itu mengibaratkan reshufle kabinet kali ini hanya tambal gigi saja. Sedangkan yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah cabut gigi. Istilah cabut gigi tersebut mengarah kepada tuntutan agar Pak Harto mundur saja, tidak usah reshufle kabinet segala.

Walhasil bos SCTV waktu itu (Peter F Gontha) yang merupakan tangan kanan Bambang Trihatmojo itu marah besar dan memecat jurnalisnya: Don Bosco Salamun (produser), Sumitha Tobing (pemred) dan presenter Ira Kusno diskors.

Posisi Ira sangat sulit, dia harus menjaga alignment dengan kebijakan stasiun TV tempatnya bekerja sementara narasumbernya sulit dikendalikan. Ira telah berusaha tapi belum cukup untuk mengamankan plot interview. Padahal Ira dikenal sangat agresif untuk urusan interview.

Contoh lain adalah ketika reformasi telah bergulir dan ramai ramai orang membuat partai baru untuk ikut pemilu. RCTI waktu itu menampilkan narasumber Yusril Ihza Mahendra yang akan membentuk partai baru bernama Partai Bulan Bintang. Sedangkan wawancara dilakukan oleh jurnalis Nova Poerwadi.

Waktu itu partai baru sudah cukup banyak. Kemudian hal yang ingin ditanyakan oleh Nova kepada narasumbernya Yusril adalah apakah dengan sekian banyak partai itu masih perlu membentuk partai baru.

Yusril seperti biasa menjawab dengan argumentasi bahwa selama itu dibolehkan secara hukum kenapa tidak, tapi rupanya Nova belum puas dengan jawaban itu dan terus bertanya seputar perlunya partai baru.

Akhirnya Yusril bertanya balik dengan mengatakan jangan jangan RCTI masih menganut paradigma lama. Pertanyaan seperti itu tentu menohok RCTI tapi Nova tak memiliki jawaban apalagi membantahnya dan hanya merespon dengan senyum saja.

Sejak kejadian itu saya tak pernah melihat Nova lagi di RCTI. Saya tak tahu apa yang terjadi. Belakangan Nova terlihat muncul di program VOA.

Contoh lain lagi waktu itu pemerintahan Presiden Gusdur sedang goyah. Banyak pihak yang merespon pernyataan Gusdur sebagai Presiden yang sering kali keluar bingkai (nyeleneh).

Media kerap memuat respon dari Amien Rais atas pernyataan Gusdur. Pihak yang pro Gusdur balik menuduh Amien Rais memiliki agenda tersembunyi menggulingkan pemerintahan Gusdur. Suasana politik memanas dan pada saat itu SCTV menghadirkan wawancara eksklusif dengan narasumber Amien Rais dan pewawancara jurnalis Chandra Wibowo.

Setelah sekian panjang wawancara dan kelihatannya Pak Amien narasumber yang kalem dan mengikuti saja plot yang diatur oleh Chandra. Seandainya Chandra tampil netral maka ia tak akan terjerumus dalam situasi yang sulit. Disini Chandra tampil seolah olah mewakili orang yang curiga pada Amien Rais.

Beberapa kali Pak Amien diminta klarifikasi tentang tuduhan itu. Pak Amien akhirnya menjawab bahwa jika ia memang menginginkan Gusdur untuk mundur maka ia tak akan sembunyi-sembunyi seperti yang dituduhkan. Ia akan mengatakannya terang terangan (dikemudian hari memang terbukti demikian).

Diakhir wawancara Chandra kembali membuat kesalahan dengan menghimbau sebaiknya Pak Amien diam tidak usah berkomentar agar tak membuat suasana keruh. Pak Amien menjawab bahwa ia hanya merespon pernyataan Gusdur. Semenjak usai acara wawancara itu saya tak pernah lagi melihat Chandra Wibowo muncul di layar kaca.

***

Menjadi presenter memang tidak sekedar menjadi cantik di depan kamera tapi juga dituntut cantik berdiplomasi.

Banyak presenter muda yang berpeluang menjadi lebih baik dari penduhulunya. Tapi memang mereka perlu diberi kesempatan menambah jam terbang. Isyana misalnya yang terpilih menjadi presenter favorite The Jewel of All Stations belum pernah saya lihat dia menjadi interviewer atau moderator dialog.

Kalau Eva Julianti sudah pernah saya lihat memandu acara dialog ringan. Belum dialog berat seperti Today’s Dialogue. Tapi memang perlu semacam kapasitas tertentu untuk bisa di program interview atau dialog. Kembali lagi kalau tidak pernah dicoba atau diberi kesempatan maka tak akan pernah tahu.

Dunia presenter memang unik, penuh tantangan dan resiko. Setelah melihat sebagian dinamika yang bisa diungkap diatas, bagaimana? Tertarik dengan menjadi presenter?

Layangkan lamaran anda pada stasiun TV, jangan ke saya yah.. saya cuma blogger… hehe

About these ads

44 Komentar

Filed under televisi

44 responses to “Presenter Berita Televisi

  1. tidak tertarik jadi presenter sih, mending jadi reporter

  2. @akokow:

    Biasanya presenter itu dulunya udah pernah jadi reporter, semacam jenjang karir. Dan juga kalo lagi gimana presenter bisa balik lagi jadi reporter.

  3. Pertama terima kasih mas telah mau membahas komunitas kami.

    Cuma ada beberapa catatan aja
    1. …… “Gadiza Fauzi telah dua kali tampil sebagai Anchor of the Month untuk tahun 2008. Gadiza berpeluang untuk menjadi Anchor of the Year 2008.”…….

    Yang di atas ini salah mas, yang benar yang sudah dapat dua kali AOTM tahun ini itu Eva Julianti.

    2. Mbak Eva Julianti pernah membawakan Today’s Dialogue lho.

    3. AOTM NAA(anchor of the month versi blog NAA) kemudian AOTY(Anchor of The Year), JOTS (Jewel of The Stations) kemudian Anchor Liga tidak berkaitan. Kesemua hal itu berlangsung secara terpisah. Memang agak rumit menceritakannya secara singkat. Mungkin kalau sudah lama mengikuti thread Penyiar Berita Kesayangan yang sekarang berlanjut ke Thread Penyiar Berita Kesayangan 2 di Webgaul baru akan paham.

    4. Oya agak narsis dikit nih, kalo komunitas fans anchor/news person yang ” agak” terorganisir mungkin baru kami(The Brethren Court) yang ada di Webgaul. Walau beberapa dari kami ada juga yang ikut nimbrung di tempat lain. Salah satu buktinya adalah cukup eksisnya thread PBK baik 1 dan 2, kemudian pembuatan blog yang mungkin baru seadanya di newsanchoradmirer. Ke depannya masih banyak rencana yang mungkin masih ada di benak kami dan belum bisa dilaksanakan.

    Yah segitu dulu mungkin catatan dari saya. Kalau ada kalimat atau kata yang kurang berkenan saya mohon maaf.

    Reds & Black
    Admin blog Newsanchoradmirer dan salah satu senior di Brethren Court.

  4. @Admin NAA:

    Mas Reds and Black, terima kasih juga telah memberi koreksinya.

    Yang di atas ini salah mas, yang benar yang sudah dapat dua kali AOTM tahun ini itu Eva Julianti.

    oalah keliru toh… maaf yah :-) nanti tak koreksi redaksinya, jadi Eva yah, bukan Gadiza.

    2. Mbak Eva Julianti pernah membawakan Today’s Dialogue lho.

    Saya kok gak nonton eposide itu yah, missed.
    Jadi gimana Eva? bagus gak untuk Todays dialog?

    Mungkin kalau sudah lama mengikuti thread Penyiar Berita Kesayangan yang sekarang berlanjut ke Thread Penyiar Berita Kesayangan 2 di Webgaul baru akan paham.

    komunitas kalian emang unik, itu akan menambah magnitude karena unik ;-)

    Oya agak narsis dikit nih, kalo komunitas fans anchor/news person yang ” agak” terorganisir mungkin baru kami(The Brethren Court)

    Ok deh… selamat buat The Brethren Court, semoga tambah rame dan heboh diskusinya, tambah seru awardnya, siapa tahu award kalian jadi tolok ukur, kalau bisa dibuat tools webnya untuk voting ,jadi yang ikut vote bisa lebih diketahui metadata demography untuk samplingnya.

  5. Wah… admin NAA langsung turun tangan. :D

  6. kalo mbak Fifi Aleyda Yahya itu mirip bintang film Korea yang saat ini tayang tiap malem di JakTV :p

  7. Janissary

    ngefans anchor ama seleb umumnya beda…
    kalo celeb kebanyakan suka karena fisik…
    kalo anchor yah gak cuma fisik tapi juga kecerdasan…

  8. Stanley David

    nggak nyangka ya…
    ada juga yang bisa bikin kajian tentang para presenter2 dunia TV indonesia ……

    tengkiu mas Wibi .. paling nggak bisa jadi bahan referensi …..

    regards,

  9. hildalexander

    Jangan dilupakan juga kontribusi penulis berita (scriptwriter), editor dan produser….

  10. gile bang. ngga nyanka sampe serius ttg masalah ginian

  11. Andrade_Silva

    Pertama2…

    Makasih ya udah di-review… Hehehe…
    Makasih juga atas kritiknya…

    Jujur susah bikin kayak gituan, menggerakkan satu thread ampe bisa gitu… Butuh perjuangan ampe tahunan, tapi ini memang sudah komitmen dari awal koq, di antara kita untuk tidak membuat thread ini hanya sebagai “thread yang biasa saja”…

    Salah seorang newsperson pernah berkata kepada saya bahwa salah satu alasan dia malas baca Forum soal presenter/reporter adalah bahwa biasanya Forum semacam itu sudah terjebak dalam hal2 yang “useless”…
    Makanya dari awal saya ama teman2 udah bertekad, jangan sampai Forum PBK kami mengalami nasib serupa…

    Mohon dukungannya juga yah…
    Soalnya menggerakkan forum seperti itu ternyata tidak semudah apa yang orang kira, dan banyak sekali tantangan yang dihadapi… Semoga saja Thread kami bisa menjadi semacam percontohan untuk thread serupa yang akan datang…

    Btw, soal sistem Jewel of The Station…
    Sebenarnya mengambil inspirasi dari sistem US Election plus ketika saya melihat acara SuperMama CelebShow.

    Sayangnya ide ini (terutama untuk tahapan “Primary” dan “Convention”) baru bisa diaplikasikan pada thread kami saja, di mana jumlah Anchor yang sudah kami screening mencapai lebih dari 128 anchor dari 11 News Station swasta (semoga ke depannya variannya bisa ditambah), sehingga setiap Anchor di tiap station memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Terutama Primary, belum bisa diaplikasikan pada Forum lain di mana tingkat diversifikasi Anchor-nya sangat rendah (misal terlalu didominasi oleh segelintir anchor dari segelintir station tertentu pula).

    Baru tahapan Electoral College saja yang kami buka untuk umum di 8 Forum dan 2 Situs Pertemanan Terbesar, pun itu hanya mendapatkan respon yang bagi kami masih cukup sedikit. Beberapa komentar yang mengiringi pun bagi kami juga “masih jauh panggang dari api”. Sehingga masih agak sulit bagi kami untuk melepaskan mekanisme pemilihan “sepenuhnya kepada rakyat”.

    Untungnya, kami mendapatkan dukungan moral yang cukup besar dari beberapa newsperson, dan terutama adalah Eva Julianti sebagai salah satu kandidat. Semoga ke depannya kami bisa berbuat sesuatu dengan lebih baik lagi…

    Terima kasih atas semuanya ^_^

  12. favorit saya ya selalu Kania Sutisnawinata. Cantik dan pintar.

  13. Cantik2 dan pinter2 sekarang presenter nya :D

  14. salut buat The Brethren Court! dahsyat! profesional! cool abis! saya sih percaya, suatu saat The Brethren Court ini bakal jadi tolok ukur buat para presenter dan news station, asalkan tetap konsisten menjalani dan mengembangkan treadnya :mrgreen:

    btw, nitip uneg uneg ya :mrgreen: gw suka dongkol plus keki plus sebal tuh ama meutya hafid kalo bawain today’s dialogue :mrgreen: sebutan/panggilan mas pada nara sumber itu lho! yang gak nahan!

    panggilan mas a mas b ke narasumber itu memang menunjukkan kedekatan dan keakraban pada nara sumber, dan barangkali itu memang diperlukan, tapi kalo di acara yang disiarkan publik, untuk komsumsi publik, apa masih pantas? apa tidak melanggar etika publik? ah pokoknya keki :mrgreen:

    btw, mas wibi, ternyata dari tulisan ini tampaknya berbakat reportase juga nih :mrgreen:

    sekali lagi salut buat The Brethren Court!

  15. aer

    saya selalu tertarik membaca bahasan tentang anchor tv.. apalagi dulu ada yang pernah nulis ibarat transfer pemaen bola gitu..

    dan pas baca yg satu ini, ternyata panjang juga ya bacanya (apalagi nulisnya,.. berapa lama sih mas buatnya??)

    kalo bisa ditambahin daftar thread yg ngebahas tentang hal ini, atau teks nya dikasi link.. jadi kitakita bisa meluncur ke lokasi

    sekarang lagi suka ama program berita malem di tvOne, garagara ada Tina Talisa =P~ bisa nyanyi juga lho

    ya sudah dulu deh.. saya jadi terinspirasi buat tulisan yg masi berbau pertelevisian

  16. ShadowX

    Wow…saya salah satu anggota The Breathren Court juga loh…

  17. dulu di TVRI memiliki standar sekolah penyiar yang bagus dan berkualitas. Sebagian TV swasta tidak mempedulikan ini..
    Tapi metro memang beda dalam urusan ini. ..he he saya suka Rahma sih..hm hm

  18. @mazirwan:

    bintang korea? bintang kejora kali…. hehe

    @Janissary:

    yup.. setuju.

    @hildalexander:

    scriptwriter dan editor tidak muncul di layar jadi agak susah dinilai oleh pemirsa.

    @bocahcilik:

    ya gitu deh…

    @JalanSutera.com™:

    pintar… semua presenter kayanya pinter deh.
    cantik… hmm relatif ya.. tapi mas puji sukanya model kaya Kania itu kali yah? xixixi…

    @dobelden:

    sekarang? dulu enggak yah mas… tua tua…. :-)

    @ShadowX:

    Oh ya.? pantesan namanya keren gituh.. :-)

    @iman Brotoseno:

    Rahma udah gak Metro mas, sekarang TvOne tempat Rahma bekerja juga mulai memperlihatkan kwalitas Tv berita yang agresif.

    @heruyaheru:

    yoooiii….

  19. @aer:

    dan pas baca yg satu ini, ternyata panjang juga ya bacanya (apalagi nulisnya,.. berapa lama sih mas buatnya??)

    lupa… hehe.. ini artikel lama yang saya udah mulai tulis dulu, tapi tak tuntas hingga teronggok di draft, lanjut lagi sampe tuntas kemarin.

    sekarang lagi suka ama program berita malem di tvOne, garagara ada Tina Talisa =P~ bisa nyanyi juga lh

    Ngefans sama Tina Talisa? Tina itu dokter gigi, mantan finalis putri Indoensia 2003 dan juara I mojang Jawa Barat 2003. Sedang kuliah Magister di Unpad.

    Sekarang sedang jadi icon tvOne selain Rahma. Tina juga sukses jadi menantu menteri PPN kabinet Indonesia Bersatu / kepala Bappenas, Paskah Suzeta.

    ya sudah dulu deh.. saya jadi terinspirasi buat tulisan yg masi berbau pertelevisian

    OK deh, ditunggu tulisannya :-)

    @sahatmrt:

    btw, nitip uneg uneg ya :mrgreen: gw suka dongkol plus keki plus sebal tuh ama meutya hafid kalo bawain today’s dialogue :mrgreen: sebutan/panggilan mas pada nara sumber itu lho! yang gak nahan!

    hehe.. trus enaknya dipanggil apa dong yah? panggil Lae aja kali :-)

    btw, mas wibi, ternyata dari tulisan ini tampaknya berbakat reportase juga nih :mrgreen:

    Blogger juga jurnalis loh… citizen journalist ;-)

    @Andrade_Silva:

    Untungnya, kami mendapatkan dukungan moral yang cukup besar dari beberapa newsperson, dan terutama adalah Eva Julianti sebagai salah satu kandidat. Semoga ke depannya kami bisa berbuat sesuatu dengan lebih baik lagi…

    Hebatnya ternyata Eva tidak terpilih sebagai Jewel of the Station, itu menunjukan independensi dari proses pemilihan, selamat Bung Andrade, kerja keras The Brethren Court layak di apresiasi.

  20. jamperson

    Untuk Budi Putra , SBY, Meutya Hafid, Agus Isrok Mikroj, Budianto cs smuanya.

    Pengin tahu nih para penzina ini pintar juga bikin blogs dan suka ngeblogs yah? kami tahu kau itu juga suka ngrebut pacar atau istri orang kan?
    mau tahu kau juga termasuk yang di boikot dan di embargo oleh Komando Payung Rasul Indonesia karena menghalangi dan menteror suami Meutya Hafid si Bobby Meidianto Hasan Madinah / Jaguar manan anggota detasemen khusus anti terornya Presiden Soeharo itu yang di kota Solo itu..
    Ngumpulin si Isrok Mikroj yang Pengedar narkoba itu juga lantaran kau juga termasuk sindikatnya juga kan?
    mau tahu aku ? klik bae yoyoaquiza.wordpress.com dan jamperson.wordpress.com.
    Kami akan tetap kirimkan info2 negatif tentang kalian ke seluruh dunia sampai kalian mampus , bila Meutya Hafid kalian halangi untuk bertemu Suaminya itu.
    Oh Ya selamat mampus kalian semua.

  21. @jamperson:

    Untuk Budi Putra , SBY, Meutya Hafid, Agus Isrok Mikroj, Budianto cs smuanya.

    mas jamperson, kelihatannya anda salah alamat, ini bukan blog salah satu dari orang diatas yang anda sebut itu.

    kami tahu kau itu juga suka ngrebut pacar atau istri orang kan?
    mau tahu kau juga termasuk yang di boikot dan di embargo oleh Komando Payung Rasul Indonesia karena menghalangi dan menteror suami Meutya Hafid si Bobby Meidianto…

    halah…. gak ngerti saya mas…
    sejak kapan Meutya nikah sama orang yang namanya Bobby? trus organisasi apa itu kok bisa mengembargo SBY? halah.. gak ngerti mas…

    mau tahu aku ? klik bae…

    waduh.. mohon maaf, saya tidak tertarik.

    Kami akan tetap kirimkan info2 negatif tentang kalian ke seluruh dunia sampai kalian mampus , bila Meutya Hafid kalian halangi untuk bertemu Suaminya itu.

    mas mas… tolong yah, komentar anda tidak ada hubungannya sama sekali dengan artikel saya, dan saya akan sangat menghargai jika anda tidak mengotori Blog saya lagi…

    Kalaupun anda punya persoalan dengan siapa itu yang anda sebut diatas, itu problem anda sendiri dan tak perlu dibawa bawa kesini. Pembaca Blog saya tidak berminat. Make your own forum.

    ada ada aja…

  22. peddy

    situs ini informatif banget,,
    makasih buat pembuatnya.
    usul nih,,
    makin oke kalo bisa dibuatkan daftar list presenter wanita domestik berdasarkan abjad,,
    dari era lampau sampe terbaru,,
    syukur-syukur kalo juga ada mancanegaranya,,
    he.he…
    makasih operator.
    peddy

  23. sampai detik ini saya masih berharap eva julianti, the pretty woman, bakal jadi the 2008 best anchor of the year……

  24. erlin

    ralph is the best.cakep n kayaknya kalem and sangar gitu dech

  25. erlin

    raaaaaalph is the besta

  26. ShadowX

    @wibisono
    Silakan cari nama ini di thread PBK, pasti ada. nama yg keren? thanks atas pujiannyaB-)

  27. ShadowX

    @wibisono
    Silakan cari nama ini di thread PBK, pasti ada, pokoknya yg demen lopiani siregar. nama yg keren? thanks atas pujiannyaB-)

  28. Weleh2 ulasan tetang presenternya maknyus.
    Jujur aja nih sebenarnya pas melihat berita yg aq liat pertama yaa presenternya.
    Heheheeeeeee….
    Maklum cwok normal mas.

    Saran aq update truss berita tentang anchornya yaa mas

  29. masyhuri

    KERENZZZZ banget…..
    wahh pengen banget nie jadi news presenter
    moga kesampean
    temen temen yang da di milist
    doain ya..!!hahah
    amienn

  30. Ping-balik: Top 10 Newsperson untuk Bulan November 2008 « Blog Komunitas Fans News Person

  31. Virgie Baker Official Website … Click Nama Saya …

  32. Gak salah?
    udah saya klik dan isinya cuma ClickSense
    gak ada info tentang Virgie Baker

    BTW kita tetanggaan yak dikampus?
    ada temen gw yang sekelas ama Virgie, Tomo namanya, dosen Tarakanita.

  33. saya ngefans sama Chantal n Frida Lidwina :D

  34. Boleh minta koment atau pendapat, selain cantik dan pintar, seorang presenter harus memiliki keterampilan atau bekal apa saja supaya para pemirsanya suka melihat penampilan mereka?

    terima kasih

  35. Yang paling berkesan pada waktu sesi setelah debat capres, disitu Kania Sutisnawinata tampil mempresentasikan hasil penilaian debat capres bersama beberapa pakar dan pengamat. Disitu kelihatan banget klo dia smart, tangkas, & enerjik. tapi karena dia mewakili stasiun TV bergambar rajawali jadi unsur keberpihakan sangat terasa. Satu lagi yg aku suka, Elvita Khairani. Saat tampil dalam acara Presiden Terpilih, dia tampil prefesional dan berimbang dalam memimpin diskusi didepan benyak mahasiswa, pengamat, dan narasumber.

  36. yang pasti mereka cantik2 dan smart !

  37. ricky fatrian

    bagus sekali ulasannya…

    saya sendiri adalah orng yang snagat mengangumi orng2 yang bekerja sebagai pembawa berita.

    saya ingin sekali mengetahui dan mengenal lebih jauh tentang dunia pertelevisian terutama dunia anchor…

    saya sangat senang apabial ada orng yanag mengajak sya bergabung mengenal dunia pertelevisian

    entaha sebagai apapun itu..

    jadi kalau misalnya anda punya saran atau event yng kira2 berhubungan dengan hal tersebut saya minta tolong untuk dikonfirmasi ya…

    terimakasih
    ricky fatrian
    e-mail:rickyap08@yahoo.com

  38. tidak khairani ,tidak yang lain yang cantik,tapi saya harapkan cantik sampai hatinya itu baru pilihan,pemirsa,tidak naggu suami orang dll.
    saya ini16 th terpuruk di timorleste, sebagai penyanyi menghibur rakyat dan ABRI masuk desa di 13 kabupaten yang berbasis Fretelin,dg honor yang minim 15 ribu-30 ribu saja, ingin rasanya nangis, tapi tak bisa karena seringnya aku tugas itu jadi yah aku terima saja,Juara Festival bintang radioTV timorleste 1986- 1998, peristiwa pencurian dokumen negara, peristiwa santacruz hingga peristiwa bumi hangus,kami tau, hingga Unamet datang atau PBB datang hingga 99 bumi hangus aku diangkut kapal perang ke Surabaya. di Surabayapun aku tetap juwara nyanyi 3 X aku juara popsinger se Jawa bali pialagub jatim,Juara Bintang radio RRI Surabaya 2004, juara 1 Campursari JTV, Juara 1 Liga Media 2006,cipta lagu dan nyanyi jiwaku, Donload Youtube Setasiun Gubeng lagu Cipt/suaraku,atau Oldiest Sebiduk Sungai Musi di Youtube setasiun gubeng.aku tau Bhs Inggris, Korea, Mandarin, Portugese,bhs Nusantara juga tau, Sunda, Padang, Kupang, Ambon, Makasar, Flores. Bima, Bali dll, tolonglah seniman Indonesia aku ingin jadi penyanyi terkenal Indonesia, semua lagu aku bisa,POP,Dangdut, Kroncong, cam,p.sari,Barat,Melayu dll boleh tes,Thanks, Gamsa Hamida(Korea),Siesiek (mandarin),Obrigado (Portuges), boleh tessss

  39. Nakednews….ihg mantap tuh kalau ada diindonesia..
    Bisa2 setiap presenternya jadi bintang blue film semua.
    wkwkwkw

  40. david zainudin

    di kasih tau tips cara membawa berita yang baik itu gmna donk,,,

  41. handa

    saya sangat suka dengan ulasan tersebut karna sya termasuk baru dalam pengetahuan ini…

  42. cicie

    puengen bangeeed jd presenter berita Tv. .
    Uda ny0ba castng brkali2 ga2l mulu. . :'(

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s