Desember 14, 2007...11:43 am

In Memoriam Basuki

Lompat ke Komentar

Basuki, mau melawak tanpa dibayarMeninggalnya pelawak senior Basuki mengingatkan saya alm Benyamin S yang wafat terkena serangan jantung sehabis main bola. Futsal dan Bola sama sama olahraga yang berat untuk orang usia diatas 50 thn.

Berat sekaligus menyenangkan karena permainan itu menuntut partisipasi aktif, kalo sudah mengebu-gebu didepan gawang maka lupa sudah kehabisan nafas, dipaksakan terus.

Akibatnya bisa fatal terutama bagi orang yang jarang melakukannya ditambah pula dengan jarang melakukan general checkup kesehatan sehingga tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit jantung. Penyakit jantung telah merenggut dua pelawak senior kita dengan pemicu yang sama.

Saya bukan dokter dan kalau ada yang tahu bagaimana sebaiknya melakukan general checkup mungkin bisa share.

Buat mas Basuki, seorang yang berasal dari keluarga seniman. Ayah beliau juga seorang pelawak Srimulat yang dikenal dengan nama Pak Pete. Adik beliau mas Ganis juga pelawak, sekarang anak keduanya juga berminat di dunia yang sama. Kalau sedang bermain Wayang Wong beliau selalu mendapat peran punakawan Gareng, sama seperti ayah beliau. Kelucuannya berasal dari spontanitas, bagi saya beliau adalah profil pelawak yang sukses secara paripurna.

Dipanggung tak usah dipertanyakan, di TV sebagai bintang sinteron siapa yang tak tahu tokoh Mas Karyo dalam sinetron Si Doel. Di Iklan, mas Basuki tidak pernah kehabisan ide untuk membuat berbagai jargon komersil yang laku. Jarang ada pelawak yang bisa tampil dibegitu banyak iklan.

Selamat jalan mas Basuki, semoga mendapat tempat yang baik disisiNYA.

3 Komentar


Tinggalkan Balasan