KPK Tumpuan Harapan Baru

WahyuningratMas Wahyu, salah seorang kru acara MetroTV Todays Dialogue memberi informasi bahwa Todays Dialogue sekarang tampil dengan format baru. Saya penasaran format baru itu seperti apa. Tanggal 4 kemarin saya terlewatkan nonton karena ada kuliah. Kali ini sempat kebagian buntutnya ajah. Topiknya kali ini adalah: “Kasus Suap Jaksa BLBI“.

Rupanya format baru yang dimaksud adalah mengacu pada format yang dipakai pada saat Todays Dialogue edisi khusus akhir tahun dengan host Najwa Shihab yang topiknya “Meretas Jalan Reformasi“.

Meutia HafidzKali ini hostnya Meutia Hafidz. Waktu edisi khusus akhir tahun itu ada penonton, ada sesi pandangan dari tokoh yang duduk dibangku penonton kemudian ada sesi tanya jawab dari penonton yang kebanyakan dihadiri oleh mahasiswa. Improvement yang baik sekali melihat animo masyarakat pada Todays Dialogue edisi khusus akhir tahun kemarin.

Pada sesi pandangan dari tokoh yang duduk di bangku penonton salah satunya ada Abdul Malik, Sekjen Transparancy International Indonesia (TII) yang mengaku pernah dimarahin oleh salah satu nara sumber: Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Gayus Lumbuun, karena TII membuat survey yang hasilnya menempatkan lembaga DPR sebagai lembaga terkorup tahun lalu.

Sempat juga ditayangkan cuplikan Todays Dialogue episode yang topiknya “Polisi dan DPR Lembaga Terkorup“. Dalam cuplikan itu ditayangkan ngototnya Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto waktu mendebat Todung Mulya Lubis.

Menarik uraian dari Denny Indrayana (Ketua Pukat Korupsi UGM) sebagai nara sumber yang mengatakan bahwa peringkat korupsi Lembaga Peradilan dari tahun ke tahun berdasarkan survey TII meningkat terus hingga sekarang jadi peringkat atas.

Menyusul tertangkapnya Jaksa Urip karena kasus suap, KPK yang diwakili oleh Haryono sebagai nara sumber mendapat banyak pujian. Tapi menurut Denny KPK juga berperan dalam naiknya peringkat korupsi peradilan karena KPK baru fokus pada kasus korupsi peradilan tahun ini sedangkan pada tahun tahun sebelum korupsi peradilan belum disentuh oleh KPK.

Rupanya KPK menjadi tumpuan penegakan hukum sekarang ini. Lembaga lembaga lain sepertinya tak bisa diharapkan lagi. Terbukti waktu Meutia memberi questionair sederhana dengan pertanyaan kepada penonton siapa yang masih optimis pada penegakan hukum di Indonesia. Terlihat yang angkat tangan hanya 20% saja.

Pada sesi tanya jawab salah seorang teman mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia melontarkan pertanyaan: “Apa usaha Kejaksaan Agung untuk memulihkan kepercayaan masyarakat atas penegakan hukum dan atas institusi Kejaksaan Agung sendiri”.

Narasumber BD Nainggolan sebagai Kapuspenkum Kejagung tidak menjawab substansi pertanyaan dan malah menjawab dengan hal hal lain yang tidak ada hubungannya, sampai akhirnya Meutia merasa perlu untuk memotong dan mengulang pertanyaannya, kemudian BD Nainggolan menjawab lagi tapi saya tetap tidak mengerti jawabannya :-(

Satu hal yang saya suka dari Todays Dialogue adalah adanya sesi tak resmi, sesi “berantem”. Kali ini ketika Denny Indrayana menekankan bahwa KPK sebagai lembaga yang menjadi tumpuan harapan penegakan hukum perlu fokus selain pada korupsi peradilan, perlu juga lebih fokus pada korupsi lembaga politik seperti DPR.

Sebagai orang DPR, Gayus masih kalem, tapi begitu Denny menyinggung soal KPK juga harus menyelidiki kebijakan pemerintah yang juga sarat dengan resiko korupsi seperti keputusan pemerintah pada masa Presiden Megawati tentang dana BLBI 600 triliun maka Gayus yang berasal dari partai PDI-P itu seperti naik pitam dan segera menyerang Denny dengan mengatakan di dunia pendidikan juga ada korupsi kok katanya sambil menunjuk Denny. Denny yang seorang akademisi cuma tersenyum simpul mendengarnya.

Kalaupun ada, gak sampe 600 triliun kalee, masa mau dibarter sih? Jadi karena sama sama ada korupsi lantas diam diam saja gituh? wah logika kolusi, sikap mental yang defensif.

KPK sudah mulai unjuk kinerja tapi jangan buru buru senang, masih banyak sekali yang perlu diusut oleh KPK dan apakah ketua KPK Antasari Azhar punya nyali untuk itu? Selain nyali tentu juga skill tentang bisnis proses dari praktek korupsi. Terkuatnya kasus suap Jaksa Urip mungkin juga karena Antasari sebagai mantan Jaksa Agung tahu betul seluk beluk praktik suap di Kejaksaan Agung.

KPK maju terus, berantas korupsi negeri, kita sudah muak dengan pencurian uang rakyat…

About these ads

3 Komentar

Filed under televisi

3 responses to “KPK Tumpuan Harapan Baru

  1. Saya tidak berani terlalu berharap akan perubahan di negeri ini. Paling tidak untuk saat ini.
    Kebusukan sudah menjalar dan berakar ke setiap pranata.
    Jika polisi, hakim dan jaksa sebagai aparat penegak hukum sudah busuk. Masihkah kita dapat berharap???????

  2. Ping-balik: Indonesiana : Ray Blog

  3. catra

    walau Amin Nasution akan mem-PraPeradilan KPK, saya tetap mendukung KPK,

    ayo KPK tegakkan negara bebas korupsi di Indonesia ini

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s