Januari 8, 2008...11:38 pm

Komentar Najwa Shihab

Lompat ke Komentar

Foto dari metrotvnews.comKetika menonton Today’s Dialog di Metro TV edisi khusus awal tahun dengan tema “Meretas Jalan Reformasi” tak terpikirkan oleh saya untuk menulisnya. Saya hanya menikmati.

Baru terpikirkan untuk menulis ketika keesokan harinya. Perlu waktu empat hari untuk menyelesaikan tulisanya karena disamping beberapa kesibukan juga karena saya harus mengingat-ingat detil dialog dan alurnya.

Bahkan sempat diinterupsi oleh sebuah tulisan tentang peradilan Pak Harto karena saya lihat di TV Pak Harto masuk RSPP lagi. Juga disibukkan sedikit oleh seorang komentator yang mengaku alumni ITS tapi tak mau menunjukan identitasnya.

Akhirnya tanggal enam tulisan itu rampung juga dan saya posting. Dalam tulisan tersebut saya berusaha menampilkan berdasarkan ingatan saya. Mulai dari dialog Amien Rais, Wiranto, Jusuf Kalla dan tentu saja pemandu acara tersebut Najwa Shihab.

Terus terang agak sulit mengingat ingat kembali. Lain kali untuk menulis reportase memang harus ada persiapan minimal membawa catatan. Tapi yang paling baik memang adalah merekam dalam media kaset maupun digital.

Saya bukan jurnalis jadi tidak punya insting seperti itu. Saya hanya mengandalkan ingatan. Untuk esensi saya pasti ingat tapi alurnya kadang suka tertukar. Saya pikir tak apalah karena toh pembaca tidak disuguhi dengan data yang tidak benar tapi hanya alurnya yang tidak berurutan selama tidak mengubah esensi.

Dan juga saya pikir siapa yang bakal begitu teliti mengingat urutan dialog yang saking panjangnya itu harus ditayangkan dalam dua episode (tanggal 1 dan 2 Januari). Bahkan untuk penonton yang hadir di studio MetroTV sekalipun mungkin tidak terlalu hirau dengan urutan dialog.

Beberapa komentar mulai masuk dan terkesan tulisan saya sangat membantu bagi yang tidak menonton acara tersebut secara langsung. Saya merasa cukup senang dengan hal itu.

Tak pernah terbayangkan Najwa Shihab sendiri melakukan blogwalking dan menemukan Blog saya lalu berkomentar sampai muncul satu buah komentar:

Dear Mas Wibisono,
Terima kasih atas ulasan dan komentarnya. Lengkap dan sangat detail. Ada bbrp bagian dialog yang alurnya tertukar, tapi esensi talk show-nya tidak berubah kok. Again, really appreciated it…:) itu siaran terakhir saya sebelum cuti panjang setahun ini, jadi senang sekali bisa di-review dan diapresiasi oleh teman2.

salam,

najwa

Ini mirip dengan kejadian waktu Yusril Ihza Mahendra berkomentar di Blognya Julian Firdaus yang bikin heboh karena para Blogger menyangsikan keabsahannya. Kemudian rame rame membahas dan malah sampai kopdar untuk membuktikannya karena banyak yang penasaraan.

Untuk soal Najwa saya sama sekali tak meragukan keabsahaannya sejak awal. Kemudian saya analisa lagi komentarnya.

Kalau informasi tentang cuti panjang selama setahun mungkin sudah jadi informasi umum tapi yang membuat saya yakin adalah dia tahu alur dialog yang tertukar.

Sebagai host acara tersebut tentu tanpa dihafalpun sudah ingat dengan sendirinya semua detil dan alurnya. Ini mungkin akan sulit dilakukan oleh orang selain kru acara tersebut terutama Hostnya.

Belakangan saya cari di Google dan nemu di Wiki tentang keberangkatan Najwa ke Australia untuk menimba ilmu di bidang hukum media selama setahun. Najwa mendapat beasiswa (Full Scholarship) dari Australian Leadership Awards karena prestasinya dibidang jurnalistik.

Kemudian saya check lagi menggunakan alamat emailnya untuk mendapatkan account Friensternya. Ketemu. Tambah yakin lagi saya.

Well, selamat yah Najwa, penonton MetroTV khususnya program Today’s Dialog yang menjadi acara favorite banyak orang akan kehilangan sosok Najwa. Paling tidak selama studi.

Tentang siapa penggantinya tentu urusan manajemen MetroTV tapi semoga bisa sehebat Najwa. Bagi pembaca Blog ini yang punya kandidat mungkin bisa disebutkan.  Kemungkinan menurut saya Fifi Aleyda Yahya atau Meutia Hafidz.

Saya harap Najwa mau tetap minimal blogwalking dan maunya saya sih Najwa dan para jurnalis lainya punya Blog. Kalo presenter infotaintmen sih bisa punya account Friendster saja sudah bagus :-)

Selamat menempuh studi Najwa.

& Komentar


Tinggalkan Balasan