Maret 1, 2008...6:47 am

Pandangan Pertama RAN

Lompat ke Komentar

Agak kecewa dengan band band baru yang kurang punya greget (menurut saya) dan sejak Maliq & d’essential hadir rasanya belum ada lagi Band baru yang bagus (menurut ukuran saya).

RAN

Pertama dengar single Pandangan Pertama dari RAN saya langsung suka dan girang karena Band baru yang bagus selalu menggairahkan. Berikut lirik Pandangan Pertama:

Lamaku memendam rasa di dada
Mengagumi indahmu wahai jelita
Tak dapat lagi kuucap kata
Bisuku diam terpesonaDan andai suatu hari kau jadi miliki
Tak akan kulepas dirimu kasih
Dan bila waktu mengizinkanku untuk menunggu dirimu

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Seiring dengan berjalannya waktu
Akhirnya kita berdua bertemu
oh diriku tersipu malu
melihat sikapmu yang lucu

Dan andai suatu hari kau jadi miliki
Tak akan kulepas dirimu kasih
Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Oh tuhan tolonglah diriku
‘tuk membuatnya menjadi milikku
Sayangku
Kasihku
Oh cintaku
She’s all that I need

Dan bila kita bersama
Kan kujaga dirimu untuk selamanya
Oh terima cintaku
ye ye ye

(Rap)

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Oh tuhan tolonglah diriku
‘tuk membuatnya menjadi milikku
Sayangku
Kasihku
Oh cintaku
She’s all that I need

Cover CD RANSingle Pandangan Pertama ini grovenya dapet banget. Pasti deh kalo dengerin maunya ikut menghentakan kaki. Walaupun beda dengan Maliq tapi efek grove yang ditimbulkan boleh dikatakan sama.

Tak heran Band baru yang personilnya masih muda muda ini sudah diikutkan pada JavaJazz Festival.

Lama lama saya denger semakin suka, tapi ada sedikit yang bikin saya mengernyitkan dahi. Perhatikan liriknya, biasanya lirik menceritakan sesuatu tentang orang ketiga (dalam bahasa Indonesia orang ketiga ditulis dengan kata “dia” atau “nya”).

Atau biasanya lagu itu berdialog dengan orang kedua (dalam bahasa Indonesia orang kedua ditulis dengan kata “kamu/mu” atau “kau”)

Pada lirik Pandangan Pertama RAN diatas saya agak bingung karena kadang merujuk pada orang ketiga tapi kadang merujuk pada orang kedua. Bagian yang merujuk orang kedua:

Tak akan kulepas dirimu kasih

Dan bila waktu mengizinkanku untuk menunggu dirimu

Tapi dibagian lain yang dirujuk adalah orang ketiga.

Berhenti mengagumi dirinya

‘tuk membuatnya menjadi milikku

Apakah yang dimaksud RAN itu dua orang yang berbeda. Hanya Tuhan dan RAN yang tahu :-) Bisa saja dipahami sebagai lagu yang berdialog sekaligus bercerita, atau ada yang tahu kisah dibalik lirik lagu ini?

Tapi tak pentinglah itu semua tuk dimengerti, yang penting lagunya enak didengar, maju terus RAN…and viva musik Indonesia.

& Komentar


Tinggalkan Balasan