Puisi Untuk Bapak

Seorang teman yang akan menikah dibulan Juli mendapati Bapaknya sedang sakit. Namanya  Dila. Ditengah kesedihannya dia menulis puisi untuk Bapaknya yang membuat saya ingin pulang dan memeluk Bapak saya, walaupun nanti dia akan tanya, ini ada apa sebenarnya…

Berikut puisinya:

Bapak…
Kenapa wajahmu pucat
Dan tanganmu begitu dingin
Tak sehangat dahulu

Bapak
Kenapa wajahmu penuh kerutan?
Lelahkah kau akan hidup ini?
Namun mengapa senyummu masih mengembang

Bapak
Aku tahu ajal milik Allah
Tak seorang pun berhak meramalkan atau memastikan
Tapi mengapa semangatmu luruh?
Sampai sinikah akhir berjuanganmu
Mengapa menyerah sekarang?

Tidak, aku tidak terima
Bapak
Bangunlah pak
Buka lagi matamu

Akan kupandu langkahmu seperti yang biasa kita lakukan
Ayo kita bersenda gurau lagi
Ceritakan lagi kisah lamamu
Yang selalu mengundang tawa itu

Bapak
Mengapa tubuhmu semakin mengeras
Bukankah kau sudah berjanji
Kau akan membacakan ijab kabul untukku
Bahwa kau akan menggendong cucu pertamamu

Bapak
Bangunlah, bangkitlah
Aku tahu aku hanya manusia
Tapi sekali ini kumohon
Bangunlah dari tidurmu
Kita lanjutkan mimpimu
Dalam sadar

Kumohon bapak
Genggamlah tanganku lagi
Seperti yang kau lakukan dulu
Kita akan berlari diantara padang rerumputan lagi seperti dulu

Ayo bapak
Jangan hentikan nafasmu
Kutau didalam rongga tubuh itu masih ada jiwamu
Semangatmu

Kumohon Ya Allah
Berikan kami sedikit waktu lagi
Berikan beliau waktu lebih panjang
Untuk memenuhi janjinya padaku

Bapak, bangun….
Bangun…
Katakan kalau kau akan menepati janjimu

Akan kuberikan apapun
Jika itu bisa membuka matamu kembali
Jika itu bisa menarik nafasmu
Dan menggerakkan jemarimu

Bapak…
Kumohon…
Genggamlah tanganku
Aku berjanji
Kita akan berlari diantara padang rerumputan lagi
Seperti dulu….

Ya Allah…
Kumohon…
Berikan kami sedikit waktu lagi
Walau seluruh waktu di dunia telah habis

Dia Bapakku…
Dia waliku di pernikahan nanti
Dia kakek dari cucu-cucunya nanti
Dia pelita hidupku….
Pengobar semangat kami

Aku tak ingin dia padam
Aku tak ingin dia pergi

Ya Allah,
Kumohon
Berikan kami sedikit waktu
Lagi….

Aku membuat ini didepan tempat tidur beliau, diiringi deru nafasnya yang halus.
Kali ini tidurlah yang nyenyak Bapak.
Tapi berjanjilah padaku.
Bahwa kau akan membuka matamu lagi
Untuk membuktikan padaku
Bahwa esok masih ada…

. DILA.

Dila mengungkapkan kecintaanya pada Bapak dengan puisi yang indah. Berpuisi bisa menyentuh dan mengobati hati yang sedih, paling tidak menjadi pelipur lara. Apalagi sekarang Bapaknya Dila telah sembuh dan siap menjadi wali nikah Dila. Sungguh membahagiakan, saya turut berbahagia buat Dila.
Saya jadi teringat ponakan saya si Alif yang walaupun masih bocah tapi memiliki naluri yang sama untuk mengungkapkan kecintaan pada Bapaknya. Walaupun belum bisa dikatakan puisi tapi dia menulis surat untuk Bapaknya yang telah pergi setahun yang lalu.

Baru baru ini menjelang ia terima raport disekolah. Pada malam harinya ketika Ibunya telah mengantuk dan ingin dia segera tidur saja, tiba tiba Alif bertanya pada Ibunya.

Alif: Bu bu…

Ibunya: Iyah…. bobo kak… udah malem. (dirumah Alif biasa dipanggil kakak, karena dia punya adik)

Alif: Bu bisa gak yah, Bapak dateng sebentar ajah, liat kita disini.

Ibunya: (terbelalak) Yah gak bisa lah kak… Bapak gak bisa kesini, kita yang kesana, Bapak tunggu kita disana.

Alif: Gak Bu, maksud kakak sebentaarrr ajah, trus abis itu Bapak boleh balik lagi kesana.

Ibunya tak menjawab dan berusaha menghalau air matanya agar tak terlihat si Alif.

Lama tak dijawab, Alif menguap lalu terlelap dalam malam yang menyisakan rindu yang tak selesai…

About these ads

15 Komentar

Filed under curhat

15 responses to “Puisi Untuk Bapak

  1. Gum

    i love my father too…

  2. *pengen pulang ke kampung halaman

  3. sautsitumorang

    HAHAHA…

    MAU JADI KRITIKUS SASTRA NIH YEE… HAHAHA…

    UDAH DAH, KALOK GAK PUNYA BAKAT DAN ILMU SOAL SASTRA JANGAN PAKSAAN DIRI! KASIHANI DIRIMU NAMPAK BEGITU GOBLOK DI DEPAN PUBLIK!!!

    WHAT A SHIT-HEAD!

    HAHAHA…

  4. Terima kasih atas sajiannya yang mengesankan.

    Selagi ngalor ngidul wara wiri ngabisin waktu Harming* lalu mampir meski tanpa diundang hanya untuk menemukan “Puisi Untuk Bapak” Dila. Sungguh mengesankan lantaran bentuknya yang puitik maupun isinya yang menggelitik.

    Salam
    (Kohar)

    * Harming — kata jadian Pramoedya (Lentera): Hari Minggu.

  5. hemm…,
    bener2 menyentuh… semoga ortu kita slalu di berikan panjang umur. amieen…

  6. @sautsitumorang:

    Eh ketemu lagi Bang Saut Kalut.
    Ternyata anda penggemar Blog Goblok ini yah.. hehehe. Topik utama dari postingan ini adalah puisi, tapi anda lebih tertarik mengomentari saya ketimbang puisinya itu sendiri alias OOT.

    Saya sama sekali tak berniat untuk tampil pintar didepan publik atau didepan anda. Rupanya anda ingin sekali tampil pintar, intelektual, berbakat, sastrais dan terhormat, persis seperti GM, tokoh yang anda idolakan itu.

    Tapi kalau gelar yang berhasil anda raih hanya “Penyair Jembut”, itu sudah lumayan kok mas, bener deh….. Dan itu tak bisa saya tandingi, angkat topi untuk sang penyair. Saya tunggu karya anda selanjutnya :-)

    @A.Kohar Ibrahim:

    Wah selamat datang Pak Kohar, senang dikunjungi anda. Seorang tokoh yang berani bersuara menentang GM. Kita tahu ada banyak suara yang pro dan kontra terhadap GM, tapi hanya Pak Kohar yang dirasa perlu untuk ditanggapi oleh GM.

    Kalau Bang Saut Kalut dikomentari GM hanya sebagai corat coret di tembok kakus… hahahaha.. saya tak tahan lagi … “corat coret di tembok kakus?”… huahahahaha… aduh maaf Pak Kohar, saya jadi OOT.

    Sungguh mengesankan lantaran bentuknya yang puitik maupun isinya yang menggelitik.

    Puisi dari hati selalu menyentuh hati… :-)
    Sering seringlah berkunjung kesini Pak Kohar.

  7. jadi ingin pulang ke rumah di kampung yaa mas wibi.. higs.

  8. seno.sastro

    Bapak….. aku ingin pulang….. dan menangis dalam pelukmu…..sungguh….

  9. Bapakq skrag sdang skit.. Tolong doakan bapakq.. Puisi itu sama persis dgn yg aq rasakan saat ini.. Bapak, aku rindu candamu.. Cepat sembuh pak..

  10. @Niswa:

    Niswa, bapakku kini juga sedang dirawat di rumah sakit, semoga bapak kita cepat sembuh ya, saya tak bisa tenang melakukan apapun sebelum bapak sembuh dan kembali ke rumah. Amiennn…

  11. kta sma aq uga g’ punya bapak

    i love you soomatch father

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s