Mei 24, 2009

blog.cybergl.co.id

Fasilkom MTI UI

Fasilkom MTI UI

Sudah satu tahun belakangan saya jarang update di blog ini. Itu karena saya disibukan dengan perkuliahan (selain sibuk facebookan juga). Apalagi sekarang memasuki masa tesis. Saya bakal jarang blogging disini dan lebih sering aktif posting di blog saya yang satu lagi: blog.cybergl.co.id, itupun blogging yang terkait dengan tesis.

Bagi yang berminat bidang TI mungkin bisa ikuti tulisan saya di sana. Semoga tamat kuliah bisa lebih aktif lagi disini. Hidup blogging…

April 23, 2009

Kandidat Cawapres SBY

Kemenangan Demokrat pada pemilu 2009 “melambungkan” SBY pada tingkat percaya diri yang luar biasa. Hingga mengeluarkan 5 kriteria bagi siapa yang ingin menjadi cawapresnya. Banyak yang mau tentu saja melihat kemungkinan menang SBY sangat besar. Terutama bila tidak ada perubahan konstelasi politik yang radikal.

Dari kriteria tersebut tersirat bahwa SBY tak menginginkan JK karena ada kriteria tidak boleh ketua umum partai. Banyak tokoh lain yang ramai dipergunjingkan sebagai kandidat cawapres mendampingi SBY. Masing masing oleh pers dan bloggers diulas dengan pandangannya, berikut adalah versi saya.

Akbar Tanjung

AT menjadi sering disebut media pasca “perceraian” Golkar dan PD. Dikatakan AT berpeluang besar sebagai pembawa suara para pemilih Golkar. Berikut dari tulisan Asep Mulyana:

Saya yakin Demokrat tidak menolak Golkar. Mereka hanya menolak aspirasi elit-elit Golkar pro-JK yang ngotot menyandingkan kembali JK dengan SBY. Tentu Demokrat tak akan mengabaikan Golkar. Suara yang besar (14 persen) dan mesin partai yang masih terjaga adalah modal sosial Golkar yang menggiurkan bagi SBY dan Demokrat. Bagaimana mendapatkan semua itu? Tak ada cara lain bagi SBY dan Demokrat kecuali merekrut kader Golkar yang punya akar kuat di Golkar. Siapa lagi kalau bukan Akbar Tanjung!

Memang benar suara Golkar tidak bisa diabaikan tapi AT sekarang ini tidak memiliki pengaruh yang legitimate di dalam tubuh Golkar. Adapun suara suara dalam Golkar yang menjagokan AT hanya karena ingin menawarkan tokoh alternatif kepada SBY setelah JK ditolak. Mereka berpikir SBY sangat berpeluang terpilih dan Golkar sudah terbiasa menjadi bagian dari pemerintah dan enggan menjadi opisisi.

Bagaimana peluang AT sebenarnya. Perlu diingatkan bahwa posisi AT sekarang tidak sama dengan posisi JK dulu. Dulu suara Golkar terpecah dan banyak memilih SBY-JK karena mereka bersimpati pada JK yang memainkan peran “teraniaya” setelah keluar dari konvensi Golkar. AT sekarang tidak memiliki itu. Hal yang teringat ketika orang menyebut nama AT adalah kasus Bulogate.

Berdasarkan 5 kriteria yang diberikan oleh SBY, ada beberapa poin yang membuat saya yakin SBY tak akan memilih AT. Pertama soal kesetiaan. Masih teringat bagaimana AT membuat konvensi yang berujung pada mundurnya JK dan Sultan dalam konvensi tersebut. SBY tak mau mengambil resiko dengan reputasi seperti itu.

Kedua soal chemistry. SBY dan AT tak pernah bekerja dalam satu tim yang solid. Walaupun masih harus dibuktikan apakah mereka bisa cocok atau tidak tapi trauma ketidak cocokan chemistry bersama JK membuat SBY tak mau bertaruh soal chemistry ini.

Satu hal yang mesti diingat, siapa cawapres SBY bukan ditentukan oleh rampimnas Golkar tapi oleh SBY tentunya. Rampimnas Golkar boleh mengusung siapa saja tapi kalau SBY menolak maka itu tidak akan terjadi.

Hidayat Nur Wahid

Setelah PKS memutuskan untuk tidak mengajukan cawapresnya maka selesailah sudah harapan orang orang untuk melihat HNW sebagai cawapres SBY.

Mengenai cawapres, PKS menyerahkan sepenuhnya ke SBY. Mereka tak akan ikut campur. Power sharing antara keduanya akan diwujudkan dalam kabinet, bukan di pucuk pimpinan RI 2.

“PKS menyerahkan sepenuhnya dan tidak ingin mengusik hak Pak SBY sebagai capres untuk memilih siapa cawapresnya. Apalagi Pak SBY sudah punya 5 kriteria,” kata Mahfudz.

Soetrisno Bachir

SB sebagai ketua umum parpol tentu sudah tidak memenuhi kriteria SBY. Adapun disebutnya nama SB sebagai cawapres dari PAN selain Hatta Rajasa menurut hemat saya hanya untuk kesantunan politik melihat SB sebagai ketua umum dan untuk menjaga agar PAN tidak pecah.

Hal lain yang saya lihat SB tidak akan dipilih oleh SBY sebagai cawapres adalah dua kriteria lain yakni loyalitas dan chemistry. Setelah SB didukung oleh Amien Rais sebagai ketua umum PAN kemudian SB mempromosikan dirinya sebagai capres yang menimbulkan friksi di tubuh PAN. Dari sisi chemistry SB belum pernah satu tim kerja bersama SBY. Kelihatannya sulit sekali memenuhi kriteria yang satu ini.

Sri Sultan HB X

Menurut kriteria SBY mungkin Sultan dapat memenuhi hampir semuanya walaupun tidak dengan sangat meyakinkan. Tapi satu hal yang jelas Sultan adalah kader Golkar. Ketegangan antara Demokrat dan Golkar sudah sampai ke akar rumput.

Namun jika SBY tetap memilih cawapres dari Partai Golkar, kemungkinan besar akan menimbulkan gejolak di tingkat daerah. Hal ini disebabkan, beberapa DPD masih terpecah dukungannya untuk berpisah dengan Demokrat atau tidak.

Namun yang paling penting disini adalah apakah Sultan bersedia menjadi cawapres SBY melihat deklarasi Sultan sejak awal adalah capres. Diperparah lagi ada wacana Sultan akan dicapreskan oleh PDIP.

Sri Mulyani

SM memenuhi banyak kriteria SBY. Bukan ketua partai dan memiliki kapabilitas yang kuat dalam bidang ekonomi. Tapi selain kelebihan itu SM juga memiliki kelemahan. SBY prefer cawapres yang memiliki dukungan partai. SM dari PDIP tapi dapat dipastikan tidak akan mendapat endorse dari Megawati jika SM menjadi cawapres SBY.

Satu hal yang kelihatannya juga menjadi ganjalan adalah masalah chemistry. Kita tahu SM seorang yang kuat dalam berprinsip dan keras dalam sikap. Sikap ini pernah menjadi “sandungan” ketika SM pasang badan untuk menentang kebijakan SBY dalam kasus “Membela Bakrie“.

Setelah tahu dirinya dimarahi Presiden SBY, Sri Mulyani berinisiatif untuk menemui Kepala Negara dan sekaligus untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).

Namun, Presiden SBY rupanya tak mau memenuhi permintaan Sri Mulyani, dan bahkan Kepala Negara tunduk dengan keinginan Sri untuk membuka suspensi BUMI ketimbang ia ditinggal salah satu menteri andalannya itu. (Inilah.com)

Suatu sikap tegas dan berani SM, namun secara chemistry ini tidak terlalu bagus sehingga banyak pihak yang menilai SM akan lebih efektif bila berada dalam kabinet saja.

Hatta Rajasa

Dulu ketika terjadi guncangan di dalam tubuh PAN, HR mendapat tuduhan sebagai orang yang berusaha menggembosi PAN dari dalam, tapi Amien Rais mengatakan bahwa membayangkan HR menggembosi PAN dari dalam sama dengan membayangkan matahari terbit dari barat. Suatu citra akan loyalitas yang terus dibawa hingga masuk ke kabinet SBY.

SBY sendiri juga sudah merasakan dan melihat sendiri kepiawaian HR dalam menjaga keutuhan koalisi di tengah dinamika politik. Masih teringat konflik antara SBY dan Amien Rais hingga SBY mengadakan konferensi pers yang geram, disana HR tampil menjadi mediator kedua belah pihak. SBY tentu terkesan dengan peran HR tersebut.

HR menunjukan tingkat chemistry yang terbaik diantara semua kandidat diatas. Berbagai macam posisi menteri telah ditempati oleh HR bersama SBY dan kelihatannya SBY terkesan dengan loyalitas HR. Seolah olah kriteria itu dibuat hanya untuk HR.

Menurut saya SBY akan memilih HR sebagai cawapresnya kalau dilihat dari kecocokan kriteria. Sedangkan dilihat dari perhitungan politik HR memiliki kelebihan dibanding SM. HR didukung PAN dan Amien Rais.

Dukungan PAN memang tidak terlalu besar tapi dukungan ini bisa memberi pengaruh pada partai lain seperti PKS dan PPP dan bahkan PKB untuk ikut memberikan berkoalisi mendukung pasangan SBY-Hatta. Kita masih belum melihat siapa lawan SBY-Hatta yang paling potensial. Golkar telah mengusung JK tapi ini belum harga mati karena serentetan loby dari PDIP masih terus dilakukan.

Siapa lawan ideal SBY-Hatta? Tunggu postingan saya selanjutnya…

http://www.facebook.com/pages/Say-Yes-For-SBY-HATTA/69163018278

April 21, 2009

Catatan Penjurian Speedy Blogging Competition 2008

Menjadi juri lomba blog untuk kesekian kalinya memaksa saya menyaksikan dinamika blogging di Indonesia dari waktu ke waktu. Speedy Blogging Competition 2008 (SBC) adalah lomba blog paling akhir yang saya ikuti sebagai juri.

Berdasarkan beberapa kegiatan lomba blog itu saya coba membuat penggambaran tentang bagaimana kondisi blogosphere saat ini dan apa peran lomba blog sampai sejauh ini.

Kondisi per-blog-an di Indonesia saya bagi menjadi dua, internal dan eksternal. Internal menggambarkan kondisi para blogger itu sendiri, kemudian eksternal adalah kondisi lingkungan yang mempengaruhi kondisi internal.

Pertama untuk kondisi internal. Sebelumnya bersama mas Budi Putra dalam event serupa oleh Telkom juga di Senayan tanggal 23 November 2008. Pada event tersebut sungguh saya mendapati kondisi yang sangat menyedihkan. Pertama, dari puluhan peserta hanya sekitar 20% yang menulis tulisannya sendiri, sisanya copy paste.

Dari sisanya blog yang valid tersebut hanya sebagian kecil yang tulisannya mirip blog, sisanya lebih mirip tugas menulis dari majalah sekolah. Maklum pesertanya anak sekolah. Mas Budi berkomentar lomba blog itu bukan lomba menulis artikel, gaya bahasa blog itu lebih informal, enak dibaca dan inspired, apalagi untuk anak sekolah.

Bisa dipahami karena event tersebut hanya sehari dan kriteria penilaian yang dinilai hanyalah tulisan pada saat lomba. Kesimpulannya kita tidak bisa “memotret” kondisi internal yang sebenarnya melalui sebuah event sehari.

Kita butuh event yang lebih panjang rentang waktunya. SBC adalah sebuah event punya rentang waktu penyelenggaraan yang saya pikir cukup untuk memotret kondisi internal dari sisi waktu. Selain dari sisi waktu ada lagi faktor lain yang perlu diperhatikan, yaitu tema lomba.

Sebelum saya membahas rentang waktu dan tema blogging saya akan perkenalkan dulu event SBC ini. Speedy Blogging Competition 2008 dilaksanakan dari tanggal 22 Nov 2008 sampai dengan 31 Jan 2009 dengan ketentuan para peserta harus memiliki account Speedy dan harus memuat postingannya di mesin blog yang disediakan oleh SBC yaitu di: http://lomba.blog.telkomspeedy.com

Dengan waktu yang cukup lama akan bisa kita lihat konsistensi menulis dari para peserta. SBC ini diikuti oleh 100 blogger. Kurang dari 50% dari 100 blogger tersebut yang menulis lebih dari 5 tulisan selama kurun waktu 3 bulan tersebut. Sedihnya banyak juga yang hanya satu postingan: Hello World.

Kemudian dari sisanya disaring lagi dengan melakukan pengujian orisinalitas konten. Hasilnya adalah hanya 35 blog yang berhasil memenuhi syarat. Hal yang membuat saya sedih adalah banyak diantara blogger itu yang sebenarnya punya kemampuan menulis yang baik tapi lantas harus didiskualifikasi hanya karena ada salah satu postingannya yang copy-paste tanpa menyebut sumbernya.

Hal seperti ini tidak dapat diterima dan harus didiskualifikasi. Sayang sekali. Sebenarnya copy-paste tidak masalah selama kita menyertakan alamat sumber dari tulisan aslinya. Tapi rupanya banyak diantara mereka tidak mengerti akan hal itu.

Dewan Juri SBC

Setelah menilai 35 blog bersama 3 juri yang lain: Riyogarta, Kuncoro Wastuwibowo dan Regina Lenggo, kami mendapat beberapa kesan. Tema yang diusung pada event ini tidak memberikan keleluasan bagi para blogger untuk mengembangkan tulisan.

Bagi para blogger yang jam terbangnya belum banyak akan terjebak pada pendefinisian tema. Sedangkan bagi para blogger yang sudah memiliki jam terbang menulis yang tinggi akan mengeksplorasi tema sehingga tulisannya menjadi terlalu fokus. Tapi memang ada yang tidak sesuai tema dan menurut opini saya pribadi justru blogger ini punya keberanian dalam mengekspresikan kebebasan menulis dalam blog.

Sebab menurut saya tujuan dari diadakan lomba blog adalah untuk merangsang pertumbuhan blogger baru yang handal, bukan untuk ajang promosi produk tertentu. Kalau blogger sudah tidak punya keberanian dalam mengekspresikan tulisannya dalam blog maka tujuannya sudah gagal.

Ditetapkannya tema tertentu yang mungkin kurang fleksibel telah membuat para blogger tidak menulis secara spontan dari keinginannya. Peran tema menurut saya menjadi faktor yang penting dalam memotret kondisi internal.

Kondisi Internal

Melihat event SBC ini dapat saya katakan kondisi para peserta SBC adalah hanya 35% yang benar benar tahu bagaimana menulis blog dan dari 35% itu tidak tersalurkan dengan baik hasrat menulisnya karena mereka harus menyesuaikan blog mereka dengan prasyarat lomba yang ketat.

Banyak diantara mereka yang telah memiliki blog utama dan kemudian memindahkan isi blog mereka ke blog resmi untuk lomba. Maka hasilnya adalah dua blog yang sama persis isinya. Ini bukan tujuan dari lomba. Jadi sebaiknya tidak perlu mensyaratkan lokasi blog tertentu untuk lomba, biarkan mereka menggunakan existing blog mereka masing masing.

Kondisi Eksternal

Ramainya Facebook dan Plurk memang sangat berpengaruh pada semangat menulis para blogger. Lomba diharapkan menggugah kembali semangat menulis itu. Cuma jika salah dalam menentukan tema maka tidak akan memberikan cukup motivasi.

Tema yang diusung sebaiknya yang current affair, jika peserta lombanya adalah peserta umum. Tema yang lebih spesifik bisa dipakai jika peserta lomba di ambil dari komunitas bidang tertentu.

Tema current affair sudah terbukti ampuh dalam meningkatkan gairah blogging. Salah satu contohnya adalah Politikana.com. Portal blog politik ini sangat meriah justru ditengah tengah perkiraan blog akan mati akibat munculnya Facebook. Politikana.com mengusung tema politik yang sekarang memang sedang menjadi current affair.

Peran Lomba Blog

Lomba blog dengan tujuan menjaring penulis penulis baru yang berbakat hendaknya memiliki prasyarat teknis yang tidak terlalu mengikat dan memiliki tema yang menarik, sesuai dengan komunitasnya. Hadiah lomba sesungguhnya tidak memberikan efek terbesar dalam hal mencapai tujuan diadakannya lomba blog.

Ide menempatkan mereka dalam satu domain sebenarnya bukan ide buruk selama servernya nyaman dan sekali lagi temanya jelas dan memotivasi kenapa mereka mau bergabung disitu. Contoh mengelompokkan domain berdasarkan tema adalah pada Asia Blogging Network.

Sangat disayangkan jika dari satu lomba ke lomba yang lain ternyata tidak memiliki sinergi. Lomba blog masih relevan, dengan strategi yang baik suatu saat akan tercipta komunitas yang solid. Baik dari para bloggernya itu sendiri maupun dari para pembaca tulisan tulisan mereka sehingga bisa tercipta jaringan seperti Asia Blogging Network atau Politikana.

Maret 25, 2009

Saykoji Online

Baru sekali denger langsung suka sama nih lagu. Salut buat Syakoji, dulu gak terlalu hirau sama Saykoji sekarang coba simak sendiri lagunya, judulnya Online, lagunya IT banget :-)

Liriknya:

siang malam ku selalu
menatap layar terpaku
untuk on line on line
on line on line
jari dan keyboard beradu
pasang earphone dengar lagu
aku on line online
on line on line

verse 1:
tidur telat bangun pagi pagi
nyalain komputer online lagi
bukan mau ngetik kerjaan
e-mail tugas diserahkan

tapi malah buka facebook
padahal face masih ngantuk
beler kayak orang mabuk
pala naik turun ngangguk-ngangguk

sambil ngedownload empitri
colok i pod usb kiri
ngecekin postingan forum
apa ada balesannye? belum

biar belum sikat gigi belum mandi
tapi kalo belum on line paling anti
liat friendster myspace, youtube
me and him, everybody you too

cerse 2:
nah udah mandi siap berangkat
langsung cabut takut terlambat
tak lupa flash disk gantung di leher
malah lupa sepatu jadi nyeker

flashdisk isinya bokep atau lagu
kalau ada kerjaanpun gue ragu
kalo emang berani coba pada ngaku
cek isi foldernya satu satu

di kantor online pakai proxy
walau diblok server bisa dilolosi
namanya udah ketagihan internet
produktifitaspun kepepet

jam kerja malah chatting ym
ngobrol online sama ehehem
atasan lewat langsung klik data
pura pura kerja di depan mata

bridge:
makan siangpun aku cari sinyal wifi
mengapa ku kecanduan oh why why
kadang terasa bagai tak berdaya
ingin ku berubah.. eh ada e-mail dah dulu ya

verse 3:
cek e-mail spam semua
email benerannya cuma dua
yang satu email lama
yang satu forwardan yang sama

ngarep komentar buka friendster
loading, gue tinggal beser
pas balik ngecek komputer kok lagi maintenance server

ya udah download lagu
bajakan gratis gak pake ragu
saykoji satu album
setengah jam bisa rampung

sore sore bosen hambar
ide nakal cari cari gambar
download video dengan sabar
ketahuan pacar digampa

Februari 20, 2009

Republik BBM Format Baru RCTI

Si Ajo tidak biasanya menelepon saya, biasanya dia penganut aliran SMS, segenting apapun masalahnya. Tapi kali ini lain, oh rupanya kami dapat kesempatan nonton Republik BBM format baru tayang perdana di RCTI.

Dengan girang kami berangkat ke RCTI menemui harapan bertemu sejumlah tokoh tokohnya seperti Effendi Gazali, Butet Kertarajasa, Kelik Pelipur Lara dan tentu saja artis artis pendukung dan bintang tamu yang untuk kali ini membuat temen saya Ikrar menjadi bersemangat.

Bintang tamunya antara lain Meutya Hafid (Golkar), Wanda Hamidah (PAN), Angelina Sondakh (PD) dan Astrid Kumentas (PDIP).

Kami tidak terlalu perduli topiknya apa, tapi yang penting masuk TV…. :-)

Katanya kali ini BBM itu singkatan dari Benar Benar Membangun. Kalau dulu kita masih ingat BBM pernah singkatan dari “Benar Benar Mabok”, kemudian juga pernah “Baru Bisa Mimpi”.

Format baru kali ini bisa dilihat pada foto layoutnya, Effendy Gazali duduk ditengah seperti seorang direktur sedangkan para tamu diberikan sofa tamu. Ada dua co-host Denny Padhyangan Project dan Deswita Maharani.

Sebelum mereka memanggil para bintang tamu dimunculkan dilayar beberapa poster caleg yang tidak biasanya dan menarik perhatian seperti misalnya poster Caleg Superman dan Caleg Papanya Cintya Lamusu, penonton langsung geerrrrr….

Tapi Deswita sempat nyentil sedikit, dia bilang jangan pilih Caleg Superman (Egy Massadiah), wah wah.. ini black campaign nih… Mas Egy yang orang teater semoga gak marah yah.

Bintang tamu yang pertama dipanggil adalah Angelina Sondakh dan pertanyaan yang diajukan apalagi kalau bukan soal statement orang nomor 2 di Partai Demokrat (Ahmad Mubarok) yang memperkirakan Golkar hanya meraih dukungan 2,5 persen saja. Tentu ini dianggap sebagai pelecehan terhadap partai Golkar.

Begitu duduk Angie langsung diminta berbicara soal ini (lagi). Angie kemudian menjawab bahwa masalah 2,5 persen ini sudah diberitakan diberbagai media nasional selama seminggu lebih jadi tak usah dibesar-besarkan.

Effendy Gazali menanggapi dengan guyon spontan mengatakan, okelah masalah 2,5 persen itu tak perlu kita besar-besarkan, jadi cukup 2,5 persen saja…. penonton geeerrrr lagi…

Kemudian bintang tamu kedua yang dihadirkan adalah Meutya Hafid yang bukan kebetulan dari Golkar. Menanggapi isu pelecehan itu Meutya dengan manisnya mengatakan didepan Angie, enggak lohh… kita enggak sekecil itu lohh…. membuat Angie yang biru jadi merah padam….

Menyusul sesi yang cukup emosional itu tiba saatnya sesi menyapa konstituen dengan bahasa daerah dapil masing masing. Terjadi hal yang lucu karena masing masing caleg bukan berasal dari daerah dapil yang mencalokannya.

Angie yang orang Manado harus berbahasa Jawa karena dapilnya di Jawa Tengah, sedangkan Meutya yang orang Sunda harus berbahasa Batak karena dapilnya di Sumatra Utara.

Angie terlihat sangat berhati hati karena tahu bahasa Jawa bertingkat tingkat, ada yang halus ada yang kasar. Menanggapi ucapan permisi Angie, Butet yang orang Jogja lantas nyeletuk spontan, “wis.. ra popo, njepla’o…

Penonton yang mengerti bahasa Jawa langsung meledak tawanya…

Ketimbang berbahasa Jawa yang rumit, Angie memilih menyanyi lagu Jawa saja.

Selesai lagu giliran Meutya yang menyapa konstituenya dengan bahasa Batak, saya kira Bahasa Batak beneran tapi ternyata dialeknya doang. Alasan Meutya karena dia baru menikah 2 minggu dengan orang Medan jadi belum menguasai Bahasa Batak, sebelum mulai Effendy sempet nyeletuk, “dua minggu tapi berasa dua tahun…”, Bung Effendy saya mau tanya: maksuuddd loooo…..????

Kemudian giliran Caleg berikutnya Wanda Hamidah dan Astrid Kumentas. Tidak ada isu panas antara dua partai caleg ini, jadinya hanya perkenalan apa yang akan diperjuangkan di parlemen jika terpilih. Bisa dilihat sendiri di videonya.

Wanda sudah cukup banyak dikenal sebagai orang asli Betawi, berbahasa Betawipun bukan soal baginya. Sedangkan Astrid yang orang asli Manado menyapa dengan bahasa semi Manado semi Indonesia dan entah apakah itu gaya Manado atau bukan, terasa agak cepat bicaranya, mungkin mau mengejar batas waktu 1 menit.

Menyoal isu panas antara Golkar dan Demokrat sebenarnya hanya soal waktu. Bara itu merambat ke atas secara pelan tapi pasti. Sebelumnya banyak selentingan dari para kadernya tentang hubungan partai mereka, terutama isu seputar capres.

Belum surut riak di partai Golkar tentang siapa yang akan diusung sebagai capres. Banyak suara di Golkar yang menginginkan Golkar punya capres sendiri seperti Fadel Muhammad yang mengatakan Golkar bukan partai kecil yang cukup puas dengan posisi Wapres saja.

Sementara ada juga yang menyuarakan bahwa posisi R1 tak begitu penting selama kebijakan R1 sejalan denga Golkar, ini seolah mengatakan selama ini walaupun posisi JK hanya Wapres tapi dialah yang mengendalikan kebijakan Negara.

Salah satu kader Golkar yang mengatakan hal ini adalah Nurul Arifin namun tidak terlalu menuai tanggapan dari petinggi kedua partai. Reaksi baru terlihat setelah Syafii Maarif mengeluarkan pernyataan bahwa JK is The Real President.

JK merasa perlu menanggapi bahwa dirinya hanya Wapres. SBY diam saja tapi kubu Demokrat diam diam meradang, terakumulasi hinga akhirnya pecah oleh Ahmad Mubarak dengan statement berujung pelecehan.

Setelah insiden 2,5 persen ini mulai terlihat manuver manuver yang lebih menjurus. SBY yang hanya menjabat sebagai ketua dewan pembina Demokrat melakukan konferensi pers yang selayaknya menjadi tugas ketua umumnya.

Sedangkan Surya Paloh ketua dewan penasihat Golkar memberikan pernyataannya yang terasa melebihi porsinya sebagai ketua dewan penasihat. Golkar kuat tanpa SBY-JK katanya dan mengecam elit-elit politik Golkar yang gencar menyuarakan lanjutkan pasangan SBY-JK.

Hingga saat ini Golkar belum punya capres dan ini sangat merisaukan kader kader Golkar. SBY sangat berhati hati melangkah mengingat partainya yang kelihatannya saja besar melalui survey survey.

Hal yang paling merisaukan adalah ketidak pastian kekuatan lawan. Megawati dengan PDIP sudah “aman” karena dapat memberikan kepastian untuk maju. Tapi Golkar seperti tahun 2004 menjadi bola api yang liar.

Kalau begini terus tokoh tokoh Golkar seperti Sultan kansnya akan semakin besar karena telah menyatakan diri siap maju sebagai capres dan JK akan semakin ditinggalkan karena keraguannya sendiri.

Selepas acara kami pulang dengan riang gembira dan Ikrar yang wajahnya tampil di TV tak henti hentinya menerima telephone dan sms dari sanak family di Padang dan Pekan Baru yang mengenalinya di TV.  Jadi seleb dadakan nih Krar… hehehe

Bersama Dek Pendi

Bersama Dek Pendi

Februari 11, 2009

Defiance

Sebenernya saya masih seneng duduk di Cafe Mister Bean tapi si Ajo sudah beli tiketnya, terpaksa deh buru buru naik ke Studio 21 Citos…

Empat tiket untuk film Defiance, dibintangi oleh Daniel Craig.

Three Jewish brothers (Craig, Schreiber and Bell) escape from Nazi-occupied Poland into the Belarussian forest, where they join Russian resistance fighters and endeavor to build a village in order to protect themselves and others in danger.

Filmnya lumayan bagus, fitur standard film hollywood masuk pada film ini. Mulai dari plot, konflik, ketegangan dan humornya khas hollywood.

Cuma yang menarik ada sedikit perbedaan dibanding film film yang bertema perang dunia ke dua. Biasanya film tentang Yahudi cerita utama tak akan lepas dari Holocaust, seperti  film Schlinder List karya Spielberg.

Sudah menjadi kesan umum bahwa Yahudi jaman perang dunia ke dua tak ikut berperang, mereka pasif dan “sibuk” menjadi korban.

Dalam film ini kelihatannya ada beberapa hal yang ingin diangkat. Sangat jelas terlihat ketika Tuvia Bielski berniat bergabung dengan pasukan Rusia dan saat berhadapan dengan Kamerad Rusia yang memiliki anggapan bahwa Yahudi tak berperang, meragukan kemampuan berjuang keluarga Bielski. Tuvia kemudian menjawab dengan mengatakan bahwa mereka adalah Yahudi yang berperang.

Jadi ada “spesies” lain dalam masyarakat Yahudi.

Kesan itu juga muncul ketika Zus Bielski sang adik yang enggan berjuang membela orang orang Yahudi yang ikut lari ke hutan menemui mereka.

Zus beranggapan mereka itu masyarakat Yahudi Borjuis, kita Yahudi gembel bukan siapa siapa di mata mereka, kita hanya berharga ketika mereka lemah dan butuh bantuan dari gempuran serdadu Jerman yang memeranginya.

Konflik terjadi seputar masalah itu, sampai Tuvia harus menembak mati salah seorang anak buahnya yang mendominasi makanan karena merasa sebagai pejuang harus mendapat jatah makanan lebih banyak dibanding yang lain, yang tidak ikut berperang.

Dramatisasi mencapai puncaknya pada adegan pertempuran terakhir dimana Zus yang berbeda pandangan dengan Tuvia dan lebih memilih bergabung dengan tentara Rusia kembali pada kakaknya ketika rombongan anak-anak dan orang tua yang dipimpin oleh Tuvia terdesak tentara Jerman dan dengan gagah berani, cerdas dan strategis,  Zus tampil mengganyang habis tentara Jerman yang mengepung rombongan.

Menarik melihat bagaimana mereka survive dalam hutan dan perang dengan perbedaan pandangan dan status sosial yang mencolok. Zus sangat marah dan dendam pada Jerman sedangkan Tuvia lebih menghargai hidup. Bagi Tuvia menyelamatkan 1 orang tua lebih bermakna dibanding membunuh 10 tentara Nazi.

Film ini diangkat dari kisah nyata melalui sebuah buku. Digarap dengan apik membuat spirit heroik, simpati, romantis dan terharu bisa ditimbulkan bila anda menonton film ini. Bahkan ada penonton yang tepuk tangan ketika Zus berhasil menang bertempur.

Sebuah spirit yang sejatinya dan selayaknya dialamatkan pada bangsa Palestina yang kini menempati posisi keluarga Bielski dan rombongannya pada film itu. Ironisnya posisi tentara Jerman yang sangat bengis, kejam dan tak berperi kemanusiaan dalam film itu sekarang diperankan oleh Israel, negeri kaum Zionist.

Adakah Yahudi dari “spesies” yang berbeda akan muncul dan berperan seperti pada film itu? entahlah…

Chico… thx for the movie, dinner and parkir :-)

Januari 2, 2009

Usulan Solusi Caleg Perempuan

Prof Jimly

Prof Jimly

Pro kontra menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan pemilu menggunakan suara terbanyak dengan membatalkan sistem penetapan caleg berdasarkan nomor urut dalam UU Pemilu Legislatif.

Apalagi putusan MK tersebut tidak bulat tapi ada dissenting opinion atau pendapat berbeda dari hakim Maria Farida Indrati, salah satu hakim dan satu satunya hakim perempuan di MK.

Jakarta, Kompas – Putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan pemakaian sistem nomor urut dalam penetapan calon anggota legislatif dinilai merugikan caleg perempuan. Pasalnya, penghapusan sistem nomor urut membuat perlakuan khusus terhadap perempuan melalui kuota 30 persen tidak efektif. Putusan itu dinilai melanggengkan nilai patriarkis.

Keterwakilan perempuan di parlemen masih dirasakan sangat kurang. Dilihat dari pengalaman tahun 2004.

…fakta yang cukup ironis dalam pemilu 2004 ternyata hanya menghasilkan prosentasi anggota legislatif perempuan dari semua partai sebesar 11,09% atau 61 orang dari 550 kursi yang sedia di DPR RI.

Kenyataan sama pahitnya juga terjadi ditingkat DPRD Provinsi yang hanya mencapai 15%, dan di tingkat DPRD Kabupaten/ Kota – yang lebih menyedihkan lagi, yakni hanya 2%.

Sementara itu, hasil yang cukup lumayan (meski di bawah 30%) diperoleh perempuan pada lembaga baru Dewan Pimpinan daerah (DPD), yakni sebanyak 21,09% (www.kpu.go.id)

Karena itu MK mendukung affirmative action yang disambut suka cita tapi kemudian dengan putusan ini. Menurut hakim Maria, sistem suara terbanyak yang ditetapkan MK sangat merugikan perempuan.

“Tujuan tindakan affirmative adalah mendorong jumlah perempuan lebih banyak di parlemen. Sehingga menggantinya dengan ’suara terbanyak’ adalah identik dengan menafikan tindakan affirmative tersebut,” jelas Maria.

Beragam reaksi. Selain pendapat hakim Maria ada juga pendapat dari caleg perempuan yang mendukung putusan MK, Wanda Hamidah yang wawancaranya dimuat oleh TempoInterkatif.com:


Mahkamah Konstitusi Selasa (23/12) lalu memutuskan, cara penetapan calon legislator terpilih dengan suara terbanyak. Bagaimana menurut Anda?

Bagi saya itu sebuah kemajuan. Sebab, selama ini kita dengan lantang meneriakkan demokrasi, tetapi ternyata esensi dari nilai demokrasi yaitu kedaulatan di tangan rakyat malah enggak dijalankan. Nilai itu seolah dinafikan dengan mekanisme nomor urut. Sehingga, suara rakyat seolah diabaikan.

Dan bagi saya, sebetulnya itu bukan hal yang baru. Karena partai dimana saya saat ini aktif, jauh-jauh hari sebelumnya, telah menyuarakan mekanisme dengan suara terbanyak itu di Dewan Perwakilan Rakyat, tetapi ditolak oleh partai-partai lain.

Dengan cara suara terbanyak itu pula, benar-benar adil. Karena mereka yang telah berjuang keras, dan benar-benar dipercaya oleh banyak orang lah yang jadi wakilnya. Sehingga, hanya mereka yang benar-benar berkeringatlah yang berhak menjadi wakil.

Ini tentu sebuah pendapat yang baik dengan semangat demokrasi yang tinggi. Tentunya pendapat Wanda bukan suatu usaha untuk tidak mendukung usaha untuk meningkatkan keterwakilan perempuan diparlemen sebagai upaya pemberdayaan perempuan di bidang politik.

PBB mengeluarkan resolusi pemenuhan 30 persen kuota perempuan di lembaga legislatif sebagai suatu upaya bahwa kuota tersebut sebagai jaminan atas hak perempuan untuk turut aktif dalam perpolitikan nasional.

Diberbagai negara bisa kita lihat kuota ini diberlakukan.

Di Italia, perempuan harus memperoleh 50% dari surat suara Representasi Proporsional (RP), di Argentina (30%), dan di Brazil (20%). Hal tersebut juga telah diusulkan untuk Majelis Rendah India (Lok Sabha). Kuota-kuota semacam itu biasanya dirasakan sebagai mekanisme transisional untuk menempatkan dasar bagi penerimaan yang lebih luas atas perwakilan perempuan.

Pemilihan berdasarkan suara terbanyak dianggap menafikan affirmative action 30% kuota perempuan. Bagaimana itu bisa terjadi?

Jadi begini ceritanya…

Masing masing partai memiliki daftar urut calegnya. Ketentuan yang lama mengatur daftar bakal caleg dalam setiap 3 (tiga) orang bakal caleg terdapat sekurang-kurangnya 1 (satu) orang perempuan bakal caleg.

Saya akan buat ilustrasi sederhana. Misalnya sebuah partai memiliki daftar caleg sesuai ketentuan sebagai berikut:

  1. Rasyid (laki) (10 suara)
  2. Andy (laki) (6 suara)
  3. Rahma (perempuan) (5 suara)
  4. Adrian (laki) (8 suara)
  5. Putra (laki) (9 suara)
  6. Meutya (perempuan) (7 suara)

Jika jatah yang didapat adalah 3 kursi dan dengan aturan pemilihan berdasarkan nomor urut maka caleg yang jadi adalah: 1. Rasyid (10 suara), 2. Putra (9 suara), dan 3. Rahma (5 suara).

Sedangkan jika dengan jatah 3 kursi dan ketentuan pemilihan berdasarkan suaar terbayak maka caleg yang jadi adalah: 1. Rasyid (10 suara), 5. Putra (9 suara), dan 4. Adrian (8 suara).

Bisa dilihat mekanisme pertama tidak adil karena Rahma bisa masuk walau mendapat suara yang lebih sedikit dari Putra dan Adrian. Tapi kuota 30% bisa terpenuhi.

Sedangkan pada mekanisme kedua bisa adil karena caleg yang jadi adalah memang yang suara terbanyak tapi kuota 30% tidak terpenuhi.

Lantas bagaimana?

Jalan jalan di facebook nyasar ke wallnya Prof Jimly Asshiddiqie.

Usulan Prof Jimly

Usulan Prof Jimly

Binggo… saya setuju…

Partai bikin dua daftar caleg terpisah, satu untuk laki laki dan satu lagi untuk perempuan.

Caranya, dlm penentuan kursi nanti, atur perhitungan melalui 2 daftar urut per jenis kelamin. Lalu ditentukan bhw setiap 3 calon jadi, 1 di antaranya harus berasal dari daftar urut kelamin yang berbeda.

Hasilnya bisa 1 perempuan 2 laki2, atau 2 perempuan 1 laki2. Dg begitu jadi cespleng dan adilkan?

Soalnya, ptsn MK sama sekali tdk menolak adanya kuota perempuan yg memang dijamin berdasarkan Pasal 28H ayat (2) UUD45. Namun, dg sistem pemisahan daftar urut tsb, semua jadi beres & cespleng, dan malah tdk bernuansa memberi perlakuan khusus kepada siapa2.

Baik laki2 ataupun perempuan punyai peluang yg sama, yaitu setiap 3 kursi, 1 diperuntukkan lawan jenis.

Sebarkan saja dulu ide ini ke semua aktifis perempuan, agar mereka perjuangkan daripada marah2 sama MK. Bila perlu, boleh ketemu saya utk rincian penjelasannya.

Sebuah usulan yang bagus sekali. Dengan demikian ketidak adilan yang terjadi pada ilustrasi saya diatas tak akan terjadi. Kuota 30% tetap terpenuhi dan suara terbanyak juga terpenuhi karena suara terbanyak yang dimaksud adalah dari masing masing daftar.

Bagaimana memberi payung hukumnya? Masih dari wallnya Prof Jimly.

Usulan Payung Hukum

Jadi cukup dengan Peraturan KPU saja katanya.

Bagaimana setuju? kalau ya tolong disebarkan…

Desember 20, 2008

Kesengsem di Facebook

Facebook semakin ramai. AnakUI.com menulis:

Kenapa harus Facebook? Tentu saja, karena anak-anak UI yang pake Facebook itu jumlahnya udah nggak kehitung lagi.. Hari gini masihkah ada yang make Friendster? Rasanya mahasiswa kaya kita mah lebih prefer pake Facebook kan ya?

Banyak hal yang bisa terjadi, yang paling seru kalo lantas terjadi sesuatu yang membuat kita ketagihan untuk online terus dan betah nongkrongin facebook berjam jam.

Salah satunya seperti teman saya David.

Iseng browsing nemu sebuah lagu yang pas banget untuk orang orang seperti David yang sedang dilanda asmara facebook ini.

Simak liriknya:

Maybe by Jay Sean

Beep, beep on
Now there goes my phone
And once again
I’m just hoping it’s a text from you
It ain’t right
Read your messages twice, thrice, four times a night it’s true
Everyday I patiently wait
Feeling like a fool but I do anyway
Nothing can feel as sweet and as real
Coz no way I would’ve waited in vain

[Chorus]
And maybe it’s true I’m caught up on you
Maybe there’s a chance you’re stuck on me too
Maybe I’m wrong it’s all in my head
Maybe we’re afraid of words we both hadn’t said

I’m always connected online
Turn facebook all the time
Hoping you’ve checked my profile
Just can’t help wondering why you play it cool
But sometimes I’m hopelessly falling for you
Every night on the phone and I
In love with you and I know that you like it girl
All joking inside lets see you and I
Come out and say what you’re trying to hide

[Chorus]

[Bridge]
Like I really want you
I think I need you
Maybe I miss you
I’m thinking of you
Like I really want you
I think I need you
Maybe I miss you
I’m thinking of you

[Chorus]

Anda main facebook? hati hati… sindrom diatas lagi trend…. hehehe

Nopember 27, 2008

Reportase Pesta Blogger 2008

Parkiran BPPT masih lengang waktu saya tiba dengan bergegas karena takut nanti Fenny teman dari Bali Blogger Community datang lebih dulu dan menunggu saya di gerbang.

Seorang yang wajahnya familiar parkir di sebelah saya. Saya jabat tangannya dan kebetulan saya juga ingin konfirmasi ketidak-hadiran beliau untuk acara penjurian lomba Speedy Blogging Competition di Senayan esok harinya (minggu 24 nov).

Beliau confirm tak bisa hadir karena bentrok dengan acara seminar di UI Depok. Rencananya saya, Mas Budi dan Mas Enda akan menjadi juri lomba blog yang diadakan oleh Telkom Speedy. Jalan sampai di depan gerbang, beliau disambut banyak orang.

Semula saya mengira blogger tahun ini benar benar sudah menghargai penampilan begitu melihat banyak orang berjas rapi ala anggota dewan wara wiri. Tapi rupanya mereka bukan blogger, gak jelas sampai sekarang gak ada yang tahu rombongan berjas itu orang ngapain sebenernya. Mereka seperti laron, datang dan pergi begitu saja.

SMS jawaban dari Fenny bilang kalo dia masih dijalan dari Bandung ke Jakarta. Oke lah saya tunggu karena kami adalah perwakilan dari BBC yang tidak terlalu banyak yang hadir. Lagipula ticket masuk saya dipegang Fenny, mosok saya beli lagi :-) Banyak orang bilang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, tapi tidak untuk kali ini.

Saya menikmati mondar mandir didepan pintu gerbang. Menduga duga siapakah blogger baru datang yang masuk pintu gerbang. Berhasil menyapa dengan akurat blogger yang belum pernah ketemu sebelumnya adalah sebuah kebahagian tersendiri.

Sebaliknya salah sangka dengan telak dalam mengidentifikasi seorang blogger adalah sebuah hal yang memalukan. Dua fenomena ini terjadi silih berganti tak kenal kompromi.

Tante EdRatna berhasil saya kenali, walaupun masih harus ada embel embel nyebut namanya Kunderemp (putra sulung beliau). Beliau heran:

Saat ketemu saya kaget, lha tulisanmu selama ini serius…ternyata Wibi masih muda sekali.

hehehe gak juga Tante, saya lebih tua “sedikit” dibanding Narpen (putra kedua beliau).

Selain Tante EdRatna ada beberapa blogger yang saya kenali dari avatarnya seperti Fenny, Rendy Maulana, Bu Endhoot dan Ady Permadi yang sempet saya salah identifikasi sebagai Pak PYAP di Facebook. Banyak lagi salah tebak yang lain.

Seperti Gundala misalnya… eh bukan, maksud saya Golda misalnya, saya pikir Golda ini seseorang yang bekerja FirstMedia tapi ternyata bukan… memangnya ada berapa Golda di negeri ini yah :-)

Sesama anggota Bali Blogger tapi tak begitu kenal karena memang anggotanya kami tersebar, mungkin BBC adalah komunitas yang paling tersebar anggotanya.

Pesta tahun lalu ada Nana Nias, tapi tahun ini saya tidak melihat batang hidungnya. Banyak lagi yang tahun lalu hadir tapi tahun ini tak bisa hadir. Gagal menemukan teman blogger yang tahun lalu bertemu, saya coba coba tebak blogger dari avatarnya.

Tercatat sepanjang acara tidak kurang 3 kali saya salah tebak. Malu tapi dengan mudah dilalui karena banyak pilihan “tebakan” yang lain. Selain senang main “tebak-tebakan” saya juga menikmati mendapat temen blogger baru yang senasib dengan saya nunggu di depan gerbang karena tiket masih dibawa oleh temannya yang belum datang.

Antara lain: Billy Koesoemadinata,  Sujarwoyo, Yulyanto dan Achill Gelis dari Bandung Blog Village. Sambil sibuk menyapa tokoh tokoh yang lewat seperti mas Koencoro, mas Budi Putra, pak Cahyana, mas Julian Firdaus, mas Idban Secandri, mbak Shinta, mas Wicaksono, saya mencurigai setiap mobil yang lewat sebagai mobil yang mengangkut Fenny dkk.

Blogger yang lain juga tidak ingin buru buru masuk ke auditorium. Mereka terlihat foto sana sini, pose gila gilaan. Ketawa ketiwi karena lama tak berjumpa. Rupanya mereka sudah kulino satu sama lain. Kadang kadang kamera foto diarahkan ke arah gerbang tempat saya duduk. Terpaksa saya pura pura cool.

Kecurigaan berakhir setelah seseorang yang bertampang sangat Fenny mengangguk mengakui bahwa dirinya adalah Fenny dan tiket diserahkan lalu kami kongkow sebentar di depan gerbang sebelum masuk ke dalam setelah mengambil bingkisan tas pestablogger dengan segala isinya.

Didalam kami kehilangan jejak. Baru terlacak kembali setelah Fenny turun dari balkon untuk naik kepanggung menerima hadiah sebagai perwakilan dari Bali Blogger Community. Saya mau ikut naik tapi notebook sedang digelar dan gak ada yang jagain, biarlah Fenny ajah, dia sudah gede, sudah bisa sendiri.. hehehe

Sebelum penetapan pemenang seperti biasa ritual sambutan sambutan yang membuat pestablogger menjadi terasa agak formal tapi perlu juga.

Pemberi sambutan antara lain Ndoro Kakung, Pak Cahyana dan Pak Kusmayanto Kadiman (Menristek). Sambutan Pak Kusmayanto  yang ditulis oleh mas John Herf:

Kusmayanto Kadiman, Menristek RI mengatakan mereka (blogger dari luar negeri) pasti akan berbahasa Indonesia. Suka atau tidak para blogger asing akan belajar.

Suhu blogger, Ndoro Kakung dan Enda Nasution menjadi legenda yang menguasai A sampai Z blog, yang membikin goblog. Kusmayanto Kadiman menambahkan, “Tragedi kartun Nabi Muhammad dapat diselesaikan oleh Enda Nasution dengan baik, yang mengirim surat kepada wordpress untuk menarik tulisan dari blog.”

Pak Kusmayanto memberi sedikit narasi tentang asal muasal istilah Blog. Sedikit nyeleneh beliau bilang bahwa sebenarnya istilah belog di Bali telah lama digunakan jadi kalau mau tahu siapa sebenarnya inventor istilah blog ya orang orang Bali… :-) bisa ajah Pak Menteri.

Setelah usai sambutan sambutan kemudian oleh Joana, host pestablogger yang “gersang” itu acara penyerahan hadiah dibuka. Bali Blogger Community  dinobatkan sebagai The Most Promising Community. Sungguh sedih melihat kenyataan sedikit sekali wakil dari BBC yang hadir.

Terus terang saya ngiri melihat teman teman dari komunitas lain seperti Cah Andong yang sedari awal acara riuh rendah dengan jeritan histeris diatas balkon sana. Mereka benar benar banyak dan ngumpul.

Tapi kemudian saya menghidur diri bahwa komunitas blogger tak mesti akrab secara fisik, walaupun kriteria penilaian sebagai The Most Promising Community adalah seringnya melakukan kegiatan sosial bersama secara fisik tapi kenyataan bahwa sesungguhnya tidak semua anggota BBC pernah bertemu dan akrab secara fisik tapi toh bisa membina sebuah komunitas dengan kegiatan yang insyallah bermanfaat bagi masyarakat.

Komunitas Cah Andong di Balkon yang seru…

Banyak diantara anggota kami yang tidak tinggal di Bali lagi tapi tetap bisa mengikuti perkembangan kegiatan karena kami punya milis yang merupakan urat nadi komunikasi. Ketika wawancara dengan wartawan dari Inilah.com, Fenny telp saya untuk naik ke balkon.

Dalam wawancara dengan mas Augusta dari Inilah.com saya berkesempatan menjelaskan bahwa kenapa BBC bisa punya banyak kegiatan offline buat masyarakat. Salah satunya adalah karena pulau Bali itu relatif kecil sehingga memudahkan untuk bisa berkumpul bagi para blogger. Bahkan menurut Fenny acara acara kopdar lebih sering berhasil jika diadakan secara dadakan tanpa direncanakan.

Hal lain yang mungkin membuat BBC menjadi unik adalah karena kami lebih menggunakan milis untuk berkomunikasi. Kebanyakan komunitas biasanya akan terjebak pada pertemanan yang menjadi akrab secara personal.

Walhasil blogpun menjadi ajang komunikasi yang personal juga. Maka tak heran bila banyak kita jumpai blog-blog yang memiliki ikatan komunitas akan menuai komentar-komentar pada postingan-postingannya yang sifatnya personal.

Pada komunitas BBC hal itu lebih sedikit terjadi, BBC lebih aktif dimilis untuk komunikasi semacam itu. Ketua BBC bapak Anton Muhajir akan bisa menjelaskan hal ini dengan lebih baik saya rasa.

Setelah wawancara usai lalu kami turun makan dan bertemu dengan anggota BBC yang Dian Aryanti, Yoskebe dan Brokencode. Di arena makan saya bertemu dengan banyak blogger yang sudah saya kenal sebelumnya seperti Riyogarta, Kang Tutur, Eko Juniarto dan Priyadi.

Saya nyangkut dari satu blogger ke blogger yang lain sampai tas bingkisan pestablogger saya ketinggalan, padahal disitu ada titipan baju kaos pestablogger dari dua temen blogger dikampus (Irwan Suprayitno dan Anto Junanto) yang tak bisa hadir.

Waduh lumayan nih, 65 rb kali 2 terancam hilang begitu saja. Dalam rangka mencari tas yang hilang tersebut saya ngider, dan tentu saja sambil mencari-cari tas tak lupa juga untuk melihat-lihat yang bening bening di berbagai stand yang ada.

Tapi untung, rupanya Dian dan Fenny sempat mengamankan tas tersebut setelah dikonfirmasi oleh Bang Yoskebe.

Tiba sesi breakout, kami BBC sepakat untuk ikut sesinya Pak Nukman Lutfie tentang membangun personal brand melalui blog.

Menurut Pak Nukman sebuah blog tidak banyak membantu membangun personal brand kita kalau pengunjung dan pembaca blog kita hanya sekitar temen temen kita saja.

Komentarnya juga seperi chating saja. Blog yang banyak membantu membangun personal brand kita adalah blog yang selalu dihadiri oleh orang orang baru yang antusias pada tulisan kita dan kemudian mengingat brand kita.

Beliau memberi ilustrasi betapa sebuah brand yang berhasil itu sangat powerfull. Kita tak perlu menulis nama kita pada nametag karena orang orang sudah bisa mengenali tanpa harus membaca. Berbagai kesempatan akan datang dengan sendirinya karena brand kita yang kuat.

Sebelumnya saya menyempatkan diri memperkenalkan diri pada Pak Nukman. Namun karena personal brand saya belum begitu kuat maka Pak Nukman perlu mengeryitkan dahi untuk mengingat ngingat siapa saya.

Well… saya harus bangun brand saya dengan sungguh sungguh agar dikemudian hari Pak Nukmanlah yang datang pada saya… hehehe

Selesai sesi breakout, tiba sesi snack. Ternyata snacknya jauh lebih nikmat ketimbang makan siang tadi. Entah kenapa saya lebih suka makan snacknya. Sudah agak sore dan kelihatnnya para peserta sudah banyak yang lelah.

Panitia berkali kali mengingatkan agar tidak langsung pulang karena ada sesi doorprize yang layak untuk ditunggu. Mulai dari Ipod, PC HP, hingga Notebook.

Karena lelah tidak heran banyak yang tertidur, tidak terkecuali teman saya Fenny. Duh kasihan bener liat dia tidur. Karena tidak tega akhirnya saya foto dia :-)

Rupanya Fenny tidak sendiri banyak saya lihat yang tertidur dan jadi obyek foto temen temennya.

Tidak hanya para blogger, para wartawan juga dan kru panitia juga banyak yang tertidur. Bahkan lebih dari sekedar obyek foto tapi dikerjain :-)

Menunggu doorprize memang melelahkan. Diperparah lagi dengan si Joana centil itu membaca nomor undian dengan cara terbata bata, sangat menjatuhkan mental :-)

Ada seorang blogger yang menang dua kali, sungguh beruntung blogger ini. Sungguhpun demikian para blogger tak beranjak.

Entah hadiah itu sangat diharapkan atau memang masih ingin kumpul. Walaupun harus berbaring karena lelah dan nomor tak kunjung dipanggil.

Sesi pembagian hadiah diselingi dengan sesi semacam rangkuman sesi breakout. Pertama adalah sesi “Mari Jadi Blogger yang Kreatif” yang dilaporkan oleh salah satu perserta. Saya tidak ikut sesi itu tapi sekilas ada yang aneh.

Apakah karena yang menyampaikan kurang cermat sehingga terjadi mispersepsi tentang menjadi blogger yang kreatif. Disampaikan bahwa postingan yang kreatif seperti judulnya… “mau cari foto bejat *****?”.

Saya sering liat judul judul yang semacam itu di top-posting-hari-ini di WordPress. Tapi itu cuma judulnya saja dan isinya tidak benar benar menceritakan judulnya.

Lagipula apakah itu yang dimaksud kreatif dalam sesi itu, saya tidak tahu, yang jelas reaksi dari para blogger pada saat itu adalah teriakan… huuuuuuuu

Sesi jeda ini benar benar membuat para blogger tambah lelah, banyak yang merebahkan diri dan banyak juga yang saya lihat sudah pulang. Untunglah ada Maylaffayza yang tampil menghibur kita semua dengan penampilannya yang luar biasa. Para blogger menjadi segar kembali.

Terakhir adalah sesi foto foto bersama antar para komunitas. Terutama komunitas yang seru dan rame, mereka naik ke atas panggung dan berfoto bersama.

Kelelahan sejak pagi seakan hilang ditelan keceriaan. Masih banyak sebenarnya kejadian menarik di pestablogger ini yang tidak terceritakan seperti foto kontes, ada live band dan berbagai stand dari sponsor.

Silahkan kunjungi repository ceriat cerita pestblogger dari perspektif yang berbeda di situs pestablogger.com.

Tulisan saya ini sebatas yang saya ingat dan apabila ada yang terlupakan, tidak akurat atau tidak berkenan saya mohon maaf.

Semua foto foto pada postingan ini diambil dari flickr dengan tag pb2008 yang saya ambil dari situs pestablogger.cybergl.co.id.

Saya tidak sempat meminta ijin satu persatu untuk para pemilik foto tersebut. Bagi para pemilik foto foto tersebut silahkan ngaku saja lewat komentar :-)

Semoga tahun depan blogger tambah banyak dan tambah berkualitas sebagai agen perubahan bangsa.

Nopember 18, 2008

Makna Status Pahlawan

Dalam moment hari pahlawan tahun ini pemerintah menggangkat Bung Tomo dan Pak Natsir sebagai Pahlawan Nasional. Apa makna pengangkatan Bung Tomo sebagai pahlawan bagi masyarakat? Saya rasa tidak terlalu besar. Sebagian masyarakat malah heran, bukannya Bung Tomo memang sudah pahlawan?

Untuk sebuah pertempuran dahsyat selama 21 hari yang memakan korban hingga 15 ribu jiwa yang sebagian besar adalah rakyat dan terjadi secara frontal dan bukan gerilya, menunjukan keberanian dan tekad rakyat Soerabaja untuk mempertahankan kemerdekaan, maka tokoh sentral dalam kejadian tersebut telah terbingkai dihati rakyat sebagai Pahlawan sejati.

Inggris terpaksa harus menerima kecaman keras dari dunia International. Kehilangan besar dan malu buat Inggris yang selama perang dunia kedua tak pernah kehilangan seorang jendralpun, kini harus kehilangan dua orang Jendralnya.

Sejak awal dan sampai kapanpun Bung Tomo telah berstatus pahlawan di hati rakyat.

Beda dengan Pak Natsir. Kecuali orang Sumatra Barat mungkin mengenal Pak Natsir hanya dari pelajaran sejarah yang tidak akurat. Nama Pak Natsir juga banyak dikenal dikalangan Ummat Islam karena peran beliau sebagai pendiri Dewan Dakwah Islamiyah dan tentu saja sebagai tokoh Masyumi.

Peran beliau dalam sejarah Indonesia sangat erat dengan pandangan ke-Islamannya. Kemudian menjadi landasan pandangan pada perjuangan Islam Indonesia kedepan. Beliau pernah dituduh melakukan pemberontakan dengan terlibat pada pergerakan PRRI.

Menurut Yusril Ihza Mahendra keterlibatan beliau sebenarnya sebagai protes pada Kabinet Djuanda yang dianggap inkonstitusional tapi stigmatisasi sejarah telah menghalangi masyarakat untuk mengetahui sosok Natsir yang sebenarnya.

Beberapa kalangan menilai Natsir ingin mendirikan negara Islam padahal komitmen Natsir pada Pancasila sudah terbukti sejak Mosi Integral yang menyatukan negara negara boneka buatan Belanda menjadi NKRI. Beliau bukan oportunis yang pada saat itu bisa saja membelot dan mendirikan negara sendiri. Mosi Integral merupakan capaian gemilang seorang politisi-negarawan yang akhirnya mengantarnya menjadi Perdana Menteri Indonesia.

Lobi Natsir ke pimpinan fraksi di Parlemen Sementara RIS dan pendekatannya ke daerah- daerah lalu ia formulasikan dalam dua kata ”Mosi Integral” dan disampaikan ke Parlemen 3 April 1950. Mosi diterima baik oleh pemerintah dan PM Mohammad Hatta menegaskan akan menggunakan mosi integral sebagai pedoman dalam memecahkan persoalan.

Sumber: Wikipedia

Jaman itu Natsir telah berani kritis pada pemerintahan, sesuatu yang baru akan lumrah terjadi sekarang di era reformasi. Namun akibat yang mesti ditanggung juga tidak kecil, sebuah stigmatisasi sejarah yang membuat para siswa di sekolah mengenal PRRI sebagai gerakan pemberontakan yang mesti ditumpas dengan angkatan bersenjata.

Pak Natsir sangat prihatian melihat negara yang semakin bergerak ke arah kiri dan prihatin pula akan munculnya kediktatoran di bawah Presiden Soekarno. Keprihatinan itu makin bertambah ketika Presiden Soekarno membentuk Kabinet Darurat Ekstra Parlementer di bawah pimpinan Ir. Djuanda. Beliau melihat semua ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap konstitusi dan demokrasi. Sementara di daerah-daerah terus-menerus terjadi berbagai pergolakan yang berpotensi pecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada awal Pebruari 1958, Pak Natsir memutuskan untuk bergabung dengan tokoh-tokoh di daerah yang menentang pemerintah pusat yang mereka yakini bersifat inkonstitusional itu. Dari pertemuan Sungai Dareh lahirlah ultimatum untuk membubarkan pemerintah Djuanda dan membentuk pemerintahan baru yang dipimpin Mohammad Hatta.

Kalau lima kali dua puluh empat jam ultimatum tidak dipenuhi, maka mereka akan menempuh jalan sendiri dan tidak mengakui keberadaan dan keabsahan pemerintah pusat. Inilah awal lahirnya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera Tengah, sebagai pemerintahan tandingan. Pak Natsir ingin agar persoalan ketidaksahan pemerintah pusat itu segera diakhiri, dan dengan begitu setiap saat mereka dengan sukarela akan mengakhiri keberadaan PRRI.

Sumber: Yusril Ihza Mahendra

PRRI adalah sebuah gerakan koreksi atas tidak seimbangnya pembangunan di Pusat dan di Daerah. Semangat dari gerakan koreksi ini menjadi inspirasi untuk mencari solusi atas ketimpangan pembangunan Pusat-Daerah yang kini dikenal dengan istilah Otonomi Daerah. Sebuah perjuangan yang visioner untuk NKRI.

Makna status Pahlawan Nasional bagi Pak Natsir adalah pelurusan atas sebuah stigma sejarah yang telah terjadi puluhan tahun. Kini Pak Natsir telah menempati tempatnya yang seharusnya.

Tidak demikian dengan tokoh yang lain yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional tahun lalu (2007). Beliau adalah Anak Agung Gde Agung yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya dalam hal diplomasi dari negara boneka Belanda menuju Republik Indonesia Serikat (RIS)

Beliau adalah salah satu Perdana Menteri negara boneka Negara Indonesia Timur (NIT) yang mendukung RIS dan masuk Irian Barat ke RI. Dari perannya inilah mungkin pemerintah mempertimbangkannya masuk sebagai Pahlawan Nasional.

Padahal apa yang terjadi sebelumya pada tahun 45-46 adalah sebuah pengkhianatan yang tak mungkin bisa dilupakan oleh rakyat Bali.

Betapa tidak, AA Gde Agung adalah seorang Raja dari Puri Gianyar Bali yang pada masa perjuangan secara tegas dan frontal berpihak kepada Belanda. Puri Gianyar memiliki sebuah kesatuan tempur lokal yang bernama PPN (Pemuda Pembela Negara).

PPN ini bersekutu dengan NICA dan bergerak secara aktif langsung di bawah komando AA Gde Agung menjadi pelopor serdadu NICA dalam menggempur gerakan para pejuang.

Setelah mendapat bantuan senjata lengkap dari NICA, PPN menggempur gerakan organisasi pemuda PRI (Pemuda Republik Indonesia). Dengan persenjataan yang lebih lengkap dan modern PPN berhasil mematahkan perlawanan PRI dan menangkap pimpinan PRI; Wayan Dipta, kemudian membunuhnya dengan cara yang keji.

Menurut kesaksian seorang pejuang Nyoman S Pendit yang ditulisnya dalam buku Bali Berjuang hal 145: PPN menangkap Wayan Dipta lalu mengkuliti kepalanya dan anggota badannya diiris-iris sebelum kemudian ditembak mati. Suatu perlakuan keji yang sangat menyakitkan hati para pejuang.

Pengkhianatan beliau tersebut menjadi faktor penting penolakan rakyat Bali atas diangkatnya AA Gde Agung sebagai Pahlawan Nasional. Makna status Pahlawan Nasional pada AA Gde Agung adalah penghinaan atas perjuangan I Gusti Ngurah Rai, rakyat Bali dan seluruh pejuang kemerdekaan pada umumnya.

Pelurusan sejarah akan selalu menemukan jalannya…

Petisi Online: http://www.petitiononline.com/gdeagung/petition.html